VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dark Assassins Chapter 2

2016-12-07 - ThE LaSt EnD > Dark Assassins
431 views | 16 komentar | nilai: 9.86 (7 user)

"Bruum.. bruuumm..!"

Suara mesin roda dua yang dikendarai seseorang terlihat memasuki sebuah halaman rumah yang tampak mewah.

Halaman rumah itu cukup luas, dihiasi taman yang tertata rapi yang mampu memanjakan mata setiap orang yang melihatnya.

Didepan rumah itu telah terparkir tiga kendaraan roda empat, itupun masih menyisakan banyak tempat jika saja masih ada kendaraan yang masuk kehalaman rumah itu.

Setelah memarkir motornya pengendara itu berjalan memasuki rumah mewah bergaya eropa itu. Pengendara itu sempat melihat sekilas kesejukan taman itu, tapi keindahan nya tak sebanding dengan apa yang terjadi di dalam rumah itu. Di depan teras rumah tampak seseorang yang sudah menunggunya di depan pintu.

"Kami sudah menunggu anda, Nona." ucap penunggu itu.

"Dimana tempatnya?"

"Mari saya antar."

Merekapun masuk kedalam rumah itu lebih dalam., dimana terdapat suatu kejadian mengenaskan beberapa waktu lalu.

Dark Assassins Chapter 2 - Pencarian
Penulis : ThE LaSt EnD

Di sebuah ruangan salah satu kamar rumah susun terlihat seorang pemuda mengamati sebuah buku kecil yang ditemukannya., Zito. Tampak ia memikirkan sesuatu.



"Sepertinya dia mengetahui banyak informasi tentang kelompok itu., tapi ini akan menjadi sebuah ancaman baginnya. Cepat atau lambat mereka akan mengetahuinya., Kalo begitu nyawanya bisa terancam."

"Apa aku harus menemuinya ya,.? eh, kenapa aku jadi memikirkanya? bukankah aku
tak mengenalnya? seharusnya aku tak mengambil buku ini, kenapa tadi tak ku titipkan saja pada paman kedai itu., ah.. firasatku akan terjadi hal yang menyebalkan nanti."

.

.

.

Kembali ke sisi sebuah rumah mewah yang terjadi suatu peristiwa mengenaskan.

"Kenapa baru siang ini kalian menghubungiku?" tanya wanita itu kepada beberapa orang anggota yang ada disana.

"Sebelumnya kami minta maaf Nona, karena baru siang tadi juga kami menerima informasi ini. Keluarga korban semalam tidak berada dirumah ini karena sedang keluar kota. Mereka baru pulang sekitar jam sebelas siang tadi., dan setelah itu, mereka baru melapor." ucap seorang angota menjelaskan.

"Jadi seperti itu.., hmm lalu dimana keluarga korban?" ucap wanita itu sambil mengamati keadaan sekitar.

"Mereka beristirahat di dalam kamar ditemami seorang dokter psikolog. Shock berat kini yang mereka alami." sahut salah satu anggota.

"Untung saja mereka tidak berada dirumah saat kejadian., kelmpok itu selalu menghabisi siapapun orang yang ada di dekat korban ketika kejadian." ucap wanita itu sambil menatam tajam ketubuh korban.

Di tempat itu terlhat tubuh tak bernyawa terbaring diruang keluarga., dengan tengkorak kepala yang terbelah. Selembar kain cukup lebar menutupi mayat itu. Beberapa benda berharga juga terlihat pecah berantakan disekitar tempat itu.

"Apakah ada korban lain selain orang ini?" ucapnya lagi.

"Tidak ada, Nona. Entah secara kebetulan atau tidak, para penjaga dan pembantu dirumah ini sedang pulang kerumah mereka masing-masing. setidaknya itu yang dikatakan keluarga korban."

"Hmm.. sedikit aneh, mengingat korban adalah orang ternama." batin wanita itu.

"Karuzi Bornelves, direktur PT. Zibarua Company. Usia empat puluh sembilan tahun, meninggal antara pukul 09.00 sampai 10.00 malam. Penyebab kematian, kepala terbelah oleh benda tajam." ucap salah satu anggota menganalisa.

Wanita itu kemudian memeriksa kembali keadaan korban., tatapannya kini tertuju pada sebuah handphone yang tergeletak tak jauh dari tubuh tak bernyawa itu.

"Ini..?" tampak terkejut pada raut muka wanita itu.

Terlihat sebuah noda darah kering yang sudah memudar pada layar handphone tersebut. Sekilas tak tampak hal aneh selain noda darah kering yang hampir menutupi layar handphone itu, tapi ketika dilihat dengan teliti, terdapat pola suatu tulisan yang tak begitu jelas. Tulisan darah merah tentang sebuah pesan kematian.

"Sepertinya pesan ini ditulis sebelum korban mati seperti korban-korban sebelumnya. Tapi tak biasanya mereka menuliskan dalam sebuah handphone." batin wanita itu.

Wanita itu kembali mengamati sekeliling tempat itu lebih teliti lagi dan mengamati ke segala arah ruangan itu. Kemudian ia berjalan ke salah satu sudut ruangan yang dilihatnya, tampak sesuatu benda yang menancap pada sebuah dinding.

"Benda ini?" batin wanita itu sambil mencabutnya benda itu.

"Sepertinya Anda menemukan sesuatu yang lain, Nona?" tanya seorang anggota.

Sebuah jarum berukuran panjang 10 cm menancap cukup dalam pada sebuah dinding.

"Simpan benda ini." ucap wanita itu sambil menyerahkan benda itu.

"Baik, Nona."

"Aku akan mencatat tentang kejadian ini." batin wanita itu sambil merogoh tas yang ia bawa.

"Gawat! dimana bukuku? jangan-jangan waktu itu?" batin wanita itu tampak gelisah.

Wanita itu lalu mengingat-ingat kembali sesuatu yang telah ia lewati selama satu hari itu dan akhirnya memutuskan sesuatu.

"Aku ada urusan penting,

ku serahkan selanjutnya pada kalian." ucap wanita itu sambil berjalan meningalkan ruangan itu.

"Tapi, Nona, apa Anda sudah sudah selesai disini?"

"Apa Kalian tidak mengerti dengan ucapanku?" ucap wanita itu.

"Maafkan kami." ucap seorang anggota dengan sedikit takut.

Wanita itupun bergegas meninggalkan rumah itu.

***

"Sudah hampir malam rupanya., aku terlalu lama tertidur hanya karena buku itu." batin Zito sedikit mengeluh.

"Sebaiknya aku menyiapkan makan malam."

.

.

.

Wanita itupun sampai di sebuah tempat. Setelah ia memarkirkan kendaraannya, kemudian ia berjalan menelusuri sebuah gang.

"Sepertinya dia tinggal di tempat ini." gumam wanita itu sambil melihat bangunan di ujung gang itu.

"Wah wah wah.. ada wanita cantik rupanya." ucap seseorang tiba-tiba.

Terlihat tiga orang berparas preman berdiri didepan wanita itu. Tubuh bertato mereka seolah menampakkan kegarangannya. Mereka mendekati wanita itu.

"Kau butuh bantuan, Nona?
kami siap melayani.. ha ha ha.." ucap seorang lagi dengan wajah iblisnya.

"Jangan menghalangi jalanku." ucap wanita itu tegas.

"Santai saja, kami tak akan menyakiti tubuhmu." ucap seorang lagi sambil menyentuh bahu wanita itu.

"Singkirkan tanganmu!"

"Maaf, Kau bicara apa tadi, Nona?"

"Singkirkan tanganmu!"

"Hai,, teman-teman, apa kalian dengar wanita cantik ini bicara apa!?" ucap orang itu sambil menatap tajam wanita itu.

"Kayaknya dia diam saja dari tadi." sahut seseorang.

"Kraakkk. ..!!"

"Aaaakkhh. .!"

"Buukkk.!!"

Suara keras erangan kesakitan seorang pria menggema diudara. Ternyata wanita itu telah mematahkan tangan pria tadi yang sebelumnya memegang bahunya. Dan kemudian ia memukul kepala pria itu sampai tersungkur ke samping hingga tak bergerak.

"Berani melawan rupanya., mau cari mati!?" ucap salah satu teman pria itu.

Melihat temannya terkapar, pria itu lalu maju dan mengayunkan pukulannya ke arah wanita itu.

"Baaakkk..!!"

Tapi, tendangan kaki keatas terlebih dahulu telak mengenai dagu pria itu hingga membuatnya terpental ke belakang dan tak sadarkan diri.

"Kurang ajar, wanita sialan.!!" ucap pria terakir sambil mengeluarkan sebilah pisau yang cukup besar.

"Akan ku robek wajah mulusmu itu.!" ucapnya lagi sambil sedikit berlari dan mengayunkan pisau itu.

"Paakk.."

"Bukk..!"

Tanpa diduga wanita itu menendang ayunan pisau tadi dan membuat pisau itu melayang keatas. Lalu ia memukul perut pria itu hingga membuatnya diam ditempat.

Kemudian wanita itu menangkap pisau yang melayang tadi lalu mengayunkanya kewajah pria tersebut.

"Jraaass..!!"

"Aaaahhkk..!"

Pria itu tersungkur ke samping dengan teriakannya yang keras. Darah mengalir dari sayatan pipi yang cukup jelas.

"Lain kali lehermu yang akan tersayat.!" ucap wanita itu sambil melangkah pergi dan membuang jauh pisau itu.

"Dasar orang-orang tak berguna." ucapnya lagi.


Bersambung ke Dark Assassins Chapter 3

Uchiyama Yuu
2017-05-12 17:04:00
Seram juga itu wanita kayaknya.
Rikimaru
2017-04-05 15:56:15
hmm... btw itu pictnya ngambil dri mna?
Dwi Fitri
2017-03-14 15:16:46
ceweknya keren bgt *-*
Bocah Redoks
2017-03-05 09:32:37
dasar preman kampung. nyari mangsa gk liat liat dulu
House Party
2016-12-10 17:11:18
Wanita yg tangguh
chichay
2016-12-07 21:47:20
selalu d tunggu lnjutnnya
Kizaemon
2016-12-07 19:09:03
Ntu perempuan anggota elit kepolisian khusus, ya?
Akihiro Kazuki
2016-12-07 17:34:45
"Lain kali lehermu yang akan tersayat" dan "Dasar orang-orang tidak berguna" kata kata itu kalau di suarain keren
Aerilyn Shilaexs
2016-12-07 14:00:29
jir jadi ngebayangin esdeath.
Leon Lockhart
2016-12-07 13:18:17
Mungkin pembunuhan itu dilakukan karena suatu alasan '-')
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook