VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 100

2017-11-12 - Alien Queen > Alien Attack : World War
121 views | 14 komentar | nilai: 9.86 (14 user)

Alien Attack : World War Chapter 100

Alien Attack : World War Chapter 100 - Judul Chapter...
Penulis : Alien Queen

Hexari berjalan perlahan menyusuri lorong.

"Wanita menakutkan itu benar-benar menyukaiku, menyukai untuk menjadikanku kain pel. Tendangannya benar-benar menyakitkan." pikir Hexari.

"Hexari Pextragon" seorang pria yang tepat berada di hadapannya menyebut namanya.

"Ya?"

"Kau terluka? Kalau begitu kuantar ke.."

"Tidak perlu, aku tidak apa-apa. Maaf ada apa mencariku?"

"Aku diperintahkan Tuan Jendral untuk mengantarmu ke kamar tempatmu sementara disini."

"Kebetulan sekali kita bertemu. Baiklah."

"Kau yakin tak ingin lukamu diobati dahulu?"

"Tidak, aku bisa merawat lukaku, terimakasih sebelumnya."

"Hmm, kalau begitu mari kuantar ke kamarmu."

"Ya, terimakasih. Oh iya, lalu bagaimana dengan barang-barangku, seingatku aku meninggalkannya ditempat Jendral kejam itu kemarin."

Hexari pun berjalan mengekor mengikuti pria itu. Beberapa belokan dilewati dan mereka pun sampai.

"Barang-barangmu sudah disimpan dikamarmu"

Time skip, Disebuah kamar Hexari berada,

"Hah..hah..hah.. Hari yang sangat melelahkan." Hexari pun menyimpan pedangnya dan membuka bajunya. Terlihat semua luka nya sudah menghilang, tak terdapat luka lebam sedikitpun.

"Hm, ternyata lukanya lebih cepat sembuh dari dugaanku. Padahal luka dari alien armor merah itu butuh waktu lama untuk sembuh." pikir Hexari yang bertelanjang dada menghadap cermin.

"Tapi entah mengapa aku merasa sangat lemas dan mengantuk yah. Padahal belum gelap." Ia berjalan ke kamar mandi dan melakukan aktivitasnya, setelah selesai dengan aktivitasnya, ia segera berpakaian dan merebahkan diri di ranjang.

"Hoam.. Mataku benar-benar lelah, aku benar-benar ngantuk seolah sudah minum obat tidur."

Tok.. Tok..

Seseorang mengetuk pintu kamar dari luar. Hexari pun bangkit dan membuka pintu, Terlihat ada seorang wanita berada di depan pintu. Wanita yang berparas biasa saja dan kulit agak kecoklatan, dengan pakaian rapi dan rambut sebahu, dia adalah wanita pertama yang mempunyai paras wajah yang dibawah rata-rata.

"Yaa Ada apa? Eh siapa kau? Apa aku mengenalmu?" tanya Hexari.

"Ambilah." wanita itu menyodorkan kotak obat tanpa menanggapi pertanyaan Hexari.

"Aku melihat tadi kamu dihajar, semoga ini membantumu. "

"Terima kasih banyak." Hexari pun mengambil kotak obat yang jelas- jelas tidak ia butuhkan.

"Aku adalah partnermu di Angkatan Udara, mohon kerjasamanya," ucapnya menunduk memberi hormat.

"Y-ya."

"Sampai jumpa besok dan semoga lekas sembuh." wanita itupun pergi tanpa permisi.

"Tunggu dulu.." wanita itu telah menghilang pergi.

"Aneh, dia bahkan belum memperkenalkan namanya. Ah apakah ini rasanya diperlakukan tak sopan? Hah, sepertinya aku harus minta maaf pada Jendral wanita dan Jendral bodoh itu." pikir Hexari yang menutup kembali pintunya.

Didalam kamar.

"Hah, untuk apa aku menerima kotak obat ini? Lukaku sembuh dengan sendirinya, tapi yah demi menghormati dan menghargainya aku harus menerima ini." Hexari berbicara sendiri, kemudian ia menyimpan kotak obatnya di atas meja dan ia pun merebahkan diri diatas ranjang.

"Hoam.. Sungguh hari
yang berat. Aku harus mempersiapkan diri untuk hari esok yang kemungkinan lebih berat." gumamnya. Hexari pun mulai menutup matanya dan perlahan terlelap dalam dunia mimpinya.

Scene beralih ke sebuah danau yang sekelilingnya hamparan rumput. Ini adalah alam bawah sadar Hexari.

Terlihat Hexari duduk ditepi danau dengan hanya mengenakan celana putih yang dilipat sampai lutut, kedua kakinya dicelupkan kedalam air hingga betis.

"Ah tempat ini lagi." Hexari pun melemparkan batu kecil,

Pluk... Pluk.. Pluk...

Batu pun tenggelam setelah tiga kali memantul.

"Bhuft, apa-apaan itu. Lemparan mu payah sekali. Quiervia saja dapat melakukannya lebih baik dari itu." ejek pria berambut pirang, ia duduk bersila di samping kanan Hexari, dialah Hexagon.

"Hah setiap kau datang pasti mengejek ku. Lagipula kenapa kau selalu datang dalam mimpiku sih?"

"Hahaha, tidak juga, aku hanya ingin menyapamu saja. Dan kau tahu, dunia mimpi dan alam bawah sadar itu jauh berbeda."

"Blablabla terserah. Aku tak butuh kunjunganmu kemari."

"Oey, oey jangan kejam begitu."

"Aku bercanda ko, oh iya. Aku mau bertanya padamu."

"Apa?"

"Hexagon, apa kau itu masih hidup?" Hexari bangkit dan berdiri ditepi danau.

"Menurutmu? Apa aku masih hidup atau sudah mati?" Hexagon berdiri diatas air tepat dihadapan Hexari.

"Entahlah, tapi aku akan meyakinkan diri."

"Owh kalau begitu si..." ucapan Hexagon terhenti ketika Hexari tiba-tiba saja meninju wajahnya dengan kuat. Hexagon pun terlempar beberapa meter ketengah danau.

"Apa-apaan itu hah? Kenapa kau memukulku?"

"Tidak sakit tapi aku dapat menyentuhmu, jadi apa benar kau masih hidup?"

"Dasar idiot, dalam alam bawah sadar bahkan roh pun bisa hadir." Hexagon membentak Hexari.

"Kalau begitu jawab pertanyaanku?" Hexari balas membentak.

"Aku masih hidup, kenapa memangnya?" Hexagon balas membentak.

"Oh." Hexari menanggapi dengan datar.

"Singkat banget, apa hanya itu tanggapanmu? Datar amat."

"Yap."

"Huh, ngomong-ngomong Kau ingat kapan Armageddon muncul ?" tanya Hexagon ia menenangkan diri dan duduk
bersila diatas air danau.

Rambut pirangnya berkibar diterpa angin yang berhembus tenang.

Mata biru nya begitu mengkilap.

"Entahlah, kejadian waktu itu, Armageddon muncul dan terjadilah tragedi mengerikan. Tapi begitu samar, aku tak ingat jelas." Hexari menjawab, ia juga duduk di tepi danau.

"Hmm jadi ingatanmu terus memudar yah, dan kemunculan kedua Armageddon. makhluk itu muncul lagi, tapi tak menimbulkan banyak kerusakan."

"Ya, hm tapi ribuan alien yang muncul malah langsung menghilang begitu saja, kejadian itu terlalu misterius. Apa kau tau kemana perginya mereka?" tanya Hexari, ia kembali melemparkan batu lagi.

"Tentu saja, itulah maksud kedatanganku kemari, mereka pergi ke sebuah tempat yang di lindungi oleh suatu medan yang menyebabkan radar tak dapat menemukan mereka."

"Oh." balas Hexari singkat dan datar.

"Aku akan menenggelamkanmu jika tanggapanmu seperti itu lagi.!" Hexagon berteriak.

"Maaf-maaf aku cuma becanda ko. Jangan marah begitu. Kalau begitu beritahu aku tempatnya dimana?" Hexagon pun membisikan lokasinya.

"Hm, aku mengerti. Perbatasan negara yah."

"Selain itu, katakan pada Jendral Angkatan Udara agar segera mengirim tim untuk menyelamatkan prajurit lain, Ranking 1 akan membantu membuka jalan untuk mereka."

"Baiklah, dan aku masih bingung, siapa si Ranking 1 itu sebenarnya. Dan kenapa pula kau mengenalnya?"

"Suatu hari kau pasti akan mengetahuinya, baiklah karna tak ada hal yang ingin kukatakan lagi, maka aku pergi."

"Oh iya, Dan satu satu hal lagi, peringatkan pada Jendral Angkatan Udara jika sebentar lagi akan ada penyerangan para Alien, peringatkan mereka untuk bersiap diserang kapan saja."

"Mereka pasti tahu jika ada penyerangan, karna mereka memiliki radar, jadi tak perlu diingatkan. Lagipula alat dan perangkat disini canggih."

"Oh." Hexagon membalas dengan singkat.

"Jangan meniruku.!"

"Lihatkan, kau juga kesal jika direspon begitu."

"Hah, baiklah, maaf deh."

"Kembali ke pembahasan, kau tahu kan alien yang menyusup itu, radar menangkap keberadaannya setelah berada didalam markas, ya kan? Mereka tak dapat terdeteksi keberadaannya."

"Kau benar , jangan-jangan mereka memiliki semacam alat yang menghilangkan keberadaan mereka dari pencarian radar."

"Tebakanmu salah."

"Lalu apa yang menyebabkan mereka tak terdeteksi?"

"Warrior Ranking 2 akan mendapat jawabannya."

"Aku ingin tahu jawabannya darimu!"

"Baiklah, kenapa mereka tak dapat terlacak radar adalah karena..." Hexagon pun membisikan sesuatu pada Hexari hingga membuat Hexari terlonjak kaget, matanya terbelalak.

"Mu..mustahil."

"Baiklah aku pergi. Selamat tinggal.." perlahan Hexagon pun menghilang.

"Tunggu dulu, ada satuhal yang ingin kutanyakan padamu."

"Hexagon.!" teriak Hexari yang bangun dari tidurnya.

"Selalu saja datang dalam mimpi, untung saja aku selalu mengingat apa yang kumimpikan." gumamnya malas.

Tok.. Tok..

Seseorang mengetuk pintu kamar Hexari,

"Yang benar saja, ini jam berapa? Masa ada orang yang mengetuk pintu sepagi ini." Hexari pun membuka matanya dan berjalan gontai menuju pintu. Ia pun membuka pintu kamarnya.

Saat Hexari membuka pintu, terlihat wanita yang kemarin telah berada disana.

"Selamat pagi Hexari Pextragon, hari ini pertama kamu latihan, ja.."

"Aku mengerti, kau sangat giat sepertinya. Tapi sebelum itu, ada beberapa hal yang harus kulakukan, apa bisa?" Hexari terlihat masih mengantuk.

"Tentu, latihan dimulai pukul 8, kamu boleh bersiap-siap dahulu, sampai nanti. Dah." wanita itu berjalan pergi.

"Dia nggak ada manis-manisnya sebagai wanita. Tak seperti semua wanita yang kutemui sebelumnya. Emm kenapa aku membahas hal itu sih?" Hexari menutup pintu dan masuk kamar lagi, ia melihat jam digital diatas meja yang menunjukan jam 03.43.

"Sepagi ini? Dasar wanita itu, aku bahkan tak mengenalnya, dia seenaknya datang dan pergi seenaknya, setidaknya kenalkan namamu dahulu, ahkkhg dasar cewek, selain itu untuk apa membangunkanku sepagi ini jika latihan dimulai pukul delapan. Untuk pertama kalinya aku merasa hal seperti ini pada wanita, apa ini yang dinamakan kesal."

Hexari kemudian duduk di atas ranjangnya.

"Sepertinya aku akan dipusingkan dengan wanita aneh itu. Tcih awas saja jika dia menyusahkanku."

Begitulah Hexari mengawali pagi hari yang baru di Angkatan Udara.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 101

Ozifex
2017-12-18 13:47:11
lanjutin dong..pliess
Tatsuya
2017-12-11 18:40:02
kelamaan?????.tdk bisa dipercepat sedikit,hehe.sepertinya hrus sbar
Tatsuya
2017-12-11 14:44:44
kapan rilis lagi?????
SESHOMARU INU
2017-11-21 16:03:20
Next chapter
Kleiss Effortles
2017-11-21 15:48:33
LanjutLanjutLanjutLanjutLanjutLanjutLanjutLanjut
BeeZero
2017-11-16 15:34:57
" oh "
Sovaren DF F
2017-11-15 08:42:12
ngga ada judulnya ternyata
Bocah Redoks
2017-11-12 19:41:48
Dan waktu nya menyimpan cerita ini dalam memori
wahyu
2017-11-12 19:36:08
Klo setiap hari rilis makin mantap nih cerita .....
wahyu
2017-11-12 19:35:10
Maantap....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook