VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 101

2018-01-01 - Alien Queen > Alien Attack : World War
86 views | 11 komentar | nilai: 9.88 (8 user)

Alien Attack : World War Chapter 101


Alien Attack : World War Chapter 101 - Altheria Furrinslietra
Penulis : Alien Queen

Pukul 06.07

Setelah selesai mandi, Hexari telah berpakaian, ia tak mengenakan pakaian prajurit Angkatan Udara, melainkan memakai pakaian yang biasa ia kenakan, jaket hitam dan celana hitam tersebut dikenakannya hari ini.

"Baiklah sebaiknya apa yang harus kulakukan pertama kali ya.. Emmm, Yang pertama mungkin aku harus meminta maaf dahulu pada Arora." gumam Hexari, ia memakai sabuk pedangnya dan memasukkan pedang itu ke sabuk tersebut.

"Akibat perbuatanku hingg membuatnya dirawat dua kali. Dia pasti sangat kesal padaku, tapi yasudahlah." gumamnya. Ia berjalan keluar, terlihat lorong tampak sepi.

"Aku tidak tahu dimana ruang perawatan, emm baiklah." Hexari mengeluarkan sebuah tab kecil dan mencari lokas ruang perawatan di map yang memperlihatkan seluruh markas Angkata Udara.

"Kurasa ini ruangannya." Hexari terlihat telah menemukan apa yang ia cari, Hexari segera berjalan menuju ruang perawatan. Setelah mengantongi tabnya.

Scene beralih ke ruang perawatan dimana Arora berada.

"Padahal aku baru saja sembuh, tapi aku malah kembali ke tempat membosankan ini. Hah, aku baru saja sebentar bersama Hexari." Arora mengeluh dan bergumam tak jelas. Ia membalikan tubuhnya menghadap arah jendela.

Tok.. Tok...

Pintu ruangannya diketuk dari luar, Hexari lah yang mengetuk pintu. Ia pun langsung masuk, seperti biasa ia tidak menunggu
sahutan dan langsung saja masuk. Arora mengalihkan pandangannya kearah pintu.

"He-Hexari?" ucap Arora yang terkejut, ia segera beranjak dan langsung menyambar Hexari. Dia terlihat sehat, semangatnya telah kembali.

"Gyaha, sudah kuduga kau akan melakukan ini." kaget Hexari, terlihat kedua tangan gadis itu mengalung dileher Hexari.

"Bagaimana keadaanmu, Arora?" tanya Hexari yang melepas tangan Arora.

"Aku, baik-baik saja, ha-hanya sedikit gangguan pernapasan saja, setelah dirawat dengan baik, kondisiku sudah membaik, begitu juga dengan keaadan semua orang." jawab Arora ia pun berjalan kearah ranjangnya dan kemudian duduk.

"Maafkan aku karna perbuatanku, kau kembali ke tempat ini. Aku terlalu ceroboh hingga membahayakan banyak orang." Hexari duduk di atas sofa dan menurunkan pedangnya lalu menyandarkan pedang tersebut disamping meja.

"Tidak apa-apa ko, aku sudah mendengarnya apa yang kau perbuat, kau melakukan hal itu untuk menyelamatkan semua orang kan,." Arora tersenyum manis, ia bahagia dijenguk pria yang ia sukai. Meskipun pria itu datang dengan tangan kosong.

"Hm. Menyelamatkan orang yah, aku tak pernah berpikir untuk menyelamatkan orang lain. Semua itu terjadi karena tubuhku bergerak sendiri." Hexari bergumam.

"Kau memang baik, selalu menjadi pahlawan, terutama padaku, kau adalah pahlawanku Hexari." Arora tersenyum manis.

"Kau tak perlu melebih-lebihkan hal itu. Lagipula aku tak pernah dan tak terpikirkan ingin menjadi pahlawan."

"Tidak, aku tidak melebih-lebihkan itulah faktanya,"

"Begitu ya."

"hmm. Hexari, apa kamu mau selalu menjadi pahlawanku dan jadi orang yang berharga bagiku?"

"Untuk apa? Bukankah kau sudah kuat? Jauh lebih kuat dariku."

"Kamu tahu, tak selamanya seorang wanita itu selalu kuat, dalam keadaan tertentu, kadang wanita menjadi lemah dan ingin dilindungi oleh pria."

"Dan soal aku lebih kuat darimu, sebenarnya itu salah. Dimataku, kamu adalah pria terkuat dan terkeren."

"Dia akan berubah pikiran jika bertemu Arya, khususnya Hexagon." pikir Hexari.

"Aku tak bisa berjanji, aku sudah banyak berucap janji pada orang-orang. Tapi satu hal yang harus kau lakukan.." Hexari berjalan kearah Arora dan memegang tangannya.

"Percaya padaku apapun yang terjadi."

"Akh apa sih yang kupikirkan, kenapa aku mengatakan hal ini?" pikir Hexari.

"Aku akan selalu percaya padamu ko, kalau begitu bisakah kamu panggil nama asliku saja, Altheria Furrinslietra." ia membalas pegangan tangan Hexari.

"Eh? Apakah itu nama aslimu?"

"Hm, bukankah sudah pernah kukatakan sebelumnya padamu.?"

"Kapan kamu bilang?"

"Hmmm. Sudah kuduga sejak awal. Hexari, sebenarnya kita pernah berjumpa, saat kau belum menjati prajurit Angkatan Laut."

"Heee... Ba-bagaimana mungkin? Aku sama sekali tak mengingatnya, aku tak ingat pernah berjumpa denganmu."

"Aku tak berbohong, kurang lebih 2 tahun lalu pertemuan kita terjadi."

"Aku benar-benar tak ingat."

"Ya, kamu pasti lupa ingatan kan?"

"Benar juga, aku memang kehilangan sebagian ingatanku." pikir Hexari.

"Kenapa kau tahu?"

"Aku menyadarinya saat kita bertemu waktu itu, aku sempat bingung kenapa kamu cuek seolah tak mengenaliku, aku berpikir sepertinya kamu hilang ingatan.."

"Waktu itu, apa waktu pertama kita bertemu di angkatan darat?"

"Ya, aku memelukmu bukan hanya karna aku mengagumimu, tapi juga karna merindukanmu waktu itu."

"Pantas saja kau memelukku erat sekali. Eh.. Kalau kau mengenalku, lalu kenapa tak katakan saja dari dulu?"

"Entahlah, saat itu yang kupikirkan adalah aku senang dan lega karna melihat kamu baik-baik saja. Jatuh dari ketinggian itu, aku sempat berpikir jika kamu akan meninggal."

"Jatuh? Apa maksudmu? Apa aku jatuh kejurang?"

"Ceritanya sangat panjang,"

"Kalau begitu ceritakan semua yang kau tahu tentang diriku dan tentang apapun yang pernah kita jalani."

"Aku sangat malu jika harus bercerita tentang kita, apalagi malam itu. Malam dimana kita mengungkapkan perasaan kita dan kita pun mulai melakukan itu." Altheria tersipu dan memegang kedua pipinya.

"Heeee.. Y-yang benar saja, masa aku melakukan itu padamu."

"Ahahaha aku bercanda ko, lagipula waktu itu aku masih polos dan kamu sangat baik padaku."

"Hah, kau ini. Membuatku kaget saja. Ayolah, aku ingin tahu siapa aku? Ceritakan padaku apa yang terjadi?"

"Emm tidak bisa,"

"Ke-kenapa tidak?"

"Sebaiknya kamu berusaha mengingatnya sendiri, aku takut mengarang cerita."

"Ta-tapi.."

"Aku bisa saja mengarang cerita kalau kita sudah menikah, dan kamu telah mengambil keperawananku, namun keesokan harinya kamu bertarung melawan Alien dan jatuh kelaut. Itu masuk akal bukan? Tak ada yang tahu kejadian itu kecuali aku dan kamu."

"Eh? Ma.."

"Makanya, aku ingin kamu berusaha. Aku ingat, kamu bilang pernah bertemu Alien hitam raksasa itu bukan? Sepertinya kejadian itu terjadi saat kamu belum bertemu denganku. Dengan kata lain, tak semua ingatanmu hilang. Jika hilang ingatan sebagian. Aku rasa untuk memulihkan ingatan mu yang hilang tak akan terlalu sulit bukan?"

"Ya, kamu benar juga."

"Baiklah kesampingkan hal itu dulu, yang terpenting ada satu hal yang baru saja kuingat. Hexari, aku belum meminta sesuatu darimu, aku kan yang memenangkan perlombaan waktu itu "

"Kau masih mengingatnya? Hah, padahal aku harap kamu lupa." Hexari terlihat kecewa karna harapannya sirna.

"Mana mungkin aku lupa, hal seperti itu tak mungkin kulupakan."

"Yasudah. Apa maumu?"

"Aku menyesal melakukan perlombaan itu. Tcih, salahku juga karena besar kepala." Hexari menggerutu dalam hati.

"Aku mau kita jadi sepasang kekasih." Altheria merangkul Hexari.

"Hei, itu susah banget. Permintaanmu sulit." Hexari tak pernah berontak atau menolak dipeluk oleh wanita itu.

"Emm daripada aku minta kamu bertanggung jawab nikahi aku?"

"Bertanggung jawab apaan,? tunggu dulu, apa yang kamu katakan tadi itu benar? Aku telah..."

"Menurut kamu bagaimana?"

"Masa. Aku memang tak ingat saat bersamamu, tapi aku ingat jelas bahwa aku jatuh kelaut dua kali."

"Emmm.. Ahaha lupakan saja, pokoknya kita resmi jadi pasangan kekasih.".

"Tunggu dulu, katakan apa itu benar atau tidak? Dan jangan seenaknya saja. Aku belum menyetujuianya."

"Heh, kalau kamu menolak, aku akan berteriak disini dan pasti semua orang akan datang dan menghajarmu sampai mati. Gimana? Atau aku menghentikan hajaran mereka dan aku memintamu menikahiku?"

"Apa itu ancaman?"

"Bisa dibilang begitu."

"Hah, ternyata wanita disini sama semuanya. Sama-sama mengerikan dan menyebalkan." Hexari bergumam pasrah.

"Hah yasudah, lakukan apapun yang kamu mau. Aku pasrah saja."

"Hmm baiklah." Altheria mendorong Hexari ke ranjang. Wanita itu perlahan mendekatkan wajahnya kearah Hexari.

"Tu..tunggu dulu, maksud ucapanku yang tadi bukan seperti ini. Maksudku terserah kau mau membunuhku, atau menjadikanku pacarmu. Itu saja."

"Gitu ya, kalau gitu kita pacaran saja, soalnya aku tak mau sampai kamu terluka."

"Terserahlah. Lagipu.." ucapan Hexari terhenti ketika bibir wanita itu menempel dibibir nya. Hexari mendorong pelan Altheria.

"Kenapa? Kamu nggak suka ya?" Hexari tak menanggapi, ia duduk.

"Ada apa? Katakan sesuatu dong? Apa aku salah?"

"Ekhemmm." suara wanita berdehem. Seketika hal itu membuat Altheria melirik kearah sumber pemilik suara tersebut. Hal itu pula yang membuat Hexari diam.

Beberapa detik kemudian. Altheria berada diatas ranjangnya, sementara Hexari ada disofa.

"Kau benar-benar menikmatinya yah.. Berciuman dengan pria seenaknya. Bahkan pintu pun terbuka lebar? Kau tahu apa yang akan terjadi jika ada orang lain yang menonton hah?" wanita itu mengomel pada Altheria, ia membawa sebotol minuman.

Ia memakai baju dengan perut terbuka dan celana pendek yang meperlihatkan paha putihnya.

"Dan lagi kau ini siapa?" tanya wanita itu yang berdiri disamping kanan Hexari dan memandangnya tajam.

"Dia adalah kekasihku Hexari Pextragon." Altheria menanggapi, Hexari tetap tiduran di sofa tak menanggapi.

"Hmh.." wanita itu membalikan pandangan menandakan ia tidak menyukai Hexari.

"Apaan tatapan itu? Seingatku aku tak pernah melakukan kesalahan apapun padamu."

Wanita itu pun hendak duduk ia kaget saat Hiltzailea yang berada di samping meja tiba-tiba saja mengeluar cahaya.

"Kyaaa.." wanita itu pun reflek melompat keatas sofa dan menindih Hexari yang sedang tiduran.

"Ugh.. "Hexari terbelalak mendapat serangan tiba-tiba yang tepat mengenainya.

"Apa-apaan kau ini?" Hexari menahan sakit akibat wanita itu tiba-tiba saja menindih tubuhnya.

"Kyaa kenapa kau memeluk kekasihku, Sheila menyingkir dari sana." Altheria tidak rela melihat kejadian itu, ia beranjak dari duduknya.

"Eh,. Ma-maaf, hanya saja tadi pedang itu bercahaya dan aku.."

"Menyingkirlah dariku," Hexari
bangkit, namun entah apa yang terjadi, mereka malah mereka berdua jatuh kelantai dengan posisi Sheila berada dibawah, wajah mereka berdekatan.

"Apa-apaan itu? Apa yang kalian lakukan?" Altheria berteriak dan turun dari ranjang, ia semakin panas saja melihat kejadian hal itu.

"Hey menyingkirlah, tubuhmu berat tahu." Seketika Hexari bangkit dan berdiri.

"Ah maaf, aku tidak sengaja." ucap Hexari meminta maaf pada Sheila.

"Hmh." Sheila hanya memalingkan wajahnya tanda kesal, ia pun bangun dan duduk diatas sofa.

"Kau pasti sengaja yah? Kau cari-cari kesempatan untuk melakukan hal mesum padaku kan?"

"Apa? Untuk apa aku melakukan itu? Aku belum kepikiran untuk melakukan hal seperti itu. Lagipula, jika aku mau pun. Aku sudah melakukannya dari tadi bersama Altheria."

"Heh? Siapa Altheria?" Sheila sepertinya baru pertama kali mendengar nama tersebut. Memang beberapa Warrior tak pernah mengungkapkan nama aslinya pada yang lain.

"Hei.! Kalian mengabaikanku.!" Altheria berteriak. Selain ia marah, ia juga mencoba mengalihkan topik.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 102

Romusa 13
2018-01-02 18:36:38
akhir'y rilis jg, kmane aje neng alien,, ???
Ozifex
2018-01-01 23:29:20
alienkah yang menyerang,hilzalea menyala.nexs mantapp
Sqouts Shadows
2018-01-01 08:57:45
Ditunggu chapter berikutnya
Zen Kureno
2018-01-01 08:16:48
Akhirnya....... kulihat disini banyak sekali kesempatan Hexari
Tatsuya
2018-01-01 03:25:05
Alhamdulilah,rilis juga ini cerita hehehe.
Gore As
2018-01-01 02:59:09
next
Bocah Redoks
2018-01-01 02:46:44
Kok bisa. Apa Sheila bangsa alien ?
wahyu
2018-01-01 02:33:52
Akhirnya kluar juga..... Besok update lg ya cantik...
Shadexz fahrhezi
2018-01-01 01:31:40
Akhirnya lanjut juga ni cerita
Irwan Syah
2018-01-01 00:33:48
akhirnya ini cerita dilanjutkan ditunggu chapter berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook