VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dark Assassins Chapter 9

2016-12-28 - Die And DeAth > Dark Assassins
265 views | 13 komentar | nilai: 9.5 (4 user)

"Hei, apa kalian berdua
tidak tahu orang itu?" ucap sebuah suara yang tiba-tiba terdengar.

"Tidak." jawab kedua orang bertopeng itu serempak.

"Deg..!!"

Mendengar sebuah suara yang tak dikenal, dua orang bertopeng yang telah menyadari keganjilan itupun membalikkan tubuhnya dan...

"Hiaaa...!!" teriak mereka mengudara.

Melihat seseorang yang mengejutkan dibelakangnya, sontak mereka berdua melompat kearah dua sisi yang berbeda.

"Aku sama sekali tidak merasakan aura kehadiran orang ini., bagaimana bisa dia melakukannya." batin orang bertopeng merah, Red Mask.

"Sejak kapan dia berada disini? keberadaannya sungguh mengejutkan." batin orang bertopeng biru, Blue Mask.

"Kalian pasti terkejut akan kedatanganku, kan? apa aku menggangu kalian?
tapi sepertinya memang aku akan menganggu." ucap orang misterius itu yang kemudian mengambil sebuah golok besar dipunggungnya. "Berpijak ditempat ini tanpa izin, maka harus mati." ucapnya lagi.

Mendengar perkataan yang mengancam, kedua orang brtopeng itupun mempersiapkan senjatanya.

"Kami tak tahu Kau sehebat apa., tapi jika memang terpaksa melawanmu., maka kami tak punya pilihan lain." ucap Red Mask dengan pedang ditangannya. "Blue.,
berhati-hatilah dia adalah salah satu penjaga itu."

"Ya., aku bisa merasakan hawa penjaga kematian yang mengerikan darinya. Walaupun begitu,
dia tidak akan bisa menang dengan mudah." ucap Blue Mask yang juga bersiap dengan pedangnya.

"Setidaknya Kalian lebih pintar dari orang bodoh didekat api unggun itu. Jadi sebelum dia mati nanti., maka akan ku antar Kalian terlebih dahulu menuju gerban kematian." ucap orang misterius itu dengan tatapan mengerikan dan langsung melesat kearah salah satu dari mereka.

"Whuuss..!!

"Kau yang pertama.!" ucapnya sambil mengayunkan golok besar itu ke tubuh orang bertopeng merah, Red Mask.

"Ctinngg..!"

Red Mask mampu menahan tebasan golok itu dengan menyilangkan pedang dan sarung pedangnya.

"Cepat dan kuat sekali serangannya., padahal dia hanya menggunakan satu tangan." batin Red Mask yang kemudian tubuhnya terdorong kebelakang karena tekanan tebasan golok yang lebih kuat dari pada pertahanannya.

"Jangan lupakan keberadaanku." ucap Blue Mask yang tiba-tiba menyerang dari belakang atas orang misterius itu.

"Ctingg..!!"

Tak disangka orang misterius itu menahan serangan Blue Mask dengan tangan kirinya yang ternyata sebuah sarung tangan besi melapisi tangannya.

"Ternyata kau tidak sabar menjemput kematianmu." ucap orang misterius itu lalu mengayunkan goloknya kearah Blue Mask.

Blue Mask menghindarinya dengan melompat keatas melewati orang itu lalu mendaratkan tubuhnya disebelah temannya.

"Sebaiknya kita menyerang bersamaan agar lebih mudah mengalahkannya." ucap Blue Mask.

"Itu juga yang aku pikirkan. Tapi kita harus berhati-hati." ucap Red Maks.



Dark Assassins Chapter 9 - Kejutan
Penulis : Die And DeAth

"Jadi kalian ingin maju bersamaan? ha ha .., itu lebih baik untuk mempersingkat waktu. Walaupun sepuluh orang seperti kalian menyerangku bersamaan., hasilnya akan tetap sama. Karena neraka akan menelan kalian.!" ucap orang misterius itu lalu melesat menyerang kedua musuhnya.

"Chuzs...!"

Lesatan serangan kuat dan cepat mengarah pada kedua orang bertopeng.
Melihat hal itu,
Kedua orang bertopeng melemparkan beberapa shuriken kearah orang yang menyerang mereka.

"Ctinng.., ctingg..!"

Lemparan shuriken itu ternyata mampu ditangkis dengan golok dan tangan besi orang misterius itu. Setelah itu, ketika ia dekat dengan sasarannya., orang misterius itu menghantamkan pukulan tangan kirinya dengan keras.

"Duukk..!"

Hantaman tangan itu hanya mendrat ditanah yang menimbulkan sebuah cekungan tanah.
Sementara itu, kedua orang bertopeng berhasil menghindar dengan melompat kebelakang menuju pijakan yang lain secara bersamaan.

"Ternyata Kalian tak selemah yang ku kira. Baiklah jika demikian akan ku lakukan dengan cepat." ucap orang misterius itu.

"Dia mulai serius." ucap Red Mask.

"Ya, kita harus lebih berhati-ha. . ." ucap Blue Mask yang terpotong karena sebuah kejutan.

"Buukk..!"

"Aaakkhh...!

Teriakan keras dari sebuah mulut yang menyemburkan darah pad sela-sela topengnya.

"Blue..!! teriak Red Mask yang melihat temannya terkena pukulan telak diperutnya. Membuat darah segar membanjiri topengnya dan membuatnya terlempar berguling-guling kebelakang.

Bersamaan dengan pukulan telak itu, Red Mask ternyata juga mendapat serangan tebasan golok orang misterius itu., beruntung ia
sempat menahan dengan pedangnya. Walaupun begitu, serangan itu mampu membuatnya terlempar kebelakang cukup jauh, yang membuatnya sempat kehilangan keseimbangan. Namun pada akhirnya ia mampu memasang kuda-kudanya kembali.

Red Mask sekilas melirik temannya yang ternyata sudah tak sadarkan diri.

"Kecepatan dan serangannya sangat berbahaya., jika begini aku mungkin tak punya kesempatan untuk menang." batin Red Mask tampak kekhawatiran menguasainya.

"Bagaimana? apa Kau yang
akan mati berikutnya? ha ha.., tentu saja, iya." ucap orang misterius itu sabil mengacungkan goloknya kearah Red Mask.

"Kau lama sekali menghabisi mereka, Glovs. Apa aku harus turun tangan? cepatlah.! master sudah menunggu." ucap sebuah suara tiba-tiba seorang wanita yang berpenampilan menarik bagi mata lelaki yang melihatnya.



"Kau tenang saja, karena sebentar lagi semuanya akan selesai., termasuk orang bodoh didekat api unggun itu." jawab Glovs sambil melhat wanita itu yang tak jauh darinya.

"Ah, orang yang tidur itu ya? dia terlalu tampan untuk mati. Bolehkah aku mengurusnya?" ucap wanita itu dengan tatapan genitnya.

"Itu tidak perlu, orang bodoh itu akan lebih mudah untuk ku habisi. Kau pergi saja dulu., jangan mengganggu mangsaku." ucap Glovs menanggapi.

"Fu..fu.. fu.., Baiklah jika itu maumu, akan ku habisi dia." ucap wanita itu lagi.

"Hoe..,! aku tidak berkata jika aku membolehkanmu membunuhnya.! itu urusanku nanti., dasar wanita cerewet.!" ucap Glovs sedikit berteriak.

"Ucapanmu kasar sekali, akukan wanita." ucap wanita itu.

Red Maks yang merasa diabaikan menjadikan sebuah waktu yang tepat untuk pergi dari tempat itu dengan membawa temannya yang terkapar. Walaupun dia sendiri tidak yakin apakah temannya masih hidup. Tapi setidaknya sebuah pemakaman secara layak harus disiapkan jika memang temannya telah tiada.

Lalu Red Maks melompat untuk mendekati temannya yang tidak bergerak.

"Tap..!"

"Srat.."

Tapi ketika Red Mask melompat melayang diudara sebuah tali tiba-tiba saja meliliti kakinya, lalu tali itu menariknya kebawah dengan cepat yang membuat tubuhnya menghantam tanah dengan keras.

"Baakk..!!"

"Uuhhk.., sial..," umpat Red Mask setelah jatuh ditanah.

"Apa Kau mau kabur dariku? apa aku kurang menarik bagimu?" ucap wanita itu dengan nada menggoda sambil menarik tali itu. Ternyata ialah yang mengendalikan tali itu.

"Hey, bukankah sudah kubilang jika kau jangan ikut campur? mangsaku harus mati ditanganku." ucap Glovs yang tampak tak senang.

"Tapi dia tak memandangku tadi. Baiklah aku pergi dulu., fu.. fu.. fu.." ucap wanita itu lalu pergi dari tempat itu.

"Gara-gara wanita itu kematianmu sedikit tertunda., tapi tenang saja, karena sebentar lagi Kau akan menyusul temanmu, ha ha ha.." ucap Glovs kepada mangsanya dengan tawa iblisnya.

Tampak Red Mask mencoba berdiri dengan sedikit bantuan pedang yang ia bawa. Walau sedikit terluka, tapi rupanya ia masih sanggup bertahan untung menghadapi serangan selanjutnya.

"Majulah..!" teriak Red Maks.

"Sudah ku lakukan." ucap Glovs yang sudah berada dekat dengan lawannya dan melakukan tebasan goloknya dari atas.

"Ctiing..!"

Red Mask menahannya walau akibatnya ia tertekan kebawah hingga membuat tanah mengalami retakan.

"Buukk..!"

Sebuah tendang kaki cepat mendarat di dada Red Mask yang membuatnya terpental. darah segar terlihat mengalir disela topengnya.

Tak membiarkan musuhnya bernafas lega, Glovs melesat kembali kearah musuh tak berdaya yang sedang mencoba bangkit dari posisi baringnya.

"Selamat tinggal."
ucap Glovs sambil menghantamkan pukulan besi tangan kirinya ke arah kepala. Tapi...

"Jrass.."

Sebuah tangan sarung besi terpotong dari tubuhnya secara tiba-tiba.

"Baakk..!

Lalu tubuh tangan terpotong itu terpental
karena tendangan sekejap mata.

"A..apa..? ba..bagaimana mungkin bisa..., siapa dia..?" batin Glovs seiring tubuhnya terpental dan merasakan kesakitan.

Red Mask yang hampir menuju ajalnya dibuat terkejut akan kejadian itu. Kemudian ia mendengar sebuah suara didekatnya.

"Jangan menggangu istirahat seseorang dan mengatai seseorang itu bodoh." ucap suara itu.

Tbc..

Nb.

Terima keripik pedas dan saran. silahkan beri nilai yang sesuai.

maaf
hanya ngetes Link.

Dua Alur (FicGem..?)


Bersambung ke Dark Assassins Chapter 10

D7B86584 Vakum
2017-01-14 21:44:43
Disini kita dapat mempelajari bahwa wanita itu harus di perlakukan secara lembut kalau kasar nanti dia mendesah
Sqouts Shadows
2016-12-29 10:15:05
Lanjut vroh
Daulay
2016-12-29 01:14:06
Wah....wah....wah,ceritanya semakin menarik.Semangat semangat buat author......!!
aisyah
2016-12-28 21:15:32
lama update ... itu ja
Akazu hakuchi
2016-12-28 17:20:40
Itu mungkin jiro??
Dalreba
2016-12-28 17:03:55
Tes komen น ชฆฌ ฐ ฤดเร ห ฃ นช
Prince of Darkness
2016-12-28 15:42:48
Wanita itu siapa ya?
Grim Reaper
2016-12-28 14:31:59
Jangan ganggu kucing tidur ?
Ashbelle Jacqueline
2016-12-28 14:04:00
Sepertinya pikiran mesum aerlilyn lagi kumat. Hahaha
Aerilyn Chan Kawai
2016-12-28 13:55:08
waw seksi nya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook