VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 98

2017-11-06 - Alien Queen > Alien Attack : World War
98 views | 11 komentar | nilai: 10 (11 user)

Alien Attack : World War Chapter 98-Sparing

Alien Attack : World War Chapter 98 - Sparing
Penulis : Alien Queen

"Kau tidak ingin menjelaskan apapun?" tanya Jendral Erthogrul.

"Apa ada hal yang ingin anda ketahui?"

"Cih orang ini..."

"Bisakah tinggalkan kami berdua, ada hal yang ingin kubahas berdua.!" Jendral Erthogrul memerintahkan yang lainnya pergi, kemudian ketiga orang itu pun bangkit dan memberi hormat kemudian pergi. Diambang pintu, Eria pun berhenti. Raut wajahnya berubah, entah apa yang terjadi.

"Oh iya, tuan. Apa anda bisa latihan bersamaku pagi ini.?"

Kedua pria itu menengok kearah Eria.

"Ca..cantik banget.." pikir Hexari.

"Tidak, aku ada urusan." Jendral Erthogrul menolak dengan nada datar.

"Kumohon." pintanya dengan ekspresi layaknya gadis cantik, imut, lugu dan polos.

"Di..dia begitu manis, apa-apaan itu. Apa dia sedang merayu. Ayolah wajahnya berubah total dari yang tadi. Aku tarik kata-kataku yang tadi." pikir Hexari.

"Terserahlah, jadi bisa kah kau tak menggangguku?" Eria pun tersenyum dan menutup pintu.

"Y..yang benar saja, wajah menyeramkan bagaikan orang jahat itu ia buang kemana? Ke.. kenapa bisa dia secantik itu," pikir Hexari yang kaget sekaligus takjub.

"Hei bocah, ada apa denganmu?" pertanyaan dari pria tinggi dan kekar itu membuyarkan lamunan Hexari.

"Ti..tidak ada ko. Aku sama sekali tak memikirkannya..ups."

"Hah, merupakan hal yang wajar jika banyak orang tertarik padanya. Bahkan tak sedikit wanita yang menyukainya."

"Dia memang cantik, hanya saja, obsesinya dalam kekerasan menghilangkan hal itu."

"Benar sekali, aku bahkan sampai takut padanya. Tapi barusan lain ceritanya."

"Baiklah kembali ke pembahasan utama." tegas Jendral Erthogrul yang membuat Hexari tersentak kaget.

"Kau akan mengatakannya atau aku yang harus menjelaskannya?"

"Tcih aku tak bisa mengatakan apapun." gumamnya pelan.

"Mengatakan apa? Bahwa anda sangat kuat dan menyermakan? Semua orang sudah tahu itu. Atau mengatakan jika wanita menyeramkan itu ternyata sangat cantik? Baiklah aku tarik kembali kata-kataku yang tadi." balas Hexari yang duduk santai, pedangnya disandarkan disamping kiri kursi.

"Bukan itu, tapi tentang apa yang kau lakukan kemarin. Apa kau ingin dipenggal sebagai hukuman hah?"

"Ga..gawat, hukumannya ngeri banget."

"Aku tahu semuanya. Didalam lubang yang dibuat oleh Alien terdapat banyak tabung yang berisi gas beracun yang sangat mematikan, gas itu terus keluar hingga menyebar keluar lubang.

Kau membocorkan pipa agar gas bahan bakar keluar dan para prajurit tak menghirupnya, bisa saja gas beracun tersebut menyebar setelah pintu tempat itu dibuka, gas tersebut cukup untuk meracuni 1000 orang yang ada disini."

"Massa jenis gas bahan bakar lebih besar dari massa jenis gas beracun sehingga gas bahan bakar menekan gas beracun agar tidak masuk ke ruangan dimana para prajurit berada. Jika kau tidak membocorkan gas, maka semua prajurit akan mati karna gas beracun terhirup. Para prajurit disini memiliki kelemahan, yaitu paru-paru mereka." Jendral Erthogrul menerangkan apa yang ia simpulkan.

"Oh seperti itu ternyata? Kalau dijabarkan ternyata begitu rumit dan panjang.." balas Hexari terlihat polos.

"Apa??? Lalu kenapa kau tak mengatakannya pada prajurit lain, atau setidaknya memperingatkan mereka untuk pergi.?"

"Saya punya alasan lain, yang terpenting ada hal lain yang mengganjal dipikiranku, kenapa makhluk itu membawa tabung gas beracun ke ruang tabung bahan bakar." gumam Hexari yang terlihat serius.

"Aku juga belum tahu tentang hal itu, para petugas staf sedang mengurus semua hal tentang itu." balas Jendral Erthogrul menanggapi ucapan Hexari.

"Selain itu, bagaimana bisa para alien itu masuk tanpa ada peringatan dan tanpa terlacak radar. Apa yang sebenarnya mereka rencanakan.?"

"Kami sedang melakukan tes tentang hal itu, kembali ke pembahasan utama, aku akan mendiskusikan tentang semua ini dan mempertimbangkannya tentang apa yang akan kau jalani selanjutnya." jelas Jendral Erthogrul.

"Apa selama menunggu hal itu aku bebas?"

"Ya, dan ingat satu hal, jangan pernah melakukan hal bodoh dan jangan mengacau.!"

"Akan kuusahakan."

"Baiklah, untuk saat ini kau boleh pergi, dan ingat. Kau berada disini untuk menerima pelatihan, dan kau akan dilatih dari awal."

"Baik." ucap Hexari yang menyanggupi, Jendral Erthogrul pun bangkit dan melangkahkan kaki meninggalkan tempat.

"Ada seorang wanita yang akan menjadi partnermu, bekerja samalah dengan baik bersamanya." ucap Jendral Erthogrul yang kemudian membuka pintu.

"Hmm, selama orang itu bukanlah pria, ada kemungkinan kita bisa bekerja sama." gumam Hexari yang bangkit dari duduknya.

"Jika kau ingin melihat Eria yang sebenarnya, datang saja ke tempat latihannya." Jendral Erthogrul pun pergi. Hexari membawa pedangnya dan Ia pun berjalan keluar,

Diluar, Hexari berjalan santai menyusuri lorong. Tak jauh di depannya banyak orang yang menatapnya dengan tatapan Death Glare. Hexari acuh menanggapi hal itu, ia sudah terbiasa mendapati tatapan seperti itu. Hanya saja, keinginannya tuk menjalani hari-hari yang damai di Angkatan Udara telah sirna.

Mau bagaimana lagi, tindakan yang ia lakukan tersebut satu-satu nya jalan untuk menyelamatkan mereka yang ada dalam ruangan pada waktu itu.

Ia juga sudah mengetahui jika pintu keluarnya macet. Sehingga Hexari harus bergerak cepat untuk menyelamatkan mereka, karena jika tidak, tak ada satupun dari mereka yang akan tertolong. Termasuk Arora, Agosti dan Dale, meskipun Warrior, tapi paru-paru mereka lemah terhaep gas beracun.

Dan ternyata perbuatannya itu malah membuatnya dibenci banyak orang. Tentu saja, insiden tersebut telah tersebar sehingga semua orang mengetahuinya.

"Pagi ini, apa yang harus kulakukan? Ah sebaiknya aku menonton latihan mereka saja." Hexari mengeluarkan tab dan melihat peta letak tempat-tempat yang ada disana.

"Sepertinya ini tempat latihan para Warrior, yosh."

.. .. . . .

Diruang terbuka, Hexari telah sampai ke tempat latihan para Warrior, disana banyak penonton.

Di Arena, terlihat Eria dan Jendral Erthogrul saling berhadapan. Sorak para penonton pun menggema.

"Seperti biasa, orang itu jalannya sangat cepat, ayolah. Dari ruangan tadi kesini jaraknya 1/2 km. Tapi dia sudah bertarung." gumam Hexari yang terengah-engah, ia sepertinya berlari untuk sampai ke tempat tersebut.

Eria pun melepaskan bajunya. Terlihat ia memakai dalaman yang perutnya terbuka.

"Ya..yang benar saja, wanita menyeramkan itu punya otot perut layaknya pria." gumam Hexari. Eria memasang posisi siap menyerang.

"Lihat otot tangan dan perutnya, Nona Eria benar-benar luar biasa."

"Ya, dia wanita dengan fisik terkuat yang memiliki tubuh indah dan atletis."

"Kau benar, aku menyukainya."

"Nona Eriaaa.."

Para penonton disekitar Hexari membicarakan tentang Eria.

"Dia benar-benar jadi pusat perhatian, ya aku tak bisa menyangkalnya. Semua yang dikatakan mereka benar. Wanita menyeramkan itu memang memiliki tubuh yang bagus dan atletis. Dia juga sangat cantik. Dan dari ukuran dadanya, dia adalah wanita sejati. Oh yang benar saja. Kenapa aku malah melihat yang itu sih."

"Tapi apa salahnya, bukan hanya ototnya saja yang menonjol besar, ah sial. Mana mungkin aku berpikiran aneh tentang nya setelah melihat otot-ototnya yang bahkan lebih besar dariku."

Pertarungan atau latihan pun dimulai.

Eria dengan sekejap mata telah berada di hadapan Jendral Erthogrul yang langsung mengayunkan kaki kanannya secara Horizontal ke kiri.

Terjadi sebuah benturan keras saat Jendral Erthogrul menangkisnya dengan tangan kirinya, tercipta tekanan udara karna benturan tersebut.

"Tendangannya sangat kuat. Saat dia menghajarku, aku yakin dia tak serius, tendangannya sangat lemah tak seperti barusan."

Jendral Erthogrul menangkap kaki Eria dan menariknya, ia memutar tubuhnya dan mengayunkan kaki kanannya.

Benturan keras kembali terjadi ketika tendangannya telak mengenai perut Eria, wanita itu terlempar jauh.

"Jendral kejam itu tak punya perasaan apa?"

Seketika Eria menekan kakinya agar ia berhenti terhempas, ia dengan cepat kembali menyerang. Kini Eria melakukan tendangan dan pukulan bertubi-tubi. Jendral Erthogrul pun melakukan hal yang sama.

Tekanan udara meledak-ledak karna bentuaran antara serangan mereka.

"Tunggu dulu, apa-apaan ini? Memang benar mereka itu kuat, tapi ini sudah diluar nalar manusia." Hexari mulai menyadari kejanggalan sparing yang terjadi. Terlihat lantai logam arena mulai terkelupas.

"I..ini sudah diluar kemampuan manusia, yang benar saja. Ini sudah tak dapat dibilang martial art, tapi super power."

"Bisa saja terjadi, jika mereka adalah hasil percobaan yang 100% berhasil bukan." Hexari teringat kembali dengan kata-kata Altra waktu di tempat Violin dirawat.

"Apa benar, mereka manusia percobaan. Mereka senjata hidup yang disiapkan untuk melawan Alien?" Hexari bergumam serius.

Jendral Erthogrul menendang Eria lurus kedepan, tendangan tepat mengenai perutnya hingga tekanan udara kembali terjadi, namun Eria kini tak terhempas. Ia memegang kaki Jendral Erthogrul agar tak terlempar, darah keluar dari sudut bibirnya. Ia tersenyum kecil.

"Haaaaaaa.." teriaknya yang mengangkat Jendral Erthogrul dan membantingnya ke lantai dengan keras.

Lantai logam tersebut retak dan bahkan beberapa puing-puing berterbangan.

Jendral Erthogrul bangkit dan melayangkan pukulan, Eria menyambutnya dengan pukulan juga. Terjadi tekanan udara untuk kesekian kalinya karena benturan keras tersebut. Sorak penonton terus menggema

Eria tersenyum senang, ia begitu puas dengan pertarungan nya.

"Baiklah, senam hari ini sudah cukup, bukankah begitu Eria?" Jendral Erthogrul menurunkan lengannya.

"Ya." Eria mengusap darah dibibirnya.

"Terimakasih banyak atas bantuannya. Saya sangat senang bisa latihan dengan anda." Eria tersenyum dan menunduk memberi hormat.

"Baiklah, sampai nanti. Dan sebaiknya kau sarapan dulu sana."

"Eh?"

"Kau tak muntah setelah beberapa kali ku tendang perutmu, kau pasti belum sarapan bukan?"

"Be.. benar. Kalau begitu saya permisi." Eria mengangkat wajahnya, ia berjalan ketempat bajunya tadi ia lemparkan. Ia memungut bajunya dan segera memakainya. Penonton bertepuk tangan mengiringi kepergian mereka berdua.

"Haah, mereka selalu seperti itu. Merusak tempat latihan kita." keluh seorang pria yang sepertinya seorang Warrior.

"Benar, kita tak ada kesempatan untuk latihan."

Ditempat Hexari.

"Mereka terlalu kuat, jika Warrior Ranking 3 saja sudah seperti itu, bagaimana dengan Ranking 2 dan si misterius Ranking 1. Mereka semua berada ditingkat yang berbeda dari batas manusia." pikir Hexari, ia berjalan pergi dengan tertunduk.

"Jika di pihak manusia memiliki kekuatan seperti ini, aku yakin kita akan menang. Tapi apa bisa manusia mengalahkan Armageddon." Hexari kembali teringat dengan Alien hitam raksasa yang telah ia lihat dua kali.

"Tapi jika ada alien yang lebih kuat dari alien api itu, maka..." dan Hexari juga teringat pada Jendral alien yang ia lawan. Dipihak Alien juga ada 5 makhluk lainnya yang juga sangat kuat.

"Ah yang jelas aku harus segera latihan dengan keras. Bagaimanapun aku juga harus berkembang."

Disisi Jendral Erthogrul, ia teringat dengan laporan yang berada dalam tab tadi. Entah laporan apa, tapi hal itu membuat raut wajah pria tersebut berbeda.

Ditempat lain.

Sebuah pilar bercahaya merah berdiameter 10 meter dengan 6 titik yang bercahaya mengelilinginya dengan diameter 20 meter, 5 titik bercahaya putih, sementara titik terakhir bercahaya kuning.

"Akh andai saja Jendral pertama tak dikalahkan oleh Arya berengsek itu, aku yakin kita pasti akan dapat membuka segel pilar ini." Seekor alien berada disana, ia terus menggerutu.

"Bagaimana situasinya?" Jendral alien yang merupakan ras Draconian tersebut datang ke tempat tersebut.

"Seperti yang kau lihat, energi para manusia tak dapat mengimbangi energi yang dimiliki Jendral pertama, meskipun DNA nya cocok tapi para manusia itu sangat lemah, energi pada tubuh mereka sangat sedikit. Jadi kita tetap harus mencari keberadaan Jendral pertama."

"Itu memang harus dilakukan, tapi untuk membuka segel, kita tak memerlukannya. Cukup dengan menggunakan manusia saja."

"Apakau tak mendengarkan? Manusia manusia itu tak berguna, mereka tak punya cukup banyak energi."

Seringai kecil ditampilkan pada bibir reptilnya

"Kita lima Jendral sudah merencanakan semuanya, beberapa hari lagi kita akan memulainya dan mendapatkan cukup energi yang dibutuhkan untuk membuka segelnya."

Bersambung.

6 titik itu bagaikan lubang untuk membuka pintu, kelima pintu telah terbuka. Tapi pintu terakhir tak ada kuncinya. Karena jendral pertama yang merupakan kuncinya hilang entah kemana ulah Hexagon. Saat mereka berenam melawan Hexagon di atmosfir bumi. Jendral pertama yang lengah, kalah dan menghilang.

DNA jendral pertama mirip seperti DNA manusia. Sel darahnya pun sama, bahkan ia salah satu alien selain Arya yang memiliki warna, sifat dan bau darah seperti manusia.

Lubang kunci terakhir tak dapat dibuka karena tak ada satupun alien yang sama seperti Jendral pertama hingga para Alien menggunakan energi manusia untuk menggantinya.

Nah itu salah satu tujuan dibalik para alien menyerang dan membawa para manusia.

Nah misteri berikutnya, apa yang hendak dibangkitkan dibalik pilar tersebut.?

Lalu apa yang akan terjadi apabila sesuatu tersebut bangkit?

Lalu apa yang terjadi pada Jendral pertama sebenarnya? Dia masih hidup tapi tak diketahui keberadaannya.

Apa sebenarnya Jendral pertama itu? Kenapa bisa memiliki kemiripan dengan manusia seperti halnya Arya.?

Masih banyak hal yang belum terungkap, tentang Hexagon dan bangsa Arya lain, trus kenapa Hexari bisa hilang ingatan, dan siapa nama Hexari yang sebenarnya?

Jawabannya. Nantikan aja, kuharap masih ada yang tetap setia mengikuti kisah ini hingga nanti tamat.

Tifa Lockhart.

Gambaran wujud Jendral Kelima. Dia bawa tombak bukan pedang.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 99

Kleiss Effortles
2017-11-21 15:47:24
Makin kesini, 1 ch nya makin panjang, sepertinya diatas 1,5 k
Shadexz fahrhezi
2017-11-07 09:47:15
Tetep setia mengikuti dan mwnanti.
wahyu
2017-11-07 00:04:41
Mantap jiwa....
Hiatus
2017-11-06 22:09:25
Oh yeah baby pantes biasa aja lah pas penjelasan ulah hexari cuma berdua jendral oh baby
Zen Kureno
2017-11-06 22:03:40
Apa pertarungan tadi tidak terlalu apa lah gitu dan jangan bilang kalau Hexari itu .......... Pasti itu mustahil, atau sedikit benar.
Grim Rieper
2017-11-06 20:12:57
tapi masih lama tamatnya, updatenya aja gk menentu
Bocah Redoks
2017-11-06 20:12:19
Bakal lama tamatnya. Kan mau hiatus
Alien Queen
2017-11-05 10:41:26
Takut kelupaan, aku kasih aja bocorannya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook