VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
KSATRIA PENYENDIRI Chapter 43

2017-06-14 - Downcrazy > KSATRIA PENYENDIRI
136 views | 12 komentar | nilai: 9.8 (5 user)

(#Hmm.....mungkin akan ada sedikit perubahan gaya penulisan, jadi sebelumnya ane minta maaf atas ketidaknyamannya....hehehe, Lanjuttt)

Permtenpuran di Kastil Black Magician menuju puncak,

Seluruh mata telah melihat kehadiran sosok dengan kekuatan mutlak penguasa Lembah Kematian datang untuk menemui Yozha. Yozha (mode Skeletal Mighty) memutuskan untuk mengakhiri pertempuran ini dengan tangannya sendiri.

.

.

DUUAAARR!!

.

.

Heavy Fist millik Yozha bertambah kuat berkali-kali lipat dari sebelumnya. Yuna sempat menahan serangan itu dengan sihit pertahanan (Borg) namun tetap terpental jauh kedalam Kastil.


KSATRIA PENYENDIRI Chapter 43 - Kemenangan
Penulis : Downcrazy

Ditengah singgasana ruang tahta yang telah hancur porak-panda, Yuna berusaha untuk berdiri. Borg miliknya memercikan percikan-percikan listrik kecil, terlihat terdapat keretakan dimana-mana.

"Sial....padahal sedikit lagi rencanaku berhasil." geram Yuna kesal dengan kekacauan yang terjadi.

.

.

Siiiuuuunngg!!

.

.

CRAAAANNKK!!

.

.

Yozha mengejar Yuna dengan kecepatan yang tak masuk akal, dia seolah tiba-tiba muncul di depan Yuna. Tanpa memberi jeda, Yozha kembali melancarkan Heavy Fist kearah Yuna dan menghancurkan Brognya. Serangan Yozha terhenti tepat didepan mata Yuna yang masih terbelalak karena terkejut.

"K-kau....kenapa kau menghentikan seranganmu!!" bentak Yuna menatap tinju Gauntlet hitam Yozha.

"Entahlah bibi, mungkin karena kaus sedikit tertarik dengan perkataanmu sebelumnya."

"Ciih!!" geram Yuna.

Diam-diam Yuna yang telah kehabisan kekuatan magis dan energinya berusaha untuk menyerap kembali luapan energi Spirit Aura milik Yohza dengan Gem of Damned (mode senyap).

"Itu percuma bibi...." Yozha sedikit tersenyum.

.

.

Kecraannk!!

.

.

Gem of Damned hancur berkeping-keping begitu saja.

"B-bagaimana mungkin.....?!!" gumam Yuna dalam hati.

Gem of Damned adalah permata terkutuk yang dapat menyerap kekuatan energi dan magis musuh dan menyalurkan ke penggunanya. Selama ini tidak ada satupun kekuatan yang pernah berhasil melebihi kapasitas penyerapan Gem of Damned milik Yuna. Namun, Yozha mode Skeletal Mighty ini, luapan energinya seolah tak terbendung. Seperti luapan energi sang legenda Black Knight.

"Entahlah bibi, bahkan sekarang aku bisa mendengarkanmu saat kau tak berbicara. EH?! kenapa aku bisa melakukan ini?!!"

Yozha langsung kaget dan panik.

"Tenanglah tuan, itu karena kau menerima kekuatan hamba. indramu juga bertambah tajam lebih dari sebelumnya." Golem only voice.

"Oh begitu.....eh?! paman Golem kau bisa bicara!!" panik Yozha kepada armornya.

"Eh?! itu....sepertinya begitu tuan." Golem only voice. (King Golem sepertinya tak mau memperpanjang masalah).

Yuna kembali dikagetkan dengan sikap sembrono milik Yozha, jika dia tak memiliki King Golem bersamanya. Sudah dapat dipastikan Yozha tak akan selamat saat melawannya tadi. Namun entah mengapa Yozha memiliki keberuntungan yang besar tanpa ia sadar sama sekali.

"....kau harusnya bicara dari tadi paman, huh." Yozha selesai mengoceh dengan armornya.

Yozha segera berjalan mendekati Yuna.

"Bibi aku tak ingin membunuhmu, jadi tolong beritahu aku kalau kau mau menyerah dan menerima hukumanmu." Yozha mememinta dengan tatapan kasihan.

Terasa seperti tersentak sandung yang sangat menyakitkan, harga diri Yuna tak ingin mengalah.

"Hehe....setelah kau berhasil mengalahkanku, kau pikir aku akan menyerah begitu saja?! Kau benar-benar bocah yang naif!! Bunuh aku!! Aku tak takut akan kematian!! Aku tak sudi mengakui bocah sepertimu sebagai pemimpin kami!! Bunuh aku!! Kematian ini akan menjadi kemenangku!! HAHAHA!!" Yuna menggila.

Yuna tertawa dengan lantang meski Yozha dapat mengakhirinya kapan saja. Namun tatapan matanya yang terbelalak membuat Yozha semakin merasa iba.

"Baiklah bibi, seandainya saja kita bertemu dengan cara yang berbeda...."

Yozha melancarkan tinju Heavy Fistnya kearah Yuna, Yuna menutup matanya seolah siap menerima kematiannya.

.

.

"Aku akan selalu bersamamu tuan...." gumam Yuna dalam hati.

.

.

Tinju Heavy Fist Yozha terakumulasi oleh kekuatan penghancur yang tak terbendung. Dengan kekuatan dahsyat itu, tinju itu pasti akan menghancurkan tubuh Yuna dalam
sekejap. Lesatan Tinju itu seolah tak terhentikan lagi..

.

.

"Jangan......!!!!" teriak seorang gadis dari kejauhan.

.

.

WUUUSSHH!!!

.

.

DUUUUMMM!!!

.

.

Teriakan dari suara seorang gadis itu terasa sangat familiar di telinga Yuna, ia tersadar dan membuka matanya untuk melihat gadis yang bertariak tadi. Tapi laju tinju Yozha seolah tak terhentikan, dalam seperkian detik itu Yuna merasa belum mau mati sebelum melihat gadis yang berlari dibelakang Yozha untuk terakhir kalinya.

"A-a.....!!" kaget Yuna.

"Hehe, ternyata kau masih ingin hidup bibi." cengir Yozha.

Heavy Fist meleset beberapa senti dari wajah Yuna, angin kuat terasa menyambar di wajah Yuna. Yozha memindahkan arah targetnya kebelakang Yuna, dinding dibelakang Yuna Jebol dengan skala yang sangat besar.

"Ibu!!" suara gadis itu menghampri dan memeluk Yuna.

Yuna masih terpatung karena kagetnya, entah mengapa air mata mengalir di kedua pipinya.

"Syukurlah...hiks, syukurlah....hiks." isak gadis itu.

Kehangatan pelukan ini, telah membuat Yuna takut untuk berhadapan dengan kematian. Entah mengapa tangannya bergerak untuk membalas pelukan gadis itu.

"Hehe, akhirnya kau datang Luna. Aku sangat terbantu." cengir Yozha.

Luna datang untuk menghentikan Yozha, lebih tepatnya ia datang untuk menyelamatkan ibunya.

"hiks...Yozha-kun, aku mohon ampuni ibuku...hiks." pinta Luna dengan mata berlinang.

"Eh?!!" Yozha merasa berada diposisi sebagai orang jahat.

"E...eto, sebenarnya aku juga tak bermaksud membunuh bibi ini. Tadi aku hanya....." kata Yozha terhenti.

Pandangan yang berlinang air mata itu membuat Yozha tak sanggup melanjutkan perkataan hanya menakuti saja. Tentunya itu akan terdengar sedikit jahat dan membuat Yozha semakin tidak enak hati.

"Eh..., baiklah. Selama bibi mau berjanji untuk mengakui kesalahannya dan menerima hukuman." ucap Yozha berusaha berprilaku bijak.

"hiks...syukurlah....syukurlah ibu, hiks." ucap Luna kembali memeluk Yuna.

Yozha hanya tersenyum melihat kedua wanita didepannya. Ia hanya berpikir bahwa sosok seorang ibu tetaplah seorang ibu bagi anaknya.

Lapangan pertempuran depan Kastil Black Magician,

Dengan kehadiran pasukan Skeleton, arus pertempuran akhirnya dapat direda (lebih tepatnya 9 Skeleton ini memberikan tekanan yang menakutkan sehingga jatuhkan mental kedua belah pihak.). Yozha berjalan keluar kastil menuju lapangan tersebut, orang-orang tengah berkumpul seolah menunggu kehadiran Yozha.

"Tuan, sepertinya anda perlu mengatakan sesuatu." Golem only voice.

"Ya, tentu paman." jawab Yozha yakin.

Yozha berjalan kedepan mengambil pijakan yang sedikit tinggi hingga cukup untuk dilihat banyak semua orang. Yozha terlihat mengambil napas dalam-dalam.

"Perhatian semuanya!!"

"Aku adalah KSATRIA PENYENDIRI!! PENAKLUK LEMBAH KEMATIAN!! AKU ADALAH PENGUASA TERTINGGI YANG SAH!!"

Yozha mengambil liontin di dadanya dan mengangkatnya keatas. Liontin itu bersinar mengelurakan cahaya.

"DENGAN INI AKU PERINTAHKAN UNTUK MENGHENTIKAN PERTEMPURAN SIA-SIA INI!!"

Kubu yang mendukung Yozha terlihat menyraki kemenangan mereka.

"Jadi bocah itu ya...." gumam David.

"Kenapa?? kau tak mengharapkan pria menjadi pemimpin kita David-san??" Isabel.

"Keinginan Anda akhirnya terpenuhi..." Itsumo.

"Momo-chan kau mau kemana??" Ryuoji.

Momo berlari kearah Yozha.

"Eh?! Momo??"

.

.

Bruukk!!

.

.

Momo melompat untuk memeluk Yozha, mereka terjatuh kebawah.

"Hehe....kau sudah besar bocah....uhuk!!" Heroz.

"Heroz-san kau belum boleh bergerak." Freya.

Pertempuran di Kastil Auflame berakhir dengan kemenangan Yozha sang Ksatria Penyendiri.

.

.

tbc.

.

.

Di langit Auflame, terlihat Skeleton berarmor merah ruby sedang membawa tubuh seorang pria. Pria itu perlahan sadar dari pingsangnya.

"A-apa yang kau lakukan?! lepaskan aku!! Nona....nona..." berontak Axey.

"Hentikan itu anak muda, dengan kekuatanmu yang sekarang kau pasti tahu itu tak akan cukup." ucap Skeleton Valkyrie.

Axey hanya terdiam menyadari dia berada dipihak yang kalah.

"Jangan memasang wajah seperti itu, aku tak membawamu untuk dijadikan tahanan. Sejak saat itu, kau sedikit membuatku tertarik anak muda." lanjut Skeleton Valkyrie.

"A-apa maksudmu??"

"Tentu tentang kekuatan Valkyriemu yang baru bangun itu....."

Skeleton Valkyrie itu terbang dengan cepat sambil membawa Axey.

Bersambung ke KSATRIA PENYENDIRI Chapter 44

Alien Queen
2017-06-19 11:10:02
Mau dinikahi sepertinya tuh.
Aerosmith
2017-06-17 11:20:59
Lanjut ajalah..
Gawa Ilahi
2017-06-17 07:00:53
Nyimak aja
Bocah Redoks
2017-06-15 21:14:42
hmm. sepertinya calon musuh baru nich
Rudy Wowor
2017-06-15 14:14:03
Musuh baru muncul akhirnya.
Hiatus
2017-06-15 12:18:05
Oh yeah baby akhirx kluar lega rasax oh yeah
Shia Wasetatsu
2017-06-15 07:40:55
.karna udah lama gak baca, jadi enggak terasa klu ada perubahan gaya penulisan
Phoenix D
2017-06-15 04:26:41
Akhirnya perang berakhir..
Zen Kureno
2017-06-15 03:44:48
Btw chapter KP kali ini sedih banget ampir buat ane nangis.
wahyu STWN
2017-06-14 21:42:55
Ada firasat buruk ni tentang valkryie dan axey
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook