VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Eruta Mikazuki Chapter 8

2016-12-23 - Akazu hakuchi > Eruta Mikazuki
75 views | 21 komentar | nilai: 9.5 (4 user)

Kakek kuro melompat menembus air terjun sambil menggendong Eruta, ternyata di balik air terjun itu ada sebuah ruangan.

"Aaaaaaa!!!! Aku dimana?! Apa aku masih hidup?!" Eruta berteriak didalam kegelapan sambil menampar pipi kiri dan pipi kanannya

"Luuuuphhh" kakek kuro menyalakan obar lalu dan menghidupkan lampu obor di sekitar tempat itu. Eruta yang melihat kakeknya lalu marah-marah

"Harusnya kakek bilang kalau kita mau melompat" perkataan Eruta terhenti setelah dia sadar ruangan di sekitarnya, lalu dia mengikuti kakeknya yang berjalan dari belakang. Mereka berjalan menyusuri ruangan kecil dan sampai ke ruangan yang lebih besar lagi

"Wahhh" Eruta terlihat kagum dengan apa yang dia lihat ruangan tersebut seperti dipahat oleh pemahat propesional dan diatas langit-langit gua itu terlihat bebatuan yang runcing kebawah dan malah terlihat seperti lampu hias

"Darimana kakek tau tempat seindah ini? Apa kakek yang membuatnya?"

"Ceritanya panjang dan kakek yakin kamu tidak mau mendengarkannya" jawab kakek kuro

"Sudah tidak ada waktu lagi untuk kagum, ayo latihan" ucap kakek kuro yang melihat Eruta bengong melihat ke atas

"Okeeee... Ayo berlatih" teriak Eruta semangat sambil melompat

"Tapi kakek capak kakek mau tidur dulu"

"Apa?! Tadi bilang mau lansung latihan tapi malah tidur!" sepertinya kakek kuro tidak mendengarkan cucu nya dia langsung membaringkan badan nya di atas batu yang bahkan juga berbentuk ranjang

"Hahhh.. Dasar kakek-kakek" pikir Eruta sambil menundukkan kepalanya lesu

Eruta Mikazuki Chapter 8 - Kekacauan di Desa
Penulis : Akazu hakuchi

Pagi hari didesa Kuroi terlihat seperti biasanya, angin sepoi-sepoi menerbangkan daun tua yang gugur.

Sesuatu terjadi dan situasi yang tenang berubah menjadi kacau

"Guruduk duk duk duk !!!"

Para penduduk berlarian kesana kemari sambil berteriak

"Gempa bumi !!"

"Apa gunung mau meletus !!"

Teriak para warga orang-orang dewasa, laki-laki, perempuan bahkan anak-anak juga lari ketakutan

Sementara di kantor Kaichou sedang di adakan rapat

"Apa lagi ini? Kenapa akhir-akhir ini sering terjadi gempa bumi" ucap salah seorang didalam ruang rapat

Namun sang Kaichou hanya diam saja dan terlihat santai-santai saja

"Tuan para penduduk desa sedang panik, apa yang akan kita katakan pada para penduduk" seseorang masuk ke ruangan itu melaporkan keadaan di luar

"Baiklah aku sendiri yang akan menemui warga desa" ucap Kaichou sambil berdiri

Sementara didepan kantor Kachou di penuhi para warga desa yang sedang panik

"Tuan tolong jelaskan situasi desa saat ini !!"teriak salah satu orang diantara para warga

Lalu terlihat Kaichou sedang berjalan keluar dan di dampingi oleh asistennya

"Diam!! Tolong diam ! Tuan kaichou akan menyampaikan sesuatu!" teriak salah satu asisten kaichou meredakan teriakan warga.

Lalu dalam sekejab suasana yang tadinya berisik kini jadi tenang karna para warga desa diam

"Dengarkan para wargaku, kondisi alam akhir-akhir memang sedang tidak stabil, tapi kami para petinggi desa akan berusaha menyelidiki
kejadian ini, tapi saya sebagai pemimpin kalian memastikan kondisi desa dalam keadaan baik-baik saja" ucap Kaichou tegas

"Mana mungkin anda bilang baik-baik saja, kita semua tau kalau setiap hari dari arah gunung terdengar ledakan seolah gunung itu akan meletus" ucap salah satu warga dan warga lain juga berteriak membenarkan

"Iya benar!!" teriak warga lainnya

"Diam!! Saya menjadi kaichou sudah belasan tahun dan menurut Kaichou terdahulu sebelum saya gunung yang ada di sebelah barat desa sudah meletus ribuan tahun silam, jadi kalian tidak perlu khawatir akan letusan gunung, bisa dipastikan kejadian akhir-akhir ini hanyalah gempa bumi biasa mungkin satu minggu kedepan akan berhenti" ucap Kaichou lalu meninggalkan begitu saja warga desa

"Mana mungkin kachou bisa yakin kalu ini hanya gempa bumi biasa" pikir salah satu asisten Kaichou

Scene beralih ke tengah desa

"Kreek..! Suara pintu di buka

"Ya ampun sudah hampir Empat tahun Pirang tidak kembali ke desa" ucap seseorang yang membuka pintu yang ternyata adalah Kin'

"Hey jangan melamun" Moku memukul pundak Kin' dari belakang

"Yah apa kamu tidak merasa ada yang berbeda akhir-akhir ini?"

"Memang Semenjak Pirang pergi kita bertujuh memang tidak sesering berkumpul seperti dulu"

"Hoy hoy aku tidak sedang membahas bocah Pirang itu, tapi kamu benar juga soal itu, kenapa dia belum juga kembali?"

"Iya sudah 4 tahun rasanya lama sekali, aku ingin sekali menjitak rambut pirangnya jika dia sudah kembali nanti karna sudah membiarkan kita menunggu selama ini" ucap Moku

"Aku juga sudah membuat Ototku sebesar ini hanya untuk menyambutnya dia, ku harap dia tidak mengecewakan kita seperti dulu" ucap Kin' sambil memegang lengan kekarnya

Bersambung ke Eruta Mikazuki Chapter 9

Tay Alison
2017-01-20 05:39:29
Dan saat si pirang kembali dia sudah jadi lelaki yg keren dan juga kuat^^
Leon Lockhart
2017-01-05 13:12:14
Cepat sekali, tiba-tiba sudah 4 tahun '-')
D Generation X
2016-12-23 22:57:10
Woow .... 4 tahun cpt kali
Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:53:45

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:53:21

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:53:06

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:52:49

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:52:31

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:52:17

Gouenji Shuuya
2016-12-23 22:51:45

Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook