VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dark Assassins Chapter 10

2017-01-02 - ThE LaSt EnD > Dark Assassins
345 views | 22 komentar | nilai: 10 (5 user)

"A..apa..? ba..bagaimana mungkin bisa..., siapa dia..?" batin Glovs seiring tubuhnya terpental dan merasakan kesakitan.

Red Mask yang hampir menuju ajalnya dibuat terkejut akan kejadian itu. Kemudian ia mendengar sebuah suara didekatnya.

"Jangan menggangu istirahat seseorang dan mengatai seseorang itu bodoh." ucap suara itu.

Orang itu berdiri tegak sedikit menunduk dengan wajah yang tak begitu jelas karena tersembunyi dalam bayangan malam. Terlihat tetesan noda darah yang sedikit membekas pada pedang tajamnya.

Glovs mencoba bangkit dari tempat rebahnya bertumpu pada Golok besarnya. Terlihat ia terluka parah. Darah segar menetes dari lengannya menjadikan rasa sakit yang luar biasa.
Lalu subuah kalimat terlontar dari mulutnya.

"Siapa Kau?"

Orang yang dimaksud kemudian mengangkat kepalanya tegak menatap tajam kearah Glovs. Remang cahaya bulan mulai sedikit memperlihatkan wajahnya., Zito.

"Untuk apa Kau tahu tentangku jika sebentar lagi Kau akan menyerangku."
ucap Zito dengan tatapan tajam penuh misteri.

"Ka.. Kau? Bu..bukankah Kau orang yang didekat api unggun itu?" ucap Glovs yang masih tak percaya dengan orang yang sekarang berada didepannya.

"Ternyata matamu tidaklah rabun untuk melihat siapa aku." jawab Zito.

"Dia? siapa dia sebenarnya? aku tak menyangka dia bisa sampai sehebat ini. Bisa dikatakan pemuda ini setingkat dengan master, atau mungkin malah melampauinya." batin Red Mask yang kini dalam posisi duduknya sambil tangan kirinya memegang dada yang terluka.



Dark Assassins Chapter 10 - Keangkuhan
Penulis : ThE LaSt EnD

"Aku tak menyangka jika dirimu bukanlah Assassin biasa., kukira kau hanyalah orang bodoh yang mencoba untuk mengantarkan nyawa." ucap Glovs kemudian. "Siapa Kau sebenarnya!?" ucap Glovs lagi dengan sedikit bernada tinggi.

"Aku hanyalah orang yang akan menghapus ketidakbenaran dari pikiran dan hatimu." jawab Zito dengan ketenangan penuh arti.

"Apa maksudmu? apa Kau berniat menceramahiku dengan omong kosong ketidakbenaran? ha..ha..,! bukankah Kau sendiri adalah ketidakbenaran itu? bukankah kau seorang pembunuh?" ucap Glovs yang terliat seperti mengejek.

"Mungkin lebih dari itu., dan lebih tepatnya aku akan menghapus ketidakbenaran dari kelompokmu. Dan jika kata-kata tak lagi didengar suaranya., maka kematian yang akan menjawabnya."

"Ha..ha.., apa Kau bercanda? menghapus ketidakbenaran kelompokku, katamu? berarti memang kau berniat mencari mati. Mengerti apa Kau tentang kebenaran dan. tidakkebenaran kelompok kami, hah? walaupun Kau bisa mengalahkahku., tapi Kau tak akan pernah bisa menghapus keberadaan kami. Kau tak akan bisa melakukannya.,
karena kehebatanmu belum seberapa dibandingkan orang-orang diatasku., Ha.. ha..!, Kau hanya akan melakukan sesuatu yang tak bisa kau selesaikan., dan itu berarti, Kau hanya membuang waktu sisa hidupmu hanya untuk mengambil waktu ajalmu., ha ha..," ucap Glovs lagi yang seakan meremehkan orang didepannya.

"Terserah Kau percaya atau tidak., atau Kau hanya menganggap omonganku sebagai angin lalu., tapi yang jelas, jika kalian masih dibutakan akan tujuan kegelapan yang mencoreng nama Assassin., maka pertumpahan darah akan menenggelamkan kalian." ucap Zito menanggapi dengan tatapan dalam.

"Kau boleh saja tertawa sesukamu sekarang., setidaknya sebelum mulutmu benar-benar terbungkam.!" ucap Zito lagi.

"Jadi dia..? entah siapa orang ini, tapi yang jelas tujuannya tidak jauh berbeda dengan kami. Jika memang begitu, dia bukanlah ancaman untuk kami saat ini." batin Red Maks yang kini sudah berdiri disamping Zito.

"Bicaramu seperti Kau orang hebat saja., padahal Kau hanyalah sebutir noda debu yang menempel pada pakaian., dan noda itu akan lenyap hanya dalam satu kibasan tangan. Entah siapa yang akan mati dan siapa yang akan terus hidup., tapi jangan Kau kira tanganku yang hanya sebelah ini tak mampu membungkam mulut besarmu!
ha.. ha..!" ucap Glovs yang semakin meremehkan.

"Jika memang itu tujuanmu., maka langkahi dulu mayatku.!" ucap Glovs lagi.

"Baiklah jika jawabanmu seperti itu. Tapi akan lebih mudah melangkahi mayatmu jika Kau bunuh diri." ucap Zito santai.

"Kau..,!! meremehkanku?!" geram Glovs yang tampak kesal.

Glovs kemudian mengambil sesuatu dibalik pakaiannya. Sebuah botol kecil yang didalamnya berisi cairan berwarna hijau diperlihatkannya. Lalu ia meminum cairan itu.

"Lihatlah..!"

Terlihat rembasan darah pada tangan Glovs terhenti. Walau tak ada perubahan apapun pada fisiknya tapi tubuhnya memancarkan aura kekuatan yang meningkat pesat.

"Akan ku tunjukkan hal yang mengerikan pada Kalian..!" teriak Glovs kemudian.

"Hawa pembunuhnya semakin pekat, berkali-kali lipat dari sebelumnya. Apa mungkin setelah meminum cairan itu..., ini sangat berbahaya." batin Red Mask menganalisa, "Aku akan membantumu." ucapnya pada orang yang ada disampingnya.

"Maaf, tapi sepertinya temanmu lebih membutuhkan pertolonganmu., aku yakin dia hanya pingsan." jawab Zito pelan.

"Baiklah aku mengerti., walau aku tak mengenalmu., tapi aku yakin Kau akan mengalahkannya." ucap Red Mask yang kemudian berlari kearah temannya.

"Whuss..!"

Glovs melesat cepat menyerang kearah Zito, tapi Zito sepertinya masih tampak tenang. Namun, ketika jarak serangan itu kurang beberapa meter dari sasaran., Glovs menghilang dari pandangan.

"Gawat..!" ucap Zito lirih.

"Ctiinnggg...!!"

"Whussz...!!"

Tak terduga, ternyata serangan Glovs bukan ditujukan pada Zito, tapi ia mencoba menyerang Red Mask yang sebelumnya hendak mendekati
Blue Mask untuk menolongnya.

Benturan golok dan katana menimbulkan tekanan angin kencang. Red Mask,
yang hanya berjarak beberapa jengkal dari benturan senjata itu, terpental karena tekanan angin itu.

"Hampir saja dia memenggal kepalaku., tapi beruntung orang itu menyelamatkanku lagi. Serangan hebat yang mematikan." gumam Red Mask terkejut akan serangan mendadak itu.

"Apa Kau lupa lawanmu?" ucap Zito disela menahan golok itu.

"Ti.. tidak mungkin..., seharusnya
Kau tak mampu menahan seranganku dengan kekuatanku yang sekarang. Siapa Kau sebenarnya..!!" teriak Glovs yang semakin kesal.

"Bukannya sudah ku katakan tadi?" jawab Zito enteng.

"Kau..!!" teriak penuh kesal Glovs bersamaan dengan tekanan goloknya yang semakin kuat. Lalu ia menebaskan goloknya lagi kearah Zito.

"Ctiinnggg...!!"

"Whuusszz..!!"

"Kraakk..!!"

"Eh..!?" gumam Zito yang terkejut melihat katana yang dipegangnya retak. Lalu sepersekian detik kemudian, katana yang digunakan Zito telah terpotong dan membuat laju tebasan golok itu mengarah pada tubuhnya.

"Matilah Kau...!!" teriak Glovs.

"Whuus.!!"

Namun tebasan golok itu hanya mengenai angin.

"Apa Kau rabun?" ucap Zito yang sudah berada beberapa kaki di depan Glovs.
Tampak ia membuang katananya yang patah, "Kau terlalu percaya diri dan sombong akan kekuatanmu."

"Keparat..!" teriak Glovs lagi dan kemudian melesat maju dan menebaskan goloknya kearah Zito.

Zito juga tidak tinggal diam., Dia melesat kearah musuhnya walau hanya dengan tangan kosong.

"Whuuss..!!"

"Daagg.!!"

Zito mampu memukul tangan Glovs yang memegang golok. Membuat golok terlempar kebelakang. Dan bersamaan dengan itu, tangan kanan Zito telah mencekik erat leher Glovs.

Glovs yang merasa kesakitan kemudian berusaha melelepaskan tangan yang mencekiknya. Tapi cengkraman tangan itu sepertinya terlalu kuat.

Glovs kemudian mengayunkan kakinya untuk menendang Zito, namun tendangan yang diayunkannya berkali-kali itu, seperti tak ada pengaruh sama sekali pada orang yang mencekiknya.

Tubuh Glovs mulai terangkat keatas hingga kaki tak menapak lagi di tanah.

"Aakkk...!" suara Glovs merintih kesakitan dengan nafas yang mulai sesak.

"Craakkkk.. . .!!!"

Suara retakan tulang leher terdengar jelas. Membuat mata seakan memaksa ingin keluar dari kelopaknya. Lidah menjulur kaku layaknya ular berbisa. Wajah pucat membiru seakan darah terkumpul disana.

"Jraaatttzzss. .!!"

Sebuah kepala terlepas dari tubuh beserta kerongkongan dan sebagian rongga dalam lainnya. Darah mengucur dan menyembur dengan sangat derasnya.

"Andai Kau sadar sebelumnya., maka kepalamu masih terpasang ditempatnya." ucap Zito yang kemudian melempar
kepala manusia yang telah dibunuhnya.

Zito kemudian hendak meninggalkan tempat itu., tapi sebuah suara membuatnya berhenti.

"Tunggu.!"


Bersambung ke Dark Assassins Chapter 11

Ievan Polkka
2017-04-19 12:16:52
ane kudu balik ke chapter sebelumnya buat baca ni chapter
Dwi Fitri
2017-03-20 17:19:01
Zito mantap dah..
Bocah Redoks
2017-03-05 10:44:06
cara membunuh yg keren
Bocah Redoks
2017-03-05 10:43:45
cara membun
Leon Lockhart
2017-01-14 21:51:36
Kepalanya terlepas, keren!!!
Axe Jainuri
2017-01-03 11:30:24
next post...
Grim Rieper
2017-01-02 22:23:55
Tunggu... uang mu jatuh !
chichay
2017-01-02 20:11:46
itu kpla yg trlepas ap g akn jdi arwah pnsarn
Rudy Wowor
2017-01-02 15:55:39
Kuat juga ya Zito.
Okii V Dawn
2017-01-02 14:30:56
Sepertinya yg mencegah itu Red Mask mungkin dia ingin mengucapkan terima kasih ke Zito.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook