VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
13 Devil Chapter 55

2017-10-11 - Newbie Karbitan > 13 Devil
90 views | 6 komentar | nilai: 10 (2 user)

Nomor 4 bersiap menyerang Pedro.

Pedro sama sekali tidak takut dengan racun milik Nomor 4. Namun ia mengkhawatirkan Rachel. Racun Nomor bisa dengan mudah membunuhnya.

Pedro berinisiatif menyerang terlebih dahulu. Ratusan pedang muncul dari lantai dan dinding.

Nomor 4 melompat salto ke belakang menghindari pedang es Pedro seraya melesatkan ular-ular racunnya.

Sebuah dinding es muncul dihadapan Rachel.

"Pergilah dari sini!!!" teriak Pedro.

Rachel langsung bergegas pergi dari sana.

Nomor 4 terpojok karena ada dinding es di belakangnya, tidak ada tempat menghindar baginya.

Sementara Pedro menciptakan armor dari es yg menutupi seluruh tubuhnya.

Brraakk!!!

Nomor 4 menghancurkan pedang es Pedro dengan tangan kosong. Meski Nomor 4 petarung jarak jauh, namun kekuatan fisiknya tidak bisa remehkan.

Pedro melesat sangat cepat sampai-sampai Nomor 4 tidak sempat bereaksi.

Pukulan Pedro tepat mengenai perutnya hingga dia mengenai dinding es sampai hancur.

Nomor 4 tidak diberi kesempatan sama sekali oleh Pedro. Nomor 4 yg terbaring kembali di hantam Pedro hingga menghancurkan lantai.

Nomor 4 jatuh dari lantai Lima sampai ke lantai paling bawah.

Rachel berhasil keluar dari kastil dan menghampiri yg lainnya.

"Sebaiknya kita menjauh dari kastil. Tempat ini sangat berbahaya."

Miquela memperingatkan yg lainnya.

"Kami akan bertarung bersama Pedro."

"Kalian hanya akan mengganggunya saja."

"Kalian berdua pergi saja. Kami akan ikut membantu Pedro."

"Terserah kalian saja."

Miquela dan Scarlet memutuskan tidak ikut campur dalam pertarungan Pedro dan Nomor 4. Mereka segera menjauh dari kastil.

Sedangkan Rachel dan Viola yg sekarang menjadi rekan Pedro akan ikut membantu.

Isla menggunakan jubah berwarna putih untuk menutupi tubuhnya yg hampir telanjang. Bersama Daniel dan Nelson yg bersiap untuk bertarung.

"Akan ku perlihatkan hasil dari latihanku."

"Aku yakin kalian adalah orang hebat. Itulah kenapa Pedro memilih kalian, dia tidak mungkin sembarangan mengajak manusia biasa untuk menghadapi Iblis."

Viola mengangkat tongkat sihirnya dengan penuh percaya diri.

"Lihat baik-baik kekuatanku ini. Akulah Viola penyihir terkuat di dunia."

Viola mulai merapalkan mantra sihir.

"Explosion!!!!"

Viola menembakan sihir ledakan yg begitu kuat. Kastil tersebut hancur seketika.

Semuanya terdiam melihat kemampuan Viola. Lebih tepatnya mereka kaget.

"Apa yg kau lakukan? Pedro masih berada di dalam kastil."

"Tidak apa-apa, dia tidak akan mati semudah itu."

Viola langsung melemah, ia pun berlutut di tanah setelah menembakan sihir ledakan.

"Sayang sekali aku tidak bisa melakukan sihir itu terus menerus. Aku butuh waktu untuk memulihkan tenagaku."

Rachel hanya bisa menghela nafas melihat Viola.

"Sudah kubilang jangan memakai sihir ledakan jika tidak diperlukan."

Dari reruntuhan kastil muncullah Pedro. Ia terlihat baik-baik saja. Armor es yg menutupi tubuhnya telah hancur.

Begitu juga dengan Nomor 4 ia tampak terlihat baik-baik saja. Tubuhnya perlahan berubah menjadi berwarna ungu.

Asap tebal berwarna ungu keluar dari tubuhnya. Semakin lama semakin banyak.

"Ini berbahaya..."

Pedro lalu menarik nafas dalam-dalam kemudian ia menghembuskan angin dingin begitu kencang.

Asap beracun itu tertiup angin kencang dan menghilang. Begitu juga dengan Nomor 4 yg menghilang dari tempatnya.

Ratusan ular beracun melesat dari atas. Beruntung Pedro bereaksi dengan cepat. Ia dengan sigap menghindari setiap ular beracun tersebut.

Pedro juga balas menyerang dengan melesatkan ratusan tombak es.

Nomor 4 menghindari setiap tombak es Pedro dengan mudah. Ia juga menembakan racun kearah Pedro.

Racun yg ia tembakan dapat melelehkan apapun yg mengenainya. Tentu saja ini sangat merepotkan Pedro. Ia harus bergerak cepat menghindari setiap serangan Nomor 4.

Pedro masih dalam keadaan tenang. Ia belum mengeluarkan kekuatan penuhnya. Ia sengaja menahan diri sambil memikirkan cara untuk mengalahkan Nomor 4.

Pedro bisa saja bertarung dengan segenap kekuatannya, namun itu membuat yg lainnya tidak kebagian dalam pertarungan dan bisa saja itu dapat membahayakan mereka.

Nomor 4 juga terlihat masih belum mengeluarkan kekuatan penuhnya.

"Ada apa Nomor 7? Kau sepertinya tidak terlalu serius bertarung. Apa kau benar-benar serius ingin membunuhku?"

"Aku memang ingin membunuhmu, hanya saja aku masih memikirkan cara untuk membunuhmu."

Mendengarkan jawaban polos dari Pedro, Nomor 4 tertawa.

"Kau benar... Membunuhku tidaklah mudah. Begitu juga untuk membunuhmu. Karena kita sama-sama abadi."

"Lalu bagaimana caramu untuk membunuhku?"

"Hmm... Aku jug tidak tahu, tapi aku akan menyiksamu dengan racunku hingga kau menyerah."

Nomor 4 lalu melihat kearah rekan-rekan Pedro.

"Apa mereka anak buahmu?"

"Bukan... Mereka rekanku."

"Rekan? Bukankah percuma saja membawa mereka. Aku bisa saja membunuh mereka dengan mudah."

"Jangan remehkan mereka. Dengan bantuan mereka mungkin aku bisa membunuhmu."

"Jangan membuatku tertawa Nomor 7. Kau minta bantuan manusia lemah seperti mereka untuk membunuhku? Kau sama sekali tidak punya harga diri."

"Jangan kau pikir aku bodoh. Aku tidak akan menjadikan mereka rekanku jika mereka tak berguna. Dengan bantuan mereka aku tidak perlu membuang banyak tenaga untuk menghabisi iblis lemah sepertimu."

.

.

.

13 Devil Chapter 55 - Monster Slime
Penulis : Newbie Karbitan

.

.

.

"Aku juga malas membuang tenagaku untuk menghabisi iblis lemah sepertimu."

Dari dalam tanah muncul ratusan ular racun yg menyerang Pedro.

Pedro melompat ke belakang menghindari setiap ular tersebut. Pedro kemudian menyerang balik dengan memunculkan ribuan tombak es yg berhasil memusnahkan ular-ular racun tersebut.

Sebuah tangan raksasa yg terbuat dari racun muncul menghalangi tombak es Pedro yg mengarah ke Nomor 4.

Tombak es Pedro seketika meleleh dengan cepat.

Pedro telah menghilang dari tempatnya.

"Kemana dia pergi?"

Pedro menghampiri rekan-rekannya. Ia telah memikirkan rencana untuk mengalahkan Nomor 4.

"Bersiaplah..."

"Kami telah siap..."

"Daniel, untuk saat ini kau tidak perlu ikut bertarung. Karena kau petarung jarak dekat, seranganmu tidak akan memapan padanya. Tapi aku akan butuh bantuanmu nanti."

"Baiklah..."

Rachel tersentak ketika melihat pedang milik Daniel.

'Pedang kegelapan!?'

"Aku akan membantumu..."

Viola yg saat ini digendong oleh Rachel mengacungkan tongkat sihirnya.

"Sebaiknya kau diam saja, tenagamu belum sepenuhnya pulih."

Nomor 4 masih terdiam di tempat.

"Aku tidak tahu apa yg ada dalam kepalamu. Menghabisi semua iblis. Itu sangat konyol, kalau pun dia berhasil mengalahkanku, dia tidak mungkin bisa mengalahkan yg lain. Apa tujuan sebenaranya dia melakukan ini. Rasanya aneh jika dia menurut begitu saja dengan perintah Dewa."

Pedro mengangkat kedua tangannya. Ia mencoba melakukan sesuatu.

"Tunggu... Jangan membuat badai salju, itu sangat berbahaya bagi kami."

Nelson mencoba menghentikan Pedro.

"Aku tidak akan menciptakan badai. Aku akan memperlihatkan salah satu kemampuanku. Kalian pasti belum pernah melihatnya."

Ice Knight!!!

Pedro menciptakan ksatria es lengkap dengan tombak dan tameng terbuat dari es. Jumlah mereka bahkan sampai ratusan ribu.

"Hebat...."

"Ini belum seberapa, aku bisa menciptakan lebih banyak lagi ksatria es sampai berjumlah jutaan."

"Apa untuk menghadapi satu orang perlu seperti ini?"

"Jangan remehkan para iblis, Nelson. Aku sudah lama menjadi bawahan iblis, jadi aku tahu seberapa kuat mereka. Terutama Tuan 4, dengan kekuatan racunnya yg sangat berbahaya."

Nomor 4 cukup kaget dengan kemunculan pasukan ksatria es Pedro.

"Dia serius rupanya. Baiklah akan ku perlihatkan pasukanku juga."

Nomor 4 menciptakan monster slime racun. Itu adalah salah satu jurus andalannya.

Pasukan slime beracun, jumlahnya mencapai ribuan. Para monster slime itu sangatlah berbahaya. Mereka dapat melehkan apapun yg mereka lewati.

"Apa itu!?" kaget Daniel.

"Itu adalah monster slime. Serangan fisik tidak akan mempan pada mereka. Biar aku yg menghadapinya. Rachel, turunkan aku..."

"Apa kau sudah baikan? Sebaiknya tidak usah memaksakan diri, kau hanya akan merepotkan Tuan."

"Siapa yg kau bilang merepotkan!? Akan ku tunjukkan kekuatan sihirku yg terkuat."

"Bersiaplah... Nelson kemampuanmu mungkin akan berguna menghadapi slime."

"Tentu saja, aku sudah melatih teknik ku ini. Akan ku habisi monster lendir itu."

Pedro menoleh ke Isla.

"Kau baik-baik saja, Isla?"

Isla membuang mukanya. Ia terlihat marah pada Pedro.

"Kau marah padaku?"

"...."

"Aku minta maaf karena telah membuatmu dalam bahaya."

"Bukan begitu caranya minta maaf, Pedro. Kau harus memeluknya dari belakang kemudian ucapkan permintaan maafmu."

"Viola, kenapa dari tadi kau terus memanggilnya Pedro?"

"Rachel, mulai sekarang panggil saja aku Pedro."

"Itu benar, lagipula kau bukan bawahannya lagi."

"Hei Pedro monster lendir itu mulai menuju kesini."

"Kalau begitu kita mulai menyerang."

Para ksatria es mengangkat tombak mereka dan mulai menyerbu kawanan slime.

Nelson juga melangkah maju.

"Akan ku perlihatkan teknik dari klan Kruiester."

Para ksatria es Pedro menjadi santapan slime. Mereka semua ditelan dengan mudah oleh para slime. Serangan mereka sama sekali tak berguna pada slime.

Tujuan Pedro dari awal memang ingin mengorbankan ksatria es-nya. Pedro melakukan itu untuk mengalihkan perhatian Nomor 4.

"Bukankah mereka sama sekali tak berguna. Lihat mereka ditelan oleh monster itu."

"Setidaknya itu memperlambat gerakan para slime. Sisanya biar kau dan Nelson yg mengurusnya."

"Jangan menyentuhku!!!"

"Aku minta maaf karena telah menyuruhmu melakukan itu. Aku sebenarnya sudah menduga akan gagal. Kalau kau masih marah , kau boleh memukulku."

Nelson maju sendirian ke depan menghadapi para slime bersama dengan ksatria es.

"Tunggu... Kenapa hanya aku yg maju. Pedro, Isla, apa yg kalian lakukan? Kenapa hanya diam saja disana!!"

Pedro sengaja berdiam diri. Dia sedang merencanakan sesuatu.

"Isla bantulah Nelson. Dia akan berada dalam bahaya jika menyerang sendirian. Lalu Viola, apa tenagamu sudah pulih?"

"Aku sudah siap..."

Pada kenyataan tubuhnya masih melemah akibat menembakan sihir ledakan tadi.

"Sepertinya kau belum pulih."

"Kau selalu saja melakukan hal yg tidak perlu."

Para ksatria es Pedro terus menyerang kawanan slime. Meski pada akhirnya mereka hanya akan ditelan para slime. Mereka lebih mirip pasukan bunuh diri.

"Itu usaha yg sia-sia, Nomor 7. Pasukan slime milikku tidak bisa dikalahkan. Serangan apapun tidak akan mempan padanya. Jika kau masih menahan diri. Semua rekanmu akan mati."

Nomor 4 terus menciptakan slime beracun. Dia dapat menciptakan slime tak terbatas. Tentu saja ini sangat berbahaya jika dibiarkan.

Isla mulai bergerak maju.

"Lihat saja iblis mesum, kali ini aku akan menghajarmu."

"Sepertinya aku tidak dapat membantu sama sekali."

Daniel terlihat murung. Kemampuan pedangnya tidak akan berguna melawan slime. Namun Pedro punya rencana lain.

"Rachel, ini pisaumu."

Pedro menyerahkan pisau milik Rachel yg ia pakai tadi.

"Maaf aku tidak bisa membantu."

"Tidak apa-apa. Kau cukup menonton saja."

Pedro menoleh keatas.

"Pertunjukan sudah dimulai."

Dari atas langit sebuah bongkahan es raksasa melesat jatuh bagaikan meteor.

Nomor 4 pun kaget setelah menyadarinya.

"Sialan kau Nomor 7!!!"

.

.

.

Bersambung ke 13 Devil Chapter 56

Aerilyn Shilaexs
2017-10-12 18:56:05
Jiah sihir ledakannya seperti megamin, sekali membuat ledakan langsung ambruk dia. Dia juga angkuh mengaku penyihir terkuat.
Zen Kureno
2017-10-11 22:48:31
Kasihan Daniel harus jadi obar nyamuk
Bocah Redoks
2017-10-11 18:22:11
Pedro terancam nich. Gaswat
Hiatus
2017-10-11 14:09:03
Keren trio monster oph bekerjasama bareng ibrahim
Sqouts Shadows
2017-10-11 12:25:55
Ditunggu chapter berikutnya
Kisuke Tobi
2017-10-11 10:12:48
wih keren gan. lanjut pedro. gan bagi tipsnya biar komitmen ama 1 cerita dong
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook