VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Eruta Mikazuki Chapter 9

2016-12-26 - Akazu hakuchi > Eruta Mikazuki
88 views | 19 komentar | nilai: 9.67 (3 user)

Saat mereka berdua sedang berbincang di depan pintu tiba-tiba ledakan terdengar dari arah gunung dan di susul getaran setelahnya

"Duurrr!!"

"Gurudukkdukkdukk"

"Ini terjadi lagi" ucap kin' sambil memegang pintu menahan tubuh nya yang berat karna di tampa oleh tubuh Mokubi namun akhirnya jatuh juga, saat mereka sedang berusaha berdiri sesorang keluar lagi dari ruangan tersebut

"Hoy Apa yang kalian lakukan di depan pintu?" Teriak Kayau yang melihat Kin' dan Mukubi berangkulan

"Harusnya kamu membantu kami berdiri bukannya berpikiran kotor!" bentak Kin' yang jengkel bukannya membantu berdiri tapi malah berdiri mengatai

"Hah baiklah" Kayau menghela napas lalu berusaha menolong Kin' dan Mokubi berdiri dengan cara menarik tangan mereka tapi mata kin melihat sesuatu yang menarik menurut nya yaitu gadis yang lewat di depan nya

"Aku ada urusan yang lebih penting"

"Buuukkkk" Kayau menjatuh lagi Kin' dan Moku dan melompati mereka berdua untuk menghampiri para gadis itu

"Kayau!!!!" teriak mereka berdua yang melihat Kayau mengacuhkan mereka tapi malah menggoda gadis-gadis

"Maaf untuk itu!" teriak Kayau sambil terus berlari menghampiri gadis-gadis itu

Eruta Mikazuki Chapter 9 - Kepergian kakek kuro
Penulis : Akazu hakuchi

Scene beralih ke air terjun dan di dalam gua tempat Eruta berlatih

Sebuah batu besar jatuh dari atas langit-langit gua, namun seseorang malah melompat di atas batu dan menendang batu yang melayang kebawah hingga tercipta ledakan dan guncangan

"Tap tap, Duar!!!"

Terlihat seseorang mendarat dengan mulus di balik kepulan asap

"Plaaakkk" seseorang menjitak kepalanya dari belakang

"Bukankah sudah kakek bilang kalau kakek tidak ada jangan menjatuhkan batu di atas, bisa-bisa kamu membuat lubang di sana" ucap seseorang yang menjitak kepala orang tersebut ternyata adalah kakek kuro yang menjitak kepala Eruta

"Aku bosan kek!" jawab Eruta

"Baiklah kita pulang"

"Benarkah??" Eruta terlihat bahagia matanya berbinar-binar

"Asiiik" Eruta mengangkat kedua tangannya dan ditarik kebawah (yes)

"Tapi sekarang sudah sore?? Kita pulang besok ya??" kakek kuro tersenyum

"hehe.."

"Ya ampun.." pikir Eruta menundukkan kepala lemas

"tapi tidak apa-apa karna aku besok sudah keluar dari neraka yang terkutuk ini" pikir Eruta lagi sambil senyum bahagia

(Ya ternyata ledakan yang membuat panik para penduduk desa dan juga guncangan adalah ulah Eruta yang bosan berlatih di dalam gua Batu diatas yang awalnya terlihat indah bagai lampu hias kini sudah tidak ada lagi malah tercipta lubang besar di langit-langit gua dan gua tempat Eruta berlatih tersebut tidak lain adalah gunung di sebelah barat desa"

Skip Keesokan harinya

Terlihat Eruta sedang membongkar tas nya dan melempar-lempar isi tasnya mencari sesuatu

"Ya ampun bajuku sudah jelek semua" ucap Eruta sambil memegang beberapa baju yang sudah jelek bahkan ada beberapa yang sudah sobek di bagian ketiaknya

"Lubang apa ini??" tiga jari tangannya
di masukkan

"Kakek apa aku harus pakai ini??" ucap Eruta sambil mengenakan baju dengan lengan sebelah

"Kenapa bajumu jadi seperti ini?" ucap kakek kuro malah menarik lengan baju Eruta yang tersisa hingga sobek

"Weeeekk" tapi Eruta malah terlihat suka dengan model baju tersebut

"Wah begini malah terlihat keren" ucapnya

"Kakek sebenarnya ada baju untukmu" ucap kakek

"Tunggu kakek didalam dulu" tambah kakek kuro lagi lalu meninggalkan gua dan melompat keluar melewati air terjun

"Kakekkk!!!!" teriak Eruta

"Hah dia selalu meninggalkan ku disini sendirian" pikir Eruta sambil duduk di batu besar lemas

"Kakek??"

Tiba-tiba Ekspresi Eruta berubah lalu berlari melompat menembus air terjun keluar dari gua

Terlihat kakek kuro dan ada dua orang juga di depannya dan terlihat pedang panjang menancap di perut kakek kuro dan pedang tersebut juga masih di pegang pemiliknya

"Kakekkk!" teriak Eruta lalu menyerang orang yang menusuk kakeknya

"Srat srat srat"

Eruta berhasil menjatuhkan orang yang menusuk kakek kuro hanya dengan waktu singkat, satu orang penjahat yang melihat temannya terkapar hanya diam ketakutan

Terlihat kedua tangan Eruta memegang senjata putih bercahaya berbentuk Sabit kecil namun di pegang di balik posisi lengkukan sabit di belakang lengan jadi terlihat seperti taring besar (senjata Kerambik bagi yang tau)

Eruta menoleh ke belakang dan hendak menyerang satu orang di belakangnya namun tiba-tiba tangan Eruta dipegang kakeknya

tiba-tiba senjata yang di tangan Eruta menghilang lenyap dengan sendirinya

"slap"

Dan seseorang penjahat yang di belakang Eruta lari ketakutan

Bersambung ke Eruta Mikazuki Chapter 10

Tay Alison
2017-01-20 05:45:52
Begitu mudahkah si kakek kuat itu mati cuma krna pnjahat yg kalah sma eruta dlm waktu singkat??
Leon Lockhart
2017-01-05 13:17:13
Jadi Eruta penyebab semuanya '-')
Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:08:20

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:07:55

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:07:24

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:06:18

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:06:01

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:05:49

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:05:33

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:05:15

Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook