VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
KSATRIA PENYENDIRI Chapter 13

2017-01-06 - Downcrazy > KSATRIA PENYENDIRI
88 views | 7 komentar

Bagian awal...

KSATRIA PENYENDIRI Chapter 13 - Black Forest
Penulis : Downcrazy

Yozha dan yang lain mulai melakukan perjalanan mereka ke utara. Lokasi tanaman obat yang dimaksud berada di sebuah hutan, Black Forest. Disana mereka mencari tanaman yang dimaksud, tapi belum juga menemukannya.

"Waduuhh!! tak kusangka akan sesulit ini"

"Sudah cari saja"

Mereka pun semakin dalam memasuki hutan tersebut. Disana terdengar teriakan minta tolong. Yozha dan yang lain berlari menuju tempat suara itu berasal.

"Eh paman kan yang tadi mengantri didepanku?!"

"Uhuk-huk, tolong aku"

Momo segera melakukan pertolongan pertama. Kondisi orang itu cukup memprihatinkan, Wajahnya terlihat pucat dan dikakinya terdapat goresan luka yang membengkak.

"Paman apa yang terjadi?"

"Uhuk-huk, hutan ini penuh dengan jebakan. Teman-temanku banyak yang mati di dalam sana" orang itu mulai menangis.

"Tenanglah paman, yang penting kau selamat"

Yozha dan yang lain meninggalkan orang tadi beristirat dipinggir sebuah pohon. Mereka pergi kearah yang ditunjuk orang tadi. Disana kondisinya sangat naas, sepanjang perjalanan mereka, terlihat mayat dari teman-teman orang tadi. Mereka mati terkena jebakan dan kebanyakkan mati karena terkena racun.

"Uhuk-huk...to...long, huk"

Momo berlari kearah seorang yang terlihat masih bernapas untuk segera menolong. Tetapi tiba-tiba ada batang pohon dengan duri-duri yang melapisinya datang kearah Momo.

"Momo!!"

"Eh?!"

.

.

"Swiiing!!"

.

.

Yozha sempat menyentuh tubuh Momo dan menyelamatkannya.

"Kau tidak apa-apa Momo?"

"Yo-Yozha-kun..." Momo gemetar melihat ke arah lain.

Orang yang hendak diselamatkan Momo mati karena terkena hempas pohon berduri tadi.

"hiks...hiks"

"Sudahlah Momo itu bukan salahmu..."

"Ta-tapi...orang itu....hiks"

"Kau telah berusaha menolongnya, tapi sepertinya hutan ini memang sangat berbahaya"

Heroz menghampiri mereka berdua.

"Kau tidak apa-apa nona?"

"Hiks, iya...hiks"

"Yozha sebaiknya kita lebih berhati-hati" serius Heroz.

Mereka melanjutkan perjalanan lagi ke dalam hutan, Yozha dan yang lain berjalan secara berdekatan. Beberapa kali mereka terkena jebakan dari dalam hutan, tapi berhasil lolos berkat kekuatan transparansi Yozha.

"I-itu...." Momo menunjuk kearah seseorang yang lewat.

"Hmm, dia berjalan dengan tenang meski disini berbahaya, aneh sekali" gumam Heroz.

"Kakek!!!" teriak Yozha.

Orang itu tidak berpaling sama sekali dan terus berjalan menjauh.

"Sepertinya dia tidak mendengarmu, Yozha"

"Ayo kita ikuti dia"

"Hah?! kenapa??"

"Entahlah, perasaanku mengatakan kalau dia tahu dimana tanaman yang kita cari"

"Hm, sepertinya kau benar. Dia terlihat mengenali tempat ini"

Mereka mengikuti arah orang itu pergi, Orang itu terlihat menurun sebuah tebing dipinggiran sungai. Tebing itu cukup curam dan dalam.

"Tolooooong!!"

Yozha dan yang lain mendekati orang tadi. Tali pengaman yang digunakan orang tersebut terlepas dan kini dia hanya berpegangan dengan batu-batu disisi tebing.

"Kakek kau tidak apa-apa??" tanya polos Yozha

"Tidak apa-apa gundulmu!! cepat tolong aku, aku sudah tidak tahan" jawab kakek tadi

Heroz mengulurkan tali kearah kakek tadi.

"Kek, berpeganglah pada tali itu"

"Aku tidak bisa, jika aku lakukan itu aku malah akan terjatuh"

"Hn....kakek yang merepotkan"

Mereka merubah cara mereka menolong kakek tadi, kini Yozha dengan tubuh terikat tali turun untuk menyelamatkan Kakek cerewet tadi. Yozha memegangi tubuh kakek tadi dan Heroz pun mulai menariki mereka.

"Apa yang kau lakukan di tebing itu Kek?"

"Tadinya aku bermaksud mengambil semacam material disana"

"Material??"

"Aku ini seorang Blacksmith, Hagoromo"

"Begitu, aku Yozha kek. Paman ini Heroz. dan dia Momo"

"Hmm, nona kau seperti tidak asing...."

"Hah??" heran Momo.

"Ah....mungkin hanya perasaanku saja, yang penting aku berterima kasih pada kalian"

Hari mulai menjelang malam, namun Yozha belum menemukan tanaman yang dimaksud dari misi mereka.

"Nah anak muda, izinkan aku berterima kasih pada kalian dengan bermalam di rumahku"

"Tapi kek, kami sedang mencari sesuatu di hutan ini"

"Tenang saja, rumahku ada didalam hutan ini. Kalian bisa melanjutkan pencarian kalian besok"

Yozha dan yang lain menerima tawaran dari sang kakek dan pergi kerumahnya.

Bersambung ke KSATRIA PENYENDIRI Chapter 14

Gouenji Shuuya
2017-01-07 04:49:20
Hutan yang berbahaya
Shadexz
2017-01-06 23:16:48
Antara nyambung gak nyambung tiap chapternya
Shadexz
2017-01-06 23:15:39
Ane baca dari awal Jujur deh ceritanya kek bakal.seru drii liat judul v alurnya bikin bingung.
Zunuya Rajaf
2017-01-06 20:30:50
Blacksmith.. minta buatin senjata sob.
Rudy Wowor
2017-01-06 19:25:10
Hutan yang penuh jebakan ya. Siapa yang memasang jebakan?
Kira Tanha999
2017-01-06 18:43:16
Mungkin yg pasang jebakan tu kakek ?
Sqouts Shadows
2017-01-06 18:22:38
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook