VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dark Assassins Chapter 4

2016-12-10 - Zunuya Rajaf > Dark Assassins
238 views | 8 komentar | nilai: 9.25 (4 user)

Beberapa saat setelah Zito bertarung dengan wanita yang mencari bukunya.

"Menyebalkan,
karena dia, aku harus mengulang memasak dari awal." ucap Zito sambil membuang masakan gosong ke tempat sampah.

"Tapi lebih menyebalkan lagi orang yang masuk rumah orang lain tanpa permisi."

"Keluar!!"

Teriak Zito sambil bersiap dengan pisau dapur yang tergeletak didekatnya. Kemudian ia melempar pisau itu ke atap rumahnya.

"Braakk"!

Pisau itu menancap diatas atap, bersamaan dengan itu seorang yang menggunakan topeng
keluar dari balik atap itu dengan cara membelahnya. Orang itu langsung melesat menyerang Zito dengan katana yang ia bawa.

"Batt!.. Batt.!"

Tebasan bertubi-tubi melesat dengan cepat, suatu gerakan seni pedang yang hebat siap membelah apapun yang terlihat., namun Zito dengan mudah menghindari tebasan katana itu.

"Buukk!"

"Katakan!" ucap Zito setelah berhasil menendang kepala orang itu hingga ia terpental menghantam dinding dan membuat topeng yang menutupinya hancur.

"Siapa tuanmu?" ucap Zito lagi pada orang itu, tapi sepertinya orang itu hanya memberi jawaban senyuman iblis.

Terlihat wajah tak begitu jelas orang itu, karena sebagian wajahnya tertutup aliran darah akibat tendangan tadi.

Tak hanya wajahnya, tapi tubuh bagian atas pinggang terlihat rembasan darah akibat lemparan pisau yang ternyata mengenainya tadi.

"Kau harus mati." ucap orang itu sambil berlari menyerang Zito, walau keadaannya terluka parah.

Zito bersiap dengan pukulannya ketika penyerang itu hampir mendekatinya.

"Whuus!"

"Jreebb!!"

Namun belum sampai pukulan Zito mengenai sasarannya, dua buah pisau dari arah samping melesat kearahnya.

Pukulan yang tadi semula diarahkan pada orang itu, kini ia rubah dengan cepat untuk menangkap pisau tersebut. Zito berhasil menangkap pisau itu, tapi nasib sial pada orang yang menyerangnya, pisau tajam itu menancap tepat di kepalanya. Darah mengalir deras merembes pada pakaian gelapnya, iapun tergeletak tak bernyawa.

Dari luar jendela Zito melihat arah datangnya lesatan pisau tadi, terlihat seseorang berjongkok diatas atap, menatap tajam kearah Zito.



"Sepertinya dialah yang melemparkan pisau tadi."

Melihat keberadaannya diketahui, orangg misterius itu kembali melemparkan senjata yang sudah ia siapkan sejak tadi. Tiga buah senjata melesat cepat kearah Zito.

"Whuss!"

"Cttiinggg!"

Zito yang sudah siaga mampu menangkis serangan itu dengan pisau yang ditangkapnya tadi.

Namun serangan kejutan tak terduga berhasil dilesatkan.

"Baammm!!!"

Sebuah ledakan menggema ditempat penyerangan tadi. Membuat kerusakan parah pada salah satu kamar rumah susun itu. Menimbulkan kobaran api yang ikut membakar puing-puing kayu yang terdapat disana.

Dark Assassins Chapter 4 - Sebuah Ledakan
Penulis : Zunuya Rajaf

Beralih ke tempat wanita yang sebelumnya bertemu dengan Zito.

"Brumm!"

Tampak ia sudah cukup jauh meningalkan perumahan itu, sepeda motor yang dikendarainya melaju dengan kecepatan sedang dikarenakan ia memilih jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Walau ia menyadari jalan yang ia tempuh sudah mulai rusak. Jalan yang sepi dilalui orang, namun cukup mempersingkat waktu untuk sampai pada tujuan.

"Bruummm,.!!"

Tiba-tiba pengendarara itu melihat sesuatu yang bertebaran diatas jalan aspal, tampak kerlipan cahaya yang cukup banyak menyebar diatas jalan itu, beberapa meter dari tempatnya berkendara.

"Ciiitttt. . .!!"

"Gawat!!"

*

Kembali kesisi Zito.

"Sial., dia menghancurkan rumahku. Tadi hampir saja." ucap Zito sambil melihat keadaan tempat tinggalnya.

*Beberapa saat sebelum ledakan terjadi.*

"Cttiiinggg!"

Zito berhasil menangkis serangan itu dan mementalkan senjata itu kearah samping., tapi suatu keganjilan terlihat pada senjata yang dilemparkan tadi.

"Ini..? Sial..!!"

Dengan sigap Zito melompat dari jendela rumahnya, melompati gang antara gedung
tempat tinggalnya dan bangunan disamping rumah susun itu. Ia melompat kearah gedung dimana tempat penyerang misterius berpijak. Bersamaan dengan
itu, Zito melemparkan pisau
yang ia bawa kearah penyerang itu sebelum ia mendaratkan kakinya.

"Whuuss!"

"Baammm!!!"

Ledakan terjadi dan
penyerang misterius itu tiba-tiba menghilang dalam kegelapan. Sementara lemparan pisau Zito hanya melewati angin.

*Kembali ke sisi waktu setelah ledakan.*

"Sial, dia kabur dengan meningalkan tempatku yang hancur gara-gara senjata peledak itu. Jika begini aku harus mencari tempat baru. Sepertinya mereka sudah berada disekitar sini semenjak aku bertemu dengan wanita itu." batin Zito sambil memendam kejengkelan.

"Lalu apa tujuan mereka sebenarnya?., dan kenapa dia menyerang angotanya sendiri?" batin zito lagi sambil berfikir.

"Tunggu! wanita itu.. jangan-jangan!"

*

*Beralihat ke tempat wanita tadi.*

"Ciiitttt. . .!!"

"Gawat!!"

Wanita itu mendadak menghentikan laju kendaraannya., ia menarik rem depan motor itu hingga membuat posisi belakang kendaraan terangat keatas., seperti posisi pembalap profesional yang menunjukkan atraksinya.

Terlihat dengan jelas cukup banyak benda tanjam yang sepertinya diletakkan dengan sengaja sebagai ranjau jebakan. Benda itu berbentuk bola kecil dengan duri-duri yang menyelimuti seluruh permukaannya.

"Whuuss!"

Sebuah serangan benda tajam mengarah padanya dari arah depan., reflek
ia menundukkan tubuhnya kedepan untuk menghindari serangan itu.

Mengetahui adanya serangan mendadak, wanita itu kemudian mengambil pistol
yang ia sembunyikan di samping pinggangnya, kemudian ia mengarahkan pistol itu kearah datangnya serangan.

"Whuss.!"

Serangan itu kembali dilesatkan., dengan sigap wanita itu melompat dari kendaraannya., untuk menghindari serangan yang ke dua., sehingga senjata
itu menancap pada tangki motor miliknya.

"Darr..! darr..!!!"

Suara pistol berbunyi, mencari
target bayangan tersembunyi.

Namun sepertinya peluru yang ditembakkan tak cukup bermata
tajam untuk mengenai sasaran.

Sosok bayangan samar bergerak cepat dalam gelapnya malam, mempersulit wanita itu mengenai targetnya. Sementara bayangan itu terus bergerak mendekatinya.

"Whuss!"

Kali ini sebuah pisau tajam melayang kearah wanita itu. Dengan posisi duduk setengah berdiri ia menyambut datangnya serangan itu.

"Daarrr!!"

"Ctiiinggg!!"

Tembakan peluru beradu dengan lemparan pisau. Timah panas berhasil mementalkan pisau yang dilemparkan kearahnya beberapa kaki sebelum mengenainya.

"Daarr.!! Darrr!! Darrr!!"

Tiga tembakan diarahkan lagi pada bayangan yang menyerangnya., tapi seperti sebelumnya tembakan itu hanya melewati semak-semak yang tak mengenai sasaran. Dan bayangan itu seperti bersembunyi dalam bayang-bayang kegelapan. Hingga peluru dalam pistol itu benar-benar kosong., sosok itu mulai terlihat kembali.

"Baiklah., sepertinya cara lama akan lebih mudah menyelesaikannya." ucap wanita itu.

Wanita itu lalu membuka resleting jaketnya, kemudian ia mengambil sesuatu dibalik pakaiannya. Dia bersiap dengan dua senjata kembar dengan panjang 30 cm. Senjata mirip sebuah pedang tapi berukuran lebih kecil.

"Majulah.!!" teriak wanita itu.

Sosok bayangan itupun kemudian mengambil katana yang disarungkan pada punggungnya. Kilatan pantulan cahaya pada senjatanya menandakan betapa tajamnya katana itu. Lalu ia berlari menyerang wanita itu.

Sosok itu lalu menebaskan katananya
dengan gerakan horisontal.

"Ctiiinggg!!"

Namun wanita itu sudah siap menangkis tebasan itu, dengan menyilangkan kedua senjatanya.

Benturan senjata dua petarung yang saling beradu. Menimbulkan percikan api antara keduanya. Menandakan kesetaraan kekuatan pertahanan mereka yang sama hebatnya.

"Tap...tap..!"

Keduanya melompat beberapa langkah kebelakang. Mengabil jarak aman untuk melakukan serangan berikutnya.

Kini giliran wanita itu yang berlari mendekati sosok yang menyerangnya.

"Jrasss.!!"

Hal tak terduga terjadi., sebelum jangkauan senjata wanita itu mengenai lawannya, secara mengejut kepala sosok manusia itu terpengal dengan sendirinya.

"Apa yang terjadi!?" gumam wanita itu dengan raut wajah terkejutnya.

Bersambung ke Dark Assassins Chapter 5

Leon Lockhart
2017-01-05 22:26:26
Pertunjukkan yang sebenarnya akan segera dimulai '-')
Cloud Xiicorss
2016-12-10 21:17:12
Next
Aerilyn Shilaexs
2016-12-10 14:19:28
horizontal?. Para ninja mulai beraksi.
happyreadin9
2016-12-10 11:24:55
d tunggu klnjutnnya selalu
Rudy Wowor
2016-12-10 11:17:38
Mungkin Zito akan bekerja sama dengan wanita itu.
Kira Tanha999
2016-12-10 11:06:00
maen penggal aja gk pke slam lagi !
Gouenji Shuuya
2016-12-10 10:56:39
Mungkin zito yang melakukannya
Young G Raigha
2016-12-10 10:14:28
Apakah Zito itu, apakah kawan wanita, ataukah irang Misterius, itu masih jadi misteri
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook