VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 103

2018-01-13 - Alien Queen > Alien Attack : World War
62 views | 10 komentar | nilai: 9.83 (6 user)

Alien Attack : World War Chapter 103


Alien Attack : World War Chapter 103 - Menu
Penulis : Alien Queen

Terlihat pedang itu melayang diatas atap, sedikit bergerak-gerak maju dan mundur.

"Baiklah, jadi apa yang harus kulakukan yaah." gumam Hexari.

"Apa pedang mu menggunakan remot kontrol?" tanya Adder.

"Mana ada hal semacam itu." jawab Hexari.

"Lalu kenapa bisa pedangmu melayang diatas sana? Dan dapat bergerak pula?"

"Entahlah aku tak tahu, oey Hiltzailea, turunlah.! Apa yang kau lakukan diatas sana?" seketika pedang itu pun turun, Hexari kemudian menangkap gagang pedangnya.

"Eh? Bagaimama bisa? Apa pedangmu itu hidup?" Adder bertaya-tamya dengan kejadian barusan.

"Entahlah, aku juga tak tahu" Hexari kemudian menyarungkan pedangnya.

"Emm paman aku pergi dahulu, kurasa aku sudah lapar."

"Oh ya, tapi rapikan dahulu tempat ini oke, tanggung jawab dengan apa yang kau perbuat." Adder pun beranjak pergi.

"Aneh, kenapa bisa ada pedang yang bergerak sendiri." adder bergumam dengan hal yang mustahil yang barusan ia lihat.

"Ahh aku sampai lupa, kenapa juga aku membuat tempat ini jadi berantakan sih." ucap Hexari murung melihat ruangan tersebut yang sangat berantakan karna perbuatannya sendiri.

"Baiklah, sepertinya aku harus memulainya sekarang." segera Hexari mulai beres-beres, entah berapa lama ia merapikan kekacauan yang ia buat. Namun terlihat semua benda telah kembali ke tempatnya. Setelah Hexari merapikan ruang perawatan tempat Altheria berada, ia berjalan menuju tempat makan.

Tak memerlukan waktu lama ia telah tiba ditempat yang dituju. Terlihat disana tak terdapat banyak orang karna memang masih pagi. Saat Hexari berjalan menuju tempat pemesanan, terlihat tatapan orang orang disekitar yang mengintimidasinya sangat terasa.

"Orang lain terkenal karna kebaikan dan prestasinya, sementara aku? Hah lupakan." pikir Hexari. Saat sampai di tempat pemesanan makanan, terlihat ada beberapa jenis makanan yang disediakan di atas papan menu.

"Paman, saya pesan emm bagaimana cara membaca itu yah. Pokoknya yang itu deh." ucap Hexari sambil menunjuk gambar makanan yang ia inginkan,
ia tak dapat membaca nama makanan yang tertera di papan menu, atau lebih tepatnya layar menu. Untungnya selain tertera nama, juga dicantumkan gambar makanannya. Hingga hal itu tak menyulitkan bagi hexari untuk memesan makanan.

"Baiklah, pesanan segera dibuat, silahkan tunggu."

"Hm, terimakasih banyak paman." Hexari berjalan menuju sebuah meja kosong, ia menurunkan pedangnya dan duduk untuk menunggu pesanannya.

"Aku harap tak ada yang mengacaukan sarapanku, sudah cukup wanita yang tak kukenal mengacaukan pagiku." pikir Hexari yang mengabaikan sekitar.

Oh iya di Angkatan Udara begitu keren, disini tersedia sekitar 18 jenis makanan dan 10 jenis minuman VIP, dan tak ada satupun minuman yang memabukan, dan kenapa aku mengatakan keren.

Karna semua makanan disini tak ada harganya alias gratis, makanan berkualitas namun semuanya gratis, pembayarannya dilihat dari prestasi yang didapat prajurit. Seperti aku yang sudah beberapa kali berpartisipasi dalam perang, hal itu membuatku mendapat makanan gratis.

Katanya disini Army dan Soldier harus bekerja lebih, baru mereka mendapat koin untuk pembayaran.

Entahlah, selama aku menjadi prajurit aku belum pernah memegang koin ataupun uang. Para Warrior mendapat tempat VIP yang mendapat makanan yang sangat mewah, ya hal itu memang sudah maklum, apalagi tempat makan ini memiliki dekorasi restauran mahal.

Sistem di Angkatan Darat, semua makanannya memang gratis, tapi kualitasnya tak setinggi di Angkatan Udara. Di Angkatan Laut, ada sistem bayar dan gratis, dan disana juga kau bisa memasak sendiri makanan mu, dengan syarat kau harus mencari sendiri bahan makanan, yah kebanyakan orang-orang lebih memilih makanan yang siap saji meskipun dalam kualitas standar. Padahal aku lebih suka mencari bahan makanan sendiri seperti menangkap salmon atau hiu, karna salmon dan sirip hiu merupakan makanan yang harganya tinggi.

Selain itu, kau harus membayar untuk makanan kualitas tinggi, alasannya melakukan pembayaran untuk makanan yaitu karna jumlah pasokan makanan yang diterima, di Angkatan Laut yang jaraknya paling jauh dari tempat pemasok makanan, Pasokan pangan tak terlalu banyak jadi diterapkan sistem seperti itu.

Tapi karna harga yang terjangkau dan para prajurit yang selalu mendapat upah dari pemerintah perbulan atas partisipasi kamh melawan alien. Hal itu bukanlah hal yang sukar. Aku pun kini harus mulai menabung.

Beberapa menit berlalu, seorang wanita yang berpenampilan pelayan membawa pesanan Hexari.

"Silahkan dinikmati."

"Terimakasih nona."

"Hmm dari senjata yang kau bawa, apakah kau itu seorang Knight atau Guardian?" tanya wanita tersebut.

"Emm aku seorang Soldier." jawab Hexari ramah.

"Eh. Eeehhh" Seketika pernyataan Hexari membuat orang-orang disana terkejut termasuk koki yang menyajikan makanan untuk Hexari.

"Bagaimana bisa ada Soldier di markas pusat yah? Aneh, emm tapi senjatamu keren juga, baiklah maaf mengganggu, silahkan dinikmati sarapannya. Karna kau punya prestasi, kau dapat gratis." ucap wanita tersebut yang kemudian berlalu.

"Tanggapannya tak sesuai dengan yang kukira, kurasa itu berlebihan. Emm dan Aku sempat bingung dengan ucapannya, apa maksudnya itu? Soal dia tahu prestasiku mungkin saat tadi aku memesan, orang itu mengambil sebuah tab yang mungkin disana terdapat profile ku. Dan kenapa dia tak melihat kedudukanku yah?" pikir Hexari.

"Ah dia mungkin menganggapku 3 prajurit khusus karna Hiltzailea." Hexari memandang pedangnya. Senjata seukuran Hiltzailea memang hanya dimiliki 3 prajurit khusus, Army dan Soldier memegang senjata yang ukurannya normal, maka wajar saja ada orang yang menyangka jika aku Guardian atau Knight.

Ia pun mulai mengalihkan pandangannya pada makanan yang ia pesan. Sepiring daging.

Dari bentuknya daging itu terlihat daging ikan yang besar, daging bagian tubuh ikan yang diasapi dan dipanggang, lalu dibumbui dengan resep tertentu.

Cara memasaknya cukup sederhana, namun tampilan dan aromanya menggugah selera, saus kecap serta potongan ketimun menemani daging tersebut.

Saat Hexari menyantap sarapannya.

"I...ini.. Sangat empuk dan lembut, manis dan asin. Rasanya seperti... Seperti..." setelah menelan sesuap daging, Hexari seolah teringat sesuatu.

"Aneh sekali, aku serasa tak asing dengan makanan ini, rasa ini adalah favorite ku. Dan kenapa bisa, seolah makanan ini... Akhh, aku merasa dahulu ada yang memasakan masakan dengan rasa seperti ini untukku." bayanan seorang wanita seusianya terlintas dipikirannya.

"Wanita itu? Siapa dia? Tidak mungkin dia wanita yang mendorongku ke laut, postur dan perawakannya sangat berbeda. Lalu siapa dia?" Hexari juga membayangkan saat dirinya didorong dari tebing ke lautan oleh seorang wanita yang juga seusianya.

Senyuman terakhirnya tak membuat Hexari melupakan orang itu, orang yang telah menyelamatkan nyawanya.

"Ah sial, sesuatu terlintas dikepalaku. Tapi aku tak tahu hal itu." Hexari kembali memakan sarapannya dan tak ingin memikirkan hal tersebut lebih lama.

Setelah sarapan, Hexari beranjak dari duduknya namun.

"Kau disini ternyata." ucap seorang wanita yang wajahnya sudah tak asing lagi bagi Hexari.

"Eh, k-kau yang waktu itu." ucap Hexari yang mengangkat pedangnya.

"Hmm benar, ayo pergi latihannya segera dimulai." wanita itu berbalik hendak melangkahkan kakinya namun.

"Tunggu dulu, setidaknya perkenalkan dirimu dan siapa kau sebenarnya, jangan seenaknya datang dan pergi begitu saja." ucap Hexari menghentikan langkahnya dan menahan wanita tersdbut..

"Ahaha aku lupa, kupikir kau telah melihat file Angkatan Udara dan memeriksa jumlah prajurit."

"Aku sudah, hanya saja tak melihat daftar prajurit."

"Ah kau membuatku sakit hati, sedihnya tak ada yang mengenaliku. Hmm, kalau begitu perkenalkan namaku Liliana Rosweist, panggil saja Lili, aku seorang Soldier, tepatnya bawahan kapten Luscia. Aku yang akan menjadi rekanmu selama di Angkatan Udara" ucap Liliana, wanita yang memiliki postur tubuh biasa, warna kulit kuning kecoklatan dan berparas standar.

"Maksudmu kapten wanita itu?"

"Ya. Jadi kau sudah mengenalnya?"

"Begitulah, aku pernah bertemu dengannya, dan Violin juga pernah membahas tentang satu-satunya kapten di Angkatan Udara."

"Hmm"

"Dan Sepertinya kau sudah tahu namaku, aku tak perlu memperkenalkan namaku lagi kan?."

"Ya. Seperti itulah Hexari Pextragon, aku memang tak secantik dan semanis nona Violin Elvaretta, tapi kuharap kita dapat bekerja sama dengan baik, jadi mohon bantuannya." Liliana membungkuk

"Y-ya ba-baiklah. Hmm tapi sebaiknya kau tak perlu formal denganku. Kita sesama Soldier kan?,"

"Hmm, baiklah Hexari. Ngomong-ngomong. latihan hampir dimulai. Sebaiknya kita segera menuju tempat latihan para prajurit." Liliana mengangkat wajahnya.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 104

Muhammadfauziinjaya
2018-01-13 21:23:57
Lanjut
Irwan Syah
2018-01-13 18:31:23
lanjut...
Takashi Draylus
2018-01-13 12:04:29
pedang nya keren deh menurutku
Ozifex
2018-01-13 11:06:57
masih lamakah perangnya? ok tetap setia neks
Sqouts Shadows
2018-01-13 10:24:44
Ditunggu chapter berikutnya
Alien Queen
2018-01-13 08:28:06
Tatsuya , beberapa chapter kedepan. Menurutku datar2 aja.
Tatsuya
2018-01-13 06:52:35
Pedangnya penurut,disuruh turun langsung turun ku kira bakal susah ngambilnya.Sepertinya chapter berikutnya akan menarik.
Alien Queen
2018-01-03 19:12:40
Padahal udah bebas register tanpa validasi, tapi ko masih banyak anonim, kenapa kira-kira yah?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook