VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
13 Devil Chapter 70

2018-01-03 - Newbie Karbitan > 13 Devil
85 views | 7 komentar | nilai: 10 (5 user)

Pertarungan Pedro melawan Nomor 6 berlanjut. Kecepatan Nomor 6 begitu merepotkan Pedro, sampai-sampai dia harus menggunakan Cincin teleportasi untuk menghindar. Sebenarnya Pedro memiliki keuntungan karena dia mempunyai senjata suci dan Cincin teleportasi, namun Pedro sedikit ceroboh. Senjata suci miliknya tertinggal di Asrama Hero. Belum lagi Cincin teleportasi miliknya berhasil direbut oleh Nomor 6 lalu dihancurkannya. Dengan ini akan sangat sulit untuk mengalahkan Nomor 6.

"Sekarang apa yg akan kau lakukan? Bahkan jika kau mengerahkan seluruh kemampuanmu, tetap saja kau tidak akan mampu mengalahkanku."

Pedro mencoba berpikir keras agar dapat mengalahkan Nomor 6. Dibandingkan dengannya, kecepatan Nomor 6 jauh melampauinya. Dari segi daya tempur, dengan mode <King> Nomor 6 jauh lebih kuat.

"Ice Knight!!!"

Nomor 6 tersenyum mengejek Pedro, yg dilakukannya itu sama sekali tidak berguna. Dengan kekuatan Nomor 6, tentu dia dapat dengan mudah mengahncurkan seluruh pasukan Kesatria Es Pedro. Nomor 6 tak bereaksi sama sekali, dia hanya diam dan mengamati pasukan Kesatria Es Pedro.

Ice Knight merupakan salah satu kemampuan terbaik Pedro. Dia dapat menciptakan ratusan ribu hingga jutaan pasukan dalam waktu singkat.

Pasukan Kesatria Es mulai menyerang Nomor 6. Lengan Nomor 6 mulai terangkat, ia mengumpulkan energinya dilengannya. Begitu ia mengayunkan lengannya... Hanya dengan satu pukulan, puluhan ribu pasukan es Pedro hancur seketika.

Masih belum berakhir masih ada ratusan ribu pasukan es yg menyusul. Nomor 6 dikepung dari berbagai sisi. Nomor 6 terlihat begitu santai mengahadapi gelombang serangan yg tak ada habisnya.

Pedro terus menciptakan pasukannya, meski Nomor 6 terus menghancurkannya, pasukan Kesatria Es Pedro kembali bermunculan seolah tak ada habisnya.

Nomor 6 mulai bosan dengan permainan ini, dia segera mengakhirinya. Nomor 6 mengamuk dan mengerahkan kekuatannya untuk menghabisi seluruh pasukan es Pedro. Dalam waktu singkat tidak ada yg tersisa dari pasukan Pedro. Hanya potongan es yg memenuhi ruang angkasa. Sementara keberadaan Pedro menghilang, dia berhasil kabur dengan memanfaatkan kelengahan Nomor 6. Pasukan Kesatria Es hanya sebagai pengalih perhatian Nomor 6.

"Sialan itu... Dia kabur lagi... Percuma saja kau kabur, aku akan mengejarmu sampai ke ujung Alam Semesta."

Nomor 6 mengarahkan pandangannya ke Planet Yuros. Dia menduga Pedro kabur ke sana. Nomor 6 langsung melesat cepat kembali ke Planet Yuros.

Pedro sebenarnya bukan kembali ke Planet Yuros melainkan pergi ke sisi lain dari Planet Yusos, sehingga Nomor 6 tidak melihatnya. Pedro berniat menghancurkan Planet ini beserta Nomor 6, namun Senjata suci miliknya masih tertinggal di sana.

Nomor 6 yg telah kembali, mencoba mencari keberadaan Pedro. Namun, dia sama sekali tidak dapat merasakan hawa keberadaan Pedro.

"Kemana dia kabur... Aku tidak bisa merasakan hawa keberadaannya. Apa dia menyembunyikan hawa keberadaannya?"

Beberapa monster yg melihat Nomor 6 langsung menghampirinya. Mereka sangat bersuka cita atas kemenangan mereka melawan Hero.

"Bos!!!"

"Bos... Kau luar biasa!!! Kudengar kau berhasil mengalahkan seluruh Hero Peringkat S."

"Dengan ini Organisasi Monster menang telak, kita berhasil menguasai dunia."

Berbeda dengan para monster yg dipenuhi sukacita, Nomor 6 justru tampak kesal karena dipermainkan oleh Pedro.

"Ada apa, Bos? Kau terlihat marah sekali..."

Nomor 6 tidak mempedulikan mereka dan kembali mencari Pedro.

"Bos, mau kemana?"

"Dia menghilang..."

Pedro yg masih di luar angkasa mencoba melakukan sesuatu. Ia berniat membekukan seluruh Planet dengan kekuatannya. Aura es ditubuh Pedro mulai meluap-luap. Lalu kemudian dia teringat dengan penduduk Planet tersebut, Pedro lalu mengurungkan niatnya.

"Kenapa aku jadi kasihan dengan orang-orang di Planet ini?"

Pedro sendiri tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Jika dia yg dulu, maka dia akan menghancurkan apapun tanpa belas kasihan. Sama seperti saat dia melawan Nomor 3 dulu, Pedro menghancurkan Planet Rgenmark dengan tanpa ampun. Dia tidak mempedulikan nyawa orang-orang. Sedikit demi sedkit Pedro mengalami perubahan sejak dirinya kehilangan ingatan. Bukan hanya hilang ingatan, jiwanya juga dibersihkan dengan sihir pembersih jiwa yg dilakukan oleh Isla dan Kakeknya.

Apa mungkin ini efek dari sihir tersebut atau ada faktor lain?

Pedro memutuskan untuk menggunakan salah satu kemampuan terbaiknya.

"Ice Illusory Realm!!!"

Kabut es seketika menyelimuti seluruh Planet. Suhu udara menurun drastis, meski tidak sampai ketingkat ekstrim.

Nomor 6 merasakan perubahan secara tiba-tiba. Kabut es tebal muncul menutupi seluruh penglihatannya.

"Kau menggunakan kabut untuk bermain denganku... Itu percuma saja, Nomor 7..."

Nomor 6 menghantam udara dengan keras hingga hempasan anginnya melenyapkan kabut es Pedro sejauh puluhan kilometer. Pandangannya kembali jelas, namun tak berapa lama kemudian kembali kabut es tebal menutupi jarak pandang. Nomor 6 mengayunkan kakinya dan kembali melenyapkan kabut es tersebut. Hal itu hanya berlangsung singkat dan kembali kabut es tebal muncul, namun kali ini hanya bertahan sebentar sebelum kabut tersebut menipis dengan sendirinya.

"Hmm..."

Kabut es tersebut semakin menipis. Siluet beberapa orang mulai terlihat saat kabut mulai menipis. Mereka mengepung Nomor 6 dari berbagi sisi. Jumlah mereka ratusan... ribuan... puluhan ribu... Jumlah mereka sangat banyak. Bahkan mereka juga terlihat di langit dengan jumlah ribuan lebih. Mereka semua adalah Pedro, dengan kata lain mereka adalah ilusi yg diciptakan Pedro.

"Hehehe... Kau sangat mengesankan, Nomor 7."

Ice Illusory Realm merupakan salah satu kemampuan Pedro yg dapat menciptakan kabut es ilusi tak terbatas. Kabut ilusi ini juga pengalihan bagi Nomor 6. Pedro memanfaatkan ini untuk kembali ke Asrama Hero dan mengambil Senjata sucinyg tertinggal disana.

"Aku harus bergegas mengambilnya selagi Nomor 6 teralihkan."

Pedro melesat cepat dan menghancurkan pintu kamarnya.

Boomm!!!

Bukan hanya pintunya, bahkan dinding kamarnya juga ikut hancur. Cambuk Emas yg juga senjata suci miliknya memang tertinggal di dalam kamar. Akhirnya Pedro berhasil mengambilnya kembali.

"Dengan ini aku bisa membalik keadaan."

Nomor 6 saat ini tersibukkan oleh ilusi yg diciptakan Pedro. Tiruan dari Pedro yg berjumlah ribuan lebih menyerangnya secara bersamaan. Nomor 6 mengayunkan lengannya dan berhasil melenyapkan hingga puluhan ribuan Pedro dan merubahnya menjadi asap lalu menghilang. Tiruan Pedro kembali bermunculan seolah tak ada habisnya. Nomor 6 mulai kesal, dia terus dipermainkan Pedro sejak tadi, ia memutuskan untuk memukul tanah.

Booommm!!!

Pukulan Nomor 6 langsung menghancurkan kota dan menciptakan lubang besar yg sangat dalam.

"Apa kau akan terus bersembunyi, Nomor 7... Keluarlah pengecut!!! Bukankah kau datang kesini untuk membunuhku?"

"Siapa bilang aku bersembunyi? Aku dari tadi ada disini..."

Suara Pedro terdengar menggema. Nomor 6 melirik kearah asal suara Pedro, lalu dengan cepat melesat. Pedro dengan santai menunggu kedatangan Nomor 6. Saat Nomor 6 datang, tiba-tiba muncul siluet besar dari balik kabut yg ada di belakang Pedro. Nomor 6 melebarkan matanya melihat sebuah siluet besar yg melesat cepat kearahnya.

Bang!!!

Nomor 6 terlempar beberapa ratus kilometer.

"Ugghh..."

"Gooaarrghh!!!"

Seekor Cerberus Es berukuran raksasa muncul. Tidak seperti Cerberus yg biasanya, kali ini Cerberus yg muncul puluhan kali lipat lebih besar dan mempunyai Sembilan Kepala. Inilah King Cerberus Ice...

"Gooaarrgghh!!!"

King Cerberus Ice Selain mempunyai kekuatan yg besar, kecepatannya juga hebat. Ia tak memberikan kesempatan bagi Nomor 6 sedikit pun dan kembali melesat menyerangnya. Sebuah badai tercipta menghancurkan semua yg ia lewati bahkan tanah pun ikut terangkat saat Cerberus itu melesat cepat.

"Cih..."

Nomor 6 langsung sigap menghindari serangan King Cerberus Ice.

Booommm!!!

Tanah terbelah hingga ribuan kilometer. Melihat hal itu, Nomor 6 melebarkan matanya, ia tak menyangka kekuatan King Cerberus Ice akan semengerikan itu.

King Cerberus Ice kembali melirik Nomor 6 dan bersiap menyerang. Nomor 6 juga mengepalkan tangannya, ia tidak berniat menghindar lagi dan memutuskan untuk menyerang balik. Sebelum mereka saling menyerang, Pedro muncul menghantam Nomor 6 hingga terpental jauh. Tidak sampai disitu, Pedro kembali melesatkan tendangan ke wajah Nomor 6. King Cerberus Ice juga ikut menghantam Nomor 6. Keadaan saat ini berbalik, Nomor 6 dibuat kerepotan oleh duet Pedro dan King Cerberus Ice.

Pedro kemudian membuka Gerbang Cakra Pertama. Kekuatannya bertambah berkali-kali lipat. Dengan diselimuti aura berwarna hijau, Pedro melesat ke langit menuju Nomor 6. Pedro tidak akan memberikan kesempatan sedikit pun kepada Nomor 6.

.

.

.

13 Devil Chapter 70 - Belum Berakhir
Penulis : Newbie Karbitan

.

.

.

Pedro menghantam Nomor 6 bertubi-tubi. Tendangan keras diperut Nomor 6 dengan penuh kekuatan melemparkan Nomor 6 ke luar angkasa.

Pedro menciptakan tombak es yg begitu panjang. Ia lalu membidik Nomor 6 kemudian melemparnya dengan kekuatan penuh. Kecepatan tombak itu melesat tidak mampu diantisipasi oleh Nomor 6. Bahkan dia tidak sempat mengedipkan matanya, perutnya tiba-tiba sudah berlubang.

King Cerberus Ice juga tidak mau kalah, ia melompat sangat tinggi hingga mencapai luar angkasa. Dengan hantaman yg keras Nomor 6 terlempar sangat jauh hingga menabrak beberapa Asteroid.

Booommm!!!!

Booommm!!!!

Booommm!!!!

Booommm!!!!

Booommm!!!!

Tugas King Cerberus Ice dianggap telah selesai. Ia lalu lenyap menjadi kabut es.

Pedro lalu mengejar Nomor 6. Ia tidak akan membuang waktu sedetik pun untuk menghabisi Nomor 6. Sedikit saja dia memberikan kesempatan Nomor 6 untuk bangkit, maka dia akan kembali terpojok dan akan kesulitan mengalahkannya.

Tiba-tiba Pedro merasakan tekanan yg behgitu kuat. Aura yg mengerikan meluap-luap, benda-benda di angkasa berhamburan dihempasakan aura yg kuat tersebut. Pedro bahkan sampai mundur saat merasakan tekanan dari aura tersebut. Ia merasa sesuatu yg buruk telah terjadi.

Pedro kemudian melesatkan ribuan tombak es. Aura mengerikan itu mendekat dengan kecepatan tinggi. Ribuan tombak es Pedro hancur seketika.

Pedro melebarkan matanya. Nomor 6 dalam sekejap sudah berada di depannya.

Bang!!!

Pukulan Nomor 6 berbenturan dengan tendangan Pedro yg sudah ia lapisi dengan es. Beruntung Pedro dengan cepat bereaksi. Energi Nomor 6 bertambah kuat bekali-kali lipat. Aura berwarna hijau yg sama dengan Pedro tengah menyelimuti Nomor 6. Rupanya Nomor 6 juga membuka Gerbang Cakra pertama.

Mereka saling beradu pukulan dengan kecepatan tinggi.

Bang!!!

Bang!!!

Bang!!!

Gerakan mereka sama-sama cepat dan tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.

Pedro kemudian menciptakan hujan tombak tak terbatas. Puluhan hingga ratuasan ribu tombak es dilesatkan Pedro. Nomor 6 dengan mengandalkan kecepatannya menghindari hujan tombak es tersebut. Begitu banyak Asteroid yg hancur akibat serangan tombak es Pedro.

Boomm!!!

Boomm!!!

Boomm!!!

Boomm!!!

Dengan membuka Gerbang Pertama maka kekuatan dari Nomor 6 akan bertamabah pula. Pedro tak gentar sama sekali, ia terus melesatkan tombak es seraya mundur. Kecepatan Nomor 6 hampir hampir melebihi kecepatan cahaya. Meski kecepatan Pedro masih tak sebanding dengan Nomor 6, Pedro berusaha mungkin kontak langsung dengan Nomor 6.

Pedro terus mengandalkan serangan jarak jauh, meski tidak berguna sekali untuk menghadapi Nomor 6. Pedro mencoba mencari celah agar dapat membalikan keadaan. Pedro awalnya tidak pernah berpikir kalau Nomor 6 juga akan membuka gerbang Cakra pertama. Karena pada dasarnya, para Iblis legendaris jarang membuka gerbang Cakra bahkan jika dia terdesak sekalipun. Diantara para Iblis hanya empat orang yg sering membuka gerbang Cakra, yaitu Nomor 1, Nomor 9, Nomor 11, dan Pedro. Bahkan Nomor 1 pernah sampai membuka gerbang Cakra ketiga.

Bagi Nomor 6 yg terbiasa mengandalkan Monsternya tentu tidak ada keperluan untuk membuka gerbang Cakra, apalagi dengan Mode <King> Nomor 6 sanggup menghadapi Dewa sekalipun.

Sekuat apapun usaha Pedro untuk menghindari serangan langsung Nomor 6, pada akhirnya Pedro tetap tidak berdaya.

"Kau tidak akan bisa kabur dariku!!!"

Tendangan langsung dari Nomor 6 mementalkan Pedro hingga menabrak Asteroid.

Boomm!!!

Tidak ada kesempatan bagi Pedro untuk menghindar. Dengan kecepatan Nomor 6 dia tanpa ampun membombandir Pedro.

"Guuuaahh!!!"

Pedro sudah tampak babak belur, tubuhnya penuh dengan darah. Tidak ada kesempatan bagi Pedro untuk meregenerasi tubuhnya. Pedro beberapa kali terlempar dan menabrak banyak Asteroid. Tidak menuggu waktu sampai tubuh Pedro hancur, meski hal itu tidak menyebabkan kematiannya.

Pedro tidak dapat berkutik sama sekali. Kekuatannya telah melemah, Nomor 6 terus menggila dan menghajar Pedro tanpa ampun.

Pedro terlempar sampai kesebuah Bintang besar. Bukan hanya sangat besar, temperatur
Bintang tersebut sangat panas hingga mencapai jutaan derajat Celcius. Tentu saja tempat ini sangat bertolak belakang dengan Pedro.

Saat Pedro terlempar, dia memanfaatkan sepersekian detik tersebut untuk mengeluarkan kekuatannya. Dalam jeda beberapa detik sebelum serangan berikutnya dari.

"Immortal Frozen Realm!!!"

Sebuah penghalang transparan muncul menyelimuti Bintang tersebut seperti lapisan atmosfir. Ini salah satu dari tujuh teknik terkuat Pedro. Untuk pertama kalinya Pedro menggunakan lebih dari satu teknik terkuatnya dalam menghadapi Iblis. Setelah <Ice Illusory Realm> kemudian <King Cerberus Ice> sekarang dia menggunakan tekniknya <Immortal Frozen Realm> Sebuah pengahalang atau ruang yg berada dalam kendali Pedro. Dia dapat melakukan apapun di dalam ruang tersebut.

Nomor 6 yg berhasil masuk perangkap dari Pedro, tersentak kaget. Temperatur dalam ruangan itu secara cepat menurun. Dalam sepersekian detik, Bintang yg panasnya jutaan derajat Celcius itu langsung membeku.

Gerakan Nomor 6 langsung terhenti seketika, tubuhnya langsung membeku. Tak membuang waktu, Pedro langsung mengeluarkan Cambuk Emas yg merupakan senjata suci pembunuh Iblis.

Pedro megayunkan Cambuk Emas itu secara membabi buta.

"Aaarrgghh!!!"

Suara jeritan pilu dari Nomor 6 tak menghentikan Pedro. Tak kurang ada ratusan luka di tubuh Nomor 6. Tubuhnya kini dilumuri oleh darah.

"Kamisena Fiureta..."

Mantra suci dibacakan oleh Pedro. Serangan terakhir dilesatkan, kini keabadian Nomor 6 telah menghilang. Mantra itu hanya menyebabkan keabadian Nomor 6 menghilang untuk sementara, selagi keabadian Nomor 6 belum kembali, Pedro memanfaatkan iti untuk segera menghabisi Nomor 6.

Tendangan keras Pedro membuat Nomor 6 terlempar dan menabrak penghalang tersebut hingga. Pedro menciptakan sebuah tombak es lalu melemparnya dengan kecepatan tinggi.

"Arrgghh!!"

Tombak Es tersebut menembus perut Nomor 6.

"Berakhir sudah..."

Nomor 6 tak bergerak lagi, tubuhnya melayang di angkasa. Namun tak lama kemudian Nomor 6 menyeringai. Rupanya ia belum tewas, Nomor 6 memanfaatkan kelengahan Pedro untuk menyerangnya.

"Ini belum berakhir!!!"

.

.

.

Bersambung ke 13 Devil Chapter 71

Takashi
2018-01-08 17:04:32
Puja Kerang Ajaib Ulululululululu
Bocah Redoks
2018-01-03 21:10:53
Kenapa tidak d pertahankan saja cerberusnya sampai nomor 6 mati
Topan Sinichi
2018-01-03 11:59:54
Next next next mntap sangat ceritanyooo
KazutoWalker
2018-01-03 08:32:08
Next jgn lma2 gan
Romusa 13
2018-01-03 07:42:07
mantab gan
Sqouts Shadows
2018-01-03 06:50:57
Ditunggu chapter berikutnya
Takashi
2018-01-03 03:40:50
Apa pedro akan kalah?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook