VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
The Elemental : Dark Word Phantom Chapter 17

2017-01-01 - ZENA LEO MONSTA X > The Elemental : Dark Word Phantom
71 views | 8 komentar | nilai: 9.43 (7 user)

The Elemental : Dark World Phantom Chapter 17

"Apa-apaan ini? Apa sudah tidak ada rasa kemanusiaan ditempat ini." geram Zena sambil mengepalkan kedua tangannya.

Terlihat pemandangan kota yang kumuh dan mengerikan(rumah Faura diluar batas kota.) dihiasi oleh para penduduk yang kurus dekil.

Terlihat semua warga kota seperti gelandangan, tak sedikit ada banyak orang yang dirantai dan di tarik oleh orang berbadan kekar, mereka adalah budak.

"Berengsek, tak ada kemanusiaan sedikitpun ditempat ini." gumamnya.

Tiba-tiba ada seseorang dibelakangnya langsung melayangkan pukulan.

"Phantom." sigap Zena merunduk dan berbalik arah.

"Finger shock." dari jari telunjuk Zena keluar arus listrik dan mengarah pada pria itu.

Namun ia menghindar dan melancarkan serangan.

"Black Shadow Attack."

"Apa?" belum cukup disitu,

"Shadow Arm." pria itu membentuk lengan dari aura hitam dan meninju kearah Zena.

Duar...

Terlihat semua orang mengabaikan hal itu. Asap tebal menutupi tempat berdiri Zena

Seketika juga 4 tombak hitam melesat kearah tempat Zena berdiri.

Tap..

Seorang wanita tiba-tiba mendarat dengan sempurna disamping pria yang menyerang Zena.

"Kukira seorang elemental sangat hebat, tapi hanya itu kemampuannya. Lemah." ejek wanita itu.

Asap perlahan menghilang tertiup angin panas.

Terlihat 4 tombak itu menancap ke tanah, tak terlihat ada Zena disana.

"Aku disini." ucap Zena yang berdiri diatas sebuah rumah. Ia pun berjalan

"Maaf mengecewakan kalian tapi.." tiba-tiba Zena tergelincir dan jatuh kebawah. Kedua orang itu pun sweatdrop.

"Akh payah, padahal aku mau bertingkah keren." gumam Zena yang bangkit.

"Kau benar-benar payah." gumam wanita itu dengan ekspresi aneh.

"Jangan meledekku, meskipun begini, aku adalah penjahat jalanan dan pencuri yang handal." Zena dengan cepat berlari kearah wanita itu dan kilatan listrik putih muncul di kedua telapak kakinya dan ia menghilang.

"Cepat sekali." gumam Wanita itu.

"Petir itu sangat cepat, lebih cepat dari kecepatan suara." ucap Zena yang berada dibelakang mereka berdua.

Menyadari musuhnya berada dibelakang, si pria berbalik dan melancarkan pukulan kerasnya.

Buak..

Tiba-tiba Zena kembali menghilang. Dan berada di depan si wanita dengan jarak 15 meter.

"Apa benda ini milikmu?" ucap Zena yang memegang Bra berwarna hitam.

"Apa? Sejak kapan dia... Kyaaa.." wanita itu tersadar bahwa baju yang dikenakannya telah sobek compang camping.

"Itulah salah satu kemampuanku, mencuri Bra." gumamnya dengan mesum.

"Kembalikan." perlahan tubuh kedua orang itu diselimuti aura hitam.

"Ah benda ini wangi, maaf tidak bisa. Aku simpan saja sebagai hadiah darimu." ucap Zena tanpa dosa, ia pun memasukan bra itu ke saku celananya.

"Beraninya kau.." geram wanita itu yang tiba-tiba sudah berada dihadapan Zena.

"Gawat.."

Sebuah tangan hitam yang mengepal langsung menghantam wajah Zena, ia pun terlempar jauh ke hutan diluar kota.

Dengan cepat keduanya menghilang.

Ditempat Zena, ia tersangkut diantara dahan pohon besar.

"Jangan harap kau bisa lari." geram wanita itu, ia berada dibawah pohon.

"Siapa juga yang lari, aku kan di pukul oleh tanganmu yang besar i..."

Srat.....

Tiba-tiba si pria sudah berada dibelakang Zena dan menghunuskan pedang hitam besar ditangannya.

Seketika pohon terbelah menjadi dua.

Beralih ke tempat Safirna dan Lidiya.

The Elemental : Dark Word Phantom Chapter 17 - Kejam
Penulis : ZENA LEO MONSTA X

"Dia bukan ayahku, aku tidak akan pernah menganggap orang jahat itu sebagai ayahku."

"Tapi..."

"Bukan hanya soal phantom, tapi juga soal kota ini. Aku mohon padamu, kota ini harus diselamatkan, aku tidak tahan melihat penderitaan orang-orang."

"Hmm baiklah, aku akan membantumu, sebelum itu aku harus mencari Zena dan juga barang-barang milikku."

"Barang-barang kalian sudah kusimpan disuatu tempat."

"Hmm kalau begitu, kita tinggal mencari Zena saja."

"Ayo."

"Kenapa kau tidak menggunakan kekuatanmu saja?" tanya Safirna.

"Aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku saat siang hari." jawab Lidiya.

"Hah, yasudah ayo kita cari dia." mereka berdua pun berlari meninggalkan tempat itu.

"Kita akan mencarinya kemana?" tanya Lidiya.

"Jika tidak ke penjara, maka ke kota, aku yakin dia sudah keluar dari penjara jadi.."

"Kita ke kota." sambung Lidiya.

"Hmm kita ke kota."

Beralih ke sebuah tempat yang sangat mewah dan bagaikan sebuah istana, terlihat seorang pria bertubuh gendut sedang duduk dan meminum segelas anggur ditemani dua wanita yang hanya memakai pakaian dalam saja.

"Tuan V,(bukan Vagina, tapi huruf depan dari sebuah nama.) keuangan kita akhir akhir ini semakin menurun." ucap seorang pria gendut yang datang ke tempat itu.

"Apa? Kenapa bisa begitu walikota?"

"Tuan, akhir akhir ini jumlah budak semakin berkurang, banyak budak yang mati."

"Hah, mau bagaimana lagi, jadikan saja semua orang dikota ini sebagai budak, apa susahnya."

"Baiklah tuan."

Beralih ke sebuah tambang.

Bruk...

Seorang pria kurus tiba-tiba jatuh tak sadarakan diri.

"Oey bangun dasar babi." seorang pengawas menendang tubuh pria itu, namun tak ada respon sedikitpun.

"Apa yang terjadi?" tanya seorang pengawas lain.

"Orang ini, tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri." pengawas itu pun memeriksa keadaan pria itu dan.

"Dia sudah mati." ucapnya.

"Hah sial, akhir-akhir ini banyak budak yang mati. Cepat bawa mayatnya kekandang harimau, kurasa itu akan cukup untuk pasokan makanan selama beberapa hari."

"Baik."

Pengawas itu pun menyeret mayat pria malang tersebut pergi.

"Kejam sekali, kapan semua ini akan berakhir. Aku tidak bisa mengatasi semua orang sendirian, aku mohon siapapun, tolong kami. Bebasakan kami dari kekejaman mereka." pikir seorang wanita yang sedang mengangkat batu ke atas gerobak.

Terlihat raut keputusasaan terpancar disetiap wajah orang-orang yang dijadikan budak disana.

"Aku harus terus berlatih agar aku dapat keluar dari tempat kejam ini." lanjutnya, ia pun mendorong gerobak itu.

Bersambung.

Bersambung ke The Elemental : Dark Word Phantom Chapter 18

Vestaka Pyrokinesis
2017-01-13 07:20:27
Sempet2 nya nyuri bra
Okii V Fajr
2017-01-02 15:27:17
Apakah Tuan V berteman dengan Nyonya P?
Grim Reaper
2017-01-02 13:30:50
Jurus mencuri cd ada gk ?
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2017-01-01 23:41:46
hmm, stiap kekuatan memang memiliki kelemahan.
Gangster V
2017-01-01 19:53:39
Aku yakin wanita itu kekuatannya batu
Sqouts Shadows
2017-01-01 18:00:52
Apakah wanita itu (wanita yang ditemui zena) akan menjadi seorang elemental batu
Aerilyn Shilaexs
2017-01-01 13:35:56
haha V itu nama pria, kukira mrs. V. Ups .
Rudy Wowor
2017-01-01 12:03:28
Seorang wanita mengangkat batu besar. Hebat.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook