VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Forgo Bumi Chapter 6

2017-01-09 - Nicolous Kimanti > Forgo Bumi
31 views | 7 komentar | nilai: 8 (1 user)

( Di rumah Eevee pada pukul 18.00)

Eevee berada di ruang tamu bersama
peri Gabri Tail sedang duduk di kursi tamu. Ada meja dan di atasnya ada banyak toples ber isi banyak jenis makanan. Juga ada banyak sekali jenis keripik ketela seperti keripik ketela berlapis keju, ada yang berlapis coklat , vanila, blue berry dan lain-lain.

"Peri Gabri bolehkah saya bertanya sesuatu? .", tanya Eevee kepada Peri Gabri.

"Tentang Apa ? .", ucap Peri Gabri.

"Aku ingin tahu mengapa para mahkluk asing seperti Orgiblok mengincar para peri telo tail. apa bener mereka ingin menguasai sepuluh dimensi dan galaksinya? tolong jelaskan itu padaku!", ucap Eevee sambil membayangkan tingkah laku Orgiblok.

"Itu memang benar. Bahkan sekarang sudah 3 dimensi yang sudah di kuasainya. Saat ini tinggal 7 dimensi yang belum di kuasaiya. Tetapi hal itu di akan membawa kehancuran seperti ramalan nenek moyang para peri telo tail karena Elien Goro Goro dan Peri Hitam Lucy ingin menguasai secara singkat dengan kekuatan Peri Telo Tail. sekarang ini 120 peri telo sudah di tangkap.", ucap Peri Gabri Tail.

"Lalu berapa Peri Telo Tail yang belum di tangkap? ", tanya Eevee.

"Tinggal tujuh puluh tujuh Peri Telo Tail yang belum di tangkap.", jawab Peri Gabri sambil menunjukan gelang jam tangannya menunjukan angka 77 Peri Telo Tail yang tersisa.

Pada waktu sedang Peri Gabri berbicara lalu datang Bang Aman Ayah Eevee.



"Hai putri Ayah yang paling cantik !!!", ucap Bang Aman.

"Salam Ayah. lihatlah ayah aku membawa seekor peri di sana!", ucap Eevee sambil menunjuk ke arah peri Gabri.

"Di mana Eevee, tidak ada.", ucap Bang Aman tidak bisa melihat Peri Telo Gabri Tail.

"Di sana!", ucap Eevee menunjukkan ke arah Peri Telo Gabri Tail.

"O o o o, itu cuma teman hayalanmu ya. ayah mau istirahat di kamar.", ucap Bang Aman pergi meninggalkan ruang tamu.

"Tapi ayah.", ucap Eevee.

"Eevee, sungguh bahwa manusia yang dapat melihat para Peri Telo Tail hanyalah manusia terpilih itulah kenapa para Moster mengincar Peri Telo Tail sekaligus menangkap manusia terpilih juga.", ucap Peri Gabri.

"O o o o o o, begitu ya pantas ayah tidak bisa melihat Peri Telo Tail karena ayah bukan manusia terpilih. Mengenai Moster suruhan Elien Goro Goro itu bukankah mirip dengan monster yang di tayangkan tv tapi apa peri menyebutnya sebagai Moster Blok? ", ucap Eevee kepada Peri Gabri.

"Mungkin itu cuma mirip saja.", ucap Peri Gabri sambil mengambil dua potong keripik ketela berlapis coklat setelah selesai bicara lalu memakan keripik itu.

Peri Gabri menguyah hingga lembut terus menelannya.

"Bagaimana rasanya enak apa tidak?", ucap Eevee.

"Tentu saja rasanya enak sekali tapi rasa coklatnya kurang.", ucap Peri Gabri Tail mengomentari keripik yang di makan.

( Di rumah Forgo pukul 18.15 )

"Forgo, kamu tinggal sendirian di rumah besar ini ya?", tanya Elroi Tail sambil mengelilingi rumah forgo tingkat 4.

"Iya aku tinggal seorang diri di rumah karena ayah dan ibu pergi berkerja di luar kota bahkan di luar pulau jawa.", ucap Forgo.

"Huaf af af, Forgo aku sudah mengantuk. maaf ya.", ucap Elroi Tail.

"tidak apa-apa. Elroi Tail kamu tidur di kamarku ya! ", ucap Forgo dengan nada sopan.

( Di rumah Eevee, malam hari )

Peri Gabri Tail tidak bisa tidur padahal Eevee sudah Tidur. Peri Gabri pergi ke luar tempat lalu melihat bintang taurus di atas atap rumah Eevee karena tidak bisa tidur karena khawatir dengan keadaan Air Tail yang belum saja selesai mentransparankan Pesawat Angkasa Peri Telo Tail.

"Semoga Air Tail sudah mentransparankan Pesawat angkasa dengan cepat dari Manusia bukan terpilih agar tidak menjadi kabar buruk dan juga para anak buah Elien Goro Goro dan Peri Hitam Lucy. ", kata Peri Gabri Tail dalam hati.


Forgo Bumi Chapter 6 - Pertanyaan Manusia Terpilih
Penulis : Nicolous Kimanti

(Di Tegal Forgo)

Angin bertiup kencang , ada suara aneh di Tengah Malam itu tetapi Air Tail tetap tidak memperhatikan suara aneh dan fokus memperbaiki pesawat dan juga memprogramnya dengan benar agar Pesawat Angkasa tidak di lihat oleh Manusia yang bukan terpilih agar tidak menjadi kabar buruk dan juga para anak buah Elien Goro Goro dan Peri Hitam Lucy. Air Tail memprogam seperti dengan Rumus Sistem Atrik Matematika Ekstra Super Apik dalam Tombol seperti tulisan dalam Bahasa Yunani tapi bedanya pada setiap hurus terdapat tulisan el dari huruf el Alpha sampai huruf el Omega.



" Cukup lama ini untuk mentransparankan Pesawat Angkasa Peri Telo Tail karena satu ukurannya terlalu besar. Yang kedua mentransparankan pesawat secara manual aku cuma sendirian. Dan yang terakhir jika ada serangan dari pihak lain bisa percuma saja aku mentransparankannya. Semoga saja para anak buah Elien Goro Goro dan Peri Hitam Lucy tidak datang ke sini. jika sampai di sini bisa-bisa aku dalam bahaya yang sangat besar. Apa lagi Elien Goro Goro telah berkerja sama dan membentuk tiga aliansi untuk mengalahkan Manusia Terpilih , menangkap para Peri Telo Tail dan mendapatkan energi ketela.", kata Air Tail dalam hati sambil mengetik tombol-tombol di Key Board pada Pesawat Luar Angkasa Peri Telo Tail.

Tidak jauh dari Tegal milik Forgo ada dua ekor Siluman modern dari binatang macan hitam menjadi manusia memakai pakaian warna hitam dan bercelana hijau serta memakai kaca mata hitam yang keren kayak artis.

"Ayo kita cari Peri Telo Tail dan menangkapnya!", ucap salah satu Siluman modern.

"Ya, aku setuju ikut bersama mu aku yakin hari ini kita akan sukses besar menangkap Peri Telo apa Sih aku malah lupa bisa kah kamu memberi tahu aku?", tanya yang satunya lagi.

"Peri Telo Tail yang bentuknya kecil mungkin kecilnya sekitar sekitar dua ratus ribu kaki."

"Bukannya Peri Telo Tail itu ukurannya kecil kamu bagaimana sih ukuran tidak mungkin sebesar itu kalo dua ratus ribu kaki itu besar bukan kecil. "

"Bagi ku besar atau kecil semuanya sama saja kan."

"Untung kau pintar."

"Sudah tahu masih saja meragukanku."

Dua Siluman Modern sampai ke tempat Tegal Forgo duduk di samping Pesawat Luar Angkasa Peri Telo Tail tetepi Dua Siluman Modern itu tidak menyadari bahwa di sampingnya itu Pesawat Luar Angkasa Peri Telo Tail.

"Hauf hauf hauf hauf ,leleh sekali aku berjalan jauh dari Ngawan sampai Semarang se panjang Malam Hari.", ucap salah satu Siluman Modern.

"Ah begitu saja sudah seduh lelah", ucap satunya lagi.

"kamu kan enak tadi siang sudah tidur kalo aku belim tidur sama sekali.", Siluman Modern yang sedang kelelahan.

"Sungguh memelikan siluman kayak kamu bisa lelah apa kata dunia siluman jika kamu seperti itu."

"Iya , aku tahu itu tidak usah menyindirku aku sangat tahu betul peraturan Siluman Modern."

Air Tail menekan tombol el Epsilon lalu Pesawat Luar Angkasa Peri Telo Tail menendang salah satu siluman Modern itu.

"Eh , kau menendang ku ya.", ucap salah satu Siluman Modern itu.

"Aku tidak menendang mu " ucap salah satunya lagi.

"Kalo begitu ya sudah lah."

Lalu Air Tail tidak sengaja menekan el Upsilon lalu teman Siluman Modern itu satunya lagi di tendang Pesawat Luar Angkasa Peri Telo Tail .

"Woi, jangan pura-pura tidur kau ya aku akan menedang mu karena kau menendangku!" ucap Siluman satunya lagi sambil menendang salah satu Siluman.

"Aku tidak menendangmu tahu kan."

"Aku tidak percaya lagi padamu."

"Oh ya."

"ya , sekarang kau mau apa?"

"Kalo begitu kita bertarung di sini."

"Ayo siapa Takut. aku maju dulu ya a a a a a a a ahk"

"Baik lah kalo begitu ya a a a
a a a a a
a a ahk"

Dua Siluman itu pun saling bertarung satu sama lain.

dik tang ting glontang glontanh
sring srast ting guar guar guar.

"Di luar ada apa an ya suaranya berisik sekali.", ucap Air Tail yang berada di pesawat sedang mengetik tombol.

"Cukup hebat juga ya kau ya.", ucap salah satu Siluman Modern.

"Kau juga cukup kuat juga tapi paha hari ini makzud ku pada hari ini juga kau akan ku kalahkan kau. Ya a a a a a a akh!", Teriak satunya lagi.

"Aku tak akan kalah. Ya a a a a akh! "

Lalu tanpa sengaja Air Tail menekan tombol el Sinar Gammha.

"Bahaya!" ucap Air Tail panik.

Tiba-Tiba Pesawat Luar Angkasa Peri Telo Tail menembakan Sinar Gammha lalu mengenai ke dua Siluman Modern itu.

"Tidak aku tidak ingin lenyap."Tida a a a a a a a a a a a a k." ucap ke dua Siluman Modern itu.


Bersambung ke Forgo Bumi Chapter 7

Nicolous Kimanti
2017-01-24 14:14:49
iya
Zunuya Rajaf
2017-01-09 23:06:51
macam2 karakter yang bercampur2 ya.. he
Blue Pen
2017-01-09 19:18:29
Kulo mboten mudeng.
Sqouts Shadows
2017-01-09 16:59:25
Ditunggu cerita berikutnya
Rudy Wowor
2017-01-09 15:07:15
Siluman modern ya.
Aerilyn Shilaexs
2017-01-09 09:52:45
Ada (A)lien, siluman juga peri. Sebenarnya ini cerita zaman apa, crossovernya aneh2.
Gouenji Shuuya
2017-01-09 05:25:36
Mereka malah bertengkar.. btw mampir dong ke ceritaku
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook