VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Satu-satunya Chapter 12

2016-12-30 - Jack El Jacqueline > Satu-satunya
44 views | 4 komentar | nilai: 10 (1 user)

Intan memutari koridor kampus dan seperti mencari seseorang. Ia pun berjalan ke kelasnya namun tidak ada di mana-mana.

"Dicky kemana ya?" Lirih Intan dan kali Ini Ia melihat Manda dan Lina yang sedang minum di kantin.

"Apa aku tanya mereka, Nanti yang ada malah marah. Tapi aku coba aja deh". Intan pun melangkah mendekati Manda dan Lina.

"Ngapain loe"? Sentak Lina menatap sinis Intan.

"Aku mau tanya sama Kalian, dimana Dicky"? Tanya Intan membalas tatapan mereka.

"Braakk..". Kini Manda menggebrak Meja kantin dengan kencang.

"Loe bilang apa? Loe nyari Dicky? Engga salah loe". Bentak Manda dengan nada keras.

"Ehh kalian mau ngapain"? Shilla pun kini datang menghampiri mereka bersama Dina.

"Nih temen loe! Mau cari masalah sama Gue"! Manda menunjuk Intan.

"Aku engga cari masalah sama kalian, aku hanya tanya Dicky aja".

"Untuk apa loe nyari Dicky sama kita, Asal loe tau ya? Gara-gara loe Dicky putusin gue". Ucap Manda.

"Yang di putusin kan Elo, kenapa jadi nyalahin Intan". Sentak Shilla membela Intan. Manda pun kini menatap sinis Shilla dan Intan dengan kesal lalu berlalu pergi meninggalkan kantin di ikuti oleh Lina.

"Loe nyari Dicky buat Apa Ntan"? Hardik Dina.

"Engga apa-apa ko, aku hanya khawatir aja. Sejak Dicky dipaksa datang kerumah sama Bisma dia engga pernah keliatan lagi, aku takut dia kenapa-kenapa".

"Ya udah ngapain sih ngurusin dia, lagian Dicky juga cowo mendingan loe pikirin kandungan loe. Kemarin loe bikin kecewa bos aja, dia udah hampir bunuh loe, apalagi jika dia tahu loe hamil". Ujar Shilla.

Intan pun kini menitihkan air matanya dan menunduk memandang perutnya yang masih datar.

"Good! Tugas gue berhasil, sebentar lagi loe akan ditendang dari rumah". Batinya menatap Intan yang tertunduk tangis.

Beralih kesebuah rumah sakit.

*

Tut..Tut.. Suara detakan jantung terdengar di ruangan VIP terlihat pemuda manis sedang terbaring lemah disana.

"Intan..". Igonya lirih dalam mata terpejam.

"Sayang kamu sudah sadar". Ucap Sang mama yang selama ini menunggu putranya sambil mengusap kepala Putranya.

"Intan..". Igonya lagi.

"Mama panggilkan dokter". Kata Mamanya dan berlari keluar dari ruangan.

"Ma ada apa?? Tanya pemuda lain yang melihat sang Mama panik.

"Ngga, adikmu sudah sadar sekarang kamu cepat panggil dokter".

"Iya..". Balas pemuda itu dan berlari memanggil dokter.

Tak lama pemuda itu pun masuk kedalam ruangan dengan membawa dokter.

Dokter itu kini memeriksa tubuh lemah pemuda yang sudah lepas dari Igonya.

"Gimana dok"? Tanya pemuda yang berdiri disampingnya.

"Masih sama, hanya kontraksi sebentar. mungkin batinya menginginkan sesuatu hingga membuatnya tadi tersadar". Jelas Dokter.

"Maksudnya dok"?

"Apa dia tadi mengigo nama lain"? Tanya Dokter pada Mama pasienya.

"Iya, dia sempat manggil-manggil nama wanita". Jawabnya.

"Manggil nama siapa Mah"?

"Tadi siapa ya? Tadi mama engga terlalu denger".

"Ya sudah, Anda berdoa saja semoga dia cepat sadar". Ucap Dokter.

"Apa ini akan memperlambat dia untuk sadar dok"? Tanya pemuda itu melihat adiknya yang tak berdaya.

"Tidak, dia pemuda yang kuat. Saya yakin dia akan segera sadar". Jawab Dokter menepuk pundak pemuda itu lalu berlalu meninggalkan ruangan.

"Hiks.. Hiks kapan bangun sayang". Tangis Mamanya memegang tangan putranya.

"Gue akan balas semua perlakuan loe karna udah bikin adik gue sekarat dan bikin Mama gue Nangis, gue akan hancurin hidup Loe Bisma". Batin pemuda itu menggempalkan tanganya dengan tatapan benci.


Satu-satunya Chapter 12 - Dendam
Penulis : Jack El Jacqueline

*

Bisma memarkirkan mobilnya di depan rumah mewah milik Kakanya dan Ia pun memasuki rumahnya.

"Ada apa Bang"? Tanya Bisma ketika melihat kakanya sedang di meja makan.

"Duduk..". Suruhnya. Bisma pun menururi perintahnya.

"Bagaimana dengan Usahamu"? Tanyanya.

"Beres! Loe tenang aja bang. Gue yakin kalo gue bisa memajukan perusahaan gue lagi". Jawab Bisma.

"Baguslah, karna itu kesempatan terakhir loe".

"Jadi gue di suruh kesini cuma mau di tanya gitu doang"?

"Bukan, Mami sakit keras. Dia menginginkan kita datang ke rumah". Jelasnya.

"Oh gitu, baguslah kalo perlu mati aja".

"Jangan bicara seperti itu, bagaimana pun juga dia Mami kita yang sudah melahirkan kita"! Tegasnya dengan keras.

"Kalo abang mau kesana, ya udah Abang aja! Gue engga mau". Ucap Bisma dan bangkit dari duduknya.

"Bisma..". Sentaknya dan Bisma kini menatap kakanya yang masih santai duduk karna ia tahu saat ini masih lemah dengan Abangnya yang jauh lebih sukses darinya akhirnya pun Bisma menuruti semua perintah kakanya.

*

kedua pemuda tampan menepahkan kakinya di rumah besar yang dulu Ia tinggali bersama keluarganya saat masih bahagia bersama.

Terlihat beberapa pengawal dan pembantu menunduk semua melihat mereka berdua datang.

"Sudah di tunggu den, di atas sama tuan". Kata salah pembantunya. Bisma juga sang kaka pun menaiki Tangga menuju kamar Maminya.

"Ingin rasanya gue bakar rumah ini, rumah kenangan masa pahit saat Clara datang dan dihina hingga membuatnya pergi dan aku harus kehilangannya juga calon anaku". Batin Bisma merasakan sakit jika kembali kerumahnya.

Bersambung ke Satu-satunya Chapter 13

Zunuya Rajaf
2016-12-30 13:49:45
musuh dalam selimut..
Rudy Wowor
2016-12-30 10:37:15
Bisma jadi anak durhaka.
Cloud Xiicorss
2016-12-30 10:29:56
Lanjut
Aerilyn Shilaexs
2016-12-30 08:24:37
ye mami kau begitu dibenci oleh anakmu, sebesar itukah kesalahan yang telah kau buat pada anak-anakmu.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook