VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dark Assassins Chapter 11

2017-01-07 - ThE LaSt EnD > Dark Assassins
376 views | 15 komentar | nilai: 9.43 (7 user)

Sebuah kepala terlepas dari tubuh beserta kerongkongan dan sebagian rongga dalam lainnya. Darah mengucur dan menyembur dengan sangat derasnya.

"Andai Kau sadar sebelumnya., maka kepalamu masih terpasang ditempatnya." ucap Zito yang kemudian melempar
kepala orang yang telah dibunuhnya.

Zito kemudian hendak meninggalkan tempat itu., tapi sebuah suara membuatnya berhenti.

"Tunggu..!"

Zito menoleh kearah sumber suara itu.

"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu." ucap seseorang yang memakai topeng merah, Red Maks.

"Ada apa?" ucap Zito santai.

"Tehnik itu."

"Eh., tehnik apa maksudmu?" ucap Zito yang seakan memperjelas maksud orang itu.

"Ya, tehnik yang mengerikan itu., tehnik yang Kau gunakan untuk membunuh lawanmu yang baru saja Kau lakukan. Dari mana Kau mempelajari tehnik itu?" ucap Red Mask menerangkan.

"Hmm., untuk apa Kau menanyakan hal itu? Apa Kau tertarik untuk mempelajarinya?" ucap Zito yang malah balik bertanya.

"Bu.. bukan seperti itu maksudku menanyakannya., hanya saja aku jadi teringat seorang yang menjadi legenda."

"Eh.., legenda?" tanya Zito yang sepertinya penasaran.

"Yah., legenda. Sosok yang ditakuti dan disegani sekaligus menjadi misteri didunia Assassin. Tentunya Kau tahu tentang hal itu, kan? ratusan tahun yang lalu, dimana masa kerajaan masih jayanya, terjadi peperangan perebutan kekuasaan para raja. Peperangan itu hanya menimbulkan kesengsaraan para rakyat, kekacauan, dan kerugian yang amat besar bagi tiap kerajaan."



Dark Assassins Chapter 11 - Legenda
Penulis : ThE LaSt EnD

"Perang besar itu sampai melibatkan para Assassin dari berbagai Clan. Awalnya tujuan para Assassin terlibat hanya untuk menghentikan perang yang berkepanjangan., tapi karena suatu alasan yang tidak pernah diketahui, hal tersebut justru menimbulkan peperangan di dunia Assassin itu sendiri."

"Jumlah nyawa tak terbilang lagi, kesengsaraan yang merajalela diseluruh dunia. Hingga pada suatu hari seorang muncul untuk menghentikan perang itu."

"Seseorang misterius itu berkata pada seluruh raja dan para pemimpin Assassin., "Kembalilah ketempat asal kalian., hentikan peperangan atau Kalian
mati...!!" Tentu saja banyak dari mereka tak mendengar peringatan itu. Dan akibatnya satu kerajaan dibantai dalam satu malam oleh satu orang misterius itu. Tak terkecuali para Clan Assasin yang menentang periangatan itu dibantai dalam sekali penyerangan.

Sejak saat itu, kerajaan
yang tersisa dan Clan Assassin yang masih ada kembali ketempat asal mereka dan menghentikan peperangan. Sementara itu setelah perang berhenti, orang misterius itu menghilang seperti ditelan bumi., tak ada seseorangpun yang mengetahui keberadaan dan jati diri siapa dia sebenarnya. Orang-orang akhirnya menyebutnya sebagai Legenda., Dark Assassin Legend." terang Red Mask panjang lebar mengenai legenda itu. Tapi ketika ia menatap lebih teliti ke arah orang yang diajak bicara. ..

"Apa-apaan orang ini...dia...??" batin Red Maks terkejut dengan orang yang ada didepannya. "Hoi..,!! bisa-bisanya Kau tertidur disaat orang lain berbicara...! Jadi sejak tadi Kau tidak mendengarkanku bercerita!?" teriak Red Maks agak jengkel.

"Eh.., kenapa Kau berteriak? aku tidak tuli. Tadi Kau berkata tentang legenda, memangnya legenda apa?" ucap Zito santai.

"Kau...?!?!"

"Dari tadi aku sudah menjelaskannya.., Kau tertidur makanya Kau tak dengar..!" ucap Red Mask kesal.

"Eh..? Benarkah? maaf,, aku belum mengeiti tentang legenda itu. Selain itu, tadi karena ceritamu terlalu panjang dan membosankan."

"Haah.." Red Mask hanya menghela nafas.

"Lalu apa hubungannya..., eh, apa tadi..? Ow ia, orang yang menjadi legenda itu denganku?" tanya Zito dengan santainya.

"Tehnik cara membunuhnya sama seperti yang Kau lakukan., sadis dan mengerikan. Aku
jadi berpikir, apakah Kau ada. Kaitannya dengan orang yang menjadi legenda itu?"

"Hmm.., katakan saja jika Kau sebenarnya tertarik dengan tehnik itu. Jika memang kau mau., aku akan mengajarimu lain waktu." ucap Zito menawarkan.

"Eh.., terimakasih atas tawarannya, tapi tehnik itu terlalu sulit untuk dipelajari. Mungkin hanya setingkat Master saja yang bisa mempelajarinya." ucap Red Maks yang sepertinya menolak karena hal yang tak mungkin dikuasainya.

"Bukankah hasilnya tidak pernah diketahui jika tidak pernah mencobanya?" ucap Zito lagi.

"Eh..,!?" Red Mask hanya bergumam lirih terdiam karena ucapan orang yang baru saja ditemuinya seakan memberikan sebuah kesempatan untuk mempelajari sebuah tehnik tingkat tinggi., tapi tentu saja ia ragu dawm tidak percaya sepenuhnya.

"Tapi untuk sekarang lebih baik.., Kau lihat keadaan temanmu saja " ucap Zito menghentikan lamunan Red Mask.

"Ah, aku sampai lupa." ucap Red Mask lalu berjalan mendekati temannya.

"Baiklah, jika tak ada lagi yang Kau tanyakan., aku akan melanjutkan tujuanku." ucap Zito lagi dan bersiap pergi dari tempat itu.

"Tunggu..!" teriak Red Mask tiba-tiba.

"Ada apa lagi?"

"Terima kasih." ucap Red Mask kemudian. "Terima kasih telah menolong kami."

Zito yang mendengar hal itu hanya tersenyum. Ia lalu mengangkat satu tangannya pertanda hal itu tak perlu dipikirkan. Lalu ia mengatakan sebuah pesan.

"Kembalilah segera ke Clan Siswaky., katakan pada Master Rougi apa yang Kau ketahui disini."

"Deg.!"

"Dia..!? dari mana dia tahu tentang asal usulku? sulit dipercaya jika dia tahu dari mana aku berasal. Dan sepertinya ia mengenal Master." batin Red Mask yang dibuat terkejut dengan perkataan itu.

Zito kemudian tampak seperti mengambil sebuah senjata yang terjatuh. "Hampir saja lupa." ucapnya, lalu ia menghilang dari tempat itu.

.

.

.

Matahari pagi mulai menari-nari, mengusik ketenangan alam mimpi. Cahayanya menembus kaca menyeruak masuk mengenai seseorang yang terbaring dalam sebuah kamar.

"Kriing..!!"

Dering sebuah jam membangunkan seseorang yang terlelap.

"Dor..!"

Sebuah tembakan senjata api menghancurkan jam yang berdering itu.

"Mengganggu saja." gumam seseorang wanita cantik yang terbangun dari mimpinya, Lizza.

"Drrr.. drr...!"

Sebuah telpon genggam tiba-tiba berbunyi. Lalu Lizza mengambil telpon itu. Beberapa pesan orang yang dikenal terlihat disana.

"Merek membunuh lagi. Appartement G112AS."

"Mereka lagi., hmm.." gumam Lizza yang sepertinya mengangap informasi itu seperti hal biasa.

Kemudian Lizza membuka pesan yang kedua.

"Kami akan mencoba mencari pengganti Professnr Kim. Kami tunggu persetujuan Anda."

"Tak ada yang bisa mengantikan keahlian Kim." batin Lizza yang sepertinya masih teringat akan kematian Professor Kim.

Kemudian Lizza membuka pesan selanjutnya.

"Terjadi ledakan disebuah rumah susun K88L. Satu mayat misterius ditemukan tanpa identitas."

"Tunggu...! bukankah itu tempat pemuda yang..., jangan-jangan..?" gumam Lizza yang sepertinya terkejut akan pesan itu. Lalu ia segera bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. Pesan itu sepertinya membuatnya tertarik.

.

.

.

.

Di sebuah Appartement.

"Ting tong..!!"

Bunyi sebuah bel tanda adanya tamu yang berkunjung.

"Ah, kenapa dia datang ketempatku? seingatku aku menyuruhnya menunggu ditempat biasa." gumam seseorang laki-laki di dalam sebuah kamar mandi.

"Ting tong..!"

Suara bel itu terus berbunyi berkali-kali. Membuat pemilik tempat Appartement merasa jengkel.

"Iya... ia.. sebentar.." ucap orang itu dengan raut muka kesal. Lalu orang itu bergegas membuka pintu setelah memakai pakaiannya.

"Clek.."

Sebuah pintu terbuka, tapi tak ada seorangpun tamu yang berkunjung ditempatnya.

"Eh..? aneh, sepertinya tadi ada orang." ucap orang itu.

Dia melihat kearah samping kanan dan kiri dan segala sudut, untuk memastikan ada tidaknya orang yang berkunjung. Namun ia hanya menemukan sebuah amplop tergeletak didekat pintu.

"Apa ini surat untuku?"

Setelah menutup pintu, ia lalu membuka isi amplop itu.

"Pasir hitam? apa maksudnya ini? dasar orang iseng." ucap orang itu yang sepertinya belum menyadari hal yang akan terjadi. Lalu ia membuang amplop itu ketempat sampah.

"Deg..!"

Sengatan kejutan jantung berdetak ketika orang itu melihat seseorang didepannya.

"Si.. Siapa Kau? ba.. bagaimana bisa Kau masuk ke tempatku?!" ucap orang itu yang tampak terkejut dan ketakutan.

"Pesan kematianmu telah tiba.!" ucap orang misterius itu.

"Jrasss..!!"

Tubuh terbelah bermandikan darah tergeletak disana.


Bersambung ke Dark Assassins Chapter 12

Under1
2017-05-12 19:17:49
Pembunuhan orang tak bersalah lagi ya.
Jibakute
2017-04-19 12:30:13
cuma nyekik ampe putus aje bisa jadi legenda? ckckck? orang modal berotot biasanya bisa tu menguasai tekniknya
Dwi Fitri
2017-03-20 17:32:29
Haha dia langsung mati..
Bocah Redoks
2017-03-05 10:50:15
pasir hitam adalah pertanda. dasar bodoh
Leon Lockhart
2017-01-20 17:22:19
Sadis tuh cewe, matiin jam wekernya aja main tembak. Kalau nanti udah nikah dan suaminya mendengkur, di apain ya? Hmm... Sudah kuduga
Grim Rieper
2017-01-09 16:33:12
Ikut baca aja ?
Aerilyn Shilaexs
2017-01-08 12:29:57
Enggak kebayang, imajinasinya enggak muncul.
PUZIENK
2017-01-07 19:50:11
Ane jd ingat pilim rogue assasin karena pasir hitam
Aruga Hiruya
2017-01-07 17:06:32
Apa itu pasir hitam.
Sqouts Shadows
2017-01-07 16:18:06
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook