VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Eruta Mikazuki Chapter 7

2016-12-21 - Akazu hakuchi > Eruta Mikazuki
72 views | 20 komentar | nilai: 9.25 (4 user)

"Dasar Pirang, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan salah satu dari kami" ucap getsu seperti mau menagis

"Kita lihat saja nanti" ucap Eruta sambil berlari pergi karna sudah tidak kuat menahan air matanya

"Aku pergi dulu semua!" teriak Eruta sambil mengangkat tangan kanannya yang memegang golok ke atas

"Kami akan merindukanmu Pirang" ucap lirih kin' memejamkan mata menundukan kepalanya

"Jangan menangis cengeng" Kin ditegur Doyau yang sebenarnya dia sendiri banjir air mata

"Hoy bukannya kamu sendiri juga menangis!" bentak Kin'

"Pagi minggu ku sekarang akan sepi tanpa Pirang" ucap nichi

"Mulai senin depan aku bisa bangun siang" ucap getsu karna dia memang pemalas

"Berarti Kalau selasa pagi aku bisa melihat cewek-cewek di pasar" ucap Kayau mengedipkan mata genitnya

"Aku mungkin akan duduk saja di depan rumah sambil ngopi" ucap Suiyoubi cuek

"Hari kamis aku akan bantu kakek saja di pasar" ucap Moku

"Kalau setiap jum'at aku akan berlatih untuk menyambut kedatangan Pirang" Ucap Kin" sambil menunjukkan otot-otot kekarnya

"Haaaaa!!" Nichi menangis keras

"Aku merasa bersalah pada Pirang karna setiap minggu aku harus memukulnya untuk menjatuhkan dia haaaa!" teriak Nichi makin keras menangis sampai suaranya tidak jelas

"Sudahlah jangan terlalu menyesali, itu juga bukan kemauan kita" Moku mencoba menenangkan Nichi, tapi Nichi bukannya tenang tapi malah makin keras suaranya

"Haaaaaa!!!!!"

Sementara di sisi kakek kuro

"Kamu lama sekali" kakek kuro mengomeli Eruta

"Yoshh!! Ayo berangkat !!" teriak Eruta sambil mengusap air matanya dengan lengan kanannya.

Eruta Mikazuki Chapter 7 - Awal Latihan
Penulis : Akazu hakuchi

Setengah hari mereka berjalan menyusuri hutan bebatuan, gunung dan bukit-bukit

"Kakek apa masih lama?"

"sebentar lagi" jawab kakek kuro

"Dari siang tadi kakek selalu bilang sebentar lagi padahal ini hari sudah mulai sore, dan aku juga sudah lapar" gerutu Eruta

"Ini kakek kan bawa makanan" kakek Kuro sambil menunjuk gerobak sayurnya

"Sayuran lagi" potong Eruta

"Jangan meremehkan sayuran terus, lihat kakek walaupun sudah tua tapi kakek tidak kalah kuat dari anak muda sepertimu"

"Tapi aku pengen makan ramen kek"

"Darimana kita padat ramen, kitakan di hutan" jawab kakek kuro menenangkan Eruta

"Ini Salah kakek, kita dari tadi melewati hutan terus, apa tidak ada jalan lain?"

"Jangan menggerutu terus anggap saja ini awal dari latihanmu" jawab kakek kuro

"Nih makan" kakek kuro melemparkan sesuatu ke arah Eruta

"Pakkk.." Eruta menangkap sesuatau yang di lemparkan ternyata adalah timun

"Timun lagi" pikir Eruta lalu menggigit timun tersebut lalu mengunyahnya

"Kakek istirahat dulu ya" pinta Eruta memelas

"Kaki ku rasanya mau lepas"

"Dasar payah ! Tunggu sebentar lagi"jawab kakek kuro



Tapi Eruta hanya diam saja, hanya napas nya yang terdengar ter engah-engeh

"Hah hah hah"

Beberapa saat kemudian

Mereka sampai ke bawah pohon besar dan di depannya ada air terjun yang mengalir deras dengan jurang yang sangat dalam

"Kita sampai" ucap kakek kuro

"Hah akhirnya"

"Buukkk.." Eruta menjatuhkan tubuhnya ke tanah seolah tubuhnya tidak mempunyai tenaga sama sekali dan Eruta tidak memperdulikan dimana dia tersungkur

Kakek kuro juga terlihat kelelahan karna perjalanan jauh, kakek kuro menyandarkan tubuhnya ke pohon besar dan rindang itu

Selang beberapa menit

"Oke tenaga ku sudah pulih" teriak Eruta sambil duduk mengamati sekelilingnya

"Haaah haaah" Eruta menoleh kanan dan ke kiri seperti ada sesuatu yang anah dimata Eruta, lalu Eruta melihat pohon besar yang jadi sandaran kakeknya dan bangkit dari posisi duduknya

"Ini ini" Eruta memutari pohon besar tersebut lalu berteriak membangunkan kakeknya yang istirahat

"Kakek !!"

"Ada apa! Berisik!" bentak kakek kuro lalu bangun

"Bukankah ini hutan belakang rumah kita?"

"Ya ampun, ketahuan juga" jawab kakek kuro sambil memegang kepalanya sendiri

"Apa?! Jadi benar! Lalu kenapa kita berjalan seharian melewati hutan menaiki bukit-bukit serta aku tidak di ijinkan istirahat tapi tujuan kita cuma di belakang rumah" Eruta marah-marah samil mengcungkan jari telunjuknya

"Hehee" kakek kuro tersenyum kecil

"Jangan mengeluh terus, kan kakek bilang ini adalah awal dari latihanmu" jawab tegas kakek kuro

Mendengar alasan kakeknya Eruta pasrah tidak bisa mengerutu lagi

"Ternyata tenaga anak ini cepat pulih sama seperti ayah nya" pikir kakek kuro

"Terus apa kita akan pulang sekarang? Tanya Eruta masih kesal pada kakeknya

"Tentu tidak buat apa kakek susah payah bawa sayuran sebanyak ini kalau kita hanya akan pulang lagi" jawab kakek kuro, tiba-tiba kakek kuro mengayunkan tongkatnya ke arah Eruta

"Pakkkk..." Eruta pasrah dan hanya memejamkan matanya ketakutan, ternyata kakek kuro memukul ular yang bergelantung di dahan pohon tepat di atas Eruta

"Dasar ular sialan!" Eruta marah-marah untuk menutupi rasa malunya dan hendak memukul ular tersebut tapi di larang kakek kuro

"Jangan dia juga ingin tetap hidup" lalu kakek kuro mengusir ular terebut menggunakan tongkatnya dan ular itupun pergi

"Kalau kita tidak pulang apa kita akan menginap disini?" sambil menunjukkan jari kearah bawah tanah

Tiba-tiba tubuh Eruta di angkat kakek kuro dan malah melompat kearah air terjun

"Aaaaaaa!!!!!" Eruta teriak ketakutan

Bersambung ke Eruta Mikazuki Chapter 8

Leon Lockhart
2017-01-05 13:05:52
Chapter kali ini seperti episode spongebob '-')
Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:30:43

Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:30:18

Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:30:04

Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:29:47

Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:29:31

Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:29:16

Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:28:48

Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:28:18

Gouenji Shuuya
2016-12-23 15:28:02

Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook