VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Satu-satunya Chapter 19

2017-01-10 - Jack El Jacqueline > Satu-satunya
51 views | 6 komentar | nilai: 10 (1 user)

*

Menatap sinis kearah pemuda itu yang dilakukan Jack saat ini. Bahkan rasanya ingin sekali menghantamnya karna mungkin yang dirasakan Jack saat ini sangatlah membenci pada pemuda itu yang dulu sebagai sahabat adiknya namun sekarang sepertinya sudah menjadi musuh besarnya.

"Ngapain loe disini"? Taanya Jack menatapnya dengan tajam, sedangkan pemuda itu hanya menyunggingkan senyum devil.

"Ini rumah sakit umum bro, siapa aja boleh bisa datang kesini". Jawabnya dengan santai.

"Engga malu loe sekarang ketemu sama gue".

"Malu? Malu buat apa"?

"Sekarang loe memang bisa bodohin Bisma, tapi sayang-nya loe engga akan pernah bisa bodohin gue". Sentak Jack.

"Oh ya..

"Yaa- karna kecurangan loe engga pernah akan bikin hidup loe selalu bahagia".

"Dalam sebuah bisnis tidak ada yang memandang yang namanya curang, yang dipandang cuma kepandain dari orang itu". Ujarnya sombong.

"Sombong sekali loe!! Jangan pernah berfikir loe sudah merebut perusahaan Bisma dan itu buat gue takut sama loe". Kata Jack menunjuk Wajah cuabby orang itu.

"Jangan banyak bicara buktikan saja". Balasnya menepis tangan Jack yang menunjuknya lalu berlalu meninggalkan Jack.

"Kita lihat saja, gue akan rebut kembali apa yang loe rebut dari gue David Pradana". Lirih Jack menggempalkan tanganya memandangi punggung David yang sudah menjauh. Saat Jack ingin kembali membuka pintu rawat Intan seketika terhenti karna mengingat ia harus mengurus administrasi terlebih dahulu, hingga akhirnya Jack membalikan badanya menuju tempat pembayaran administrasi itu.

*

Bisma yang menuju rumah sakit kini terjebak macet hingga membuatnya lama dijalan dan terpaksa memilih motong jalan yang tidak macet agar cepat sampai rumah sakit.


Satu-satunya Chapter 19 - Aku Ingin Menghindarinya
Penulis : Jack El Jacqueline

Intan yang sudah sadar kini membuka matanya ia melihati sekelilingnya namun begitu asing untuknya. Saat melihat tanganya terlilit infus ia baru menyadari kalo dia pasti berada dirumah sakit.

"Aku dimana? Ini dirumah sakit, Itu berarti aku sudah keluar dari apartemen Jack. aku harus pergi dari sini sebelum Jack membawa aku kembali pada Bisma". Intan mencabut selang infus yang tersalur di nadinya lalu turun dari ranjang, walau kepalanya masih pusing dan didaerah perut juga masih terasa sakit namun Intan tetap memaksa jalan dengan berjalan merambat pada benda yang ada didalam ruangan untuk menompang badanya agar tak terjatuh.

Dengan langkah lemas dan wajah pucat Intan terus berjalan menelusuri rumah sakit dengan memakai pakaian rumah sakit.

"Brukk..". Intan bertabrakan dengan sesorang hingga membuatnya mau terjatuh namun pemuda itu langsung menahan tanganya.

"Loe engga apa-apa"? Tanya-nya yang masih menahan tangan Intan. Intan mendongkan wajahnya menatap orang itu.

"Intan..". Pekik pemuda itu dan Intan langsung melepas tangan pemuda itu dengan kasar dan berusaha lari namun lagi-lagi pemuda itu menahanya.

"Intan..".

"Lepas!! Lepasin David, aku mohon lepaskan aku". Intan memberontak dengan lemah dan bahkan air matanya pun mengalir di wajah pucatnya.

"Loe ngapain disini"? Tanya David yang masih memegang tangan Intan.

"David, biarkan aku pergi jangan bawa aku kembali ke Bisma. Aku mohon". Tangis Intan berusaha melepas pegangan David di tanganya.

"Maksudnya apa? Gue engga ngerti"?

"Tolong Lepasin aku". Berontak Intan mendorong kasar badan David hingga tangan Intan pun lepas dari pegangan tangan David karna memang David memegangnya tidak terlalu kuat. Dan sesegera mungkin Intan berjalan cepat menjauh dari David sambil memegangi perutnya.

"Intan kenapa ya? Ko jadi aneh gitu kaya punya rasa takut sama gue, biasanya dia aja suka cuek banget bahkan selalu menantang bila sama gue". Pikir David dan berusaha mengejar Intan lagi namun sayang Intan sudah tak terlihat.

"Kemana dia". Lirih David melihati sekelilingnya.

"David..

"Mama..

"Kamu ko disini? Adikmu sama siapa"? Tanya Tante Tifa selaku ibu David.

"Dia didalam tadi sih lagi sama suster dan Aku pamit ke toilet sebentar".

"Kamu ini gimana sih! Adikmu baru sadar langsung ditinggal, kalo ada apa-apa bagamana." Omel Tante Tifa pada putra bungsunya itu.

"Ya ampun Ma, lagian tadikan ada suster. Aku disini juga karna tadi aku lihat..

"Lihat siapa"? Bidik Tante Tifa.

"Sudahlah lupakan, lagian Mama juga engga kenal gadis itu".

"Gadis? gadis mana lagi yang habis kamu tidurin"?

"Sudah ah Mama ini kaya engga tau aku aja, aku mau balik ke kantor lagi, nanti malam aku baru kesini". Ucap David dan mencium tangan Mamanya lalu melangkah pergi.

"David-David, Mama bangga punya anak seperti kamu, tapi Mama kurang suka bila kamu terus-terusan memainkan wanita". Batin Tante Tifa melihat putranya sudah berlalu.

*

Intan yang masih terus berjalan mengedap-edap kini langkahnya terhenti saat melihat sosok pemuda baru keluar dari lift dengan beberapa anak buahnya.

"Bisma..". Lirih Intan dan kembali berjalan mundur menghindar. Karna bingung mau lari kemana kini Intan malah masuk kedalam ruangan rawat pasien dan bersembunyi di belakang pintu.

"Intan..

Tbc

Bersambung ke Satu-satunya Chapter 20

Ludfy N
2017-01-11 14:38:41
Seru! Intan psti msuk ruangn dicky
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:16:51
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
ThE LaSt EnD
2017-01-10 13:47:29
knflik yang mulai memanas..
J Y L O
2017-01-10 10:44:23
Lanjut.... kurang panjang
Rudy Wowor
2017-01-10 10:35:48
Kasihan intan.
Princess Alien
2017-01-10 08:15:31
Selanjutnya harus lebih menegangkan.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook