VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
13 Devil Chapter 16

2017-01-11 - Newbie Karbitan > 13 Devil
84 views | 9 komentar | nilai: 9.5 (2 user)

Pedro pun terkapar setelah terkena serangan cambuk emas yg juga merupakan senjata suci. Lengan kirinya terluka akibat serangan itu, luka tersebut tidak dapat pulih kembali.

"Ah... Aku lupa dengan mantranya."

Nomor 5 lalu membaca sebuah mantra.

"Kamisena Fiureta..."

Cambuk emas itu kemudian diselimuti aura berwarna hijau.

"Apa itu!?" kaget Pedro.

"Fufufu... Dengan ini keabadianmu akan lenyap."

Nomor 5 kemudian melancarkan serangan kepada Pedro.

Whuuss!!!

"!!!!" Pedro yg terluka tidak dapat menghindari serangan itu.

Namun secara mengejutkan Daniel melindungi Pedro. Ia menangkis serangan itu dengan pedangnya.

"Kau mengganggu saja.." geram Nomor 5.

"Serangan tadi sangat berbahaya.."

"Mantra apa yg diucapkannya tadi?" tanya Pedro.

"Itu mantra khusus dari senjata suci untuk melenyapkan keabadian untuk beberapa saat. Dengan satu serangan itu cukup untuk melenyapkan keabadianmu. Setelah itu dia bisa membunuhmu bahkan dengan serangan biasa."

"Menyingkirlah atau kau ku bunuh. Aku tidak tertarik melawan orang lemah sepertimu."

Daniel kemudian menatap tajam Nomor 5 kemudian berkata.

"Kau telah membunuh Ayahku dan menghancurkan kerajaanku. Aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan membunuhmu.."

Nomor 5 yg sedang melayang di udara perlahan turun. Benang-benang yg keluar dari lubang di dadanya kemudian menghilang. Lubang di dadanya kemudian tertutup. Meski begitu pasukan boneka masih ia kendalikan melalui benang-benang dari awan.

Daniel bersiap dengan pedangnya, ia pun mengambil ancang-ancang. Lalu ia melesat kearah Nomor 5. Mereka pun saling beradu serangan.

Pedro yg terluka kembali berdiri sambil memegangi lengan kirinya. Tidak disangka hanya dengan satu serangan dapat membuatnya terluka seperti ini. Sementara itu Daniel dengan pedangnya beradu dengan senjata suci milik Nomor 5. Cambuk emas itu begitu kuat hingga Daniel pun kesulitan.

Traannkk!!!

Pedang miliknya terlepas dari tangan dan terlempar jauh.

.

.

.

13 Devil Chapter 16 - Mantra
Penulis : Newbie Karbitan

.

.

.

Nomor 5 lalu tersenyum licik, kesempatan itu tidak di sia-siakan olehnya untuk menyerang Daniel. Lalu tiba-tiba muncul penghalang dari es yg menghalangi serangan Nomor 5.

"!!!" Nomor 5 pun kaget.

Tanpa disangka Pedro menyerang dari samping menggunakan tombak. Nomor 5 segera menghindari serangan tersebut.

"Sekarang lakukan, Daniel..!!"

Sebuah penghalang es muncul di belakang Nomor 5. Saat pandangannya teralihkan, Pedro pun menyerangnya. Nomor 5 kembali menghindar.

"Hehehe..." Pedro tertawa.

Nomor 5 mengayunkan cambuknya dan menghancurkan tombak es milik Pedro.

Pedro kembali mengeluarkan tombak es dan melesat menyerang Nomor 5. Nomor 5 pun kembali mengayunkan cambuknya yg masih diselimuti aura hijau. Kali ini Pedro tidak menangkisnya namun menghindarinya.

Setiap serangan dari Nomor 5 dapat dihindarinya, ia pun semakin dekat dengan Nomor 5. Setelah jaraknya semakin dekat Pedro pun terkena cambuk itu. Serangan itu mengenai bahunya dan ia pun terlempar. Saat ia terlempar Pedro masih sempat melesatkan tombaknya kearah Nomor 5.

Nomor 5 berhasil menghindarinya sambil tersenyum, namun ia lengah..

"!!!!" Daniel secara mengejutkan menyerangnya dengan senjata suci.

"Aaarrghh!!!"

Senjata suci itu diselimuti aura berwarna hijau. Daniel juga membaca mantra tersebut.

Setelah tertusuk dibagian pinggangnya, Nomor 5 lalu menendang Daniel hingga terpental. Senjata suci di tangannya pun terlepas.

Tubuh Nomor 5 lalu diselimuti aura berwarna hijau, begitu pula dengan Pedro. Artinya keabadian mereka berdua telah lenyap.

Pedro kemudian bangkit kembali dengan tersenyum sambil memegangi bahunya.

"Keabadian kita lenyap, dengan begini kita bisa saling membunuh." ucap Pedro.

Pedro lalu mengeluarkan tombak es miliknya. Sementara Nomor 5 masih memegangi lukanya.

"Bagaimana kalau kita beradu tombak.. Apa kau bisa membuat tombak dengan benangmu?"

Nomor 5 lalu melempar cambuknya kemudian membuat tombak dari benang.

"Meski dari benang, tombak ini jauh lebih kuat dari tombak milikmu.."

.

.

.

Bersambung ke 13 Devil Chapter 17

Dalreba
2017-01-13 11:33:12
Mantap
Sqouts Shadows
2017-01-13 05:18:56
Ditunggu cerita berikutnya
Rudy Wowor
2017-01-12 13:06:19
Pedro sudah tidak abadi lagi ya.
Bee Zero
2017-01-12 11:29:57
ttp menang pedro...
Gouenji Shuuya
2017-01-12 11:07:59
Adu tombak mereka
Cloud Xiicorss
2017-01-12 09:02:10
lanjut gan , , kpn yah para iblis lainya muncul
Downcrazy
2017-01-12 07:04:35
authornya kegatelan
Inuyasha
2017-01-12 04:24:27
Ya dehh aq ngalah aj
Newbie Karbitan
2017-01-11 22:54:48
Pertamax milik author
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook