VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 99

2017-11-10 - Alien Queen > Alien Attack : World War
110 views | 8 komentar | nilai: 10 (12 user)

Alien Attack : World War Chapter 99


Alien Attack : World War Chapter 99 - Repaired
Penulis : Alien Queen

Saat Hexari berjalan-jalan tanpa arah dan tujuan, dalam keaadan ia tetap tertunduk. Terlihat sepasang kaki berada dihadapannya menghalangi jalannya, hexari yang hendak melangkah mencoba membatalkan langkahnya, namun ia malah jatuh tepat kebawah wanita yang kebetulan memakai rok.

"Uwaaa aku tidak sengaja melihatnya." Hexari segera bangkit dan meminta maaf.

"Kau kan?" kini Hexari menatap wajah wanita tersebut.

"Hai, kuharap kau tak lupa dengan wajahku."

"Ah iya, kau wanita yang Skyboardnya kupinjam."

"Hmm syukurlah ternyata kau bukan tipe orang yang pelupa."

"Tentu saja, aku bukan karakter utama yang idiot, sembrono dan payah."

"Kalau begitu mari kita bicarakan semuanya baik-baik." wanita itu tersenyum sambil mengepalkan tangannya.

....

Ruang makan

Hexari tampak berantakan, terdapat beberapa bengkakan diwajahnya karna hajaran wanita itu.

"K..kau bilang kita bicarakan baik-baik, tapi kau memukulku seenak jidatmu." Hexari mengeluh, ia menempelkan es batu pada benjolan di wajahnya.

"Aduh."

"Sini biar kubantu." wanita itu berucap setelah meminum jus yang ia pesan. Posisi mereka saling berhadapan. Ia pun membantu mengoleskan es tersebut.

"Ah maafkan aku, sepertinya aku terlalu keras padamu."

"Entah mengapa, wanita disini pada kuat-kuat berbeda dengan Angkatan Laut dan Darat." Hexari bergumam.

"Lagipula salahmu sendiri kenapa mengintip rok ku. Itu pantas untuk pria mesum sepertimu."

"Hei, itu tidak sengaja, aku tadi kan jatuh."

"Kau pasti cuma pura-pura."

"Tidak, itu memang murni kecelakaan. Lagipula untuk apa aku ingin lihat celana dalam. Apa bagusnya."

"Berisik, pokoknya hal tadi tetap saja tindakan tidak sopan." wanita itu menekan esnya.

"Aduh.aduh.. Hei itu pelan-pelan."

"Sudah cukup, sebaiknya kau makan dulu."

"Apa boleh?"

"Ya silahkan, aku merasa bersalah karna menghajarmu berlebihan, aku teraktir sebagai permintaan maafku."

"Kau ternyata baik juga."

"Ah kau jangan melebih-lebihkan, sebenarnya aku tak sebaik yang kau kira."

...

Setelah makan selesai, mereka berdua belum beranjak dari sana.

"Perkenalkan, namaku Hexari Pextragon dari Angkatan Laut."

"Hmm kau tak terlihat berasal dari sana, lagipula kenapa kau tak memakai seragam mu?"

"Ah aku malas memakai pakaian bodoh itu, aku lebih suka memakai pakaianku."

"Ada-ada saja. Oh iya namaku Aimer," mereka pun saling kenalan.

"Oh iya, bagaimana soal Skyboardmu?"

"Rusak luar dalam, sepertinya terjadi benturan sangat keras. Aku terkejut kau terlihat baik-baik saja."

"Aku juga sama, aku terkejut kenapa aku baik-baik saja. Dan aku minta maaf soal itu."

"Baiklah, permintaan maaf diterima, jadi apa kau bisa menggantinya?"

"Soal itu, memangnya berapa harganya?"

"1 juta Renk."

"Mahal amat?"

"Itu Skyboard yang sudah di modif, malah mesinnya sudah diubah. Selain itu, Skyboardku adalah jenis terbaru dengan sistem yang sudah disempurnakan."

"Yang benar saja, sejauh ini aku sudah menghancurkan kendaraan milik dua orang wanita." pikir Hexari.

"Aku memang punya segitu, tapi aku ada hal lain yang harus kulakukan, dan jika boleh aku akan mencoba memperbaikinya saja, mungkin aku harus membeli suku cadang yang rusak. Bagaimana?"

"Percuma, dari yang kulihat. Bukan hanya bodynya saja, tapi sistem saluran udara dan anti gravitasinya rusak. Kau tahu, untuk memperbaiki sistem anti gravitasi itu begitu rumit."

"Saluran udara ada didepan, dan anti gravitasi ada dibawah. Jadi saat aku jatuh. Kedua bagian itu yang pertama kali mendapat kerusakan yah." Hexari menyimpulkan.

"Begitulah, jadi sebaiknya membeli yang baru."

"Hah itu yang jadi masalahnya, aku lebih suka melihat kerusakannya dahulu. Aku merasa benda itu masih bisa diperbaiki ko."

"Hah yasudahlah, terserah dirimu saja, yang terpenting bagiku adalah Skyboardku bisa dipakai."

"Yosh, kalau begitu ayo.." Hexari berdiri dari duduknya.

"Tapi tunggu dulu, apa kau bisa memperbaiki Skyboard? Aku saja yang sudah 2 tahun menggunakan Skyboard, sampai sekarang tak mengerti dengan sistemnya."

"Kita coba saja. Dahulu."

Setibanya di ruangan khusus milik Aimer. Hexari dan wanita telah berada disana.

"Baiklah, apa yang kau bisa lakukan dengan hal ini?" Aimer menyerahkan Skyboardnya yang sudah rusak, terlihat kulit body terbuat dari logam tersebut banyak yang tergores dan mengelupas.

Terdapat tiga buah lubang tempat saluran udara. Disana terdapat beberapa retakan. Dan bagian bawahnya terdapat sistem anti gravitasi yang benar-benar rusak.

"Haah ternyata lebih parah dari terakhir yang kulihat." Hexari bergumam pelan.

"Jadi bagaimana?" Aimer melirik kearah Hexari.

"Akan kucoba sebisa mungkin."

"Kau yakin?"

"Tidak juga sih, tapi daripada harus membeli yang baru."

"Kalau begitu aku pergi dahulu, ambil makanan dan minuman."

"Hmm.." Aimer pun meninggalkan Hexari.

"Ya, sekaramg tak ada siapapun yang lihat, mari kita periksa apa saja yang rusak." Hexari memejamkan matanya, ia menyentuh Skyboard tersebut dan perlahan sesuatu masuk dalam pikirannya. Rangkaian, bahan dan rancangan skyboard tersebut mulai tergambar dalam kepalanya.

Hexari membuka matanya dan melihat kembali Skyboard tersebut.

"Jadi, memang benar, saluran udara dan sistem anti gravitasinya yang rusak. Yosh, aku tahu cara memperbaikinya. Kabel dan aliran fluida nya sudah ku tahu semua posisinya. Jadi hanya tinggal mengganti bagian yang rusak dan menempatkan bagian-bagian yang berpindah tempat. Jadi ini lumayan rumit," Hexari bergumam pelan.

"Rangkaiannya tak seperti kendaraa apapun loh, Skyboard benar-benar berbeda. Teknologinya Lebih mirip seperti piring terbang." Aimer datang membawa nampan yang diatasnya terdapat minuman dan makanan ringan.

"Piring terbang?"

"Hmm. UFO. Aku merasa teknologi yang kita gunakan meniru teknologi Alien, contohnya saja markas ini. Pesawat raksasa yang melayang dilangit. Dan juga kota langit dibawah sana. Semuanya menurutku seperti sistem Kendaraan yang digunakan Alien."

"Benar juga,"

"Ya. Dan hal itu yang membuatku pusing, teknologi Alien itu diluar nalar manusia."

"Yah, tapi dalam masalah ini, aku sudah mengerti dengan apa yag akan dikerjakan, bisa kau mencatat suku cadang yang kutunjuk."

"Jadi kau sudah bisa memperbaikinya?"

"Ya, kurasa aku sudah mengerti."

"Kau yakin?"

"Jika kau tak percaya, bagaimana jika lihat pekerjaanku?"

"Kita buktikan kebolehanmu Hexari Pextragon."

...

Setelah Hexari membongkar Skyboarnya, ia melepas bagian suku cadang yang rusak, dan Aimer pun membawanya ke tempat persenjataan dan kendaraan.

Ia membeli yang baru, untuk kendaraan pribadi. Semua prajurit harus membelinya, tak seperti kendaraan yang dikhususkan untuk perang. Mereka mendapat fasilitas dengan gratis, hanya saja semuanya dapat digunakan pada saat keadaan perang saja.

Hexari yang lapar, ia makan makanan yang dibawa Aimer tadi.

Saat Aimer kembali.

"Kukira semua makanannya akan habis."

"Yang benar saja, makanan mu itu untuk 4 porsi, aku tak mungkin menghabiskannya. Aku bukan karakter utama yang bodoh dan idiot yang banyak makannya."

"Begitu ya, nah semua yang kau butuhkan sudah kubawa, biaya totalnya 200.000 Renk. Kau hemat 800.000 Renk."

"Oke, akan kuganti setelah ini selesai." Hexari kembali bekerja. Hingga waktu menunjukkan senja. Matahari hampir terbenam. Hexari pun menyelesaikan pekerjaannya.

"Bagaimana?" Aimer pun datang.

"Sudah selesai, kau bisa mencobanya."

Mereka pun membawa Skyboard ke ruangan untuk latihan anti gravitasi. Dimana ruangan tersebut lantainya dapat meniupkan udara sehingga benda apapun yang diatasnya terangkat keatas.

"Yosh silahkan kau coba."

"Baiklah." Aimer pun masuk kedalam ruangan, sehingga Hexari yang mengaktifkan tekanan udaranya.

Saat udara berhembus, skyboard yang ditunggangi Aimer mulai naik.

"Ini luar biasa, aku merasa menyatu dengan Skyboardku, ini sangat nyaman."

"Nyalakan mesinnya." Hexari memberi instruksi.

"Oke." Indikator anti gravitasi dibawah skyboard pun menyala berwarna biru. Saluran udara pum mulai berfungsi.

"Matikan tekanannya Hexari."

"Yosh." saat tekanan udara mati, Skyboard pun melayang.

"Berhasil, aku akan mencobanya di luar. Verry Good."

"Aimer, aku ada urusan lain. Kau lakukan saja sendiri."

"Oke."

Hexari pun pergi meninggalkan Aimer.

"Aku mendapat pengetahuan baru, kurasa aku akan membuat Skyboard ku sendiri. Benda ini akan sangat berguna ketika melawan alien yang terbang." Hexari berjalan menyusuri lorong.

Ia berjalan dengan tertunduk, sepertinya Hexari merasa lelah dengan aktivitasnya hari ini.

Ia berjalan santai, tiba-tiba didepannya terlihat sepasang kaki menghalanginya. Hexari pun mengangkat wajahnya dan melihat sosok pria yang menghadang jalannya.

"Kau yang menebas pipa-pipa gas itu?" tanya pria dihadapannya to the point.

"Ya." jawab Hexari singkat, ia tak menyangkalnya sama sekali.

"Jadi benar kau pelakunya.!" teriak pria itu.

"Ya, lalu apa masal..."

Buak...

Ucapan Hexari terhenti karena tiba- tiba saja pria itu menghajar Hexari hingga membuatnya jatuh kelantai.

Buak...

Pria itu langsung menendang Hexari yang hendak bangkit.

"Gah.." kini Hexari tergeletak, namun pria itu belum cukup, ia terus menghantam tubuh Hexari dengan tendangannya.

"Gara-gara perbuatanmu, kekasihku masuk UGD karna banyak menghirup gas itu. Kau yang bertanggung jawab dengan hal itu sialan.! Kau harus membayarnya.!" teriaknya sambil terus menendang tubuh Hexari yang tak berdaya atau memang ia sengaja menerima semua serangan yang diarahkan padanya. Semua orang hanya melihat tanpa ingin membantu Hexari, karna dipikiran mereka juga sama, ingin menghajar Hexari.

"Pria bodoh itu, kenapa tidak membalas." pikir Eria yang kebetulan lewat dan tanpa sengaja melihat hal tersebut.

Diantara semua Warrior, Eria adalah yang paling aktif, ia paling sering berjumpa prajurit lain.

Pria itu berhenti menghajar Hexari, entah sudah puas atau karna kelelahan. Pria itu pun pergi meninggalkan Hexari yang tergeletak tak berdaya.

***

Dan terjadi lagi, aku harusnya sudah pingsan, tapi tidak terjadi, aku tetap sadar walaupun sakit yang kurasakan ini melampaui batas kesadaran.

Aku berharap ingin sekali bisa pingsan, namun sepertinya hal itu sangat mustahil terjadi. Dan yah, aku kembali menanamkan benih kebencian pada orang-orang, mau bagaimana lagi? Aku tak mau beraksi so pahlawan dan mendapat banyak pujian dari orang- orang, yang ku inginkan hanyalah menepati janjiku, itu saja.

***

"Hei bodoh. Kenapa kau tak membalasnya? Dengan kemampuanmu, seharusnya kau mampu menjatuhkannya dalam satu pukulan." tanya Eria yang berdiri di hadapan Hexari ia bertolak pinggan, Hexari pun berusaha bangkit dan duduk bersandar di dinding lorong itu.

"Ahaha, itu tidak perlu, karna hal itu sama sekali tidak sakit. Tak ada hal yang membuatku merasa kesakitan hingga pingsan."
Hexari perlahan bangkit, terlihat ia menahan sakit.

"Sombong sekali kau. Padahal wajahmu berantakan." Eria melipat tangannya didada.

"Kau bisa mencobanya jika tidak percaya, aku tak akan pingsan ko." Hexari berbalik dan perlahan melangkahkan kaki.

"Khi.. Dengan senang hati." Eria menyeringai, ya wanita cantik itu jadi seram. Tiba-tiba Eria melompat dan melayangkan tendangan ke punggung Hexari,

Buag..

Seketika hal itu membuat Hexari jatuh dengan tengkurap. Hantaman begitu keras mengenainya telak.

"Aku telah menyerang titik vitalnya, seharusnya dia pingsan." pikir Eria. Namun diluar dugaan Hexari perlahan bangkit.

"Lihatkan,? Sudah kukatakan, tak ada hal yang dapat membuatku pingsan." Hexari terkekeh pelan.

"Mustahil, tak ada seorang pun yang masih sadarkan diri setelah menerima pukulan dititik itu." kaget Eria, ia bergumam, tatapannya tetap datar.

"Berarti aku pria pertama yang masih berdiri setelah terkena seranganmu. Hahaha aku kuat yah." Hexari berguma, tak ada tanggapan dari Eria.

"Baiklah, aku ada urusan aku pergi.." Hexari pun perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan Eria yang masih berdiri mematung.

"Dia benar-benar pria misterius." gumam Eria.

"Aku rasa aku mulai tertarik padanya. Hmm hal pertama yang harus kulakukan mungkin membuatnya pingsan saja." Eria yang kembali ke mode gadis imut malah merencanakan sesuatu yang jahat pada Hexari.

Dari kejauhan seorang wanita memerhatikan kejadian tersebut.

"Hexari Pextragon yah. Dia kasihan sekali."


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 100

Hiatus
2017-11-11 02:12:44
Oh yeah baby itu semua terjadi karna pas penjelasan potong pipa cuma ada jendral dan hexari oh baby
Bocah Redoks
2017-11-10 23:47:21
Emang enak gk bisa pingsan. Awalnya aq jg berpikir itu sangat keren. Tapi nyatanya nyakitin banget.
Shadexz fahrhezi
2017-11-10 19:56:17
Hahajajhaha hari hari berikutnya hexari bakal kena hajar eria terus
Grim Rieper
2017-11-10 19:25:59
tidak lama lagi cerita ini bakalan menghilang
wahyu
2017-11-10 19:22:22
Hore..... Besok rilis lg ya nona cantik....
Sqouts Shadows
2017-11-10 16:59:09
Ditunggu chapter berikutnya
Zen Kureno
2017-11-10 16:53:20
Aku tidak tahu apa yang dialami oleh Hexari, dikelilingi oleh wanita tapi semuanya pembunuh.
Alien Queen
2017-11-05 21:25:39
Perasaan yang ini biasa2 aja tuh, ngga ada hal yang aneh.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook