VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dark Assassins Chapter 1

2016-12-06 - Zunuya Rajaf > Dark Assassins
355 views | 18 komentar | nilai: 9.5 (6 user)

Malam hari disebuah rumah yang tampak mewah seorang berjas hitam sedang duduk bersantai di ruang utama.

"Sepertinya
akan mudah dan tingal sedikit lagi, semuanya akan menjadi milikku." gumam orang itu sambil merenggangkan ikat dasinya.

Sebotol angur menemani orang yang duduk itu sebagai tanda waktu kemanjaannya telah tiba. Lalu ia menuangkannya ke dalam gelas.

"Bersulang untuk diriku, he he he. ." sambil mengangkat tangan untuk segera meminum anggur itu.

"Pyaarrr..!"

Tak terduga gelas berisi anggur yang akan diminunnya pecah, membuat anggur merah merembas membasahi pakaian kebesarannya dan menbuatnya sangat terkejut akan kejadian itu.

"Ke..kenapa ini!?" kegugupan menguasai dirinya, menyadari sesuatu benda yang sengaja dilemparkan untuk memecahkan gelas itu.

Tiba-tiba lampu diruangan itu berkedip-kedip sebagai suatu tanda bahwa tak lama lagi lampu itu akan mati.

"Sial.., ah, dimana? aku tak
bisa melihat."

Dengan tergesa-gesa
orang itu kemudian mencari-cari keberadaan telpon genggamnya, ketika suasana menjadi gelap. Ia meraba seluruh saku pakaiannya yang tak kunjung ditemukannya. Kegugupan membuatnya tak menyadari bahwa yang ia cari ternyata tergeletak diatas meja.

"Disini rupanya."

Setelah menemukan telpon itu, lalu ia menyeting lampu flash pada alat itu.

"Prakkk.. Pyaarrr!"

Kini giliran meja kaca yang berada didepannya pecah berkeping-keping. Membuat perasaan semakin takut dan gelisah mulai merasuki fikirannya.

Kemudian setelah lampu flash itu menyala, ia berdiri dan mencoba mengarahkan cahaya lampu itu ke segala sudut ruangan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun nihil yang ia dapat, tak ada apapun yang mencurigakan kecuali pecahan kaca dari benda-benda yang dikenalnya.

Perasaannya semakin takut ketika melihat layar telponnya yang entah sejak kapan sebuah kalimat tertulis disana.

"Hadiah Kematianmu Telah Tiba."

Sebuah kalimat berwarna merah darah seakan menjadi kepanikan besar sekaligus ketakutan yang luar biasa menguasai seluruh tubuhnya.

Keringat dingin mulai menetes, detak jantung semakin kencang, pernafasan mulai tak teratur, bulu kuduk kulit mulai berdiri seakan mengisyaratkan bahwa dirinya akan segera tiada.

"A.. apa maksud se..semua ini?" gumam orang itu dengan kegelisahan menjadi-jadi.

"Prakkk..!"

Suara pecahan benda yang dikenalnya terulang lagi. Kali ini giliran guci keramik berukuran cukup besar yang berada disebelahnya telah
pecah dan terbelah.

"Si..siapa?"

Orang itu bertanya namun tak ada suara yang menjawabnya. kemudian ia kembali menyorotkan lampu itu kesegala arah ruangan.

"Whuss...!"

Hembusan angin menerpa, seperti sesuatu melewati tepat didepan matanya tapi terlihat samar tak jelas apakah itu.

"Whuss...!"

Sekelebat bayangan muncul disebelah kanannya. tapi ketika menoleh, bayangan itu telah hilang.

"Whuss...!"

Kini hembusan angin yang semakin dekat itu terasa berada
dibelakang tubuhnya.

"Kematianmu...."

Beriringan dengan hembusan itu, sebuah suara lirih namun menusuk jantung hati membuat tubuh bergetar tak tertahankan diri.

Lalu orang itu mencoba memutar tubuhnya kebelang walau ketakutan menguasai. Namun tak ada sosok apapun yang dilihatnya.

"Telah tiba.!"

Suara yang sama kembali terdengar dibelakang kepalanya. Lalu ia memutar tubuhnya kembali dan
didapatinya seorang berpakaian jubah hitam dengan sebagian wajah tertutupi kain dan sebuah parang berukuran besar, menatap tajam ke arah orang itu.



"A..apa yang ka..kau...!?"

"Jrasss..!!"

Sebuah parang membelah kepala. Otak putih terlihat disana. Darah segar memandikan mayat yang tergeletak tak berdaya.

Dark Assassins Chapter 1 - Sebuah Awal
Penulis : Zunuya Rajaf

Disebuah kedai yang berada di pingiran kota, terlihat cukup ramai pelanggan yang menunggu menu makan siang mereka. Kedai yang tak begitu besar, berisikan delapan meja pelanggan dan empat kursi disetiap mejanya. Setiap meja mempunyai nomer sesuai urutannya.

Disudut meja paling ujung, tepatnya meja nomer delapan telah duduk dua orang pria dan seorang wanita.

"Ramai sekali tempat ini." gumam laki-berkaca mata.

"Beginilah keadaan tempat ini, tempat faforit banyak kalangan untuk menikmati sebuah hidangan." sahut laki-laki yang berbaju coklat.

"Apa kau yakin menu ditempat ini lezat, Ozil?" tanya laki-laki berkaca mata.

"Seperti yang ku ceritakan,

senior Kuzan." jawab lelaki berbaju cokelat.

"Jangan memanggilku senior disini., biasa saja."

"Maaf, baiklah."

"Menurutku tidak terlalu buruk, coba kita lihat nanti." ucap seorang wanita
sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.

"Tapi, jika tak sesuai perkataanmu aku akan menghajarmu." perkataan datar wanita itu namun dengan tatapan tajam mengarah kepada Ozil.

"I..iya, Anda pasti tidak akan kecewa." jawab Ozil dengan sedikit terkejut, mengingat apa yang
senior wanitanya itu pernah dilakukannya.

Beberapa waktu kemudian menu yang mereka pesan telah datang.

"Kau benar, menu disini sangat lezat, pantas banyak orang kesini." ucapan Kusan disela menikmati menunya.

"Setidaknya tak mengecewakan." sahut wanita itu.

"Druutt. . drutt..."

Tiba-tiba bunyi HP wanita itu berbunyi disela makan siang mereka. Kemudian wanita itu mengangkatnya. Terlihat ekspresi berubah menjadi serius setelah menerima telpon itu.

"Kita harus segera pergi, mereka melakukannya lagi." seru wanita itu dengan tegas dan berdiri dari tempat duduknya.

"Hmm, mungkin nanti kita akan mendapatkan petunjuk baru." Kuzan menanggapi dengan penuh tanya diraut mukanya.

"Tapi aku belum selesai makan.." sahut Ozil yang masih duduk menikmati makanannya.

"Apa kau mau disini terus?"
balas wanita itu dengan tatapan yang mengerikan.

"Ma. . maaf"
jawab Ozil

"Wanita yang galak, tapi dia tetap cantik ." dalam batinnya Ozak bicara.

"Aku akan kesana sendiri, dan untuk kalian pergilah kemarkas lalu carilah berkas yang berhubungan dengan kasus ini." jelas wanita itu dengan tegas setelah di depan kedai.

"Tapi.."

"Jangan membantah, lalukan saja.!" bentak wanita itu.

"Baiklah."

Mereka akhirnya berpisah dengan dua arah yang berbeda. Kuzan dan Ozil menuju ke markas sementara wanita itu pergi ke sebuah tempat yang dijelaskan dalam percakapan telpon tadi.

.

.

.

Beberapa saat kemudian di kedai itu.

"Semua pesanan sudah saya antarkan, Paman." seorang pemuda berbicara kepada pemilik kedai itu.

"Ow iya, terima kasih atas bantuannya, Zito. Untung ada kau yang mengantarkan., jadi pelangganku tidak akan kecewa." ucap paman itu.

"Tak apa-apa, paman.,
lagian karyawanmu lagi sakit hari ini, kan? jadi tak masalah buatku.

"Baiklah sesuai janjiku, kau bisa makan siang disini."

"Terima kasih, paman."

Lalu Zitopun beranjak menuju meja yang tampak masih kosong. Meja sudut paling ujung itu menjadi satu-satunya pilihan yang masih tersisa. Ketika ia akan duduk , ia melihat sebuah benda tergeletak di atas lantai tepat dibawah meja yang sepertinya terjatuh dari pemiliknya. Zitopun mengambil benda itu.

"Sepertinya ini buku catatan mini." gumam Zito dalam hati.

"Ini..!?" tampak wajah Zito terkejut setelah membuka dan membaca beberapa halaman buku itu.

Bagaimana jika kau membantuku setiap hari disini? ucap paman pemilik kedai membuyarkan angannya sambil membawakan makanan.

"Maaf, Paman, bukannya aku tidak mau, tapi ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan."

"Benarkah? aku tak memaksa kalo begitu.

"Ow iya Paman., apa Paman masih ingat
orang terakhir yang duduk di meja ini, setelah aku mengantarkan pesanan tadi?"

"Hmm.., kalau tidak salah ada dua pria dan satu wanita cantik yang duduk di meja ini. memangnya ada apa?"

"oh, tidak., tidak ada apa-apa." jawab Zito yang sengaja menutupi sesuatu.

"Ya sudah kalo begitu, silahkan dimakan." ucap paman itu sambil pergi menjauhi meja Zito.

***

Di sebuah gedung kosong di kota itu.

"Zing.. ctang..!!"

Bunyi dua pedang yang saling beradu dari dua orang yang sedang bertarung.

"Whuzz..!!"

Tekanan angin kencang tercipta dari pertarungan meraka, membuat lantai pijakan mereka seakan tampak retak.

"Kau semakin hebat, Yodai." sambil mengayunkan pedang itu ke arah lawannya.

"Ziinng..!!"

"Kau memuji atau menghinaku, Rougi?" dengan menahan hantaman pedang itu, ia mencoba membuat serang balik.

Tap tap tap..

Tiba-tiba suara langkah mengarah pada kedua petarung itu membuat meraka
melompat kebelakang untuk mengambil jarak.

"Tuan., mereka sudah mulai bergerak." ucap orang yang baru datang itu.

"Sepertinya pertarungan kita harus ditunda, Yodai."

"Yaah, mau bagaimana lagi., anak buahmu telah kembali. Sepertinya sudah ada nyawa yang hilang lagi akibat ulah mereka. " jawab Yodai dengan santai sambil menyarungkan pedangnya.

"Baiklah, kau boleh pergi dan tetap awasi pergerakan mereka." perintah Rougi kepada anak buahnya.

"Baik, Tuan."

.

.

.

***

Disebuah tempat terpencil di dalam hutan sebuah gunung.

"Master, pesan telah disampaikan, misi selesai." ucap seorang berjubah hitam dengan senjata besar tersarung dibelakang punggungnya, dengan posisi berlutut.

"Itu yang aku inginkan, tak ada kata kegagalan."

jawab seorang yang sedang duduk dalam samar-samar kegelapan.

"Tapi orang-orang itu sepertinya akan menghalangi rencana kita, Master. Apakah kita akan mengirim pesan kepada mereka?" orang berjubah itu berkata dengan sedikit mendongakkan kepala.

"Aku sudah menduganya, tapi kita tak perlu terburu-buru. Mereka hanyalah semut-semut kecil."

"Shadow., bawalah beberapa Assassin untuk mempersiapkan jamuan tamu kita."

"Aku mengerti Master." jawab Shadow kemdian ia berdiri lalu menghilang dari tempat itu.


Bersambung ke Dark Assassins Chapter 2

Iqbal Kurniawan
2017-02-18 19:56:05
sangat menarik
Tetsuya 01
2017-01-21 12:40:22
Shadow bayangan kan?
Ludfy N
2017-01-15 11:17:10
Pembunuhan ya , menarik
Mutia 4Ra
2016-12-07 07:27:53
semoga smngat trus utk mlnjutkn crtnya ya *^_^*
Akazu hakuchi
2016-12-06 18:02:10
Seru cerita nya senpai
Rudy Wowor
2016-12-06 16:30:06
Yuhu bacok membacok menarik Jaf ceritanya.
Newbie Karbitan
2016-12-06 14:34:12
Sepertinya akan seru, apalagi genrenya gore...
Grim Reaper
2016-12-06 13:52:41
Lanjut
Aerilyn Chan Kawai
2016-12-06 13:51:02
pikir bukan fikir. Favorit bukan faforit. Kurasa akan seru, apalagi ada gore nya.
Sqouts Shadows
2016-12-06 13:32:23
Lanjutkan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook