VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Eruta Mikazuki Chapter 44

2017-11-28 - Kakek > Eruta Mikazuki
71 views | 1 komentar | nilai: 10 (1 user)



"Tunggu" potong Kin. "Aku tahu kalian, aku penah melihat kalian berdua" ucap Kin menunjuk Takumi dan Takuma. "Iya.. Kalian para anak buah Doshiri kan?!"

"Iya kami mantan anak buah Doshiri" jawab Tenshin mewakili.

"Kalian orang jahat untuk apa kerja sama" ucap Kin tampak marah.

"Kin.. Dia tak seperti yang kamu kira" ucap Eruta menenangkan Kin.

"Kamu tahu apa pirang!" bentak Kin. "Kamu tidak tahu bertahun-tahun desa kita mendapat tekanan dari Doshiri dan anak buahnya"

Eruta hanya diam.

"Ayahku, dia sampai-sampai terpaksa harus menghilang dari desa dan mengalami masa sulit itu semua karena ulah Doshiri dan anak buahnya." ucap Kin bersikeras.



"Kin!!" bentak Eruta balik. " Ayahmu masih hidup!. Lihat Kakek ku, dia mati karena anak buah Doshiri!!.

Suasana di situ menjadi hening dan mereka malah jadi saling pandang dengan raut wajah memerah.

"Kondisinya sekarang ini berbeda, mereka butuh bantuan kita dan kita butuh bantuan mereka" ucap Eruta dengan suara lebih tenang dari sebelumnya.

"Bantuan? Aku tidak sudi di beri bantuan penjahat, apalagi harus bekerjasama" jawab Kin masih dalam keadaan marah.

"Bukan kita yang menentukan jawaban, tapi tuan Kiacho" sahut Eruta.

Kin pun beranjak pergi dari tempat itu dalam keadaan emosi.

Getsu, Moku, Nichi, Doyau, shu, dan Kayau menatap Eruta dengan raut wajah kecewa, lalu mereka pergi tanpa bicara untuk mengejar Kin.

_



Eruta Mikazuki Chapter 44 - Dikandang singa
Penulis : Kakek



Tenshin mendekati Eruta dan menepuk pundaknya lalu berkata. "Aku bisa memaklumi jika mereka marah dan benci pada kami"

"..." Eruta hanya diam.

"Sebaiknya kalian temui Kaicho langsung, kami akan antar kalian" ucap Yojinbo.

"Iya kalian harus mencoba" ucap Eruta menyemangati.

"Baiklah ayo" jawab Tenshin.

Scene.

Disisi Akiru, Furumai dan tim Liu, mereka telah sampai ke desa mereka yaitu desa Shiroi. Mereka sedang menghadap ke kepala desa, terlihat semua orang di dalam ruangan itu memiliki rambut putih semua.

"Kalian ceroboh!" ucap kepala desa Shiroi, Kashira dengan nada tinggi. "Kalian pikir Kitayori kriminal biasa!"

Seseorang di samping Kashira. Memegang pundaknya menenangkan.

Kepala desa Kashira menghela napas. "....."

"Panggil kepala keamanan" ucap kepala desa Kashira ke pengawalnya.

Tim Akiru dan tim Liu hanya diam saja berdiri sambil menundukkan kepala.

Tidak lama kemudian datang beberapa orang memakai seragam keamanan.

"Tangkap tiga orang itu dan masuk kan ke penjara atas tuduhan kerjasama dengan penghianat" perintah Kashira.

Seketika itu juga ekspresi Mereka kaget tanpa ter kecuali termasuk tim Liu.

Mereka di bawa tanpa perlawanan sama sekali.

"Tapi mereka masih dalam keadaan luka parah tuan" ucap Izuki yang melihat mereka bertiga mulai di bawa ke luar ruangan itu.

"Apa kamu juga mau ikut mereka" jawab Kashira.

"Tidak tuan Kashira" Izuki pun mulai menundukan kepala lagi dengan perlahan.

"Liu, persiapkan tim untuk melakukan pencarian sekarang juga!" perintah Kashira.

"Siap tuan" jawab Liu.

Lalu mereka pun pergi keluar dari ruangan kepala desa Kashira.

Scene.

Kembali ke desa Kuroi, terlihat Eruta dan Tenshin sampai di ruangan Kaicho namun Kin, kayau dan yang lainnya sudah ada di tempat itu.

Kin, Kayau, Getsu dan yang lainnya memandangi Eruta dan Tenshin yang baru datang dengan tatapan marah.

"Selamat datang dan silahkan duduk" ucap Kaicho mempersilahkan duduk Tenshin.

Lalu Tenshin beserta Takuma dan Takumi duduk di kursi yang sepertinya telah di siapkan.

Mereka di kelilingi oleh Kin dan yang lainnya termasuk Eruta.

"Aku sudah dengan tujuan kalian dari Kin" ucap Kaicho. "Tapi aku ingin dengar sendiri dari kalian"

"Kami datang langsung dari desa Jujigun ingin mengundang tuan Kaicho untuk menghadiri peresmian desa Jujigun" ucap Tenshin.

"Desa Jujiigun" ucap Kacho. "Bukankah nama Jujiigun adalah nama kelompok perampok"

"Benar, seperti yang semua orang tahu termasuk tuan Doshiri, Jijiigun adalah nama perampok, namun karena banyaknya orang yang datang untuk bergabung ada juga yang hanya datang untuk sekedar berlindung di bawah nama Jujjigun kini kolompok kami sangatlah banyak sebab mereka yang saling berdatangan tidaklah seorang diri namun kebanyakan membawa keluarga mereka" jelas Tenshin.

Kaicho hanya terdiam termasuk semua orang yang ada di dalam ruangan itu juga terdiam, kecuali Takumi dan takuma yang masih nampak kewaspadaannya.

Jelas saja karena mereka kini berada di tengah-tengah orang-orang terkuat di desa Kuroi, mereka juga menyadari orang-orang Kuroi tidak akan dengan mudah memaafkan Doshiri dan anak buahnya.

_

Bersambung ke Eruta Mikazuki Chapter 45

Sqouts Shadows
2017-11-28 11:36:35
Ditunggu chapter berikutnya
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook