VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Forgo Bumi Chapter 29

2017-12-04 - Nicolous Kimanti > Forgo Bumi
23 views | 1 komentar | nilai: 8 (1 user)

Sebelumnya...

Terlihat seorang peri nan cantik duduk di atas awan yakni Peri Telo Tera Tail berhadapan dengan seorang gadis sambil pada mode kekuatan dengan Awan Suci mengitari pergelangan tangan dan kaki yakni Iskari Maryam.

"Aku ingin mengajarimu jurus terbang.", ucap Telo Tera.

"Iya Telo Tera, ajari aku mau sekali. Mungkin itu pasti menyenangkan bisa terbang.", ucap Maryam.

"Kalo begitu bersiaplah latian akan di mulai...", ucap Telo Tera.

Lalu Telo Tera mengangkat ke dua tangannya.

"Kluarlah jubah Awan Suci... ", teriak Telo Tera.

Dari awan yang terbentuk di langit. Sebagian awan itu menjadi padat. Lalu membentuk sebuah jubah dan topeng kecil yang seperti kain wol. Lalu Telo Tera memakai topeng itu.

"Wah...., Peri Telo Tera Tail terlihat manis ketika memakai topeng.", ucap Maryam sambil terpukau.

"Ya, sudah-sudah. Sekarang giliranmu coba keluarkanlah jurus sayap awan suci.", ucap Telo Tera.

Sambil mengangkat tangan sebelah kiri lalu berteriak.

"Keluarlah Sayap Awan Suci.", ucap Maryam seperti mengeluarkan pusaka Peri.

Kenyataannya sayap awan suci tidak muncul. Beberapa menit kemudian.

"Telo Tera...", ucap Maryam sambil terlihat binggung.

"Iya.", ucap Telo Tera seakan hanya memperdulikan kukunya yang panjang.

"Kenapa sayap Awan Suci tidak muncul juga?", ucap Maryam.

"Itu, karena kau tidak membayangkan sayap Awan Suci seperti apa yang kau inginkan.", ucap Telo Tera.

"O..., seperti itu rupanya. Aku akan mencobanya.", ucap Maryam lalu mulai membayangkan sayap Awan Suci yang indah.

Sedikit demi sedikit. Lalu Awan suci terbentuk di punggung Maryam. Dan hingga sempurna. Maryam dengan 2 sayap yang sempurna. Maryam terbang keatas.

"Telo Tera, lihatlah aku. Aku bisa terbang.", ucap Maryam.

"Coba sekarang kamu turun.", ucap Telo Tera.

"Telo Tera, maukah kau membantuku. Sepertinya aku tidak bisa turun.", ucap Maryam.

"Apa.....!!!!!!!!!!?", ucap Telo Tera.

"Wak................", teriak Maryam sambil terbang dengan kecepatan 40 km per jam lalu melewati beberapa burung yang sedang terbang.

"Tunggu aku Maryam.....", teriak Telo Tera lalu terbang mengunakan Awan suci yang di duduki olehnya.

Di suatu Tegal

Wing....

Bruak.....

Maryam pusing karena menabrak pohon besar.

Seraf Tail kita akan kalah mereka.", ucap Lirinka.

"Aku akan menyerang. Yak..., lihatlah ini. Jurus elemen air.

Tembakan water punch.", ucap Alrablok menembakan pukulan air ke arah Lirinka.

"uwak...", teriak Lirinka terkena jurus Tembakan water punch milik Alrablok.

Lalu terlihat dari seorang gadis dan sebelah kanannya seekor Peri Telo Tail yang duduk di atas awan yakni Iskari Maryam dan Peri Telo Tera Tail.

"Yakh..., serangan kedua rasakan ini. Jurus elemen air ombak air. ", ucap Maryam sambil melompat lalu turun ke bawah lalu memukul tanah.

Lalu muncul ombak air dari dalam tanah.

Sementara itu.

Seraf Tail terbang menyelamatkan Lirinka dari serangan Alrablok.

"Lirinka apa kau tidak apa-apa?", ucap Seraf Tail.

"Terima kasih Seraf Tail. ", ucap Lirinka.

"Solarbeem mengisilah.", ucap Tetoblok mengisi jurusnya sebelum mengunakan jurus Solarbeem dengan energi matahari.

"Sekarang giliranku. Jurus elemen petir. Petir ke bawah.", ucap Lirinka.

"BLIYAR!!!!!", petir menyambar ke bawah dari tangan Lirinka.

"Uwak..." Alrablok terkena serangan Lirinka.

"Apa Alrablok melindungi Tetoblok? ", guman Seraf Tail.

"Yakh..., serangan jitu rasakan ini. Jurus elemen air tembakan bola air.", ucap Alrablok.

Bliyur!!!!!

"Apakah ini jurus andalannya. Uwak...", ucap Lirinka terkena tembakan bola air milik Alrablok dari dua tangannya.

"Jangan buru-buru Lirinka! ", teriak Seraf Tail.

"Maaf Seraf Tail. Sekarang giliranku. Jurus elemen petir. Petir ke bawah.", ucap Lirinka yang sedang terbang bersama Seraf Tail.

BLIYAR!!!!!", petir menyambar ke bawah dari tangan Lirinka.

"uwak...", teriak Alrablok terkena jurus Tembakan

petir milik Lirinka.

"Yak..., angin topan....", teriak Alrablok.

Wush!!!!!!

"Seraf Tail tolong menghindar ke kanan.", ucap Lirinka.

"Ya Lirinka.", Seraf Tail terbang ke kanan dan berhasil menghindari serangan Alrablok.

"Sekarang giliranku. Jurus elemen petir. Petir ke bawah.", ucap Lirinka.

"BLIYAR!!!!!", petir menyambar ke bawah dari tangan Lirinka lagi.

"Tidak...., aku tidak akan kalah. Perisai angin.", ucap Alrablok membentuk perisai dan berhasil menahan petir milik Lirinka.

"Di berhasil menahan jurus andalanku.", ucap Lirinka.

"Ha ha ha. Kau telah melupakanku ya. Pukulan maut.", ucap Tetoblok tiba-tiba ada di hadapan Lirinka.

"Tidak mungkin.", guman Seraf Tail.

Bruk!!!!

Tetoblok memukul Seraf Tail dan Lirinka ikut terjatuh karena yang membuat Lirinka bisa terbang adalah Seraf Tail.

"Tembakkan Solarbeem.", ucap Tetoblok menembakan jurusnya Solarbeem.

Chuuuuaaaaar!!!!!!

Forgo Bumi Chapter 29 - Sayap Awan
Penulis : Nicolous Kimanti

Selanjutnya.

Chuarrrrr

Lirinka dan Seraf tail terpental lalu mau jatuh dalam keadaan terbalik lalu mendarat di sebuah awan yang lembut. Namun Lirinka dan Seraf tail dalam keadaan pinsan.

"Jurus Awan Suci. Awan lembut suci.", ucap Telo Tera.

Lalu datang sebuah air yang banyak menghantam Alrablok dan Tetoblok.

Bruak.

Bruak.

Tubuh Tetoblok dan Alroblok menghantam sebuah pohon besar. Muncul benjolan besar dan burung-burung mengelilingi Tetoblok dan Alroblok. Lalu Tetoblok dan Alroblok berubah menjadi

sebuah kartu.

"Sepertinya kita dapat dua kartu lagi.", ucap Maryam.

"Tidak baik jika kau mengambil dua kartu itu. Apalagi dia sudah bertarung mati-matian agar selamat.", ucap Telo Tera.

"Baiklah Telo Tera aku akan memberikan kartu Tetoblok kepada gadis ini karena Tetoblok tidak memiliki kuasa yang sama dengan kuasa milikku.", ucap Maryam.

"Maryam, ayo kita pergi dari sini aku tidak ingin bertemu dengan Seraf Tail atau Seraf Tail melihatku. Aku ingin semua peri sudah mengira aku meninggal dunia.", ucap Telo Tera.

Sepertinya ada masa lalu yang tidak boleh tahu bahkan Maryam tidak boleh tahu juga. Telo Tera menggigit jari kelingkingnya.

"Baiklah, tapi kita tidak bisa meninggalkan mereka berdua sendiriankan! Bagaimana jika setelah kita pergi dari sini mereka berdua akan di serang moster blok.", ucap Maryam.

Keadaan Seraf Tail dan manusia terpilih yang bernama Lirinka dalam keadaan tak sadarkan diri akibat serangan solarbeem milik Tetoblok. Apalagi di tegal jarang ada manusia lewat.

"Kamu tenang saja Maryam. Sebab aku akan menggunakan Awan Suci untuk melindungi mereka berdua. Alangkah baiknya kita pergi secepatnya.", ucap Telo Tera lalu pergi dengan mengendarai Awan.

"Sayap Awan Suci.", ucap Maryam mengeluarkan Sayap awan lalu terbang mengikuti Telo Tera.

"Mengapa ya Telo Tera tidak ingin bertemu dengan sesama Peri Telo Tail. Semoga Telo Tera bisa menyelesaikan masalah mereka.", guman Maryam dalam hati.

( Di tempat lain.)

Seekor moster blok duduk di kursi sambil minum teh hangat. Moster blok yang memakai baju sobek-sobek dengan lambang matahari dan bulan sabit di belakang bajunya. Dia adalah Orgiblok.

"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha. Tetoblok dan Alroblok sudah tamat di tangan dia siapa ya. Aku gak kenal. Huwah ha ha ha ha ha yang penting aku senang. Moster perak Piavblok apa yang akan kau lakukan ya?", ucap Orgiblok sambil memegang sebuah rantai besi di kaki kirinya.

*****

( Di Rumah Forgo.)

Terlihat Forgo dan Zira sedang duduk di kursi di temani para Peri Telo Tail.

"Aku ingin bicara.", ucap Elroi Tail.

B

E

R

S

A

M

B

U

N

G



Bersambung ke Forgo Bumi Chapter 30

Sqouts Shadows
2017-12-04 19:35:50
Ditunggu chapter berikutnya
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook