VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dark Assassins Chapter 5

2016-12-11 - Zunuya Rajaf > Dark Assassins
237 views | 13 komentar | nilai: 10 (3 user)

Hal tak terduga terjadi., sebelum jangkauan senjata wanita itu mengenai lawannya, secara mengejut kepala sosok manusia itu terpengal dengan sendirinya.

"Apa yang terjadi!?" gumam wanita itu dengan raut wajah terkejutnya.

"Siapa yang melakukannya?" gumamnya lagi.

Beberapa detik kemudian tubuh tak berkepala itu telah tumbang, dan terlihat dibelakang mayat itu berdiri seseorang
memakai jubah dan selembar kain untuk menyamarkan wajahnya. Ditangannya tampak sebuah pedang tajam tanpa noda, seperti pedang yang belum pernah digunakan untuk memotong sebelumnya.

"Siapa Kau?" ucap wanita itu.

"Apa kau tak mengenaliku atau kau sudah lupa padaku, Lizzaura Siswaky ?" ucapa orang itu.

"Eh, aku lupa, aku kan merunduk dan memakai kain penutup ini., jadi tentu saja kau tak mengenaliku. Lagian tempat ini agak gelap." ucap orang itu lagi.

"Ternyata itu Kau Kakek, dasar orang tua.,!! lagi-lagi mengganggu urusan orang lain. Sampai kapan kau akan mencampuri urusanku, hah..?" ucap Lizzaura sambil membentak-bentak.

"Oi.. Oe.. Teganya kau memanggilku orang tua., Aku masih muda, lhow.,usiaku saja masih kepala lima lebih,tahu!?" ucap orang itu lagi.

"Kakek yang menyebalkan., Bukankah sudah ku bilang berkali-kali., aku bukanlah anak kecil lagi, kan!? Aku bukanlah gadis kecil yang lemah dan selalu membutuhkan bantuan orang tua. Apa Kakek masih meremehkanku sekarang, hah?" ucap Lizza lagi.

"Oi, oe.. Kau seram jika membentak orang tua,. walau sekarang jadi wanita cantik." ucap orang itu lagi.

"Jangan membual hal lain, Kakek.!"

"Ia, iya.. maaf, bukan maksudku merendahkan atau meremehkanmu, tapi,... ah, aku lupa menyarungkan pedang kesayanganku."

"Hmm... Dasar menyebalkan." batin Lizza

"Eh, sampai mana tadi? Oh, ia.. Hanya saja pedangku tak tahan jika
melihat mereka ada didepan mataku." ucap orang orang itu lagi dengan tatapan serius.

"Bukannya pedang tak punya mata, Kek?"

"Eh, iya benar juga, ha..ha ha.." ucap orang dengan ekspresi konyolnya. " lagian yang memenggal orang ini bukan aku, tapi pedang ini." ucapnya lagi sambil menunjuk pedangnya.

Lizzaura hanya menghela nafas panjangmelihat tingkah kakeknya yang aneh.

"Kenapa Kakek bisa berada disini?"

"Hanya kebetulan lewat daerah sini saja, dan tadi aku mendengar seperti ada pertarungan makanya aku kesini. lagian aku hanya ingin berburu., eh, maksudku aku lapar mau mencari makanan untuk makan malam."

Lizza hanya menatap datar orang itu, dan berfikir sesuatu hal yang disembunyikan Kakeknya.

"Ow iya, apa Kau perlu tumpangan, Liz? sepertinya motormu bermasalah."

"Bukannya kakek tak membawa kendaraan?"

"Eh... Ha..ha.. Aku lupa, akukan lebih suka jalan kaki."

"Huufff..!! Aku akan menghubungi temanku saja, jadi Paman tak perlu kawatir."

Tak jauh dari tempat itu terlihat seseorang mengamati mereka dari atas sebuah pohon., Zito.

"Seperti dugaanku, wanita itu tak perlu dikawatirkan. Ternyata dia ada hubungan dekat dengan Yodai si pedang gila, pantas saja wanita itu cukup hebat."

Dark Assassins Chapter 5 - Si Pedang Gila
Penulis : Zunuya Rajaf

"Sebaiknnya aku kembali kerumahku, sebelum orang lain mengetahui sesuatu yang tersimpan ditempat itu."

"Semoga saja si pedang gila itu tahu salah satu dari mereka yang masih bersembunyi dan membereskannya. Yah, walau dia yang meledakkan tempatku.., tapi lebih baiknya aku mengambil benda itu dulu" ucapnya Zito lagi sambil melompat dari tempat persembunyiannya.

*

Disebuah kafe malam ditengah kota, dua orang sedang berbincang.

"Senior Kuzan.,
sebenarnya aku masih belum mengerti kenapa kita disuruh mencari berkas lama untuk kasus ini., maksudku kenapa kita tidak ikut saja melihat korban pembunuhan itu?."

"Jangan pangil senior ditempat umum, Ozil."

"Maaf."

"Hmm, entahlah., kadang aku juga belum sepenuhnya paham tentang keperibadian Lizza. Yang jelas, dia mempunyai pemikiran yang kadang tak terfikirkan olehku. Mungkin berkas lama yang kita cari, akan digambungkan dengan data baru yang nantinya akan terbentuk kesimpulan tentang keberadaan dan petunjuk tentang mereka." ucap Kuzan menerangkan.

"Bukankah jika dilakukan bersama akan mudah menyelesaikannya? Disamping itu, jika terjadi penyerangan dari mereka, kita bisa saling membantu, bukan?" ucap Ozil lagi.

"Hmm, aku mengerti maksudmu., tapi bukankah ada hal tertentu yang tidak harus diselesaikan bersama? dan jika terjadi penyerangan, aku rasa Lizza tak perlu untuk diragukan. Kau tahu sendiri, kan., dia bukan wanita yang lemah."

"Meskipun begitu., aku masih mengawatirkan senior Lizza. Ku dengar akhir-ahir ini mereka menjalankan misi secara berkelompok. Tidak menutup kemungkinan jika mereka menyerang Senior Lizza secara bersama. Jika satu atau dua orang mungkin dia masih mampu menandingi, tapi jika lebih dari tiga orang menyerang bersama, aku tidak yakin Nona Lizza bisa bertahan. Bukankah sekuat apapun manusia, pasti mempunyai kelemahan?" ucap Ozil dengan raut muka kawatir.

"Kau benar, Ozil. Jika orang biasa yang menyerang, jumlah tidaklah masalah baginya., tapi jika kelompok itu yang menyerang..., entahlah., semoga saja itu tak terjadi."

"Tapi kau tak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Rumor yang ku dengar dia memiliki...."

"Druutt. . .drutt...!"

Sebuah telpon gemgam tiba-tiba berbunyi., sebelum Kuzan menyelesaikan perkataannya. Tanda suatu pangilan dari seseorang menghubunginya.

Kuzan kemudian mengangkat pangilan itu. Terdengar suara orang yang dikenalnya berbicara dalam telpon itu.

"Apa Kau baik-baik saja?" ucap Kuzan disela pembicaraan lewat telponnya.

"Baiklah, kami akan segera kesana." ucapnya lagi dan kemudian ia mengakhiri panggilan itu.

"Ayo kita pergi. Lizza membutuhkan bantuan kita."

*

Kesisi rumah rumah susun tempat tinggal Zito. Tampak para penghuni rumah itu sudah berada diluar rumahnya. Terlihat petugas pemadam api juga sudah berada disana. Gang tak terlalu lebar mempersulit
kendaraan pemadam menjangkau tempat itu.Ternyata api itu juga merambat kesisi ruangan yang terdekat dengan tempat Zito. Walau sebagian sudah dipadamkan tapi masih tampak kepulan asap dan kobaran api yang belum padam sepenuhnya.

"Untunglah belum padam semua apinya. Setidaknya tak akan ada orang yang melihatku." ucap Zito yang sudah berada dirumahnya., tepatnya dikamar tidurnya. Tampak ia memakai sebuah kain untuk menutupi wajahnya.

Terlihat Zito membongkar sebuah lantai yang berada tepat dibawah ranjang yang sudah menjadi arang. Kemudian dari lantai itu terlihat sebuah peti berbentuk balok panjang. Ia pun mumbukanya dan mengambil benda itu. Dari bentuknya terlihat seperti senjata, namun masih samar karena benda itu terbalut sepenuhnya dengan kain hitam.

"Sebaiknya aku segera meningalkan tempat ini." ucapnya sambil meletakkan benda itu dipunggungnya, dengan mengikat kedua ujung sisi pada benda itu dan mengalungkan tali itu pada bahunya.

Zito berjalan menuju luar kamar, lalu ia menuju sebuah dapur tempat penyerangan beberapa waktu lalu. Terlihat disana sosok mayat yang sudah hangus terbakar.

"Sepertinya tak ada salahnya jika aku mengambil katananya. Lumayan dapat mainan gratis, he. . ."

"Whuuss..!"

Zito melompat dari tempat itu dan menghilang dalam bayangan.

*

"Tap..,tap...tap..!!"

Terdengar langkah kaki seseorang berlari dan melompat dari atap ke atap. Menembus kegelapan malam yang berkabut layaknya kepulan gumpalan asap. Seakan cahaya bulan tak mampu menembus tebalnya kabut senyap. Sepertinya
langkah bayangan itu sengaja menjauhi cahaya penerang malam gelap.



"Whuuss!"

"Ctiiinnggg..!"

Sebuah belati dilemparkan kearah orang itu. Tapi ia mampu menangkisnya.

"Oi, oe..! Buru-buru sekali., memang Kau mau kemana.?" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di depannya., Yodai.

"Sial, si tua gila ini ternyata mengikutiku." batin orang itu, lalu ia
mengambil
sebuah senjata dan kemudian melemparkannya.

"Whuuss!"

Tiga buah jarum melesat kearah Yodai, namun ketika jarum itu beberapa cm sebelum mengenainya., Yodai sudah tidak berada ditempatnya.

"Oi, oe.., apa kau buta ya? Aku disini, kenapa kau melemparkannya kesana?" ucap Yodai yang sudah berpindah disamping kanan orang itu.

"Kau meremehkanku." ucap orang itu sambil melompat mendekati lawannya.

"Cttiingg..!!"

"Cttiingg..!!"

Benturan dua pedang beradu. Memercikan kilatan api kecil ketika dua senjata berbeda tangan saling serang dan tangkis.

"Jrassh..!"

Sebuah senjata berhasil mengores lengan salah satu dari mereka. Darah merembas mengalir dengan derasnya.

"Tap.., tap..!"

Orang itu melompat kebelakang mengambil jarak. Tampak ia melakukan gerakan totokan pada tangannya yang tergores untuk menghentikan aliran darah yang keluar.

"Sepertinya tadi sakit, ya!? ucap Yodai mengejek lawannya. "Untung saja bukan lehermu yang tergores."

"Sialan Kau..!!"

"Whussh..!!"

Dua mata pisau terlempar dari sarungnya. Mengarah kepada Yodai dengan cepatnya.

"Tinngg.. tinngg..!!"

"Matilah Kau orang tua.!!"

"Baaammm..!!!"

Sebuah ledakan terjadi lagi malam itu.

Bersambung ke Dark Assassins Chapter 6

Leon Lockhart
2017-01-05 23:05:03
Kakek keren, ini baru kakek u mild
Schimidt Scrolls
2016-12-13 23:10:16
Ane pinjem ide nya ye
Kira Tanha999
2016-12-13 05:45:14
Koq gk dlnjutin,apa udah kehabisan ide ?
Cloud Xiicorss
2016-12-11 22:43:57
lanjut .
Aerilyn Shilaexs
2016-12-11 21:41:52
jir udah tua masih maen pedang aja. Dasar bocah tua nakal.
happyreadin9
2016-12-11 21:35:04
d tunggu lnjutnnya
Kira Tanha999
2016-12-11 17:34:51
Zito di buru ama anggotanya sndiri !
MiKaZuKi 92 LoLLiPoP
2016-12-11 16:38:17
Makin menarik aja, bisa-bisa ini cerita bisa masuk cerbug populer mingguan.
Newbie Karbitan
2016-12-11 12:37:58
Apa Zito juga punya julukan?
Nicky Hiroshi
2016-12-11 11:53:14
Lanjut oy
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook