VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Satu-satunya Chapter 7

2016-12-26 - Jack El Jacqueline > Satu-satunya
55 views | 8 komentar | nilai: 10 (2 user)

*

Intan yang pulang ngampus tak langsung pulang melainkan kini mampir dulu ke apotik karna akhir-akhir ini dia sering mual dan pusing karna takutnya dia punya penyakit mah.

"Mbk kalo obat mual dan pusing apa ya"? Tanya Intan pada penjaga Apotik.

"kalo Pusing dan mual mungkin anda Mah kalo tidak ya mungkin hamil".

"Hamil? Ihh mbak ini ngaco, orang saya belum punya suami".

"Kan siapa tahu aja, ini saya kasih Obat Mah kalo memang masih mual coba periksa ke dokter". Kata Mbk itu memberikan obat Mah pada Intan.

"Makasih ya? Berapa ini"?

"25 ribu..".

Intan pun memberikan uang itu lalu pergi meninggalkan Apotik.

"Masa iya aku hamil, ah engga mungkin. Padahal setiap kali berhubungan aku kan selalu disuruh Minum pil KB, ah mungkin aku hanya masuk angin". Gumam Intan dan terus melangkah namun kini langkahnya terhenti saat ada 2 orang bertubuh besar memukuli orang yang dia kenal.

"Ayah..". Teriak Intan menghampirinya.

"Stop jangan pukul ayah". Intan memisahkan laki-laki itu agar tak memukuli ayahnya yang sudah babak belur.

"Hee siapa Loe!! Mau cari mati". Bentaknya pada Intan.

"Kalian siapa kenapa pukuli ayah saya". Intan membantu ayahnya berdiri.

"Ohh jadi Loe anak Rudy, penampilan loe oke juga kaya berduit pasti duwit loe banyak". Ucap laki-laki satunya yang bertato kini menarik tas Intan.

"Kalian mau ngapain? jangan". Cegah Intan menahan tas-nya.

Namun laki-laki itu tetap menariknya hingga berhasil merebutnya.

"Weh banyak duwitnya bro, karna ini duwit ada 7 juta dan untang bapak loe 5 juta anggap aja ini sebagai komisi kita udah nagihin duwit bos kita". Ucapnya dan melempar Tas beserta dompetnya yang tersisa cuma ATM dan Ponsel baru yang dibelikan Bisma. Lalu laki-laki itu pergi meninggalkan Intan juga ayahnya.

"Kenapa ayah tidak pernah berubah? Kalo ayah masih suka berjudi, ayah akan seperti ini terus". Kata Intan memapah Ayahnya dan di dudukan di kursi pinggir jalan raya.

"Kalo bukan begini ayah engga akan pernah punya uang banyak".

"Tapi engga harus berjudi, ayah bisa kerja di tempat lain yang tidak membuat Ayah seperti ini".

"Loe itu anak ingusan engga usah nasehatin Ayah!! sepertinya loe juga udah sukses? Sampai bisa punya uang banyak dan Ayah lihat masih ada ATM dan Ponsel bagus pasti sekarang loe udah kaya". Kata Rudy melirik Tas hitam Intan.

"Itu bukan punya Intan, Ayah".

"Loe itu ya, Anak engga tau diri punya duwit banyak tapi tidak mau bagi ke orang tua mau jadi durhaka Loe!!" bentak Rudy dan merebut Tas Intan.

"Ayah jangan Ayah.. Ayah". Intan menahan kuat tas-nya.

"Lepasin, gue butuh duwit". Sentak Rudy dan Intan hanya menggeleng-geleng dengan tangan yang masih menahan Tas-nya dan..

"Bukk..". Satu hantaman Melayang di Pipi Rudy hingga membuatnya tersungkur.

"Aaaa..". Teriak Intan yang melihat ayahnya tersungkur. Intan menatap pemuda tegap disampingnya dengan pakaian Rapi berserta Jas yang terpakai di tubuhnya dan kini menghampiri lalu memukul Rudy lagi.

"Jangan, jangan pukul lagi". Tahan Intan menahan tanganya. Melihat Intan mulai lengah Kini dengan cepat Rudy mengambil Tas Intan dan membawanya lari.

"Heee mau kemana loe"! Teriak pemuda itu dan hendak mengejar.

"Jangan, dia ayahku".

"Ayahmu"?

Intan hanya mengaguk.

"Kamu engga apa-apa"? Tanya-nya Pada Intan. Intan hanya menggeleng.

"Kenapa ayahmu berbuat kasar padamu".? Bidiknya. Namun Intan hanya tersenyum kecut sepertinya enggan bercerita masalah pribadinya dengan orang asing ini.

"Ya sudah lupakan, maaf bila aku terlalu ikut campur urusanmu". Ucapnya yang mengetahui fikiran Intan. Intan hanya mengaguk.


Satu-satunya Chapter 7 - Penyelamat
Penulis : Jack El Jacqueline

*

"Kemana dia, di kampus pun tidak ada! Brengsek!! Baru di izinkan ngampus udah berani kabur". Murka Bisma yang menghubungi Intan tak nyambung-nyambung.

"Loe beneran udah cari di kampus"? Tanya Bisma pada Shilla dan Dina.

"Udah tapi kata orang kampus, Intan udah pulang dari tadi sore". Jawab Shilla.

"Tapi ada anak kampus yang bilang Intan di ajak pergi sama Dicky". Ucap Dina.

"Dicky? Siapa Dicky"??

"Dia pemuda yang pernah nembak Intan tapi hanya buat sebagai mainan".

"Gue engga mau tahu, sekarang cari yang namanya Dicky kalo perlu bawa kesini". Suruh Bisma pada pengawal-pengawalnya.

"Baik Boss". Jawabnya dan segera berlalu menuruti perintah Bos-nya.

"Wah bisa mampus tuh anak". Gerutu Reza yang juga melihatnya.

"Berani kamu lari dari aku Intan, Heh engga akan pernah bisa. Karna loe barang mainan berharga gue". Batin Bisma dengan menyunggingkan bibirnya dengan sinis.

*

Entah kenapa pemuda ini berbaik hati mengantarkan Intan untuk pulang padahal baru mengenalnya.

"sampai disini saja, makasih udah ngantarin aku". Kata Intan hingga membuat pemuda itu menghentikan Mobilnya.

"Rumahmu dimana?? Tanya-nya.

"Ada didekat sini ko, makasih udah mau ngantarin".

Pemuda itu hanya mengaguk dan Intan pun keluar dari mobilnya.

"Oh iya siapa nama kamu"??

"Intan..". Jawab Intan.

"Intan, Aku Jack". Ucapnya yang ternyata Jack. Intan mengaguk lalu berlalu.

"Sepertinya gue pernah lewat jalan ini..


Bersambung ke Satu-satunya Chapter 8

ThE LaSt EnD
2016-12-26 23:05:53
pil KB gak mompan... ayah yg brantakan... Jack.. tmbh 1 orang yg trtarik dgn Intan.
Shia Wasetatsu
2016-12-26 18:40:40
.cerita ini judulnya "Satu-satunya", maksudnya apa sich
Shia Wasetatsu
2016-12-26 18:36:12
.wah tadi aku gak lihat koment itu, maaf ya malah buat koment yg sama
Shia Wasetatsu
2016-12-26 18:08:12
.kalau intan beneran hamil gimana? dipaksa digugurin ya
Rudy Wowor
2016-12-26 17:24:54
Nextlah pokoknya.
Aerilyn Shilaexs
2016-12-26 14:48:28
wah wah, bakal hamil tuh.
chichay
2016-12-26 12:59:52
d tunggu lnjutnnya.bukn ank yg durhaka tpi itu ortunya yg durhaka sm anknnyaa
gIN taka
2016-12-26 12:56:23
makin sarap aja cerita'ny . . . next
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook