VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
KSATRIA PENYENDIRI Chapter 11

2017-01-04 - Downcrazy > KSATRIA PENYENDIRI
90 views | 9 komentar



KSATRIA PENYENDIRI Chapter 11 - Api Perperangan
Penulis : Downcrazy

Di kastil Black Magician, Axey
telihat terburu-buru menuju ruang utama. Ia terlihat membawa sesuatu ditangannya dan menghadap Yuna sang penguasa tertinggi.

"Jadi kau sudah membawa apa yang aku pinta Axey?"

"Begitulah nona, ini dia yang kau pinta" Axey menyerahkan lembaran kertas ke Yuna

Yuna memeriksa lembaran itu. Lembaran itu adalah nama-nama guild baru yang terbentuk. Yuna terus mengawasi perkembang guild di benua Arez. Ia masih menyelidiki sosok di balik Ksatria Penyendiri.

"Ini..., apa maksud dari nama ketua guild KP ini?"

"maaf nona, saya tidak mengetahui
detail dari rincian itu. Sepertinya itu nama dari guild di pusat kota benua Arez yang sedang naik daun, guild RGC"

"Begitu..., menarik sekali meski mereka hanya memiliki 4 orang anggota, mereka sudah mencapai guild tingkat C"

"Mungkin karena salah satu anggotanya adalah mantan bandit Heroz nona"

"Heroz...."

Yuna memperhatikan salah satu nama anggota guild RGC.

"Begitu....sepertinya anggota lain juga cukup hebat, setidak-tidaknya setara Heroz"

Yuna terhenti sejenak.

"Nona ada hal lain yang ingin saya laporkan"

"Apa itu Axey?"

"Ini mengenai peraturan baru yang anda sebutkan, ada beberapa guild tingkat A yang mengajukan perebutan wilayah"

"hehe....menarik, akhirnya ada yang mulai bergerak."

Yuna tersenyum puas.

"Jadi apa yang harus saya lakukan dari pengajuan ini nona?"

"Tentu saja Axey, tentu saja aku menyetujui pengajuan itu!!haha"

"Sesuai keinginan anda, nona"

Axey meninggalkan Yuna dalam tawa puasnya.

.

.

skip wilayah gurun pasir

.

.

Benteng guild Desert Strom di kota perdagangan, peperangan perebutan wilayah telah terjadi. Setelah menyerahkan taruhan ke sang penguasa tertinggi, guild Dead Evil, sebuah guild tingkat A melancarkan aksinya. Kapten ketiga guild Desert Strom, Daisuke tengah memimpin pasukan menahan serangan dari orang-orang guild
Dead Evil.

"Haha...dasar orang-orang bodoh, kalian pikir bisa menang menghadapi guild Rank X, Guild Desert Strom!!!" tawa Daisuke.

Pertempuran di depan benteng terlihat berat sebelah. Daisuke cukup mahir dalam mengomandoi pasukannya. Ia menempatkan pasukan Archer dibelakang pasukan Shield dan menahan musuh. Sedangkan pasukan magician di tempatkan di atas benteng menghabisi pasukan musuh dengan magic jarak jauh.

"Kau meremehkan kami Daisuke" ucap seorang
berjubah magician berpangkat ketua guild Dead Evil, Kirata.

"Segera lakukan formasi Inferno!!!" perintah Kirata.

Tiga orang magician lain muncul dan terlihat merapalkan mantra tingkat 3.

.

.

"Link Magic, Triple Chance, Fire Strom!!!"

.

.

"Jeduaaarr!!!"

.

.

"Akh!!!"

.

.

Hujan api melumpuhkan pasukan Shield. Pasukan Archer dengan Cross Bow dari guild Dead Evil tidak melewatkan kesempatan dan langsung menghujani pasukan Archer Daisuke dengan anak panah yang banyak dan cepat. Kekalahan pasukan Archer Daisuke terlihat jelas karena perbedaan Bow diantara Archer Dead Evil dan Pasukan Daisuke.

"Kurang Ajar!! tak kusangka ada magician tingkat 3 diantara kalian. Segera pasang magic Barrier!!" perintah Daisuke kesal.

Sebuah dinding sihir dari pasukan Daisuke menahan serangan pasukan Dead Evil. Anak panah dari Cross Bow terpental tidak bisa menembus Barrier magic tersebut.

"Haha....seperti dugaanku. Untuk itu aku mempersiapkan ini" ucap Kirata mengeluar Scroll dari jubahnya.

"Great Fire Piercing!!!"

.

.

"Duaarrr!!"

Sebuah sambaran tombak api berukuran raksasa menghancurkan Barrier magic milik Daisuke.

"Sekarang saatnya!! Serang!!" Teriak Kirata.

Pasukan Dead Evil berhasil memukul mundur pasukan Daisuke dan memasuki benteng. Tidak memakan waktu lama bagi para warrior pasukan Dead Evil menghabisi pasukan magician di benteng.

"Tak kusangka kalian bisa menembus benteng yang ku jaga!!" Daisuke bersiap bertarung.

"Hehe...Guild besar seperti kalian terlalu sombong!! Dahulu tak ada yang berani memberontak karena kalian masih terlindungi peraturan lama!!" ucap seorang wakil guild Dead Evil, Rain

"Hn...berhasil memasukki benteng telah membuatmu lupa daratan, akan kutunjukkan kekuatan dari guildku yang sebenarnya!!"

"Ya....itulah yang kutunggu!!" Rain bersiap bertarung.

Daisuke mulai menyatu dengan tanah dan menghilang. Tiba-tiba muncul golem tanah liat dari tanah dan menghempaskan Rain.

"Hahaha....kau terlihat menyedihkan, setelah apa yang kau ucapkan tadi" remeh Daisuke dalam wujud golemnya.

"Kurang ajar!! aku baru akan mulai bodoh!!"

Rain melancarkan semburan air dari tangannya. Golem Daisuke sedikit tertahan, tapi Daisuke menghempaskan tangan golemnya ketanah dan menimbulkan hujaman tanah ke arah Rain.

.

.

"Swiiiiing"

.

.

Seseorang muncul dari portal dan menyelamatkan Rain dari serangan elemen tanah Daisuke.

"Ketua??" kaget Rain.

"Tenanglah kawanku, aku tidak akan membiarkanmu kalah begitu saja" ucap Kirata.

"Dasar bodoh!! kalian pikir bisa mengalahkanku hanya dengan berdua?!" teriak Daisuke.

"Rain seranglah lagi dia dengan kekuatanmu, aku yang akan mengakhirinya"

"Baiklah ketua"

Rain mengluarkan lagi semburan air ke arah golem Daisuke dan menhentikan gerakkannya.

"Kalian tidak belajar dari kesalahan yang sama ya!!" Daisuke berusaha menghempaskan lagi tangannya ke tanah.

"Fire Bolt!!" rapal mantra Kirata mengeluarkan Sambaran Bola Api yang besar ke arah Golem Daisuke yang terhenti seperti tanah liat yang mengeras.

.

.

"Jeduaar!!"

.

.

Sambaran bola api Kirata menghancurkan golem Daisuke. Daisuke terpental keluar dari dalam tubuh golemnya, Ia terlihat sedikit terbakar.

"Uhuk!!" Daisuke mengeluarkan darah.

"Sekarang siapa yang lemah!!" ucap Kirata

"Kurang ajar!!" Daisuke kesal.

"Sebaiknya kau pergi!! sebelum aku berubah pikiran" ucap Kirata memandang rendah Daisuke

"Sial!!"

Daisuke pergi meninggalkan Kirata dan Rain. Benteng di kota perdagangan berhasil dikuasai guild Dead Evil.

"Hahaha....dengan ini kita semakin kaya, kita akan membeli pasukan yang lebih kuat untuk melancarkan serangan selanjutnya" Kirata dalam tawa puasnya.


Bersambung ke KSATRIA PENYENDIRI Chapter 12

Shineria of Life
2017-01-21 06:58:37
Entahlah, tapi akan seperti moonlight mungkin. .
Grim Reaper
2017-01-06 06:39:10
Perebutan wilayah ?
Sqouts Shadows
2017-01-05 17:05:50
Ditunggu cerita berikutnya
Zunuya Rajaf
2017-01-05 10:18:17
perasaan anggota guild PK ada 3..
Rudy Wowor
2017-01-04 21:31:24
Kesatria Penyendiri tidak muncul ya.
Gouenji Shuuya
2017-01-04 21:21:59
Wow.. mereka menang
Cloud Xiicorss
2017-01-04 21:20:22
Nextlah..
Shark
2017-01-04 19:56:03
Lanjut ...
Louis
2017-01-04 19:32:36
Nice....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook