VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dark Assassins Chapter 8

2016-12-23 - ThE LaSt EnD > Dark Assassins
395 views | 24 komentar | nilai: 9.8 (5 user)

"Sepertinya kalian tidak sabaran., baiklah jika itu mau Kalian. Baru kali ini aku melihat hal keanehan sekaligus hal mengagumkan dalam tubuh seorang manusia. Pada dasarnya kandungan Hemoglobin manusia menghasilkan darah berwarna merah., dan pengaruh warna hijau itu disebabkan oleh suatu..."

"Awas..!!"

Teriak Lizza tiba-tiba mengingatkan adanya sebuah bahaya. Tapi sepertinya sudah terlambat.

"Jreebb..!!

Sebelum Kim selesai mengatakan ucapannya., sebuah anak panah menembus belakang kepalanya hingga bagian ujung panah itu menembus mulutnya. Iapun mati seketika.

Tak berhenti sampai disitu, tiga anak panah sekaligus kemudian mengarah kepada ketiga orang yang tersisa.

"Chuuzs..!"

Lizza merundukkan tubuhnya dan kemudian bersiap mengambil pistol yang ia bawa. Anah panah itu akhirnya hanya melewatinya.

Ozil yang merasa diincar, dengan cepat mengambil kursi yang berada disebelahnya dan kemudian melemparkannya kedepan. Kursi itupun bertabrakan dengan anak panah yang dilesatkan.

"Prakk..!!"

Kursi
kayu yang dilempar itupun hancur dan terbelah.

Sementara itu Kuzan hanya bersikap tenang., dan sebelum panah itu mengenainya, dengan cepat ia menangkap anak panah itu, lalu ia mematahkannya dengan satu tangan.

Kini Lizza bersiap dengan senjata api yang diarahkan pada sasaran, tapi ketika akan menarik pelatuk pistol itu, ia menghentikan gerakannya dikarenakan Ozil yang sudah melesat berlari kearah penyerang itu.

"Sial, dia menghalangi sasaranku." ucap Lizza yang sedikit kesal.

Ozil berlari mendekati penyerang itu dengan sebuah pedang yang sudah siap ditangannya.

Mengetahui dirinya didekati, penyerang misterius itu melesatkan anak panahnya ke arah Ozil.

"Chuusz..!"

Ozil mampu menghindarinya dengan
mencondongkan tubuhnya kesamping sambil terus mendekati penyerang itu.

"Chuusz.. chuusz.. chuusz.!!"

Kali ini tiga anak panah berruntun mengarah kepada Ozil. Anak panah itu mengincar kepala, jantung dan kaki.

Ozil mendongakkan kepalanya ketika anak panah itu hampir mengenai kepalanya. Lalu ia mencondongkan tubuhnya kebelakang ketika panah itu mengincar jantungnya dan
ketika panah itu hampir mengenai kakinya., ia mengangkat keatas tubuhnya yang condong kebelang, seperti gerakan salto kebelakang dengan pedang sebagai tumpuannya.

Setelah Ozil mendaratkan kakinya kembali, ia lalu melesat kembali kearah penyerang itu. Dan ketika kurang beberapa kaki jarak jangkauan pedangnya mengenai lawannya., ia melompat keatas seperti mengeluarkan sebuah teknik pedang.

"Tap..!!"

"Rasakan ini.!" teriak Ozil sambil mengangkat pedangnya.

Ozil melompat dan..

"Brakk..!!"

Tubuhnya menancap diatap karena terlalu tinggi melompat.

"Dasar bodoh..!" ucap Kuzan yang sedikit syok melihat rekannya.

Penyerang itu hanya memiringkan kepal, seperti tak percaya dengan kekonyolan yang baru saja terjadi. Melihat kesempatan itu, lalu ia mengarahkan busurnya ke arah Ozil dan siap untuk melesatnya. Namun..

"Dor.!"



Dark Assassins Chapter 8 - Lepas
Penulis : ThE LaSt EnD

Tapi sebelum anak panah itu terlepas dari busurnya, sebuah tembakan mengarah pada penyerang itu yang sempat lengah konsentrasinya karena kejadian tadi. Walau ia sempat mengindarinya, tapi kecepatan peluru itu masih mampu mengenai tangannya.

"Wanita sialan.!" gumam orang itu yang kesal dengan seorang wanita yang menembaknya.

Belum sempat rasa sakit karna tembakan itu menghilang, sebuah tendangan kaki menghantam kepalanya.

"Baakk.!!"

Tendangan telak itu membuatnya terdorong kebelakang dan membuat tubuhnya menghantam tembok. Terlihat darah merembas dari mulut yang tertutup kain hitam.

"Kau lengah hanya karena rekanku yang bodoh itu." ucap Kuzan setelah sukses menendang kepala orang itu.

Tanpa menunggu lama lagi, Kuzan kemudian melesat kembali dan menendang orang itu lagi. Tapi...

"Buss..!!"

Sebuah bom asam tiba-tiba meledak. Membuat pandangan Kuzan terhalangi. Tendangan yang dilesatkannya hanya menghantam tembok hingga menimbulkan retakan.

"Pyarr..!"

"Sial., dia kabur." guman Kuzan setelah mengetahui orang yang diserangnya tidak berada ditempatnya semula. Orang misterius itu ternyata sempat melarikan diri melalui sebuah jendela kaca yang dipecahkannya.

"Senior, jangan kawatir aku akan mengejarnya." ucap Ozil yang entah sejak kapan sudah turun dari atap itu dan kini sudah berada didekat Kuzan. Lalu ia mencoba melompat dari jendela yang
digunakan orang misterius tadi.

"Tunggu.!!"

Sebuah suara tiba-tiba menghentikanya ketika Ozil hendak melompat dari jendela itu untuk mengejar penyusup tadi.

"Jangan gegabah., bisa saja ini suatu jebakan." ucap Kuzan sambil memegang bahu Ozil.

"Tapi, penyusup itu sudah membunuh Professor Kim, kita harus membalasnya." ucap Ozil membantah.

"Aku tahu itu, tapi jika niatmu hanya membalas kematian seseorang, berarti sama saja Kau berniat untuk membalas dendam.
Dan perlu kau tahu, jika balas dendam hanya akan membuatmu lemah, kalah dan mati." ucap Kuzan lagi.

"Itu..." ucap Ozil tampak berpikir.

"Ozil..! apa kau tidak dengar dengan apa yang dikatakan Kuzan?" ucap Lizza yang sepertinya mengerti dengan ucapan Kuzan.

"Sebaiknya kita tidak mengejarnya., mungkin saja mereka sengaja memancing kita untuk mengikutinya dan ketika kita masuk perangkap mereka, maka hal yang tak terduga bisa saja terjadi, dan kemungkinan itu suatu hal yang tak kita inginkan. Seharusnya Kau tahu itu, Ozil. Bukankah mereka terkenal licik? disamping itu, apa Kau tidak puas dengan tingkah jurus bodohmu yang barusan Kau lakukan, hmm?"

"Eh, yang tadi itu..., maafkan aku, Nona yang belum bisa menguasai teknik baruku. Baiklah aku mengerti." jawab Ozil sambil membayangkan kegagalan teknik jurusnya.

"Dan Kau, Kuzan,seharusnya Kau bunuh langsung saja orang itu." ucap Lizza yang sedikit kurang senang,
"Karenamu dia bisa melarikan diri." ucapnya lagi.

"Maaf, aku tidak memperhitungkannya tadi." jawab Kuzan datar.

"Sebaiknya kita urus jenazah professor Kim terlebih dahulu. Kita lanjutkan penyelidikan ini besok. Sepertinya kita memang harus mencari tahu kebenaran semua misteri ini." ucap Lizza lagi sambil melangkah menghampiri mayat professor Kim.

"Mungkin itu lebih baik." ucap Kuzan menanggapi.

"Aku setuju itu., lagian aku sudah mulai ngantuk dan lelah." imbuh Ozil yang kemudian mengikuti kedua seniornya.

.

.

.

.

Disebuah hutan
sebuah gunung tampak seorang yang berjalan santai setelah ia melompat dari atas sebuah pohon, Zito.

"Tempat itu sepertinya tidak jauh dari tempat ini. Mungkin setelah melewati bukit itu, aku bisa memperoleh petunjuk." ucap Zito sambil memandang sebuah bukit dalam bayang-bayang rembulan. Tapi sepertinya bukit itu masih tampak jauh dari tempat ia berada.

"Sebaiknya aku beristirahat dulu disini. hmm, Lembah Tiga Bukit Hitam., Jurang Curam
Air Kematian." ucapnya lagi sambil duduk dibawah sebuah pohon., tampak ia memikirkan tempat tujuannya.

"Lembah..., tiga bukit hitam.., berarti tiga bukit kembar yang gelap., tapi tiga bukit kembar itu bukanya..., mungkin jika dua bukit kembar akan lebih mudah ditemukan." gumamnya santai sambil tersenyum.

Kemudian Zito membuat sebuah api unggun untuk
menghangatkan tubuhnya di hutan itu yang memang keadaan disana sangatlah dingin. Tapi api unggun itu sepertinya justu menarik perhatian dua pasang mata
yang mengintainya.

"Siapa dia sebenarnya? walaupun ia terlhat bukan seperti orang biasa, tapi tindakannya yang bodoh itu justru mampu menarik perhatian para pembunuh."
ucap seorang yang memakai topeng merah darah.

"Yah, kau benar., terlebih tempat ini kudengar merupakan hutan perbatasan
lembah kematian., walaupun aku kurang yakin dengan kabar itu., tapi tidak menutup kemungkinan jika
penjaga kematian berada diwilayah ini." ucap seorang yang memakai topeng biru tua.

Tampaknya mereka berdua
entah sejak kapan telah mengikuti Zito yang kini terlihat tenangnya didekat api unggun itu.



"Mungkin saja ucapanmu
benar., oleh karena itu kita harus lebih waspada ditempat ini." ucap orang bertopeng merah

"Jika saja master tidak berpesan untuk menghindari pertarungan mungkin kita sudah tahu siapa sebenarnya orang itu." ucap orang bertopeng biru sambil menatap Zito yang tampak duduk bersandar disebuah pohon dengan santainya.

"Bila dilihat lagi, sepertinya dia bukanlah salah satu dari kelompok itu." ucap orang
bertopeng merah lagi.

"Hei, apa kalian berdua
tidak tahu orang itu?" ucap sebuah suara yang tiba-tiba terdengar.

"Tidak." jawab kedua orang bertopeng itu serempak.

"Deg..!!"

Mendengar sebuah suara yang tak dikenal, dua orang bertopeng yang telah menyadari keganjilan itupun membalikkan tubuhnya dan...

"Hiaaa...!!"


Bersambung ke Dark Assassins Chapter 9

Lord Hellium
2017-05-12 18:51:14
Kanyanya itu zito.
Jibakute
2017-04-08 17:57:26
hmm... walaupun dr kim mati setidaknya pasti dia mencatat sesuatu di lab nya bukan?
Jibakute
2017-04-08 17:56:24
ni cerita malah beneran mirip ninja assassin tu seharusnya lari bruh bukan lompat lompat begitu. tapi ya bisa juga sih
Dwi Fitri
2017-03-18 18:29:00
apakah yang muncul itu si pedang gila??
Bocah Redoks
2017-03-05 10:31:23
jangan jangan yg bertanya itu malah orang yg di intai
Leon Lockhart
2017-01-14 21:30:57
Melewati gunung melintasi lembah sebenarnya prof Kim mau bilang itu darah ningrat namun karena gayanya gak sopan jadi ia mati
Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:45:02

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:44:46

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:43:29

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:43:09

Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook