VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Satu-satunya Chapter 4

2016-12-24 - Jack El Jacqueline > Satu-satunya
65 views | 7 komentar | nilai: 10 (1 user)

*

Intan kini benar ikut dengan Ilham namun dari tadi Ia hanya diam merasakan bagaimana dengan masalah hatinya.

"Loe beneran suka sama Bisma??" tanya Ilham disela menyetirnya. Intan yang tadinya melihat lurus jalan kini menengok kearah Ilham yang bertanya padanya dan Ilham pun tak kalah menoleh bersama seketika Intan memalingkan wajahnya kembali.

"Engga ko, kata siapa??

"Loe engga usah bohong sama gue, Mulut loe bisa bohong tapi mata Loe yang engga bisa bohongin gue." kata Ilham. Intan hanya diam.

"Loe cerita aja, kalo masalah pribadi gue bisa jaga ko".

"Apa aku salah telah mencintainya?" Runtuk Intan. Dan seketika Ilham menyunggingkan senyum karna gadis ini akhirnya jujur denganya.

"Gue rasa tidak, selama ini juga banyak gadis yang menyukai Bisma tapi sampai sekarang tidak ada yang bisa membuat Bisma cinta padanya, Apa Bisma tau tentang perasaanmu?"

kepala Intan mengaguk.

"Lalu dia bilang apa??

"Aku disuruh membuang rasa ini, karna sampai kapanpun dia tidak akan pernah mencintaiku." Ujar Intan menirukan ucapan Bisma.

"Bisma memang seperti itu sejak dia ditinggal kekasihnya".

"Dia pernah mempunyai kekasih?"?

"Iya, Namanya Tiara dia itu gadis sederhana seperti Loe, makanya sikap Bisma sedikit beda bila sama Elo." jelas Ilham.

"Lalu gadis itu kemana??

"Dia menghilang waktu Bisma mau menikahinya karna saat itu Tiara sedang mengandung anak Bisma, sejak itu Bisma despresi mulai mempermainkan wanita dengan semua kekayaan yang dia miliki di tambah lagi Mamanya diam-diam pergi dengan laki-laki lain dan membuat hidupnya semakin memuakan baginya." Mendengar cerita Ilham kini Intan hanya diam sedikit merasakan Perasaan Bisma yang di tinggal Kekasihnya namun kenapa dia selalu seolah merendahkan wanita.

"Drttt..Drttt..." Seketika Ponsel Intan berbunyi. Intan melihatnya namun langsung mengabaikanya.

"Siapa?? Tanya Ilham.

"Bisma..

"Kenapa tidak diangkat, angkat aja siapa tahu penting." Suruh Ilham dan Intan pun kini menuruti lalu menekan tombol hijau di I-Phone miliknya.

"Allo..

"Kamu dimana?? Tanya Bisma di ujung sana dengan suara sedikit dingin.

"Aku lagi sama Ilham, Kenapa??

"Sekarang aku minta kamu pulang?" Suruh Bisma.

Namun Intan tak menjawab hanya sedikit berfikir.

"Aduhh Ilham pelan-pelan sakit." ucap Intan dengan sedikit merintih. Ilham yang sedang menyetir langsung menoleh dan menautkan alisnya.

"Intan kamu dimana?!! Sentak Bisma.

"Aku lagi di hotel sama Ilham, kenapa sih Bis".

"Sekarang di hotel Mana??

"Ilham.. Sakit pelan-pelan aja sayang." kata Intan dan Ilham yang disampingnya hanya sedikit menahan tawa.

"Apa yang kamu lakukan sama Ilham?" Bidik Bisma namun Intan tak menjawab.

"Intan Jawab!! Sentak Bisma.

"Apapun yang aku lakukan sama Ilham memangnya kenapa? bukanya aku dan wanitamu yang lain sama aja. Berhak di miliki siapapun." kata Intan yang matanya mulai berkaca-kaca dan mematikan ponselnya lalu Air mata pun tumpah Ia menangis.

"Kenapa loe lakuin semua ini, kalo Bisma marah sama loe gimana?" tanya Ilham. Intan terdiam dan menghapus Air matanya.

"Bisma tidak pernah main-main dengan ucapanya bila ada yang melanggar peraturanya".

"Kenapa? kamu takut?"

"Gue takut sama Bisma?? Seharusnya bukan Gue tapi loe, paling gue kena tonjok doang habis itu kelar kita balik lagi kaya dulu, lah elo? Gue malah takut Bisma berbuat lebih ke Elo." ucap Ilham yang sudah mulai was-was.

"Udah kamu tenang aja, aku siap terima kensekuensinya ko." Balas Intan. "Ham.. Malam ini gue ikut pulang ke rumah kamu ya?" Pinta Intan.

"Tapi..

"Aku Mohon".

"Baiklah..." Balas Ilham dan kembali fokus dengan jalannya.

Satu-satunya Chapter 4 - Part 4
Penulis : Jack El Jacqueline

*

"Shiitttt.. Kemana dia?" Kesal Bisma pada Reza, Dina juga Shilla dan beberapa gadis yang juga ada disana.

"Tadi sih bilang mau beli minuman." jawab Shilla.

"Beli minuman?? Gue engga yakin, apalagi pergi sama Ilham." Emosi Bisma.

"Udalah lagian apa istimewanya sih Intan, bukanya dia sama aja dengan semua cewe yang ada disini." kata Reza.

"Yaa, Loe benar dia memang sama seperti semua Pe****r disini. Tapi gue engga suka bila ada yang menentang peraturan gue." ucap Bisma dan meremas gelas yang ia genggam berisi Whine hingga pecah lalu membantingnya dan melangkah kali ini menuju ruangan kerjanya. Yang lain cuma menantap gusar.

*

Intan mulai memasuki rumah mewah Ilham yang amat terlihat sepi bahkan tidak ada orang satupun tapi sepertinya tidak di belakang ada ibu paru baya yang mungkin pembantunya.

"Kamu tinggal sendiri Am?" tanya Intan.

"Iya, Orang tua gue jarang pulang. Memang kita semua ini anak yang kurang kasih sayang orang tua, makanya seharian kita hanya bermain dengan wanita." jelas Ilham membukakan pintu kamar buat Intan.

"Loe tidur disini aja, kamar gue disebelah loe." kata Ilham dan ingin melangkah pergi. Namun ditahan Intan.

"Kenapa??

"Apa kamu tidak mau tidur denganku".? Tawar Intan.

"Tapi..

"Kenapa bukanya aku sama seperti wanitamu kan." kata Intan. Namun Ilham sedikit terdiam berfikir karna baginya Intan adalah gadis yang baik dan terlalu polos untuknya.

TBC

gimana?

Bersambung ke Satu-satunya Chapter 5

gIN taka
2016-12-24 21:05:44
wihh intan sadar diri . . .
ThE LaSt EnD
2016-12-24 15:33:56
wah wah wah.. skalian aja sob jdikan adegan fanas... jrang2 ada yg nawarin..,ibrat skali mrasa, ketagihan ingin punya.. haha. .
Timnas Indonesia
2016-12-24 11:09:51
Lnjut..mkin seru
Rudy Wowor
2016-12-24 09:57:26
Nextlah pokoknya.
chichay
2016-12-24 08:55:05
d tunggu lnjutnnya
Sorry Min
2016-12-24 08:47:40
Lanjut..kk
Aerilyn Shilaexs
2016-12-24 08:43:40
gara-gara sering dipake, malah jadi naluri.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook