VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dark Assassins Chapter 7

2016-12-17 - LaZiEsT SiLeNt DiZzY > Dark Assassins
346 views | 11 komentar | nilai: 10 (6 user)

"Matilah Kau bocah.!!"

"Jreebb..!"

"Sial.., aku terkecoh." ucap Zito setelah terkena tusukan keris orang itu yang tiba-tiba sudah berada dibelakang tubuhnya.

Darahpun mengalir dari sela lukanya.

"Ternyata Kau bukan bocah itu., ku kira Kau dia, ternyata aku salah." ucap orang itu sambil menarik senjatanya.

"Membosankan." ucapnya lagi.

Tampak sesaat Zito terdiam karena luka tusukan itu, tapi kemudian ia tersenyum
seakan ia tidak merasakan sakit pada lukanya.

Merasa lawannya sudah kalah, orang itupun kemudian
melangkahkan kaki menuju gubuknya. Tapi ketika beberapa langkah ia berjalan, ia merasakan keganjalan pada orang yang tergeletak tak jauh dari belakang tubuhnya.

"Apa dia masih hidup?" batin orang itu.

Rasa penasaran membuatnya menengok kebelang. Dan ketika ia menajamkan pandangan, tubuh lawannya telah menghilang.

"Kemana dia? hai, Bocah, keluar Kau!" ucap orang itu.

Saat orang itu berfikir tentang suatu yang salah pada lawannya., tepatnya suatu keanehan., ia dikejutkan sebuah suara.

"Hoe Kakek., apa kita bisa minum teh bersama?" ucap Zito yang kini sudah berada di gubuk orang itu., tepatnya Zito sudah membuka pintu gubuk itu. Seakan mempersilahkan masuk tamunya.

"Hiaaa...!!
sejak kapan Kau disana bocah? tidak sopan masuk rumah orang tanpa permisi." ucap Kakek itu yang sangat terkejut dengan apa yang terjadi.

"Dari tadi aku disini., dan aku tidak masuk rumah orang. Nyatanya aku masih didepan pintu. Lagian ini gubuk, bukan rumah." ucap Zito dengan santainya.



Dark Assassins Chapter 7 - Penyimpangan.
Penulis : LaZiEsT SiLeNt DiZzY

"Itu sama saja..! bukankah kau sudah membuka pintu rumahku? Kau bocah yang tak punya sopan santun." ucap orang itu.

"Sudahlah jangan bertarung lagi., bukannya tadi Kakek bilang membosankan?" ucap Zito menanggapi.

"Aku tak punya cucu." ucap orang itu sambil berjalan mendekati Zito dan tentu saja perkataan orang itu membuat Zito bingung lagi.

"Akan buberi Kau pengertian. Sekarang Kau rebus air dulu."

"Eh.,!?" Zito dibuat binggung kembali.

Beberapa saat kemudian.

"Ternyata Teh ini nikmat." ucap Zito setelah meminum teh buatan kakek itu. Mereka kini duduk berhadapan digubuk itu.

"Ada bahan khusus yang aku campurkan, yang jelas bukan racun." ucap kakek itu.

"Memang tak seperti teh yang ada pada pasaran." ucap Zito lagi.

"Ternyata kau menguasai tehnik itu., tak kusangka dia memberikan semua ilmunya padamu, Zito."

"Mungkin begitu, dan aku akan terbunuh jika tidak menguasainya saat melawanmu tadi. Tapi kenapa Kakek seperti sungguh-sungguh ingin membunuhku?"

"Ha ha.., Aku tak punya cicit. Ya.., karena aku yakin Kau tak akan mati dengan mudah., dan aku tahu kemampuanmu sekarang sudah jauh diatasku."

"Jangan merendah, Kakek. Bukankah para Assassins memberimu gelar julukan Death Killer ? dan itu karena kehebatanmu yang banyak disegani oleh para tokoh besar Assassin."

"Jangan sebut panggilan itu., hal itu seakan membuatku sebagai pembunuh siapapun dan kenangan kelam yang tak bisa menghapus penyesalan. Lagian aku mempunyai nama, Bocah.!"

"Tentunya Kau lebih suka dipanggil Kakek Zamauzi. Benar, bukan?"

"Itu terdengar lebih manusiawi." ucap orang itu yang ternyata bernama Zamauzi.

"Kau kesini tentunya bukan hanya mengunjungiku saja, kan?
jadi apa yang Kau inginkan, hmm?" ucap kakek Zamauzi yang kemudian meminum teh
diatas meja.

"Tapi jika kau bertanya tentang urusan Clan Assassin, maka jangan harap aku akan menjawabnya. Aku tidak mau terlibat dan kembali mengingat dunia kegelapan itu." ucap Kakek Zamauzi dengan tatapan keseriusan.

"Sudah ku duga pasti kau tak mau bicara jika mengenai hal itu. Tapi, apakah kau akan terus diam di hari tuamu yang sendiri ini jika melihat dunia Assassin sudah ternodi oleh tangan kekuasaan kegelapan? mereka kini sudah menyimpang sangat jauh dari apa tujuan menjadi seorang Assassin." ucap Zito yang mulai serius, "Jiwa Assassin kini telah meraka nodai."

"Ha ha. .. bukankah kita ini terlahir sebagai seorang pembunuh? lalu apa bedanya jika mereka juga sebagai seorang pembunuh?" ucap Kakek Zamauzi.

"Mereka membunuh orang-orang yang tak bersalah, membunuh siapapun hanya demi kekuasaan fana dan keserakahan. Bukankah Kau sudah mengetahui jika di kota
kekacauan kini semakin
parah? dan tentu saja Kau tahu siapa mereka, bukan?"

"Apa maumu sebenarnya, Zito?"

"Aku hanya ingin tahu dimana persembunyian kelompok itu." ucap Zito dengan tatapan tajam keseriusan.

"Lalu, apa kau berniat menyerang mereka sendirian? ha ha.., Kau mengingatkanku pada sifat orang yang melatihmu."

"Aku tidak akan memaksamu untuk memberi tahukannya. Walaupun begitu aku akan menemukan mereka, cepat atau lambat tanpa informasi darimu." ucap Zito yang kemudian berdiri
dari tempat duduknya.

"Terima kasih atas sambutan dan jamuan tehnya., semoga hari-hari Kakek
tetap tenang." ucap Zito lalu beranjak pergi dari gubuk itu.

"Zito..,"

Sebuah suara memangil sebelum Zito melangkah jauh dari rumah itu. Membuatnya menghentikan langkah.

"Kau membawa satu senjata biasa dan dua senjata kematian tentu saja Kau serius akan niatmu memusnahkan mereka, kan? Lembah Tiga Bukit Hitam., Jurang Curam
Air Kematian."

"Terima kasih." ucap Zito yang kemudian tersenyum."Aku pamit dulu." ucapnya lagi dan kemudian pergi dari tempat itu.

"Hmm..., jiwa masa muda, bergetar mengema di udara., ha ha .., bocah itu sepertimu, Kawan., tapi sayang dia lebih hebat darimu."

.

.

.

Disebuah tempat terpencil didalam hutan sebuah gunung.

"Maaf Master, kami mendapat kabar bahwa utusan yang kita kirim telah gagal menjalankan misi."

"Braakk..!!"

"Apa Kau bilang? bukankah aku tak suka dengan kegagalan."
ucap seseorang setelah memukul meja hingga hancur.

"Maaf Master menurut informasi, ada dua orang yang menghalangi misi itu, satu seorang pemuda yang belum kami ketahui siapa dia sebenarnya., dan satu orang lagi, yang sekaligus membunuh anggota kita, yaitu ia dikenal dengan sebutan Si Pedang Gila." ucap seorang dengan posisi berlutut.

"Apa...!!"

"Whuuss..!!"

"Clapp.,!"

Mendengar nama itu, orang yang dipanggil master, melesat kearah anggota yang berbicara tadi. Lalu tangannya mencengkram kuat wajah anggota itu. Membuatnya sulit bernafas dan tak bisa mengucapkan suara apapun.

"Jika memang dia ikut campur., maka aku yang akan menjemput kematiannya. Sialan Kau Yodai..!!"

"Kraaakk..!!"

Sebuah tulang tengkorak wajah remuk akibat cengkraman sebuah tangan. Kucuran darah segar mengalir pada mayat tanpa peringatan.

.

.

.

Disebuah gedung markas sebuah organisasi penyelidik.

"Nona, sebaiknya Anda istirahat terlebih dahulu guna menjaga kondisi Anda., biarlah kami yang menunggu Profesor Kim menyelesaikan penelitian tentang darah itu." ucap Ozil memberi saran.

"Menurutku itu tidak buruk, aku juga sudah mulai mengantuk." ucap Kuzan menanggapi.

"Jika kalian lelah dan mengantuk., kalian boleh pergi dari tempat ini., tapi setelah hasil penelitian itu selesai." ucap Lizza datar.

"Eh.., yah mau bagaimana lagi."
batin Ozil.

Beberapa saat kemudian.

"Zrrrt...!!"

Suara sebuah pintu besi terbuka lalu seorang berbaju putih keluar dari sana.

"Maaf sudah membuat kalian menunggu." ucap orang berbaju putih, Kim.

"Tak masalah, jika bukan karena tugas kami untuk memastikan semuanya., maka kami tak akan menunggu sampai lewat tengah malam." ucap Kuzan menanggapi.

"Langsung saja katakan, sebenarnya apa yang terjadi dengan darah itu?" ucap Lizza yang sepertinya tak sabar menunggu hasil penelitian tes darah itu.

"Sepertinya kalian tidak sabaran., baiklah jika itu mau Kalian. Baru kali ini aku memihat hal keanehan sekaligus hal mengagumkan dalam tubuh seorang manusia. Pada dasarnya kandungan Hemoglobin manusia menghasilkan darah berwarna merah., dan pengaruh warna hijau itu disebabkan oleh suatu..."

"Awas..!!"

Teriak Lizza tiba-tiba mengingatkan adanya sebuah bahaya. Tapi sepertinya sudah terlambat.

"Jreebb..!!


Bersambung ke Dark Assassins Chapter 8

Dwi Fitri
2017-03-18 05:30:55
apakah yang 'jreebb' itu mati? :'v
Bocah Redoks
2017-03-05 10:24:36
sepertinya yg kena serangan dr kim.
Red Ink
2017-01-14 21:23:26
Darah hijau itu keturunan ningrat atau mungkin itu darah alien? Hmm... Sudah kuduga
Grim Reaper
2016-12-18 13:25:48
Kpan updte lgi ?
Grim Reaper
2016-12-17 17:55:43
2 snjta kmtianya dtruh mana !
Aerilyn Shilaexs
2016-12-17 14:58:02
profesornya orang korea yang bermarga kim.
Gangster V
2016-12-17 14:44:42
Profesornya mati.....
L E Ox Kiruru
2016-12-17 08:37:46
njay nama apaan tu? panjang bngt,kayak tali jemuran
Mutia 4Ra
2016-12-17 07:23:54
d tumggu selalu lnjutnnya.moga tk lma
Rudy Wowor
2016-12-17 04:58:39
Nextlah pokoknya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook