VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 97

2017-11-03 - Alien Queen > Alien Attack : World War
95 views | 9 komentar | nilai: 10 (11 user)

Alien Attack : World War Chapter 97

Alien Attack : World War Chapter 97 - Lehentasunezko
Penulis : Alien Queen

"Kepalaku, berputar-putar, aku tak bisa melihat dengan jelas." pikirnya, ia pun segera meluncur menuju markas.

"Gawat..gawat.. Aku mulai lemas." ternyata efek samping dari penggunaan Skyboard mulai dirasakan Hexari.

Setelah sampai, Hexaripun langsung jatuh tersungkur, terguling-guling, Skyboardnya langsung rusak karna menghantam lantai logam. Terlihat banyak orang berlalu lalang dengan senjata lengkap yang mereka bawa.

"Se-sepertinya menggunakan alat itu terlalu banyak menghabiskan energi. Ah aku sangat lelah, dan semuanya berputar-putar. Harusnya aku sudah pingsan, tapi mau bagaimana lagi, tak ada satu hal pun yang dapat membuatku pingsan." Hexari bergumam dengan lemas. Ia terkapar dengan posisi tengkurap.

"Tak kusangka, kau dapat menggunakan skyboard dengan baik. Hexari Pextragon." ucap seorang wanita, wanita yang waktu itu mengobrol dengan Arora.

"Siapa ya?"

"Kapten, semua tempat telah aman, semua alien telah dihabisi." seorang pria melapor.

"Bagus, tinggal melapor pada tuan jendral saja."

"Hexari Pextragon, hm. Kalau dilihat-lihat kau cukup tampan juga, pantas saja Arora menyukaimu." wanita tersebut berjongkok dihadapan Hexari.

"Ah pusingnya, aku mual ingin muntah. Apa aku hamil yah."

"Sepertinya itu efek samping penggunaan Skyboard, aneh juga seorang Soldier sepertimu dapat mengendarai Skyboard dan bahkan kau tak pingsan setelahnya."

"Uekh, hei aku mau muntah beneran loh. Uekh.."

"Ah itu menjijikan." wanita itu langsung berbalik. Tiba-tiba sambungan pun terhubung.

"Hai,Saya Luscia Nox Fleuret, kapten divisi kedua melaporkan. Semua alien diatas telah kami atasi."

"Ya.. Dan disini juga ada Hexari Pextragon, dia dalam keadaan yang tidak baik setelah mengendarai Skyboard, wajahnya pucat dan penuh keringat. Ia juga muntah-muntah, apa yang sebaiknya saya lakukan tuan?"

"Baik."

Setelah selesai melapor, wanita bernama Luscia itupun berbalik kearah Hexari.

"Banyak amat yang kau muntahkan, apa semua isi perutmu keluar semua?" kaget Luscia.

"Ahh aku lemas banget," Hexari memasang posisi setengah bersujud,.

"Hei, kalian. Lakukan sesuatu padanya." Luscia memerintahkan pada beberapa prajuritnya.

"Baik."

.....

.

Malam pun menjelang.

Ruang Jendral Erthogrul,

terlihat ia sedang berbicara dengan Jendral Zenitya.

"Hahaha, benarkah, Hexari melakukan kekacauan di hari pertamanya?" Jendral Zenitya terkekeh pelan terlihat wajahnya di layar hologram.

"Dia merusak pipa gas bahan bakar dan energi. Selain itu, pada laporan terakhir. Anak itu mengendarai Skyboard."

"Sepertinya Hexari selalu melanggar peraturan dan membuat masalah ya." ucap Jendral Zenitya.

"Hmm. Aku dipusingkan dengan dua orang kali ini. Selain muridmu, sekarang Hexari Pextragon yang pasti akan memusingkanku."

"Tak kusangka, orang sepertimu dapat dibuat pusing oleh wanita dan pria bodoh."

"Begitulah, tapi dari kejadian ini, apa yang kau ceritakan memang benar. Bocah itu punya kemampuan istimewa, dia bertindak cepat menyelamatkan orang-orang dan dengan mudah mengendarai Skyboard tanpa latihan terlebih dahulu."

"Benar bukan? Dan peranmu disana adalah melatih kekuatan dan kedisiplinannya, dalam keadaan tertentu ia kadang bertindak tak sopan dan seenak jidatnya. Contohnya.."

"Ia masuk kedalam ruangan seenaknya?" sela Jendral Erthogrul.

"Apa dia melakukan hal itu juga padamu? Hah padahal aku sudah memperingatkan anak itu."

"Begitulah, sekarang ada dua anak yang harus ku didik dengan baik."

"Yah, kau benar. Sebaiknya kau istirahatkan tubuhmu Erthogrul, kau sepertinya terlalu lelah untuk hari ini."

"Kurasa kau benar, baiklah. Aku akan segera istirahat. Sampai jumpa lagi."

"Hmm."

Komunikasi pun terputus.

"Hari ini terlalu banyak hal yang terjadi."

Suara ketukan terdengar dari luar.

Seorang wanita pun langsung masuk ke ruangan itu. Wanita yang sangat cantik berambut putih panjang, wanita tertinggi itu memberi hormat. Jaket putih dihiasi bulu halus pada bagian kerah dan lehernya, juga celana putih panjang melengkapi penampilannya.

Ia terlihat anggun dan sangat berwibawa, siapapun yang melihatnya akan kagum, kecuali Jendral Erthogrul yang setiap hari berjumpa dengannya.

"Apa anda memanggil saya Tuan?" tanya Freyal dengan sopan dan memberi hormat, suaranya begitu halus dan indah seolah pita suaranya terbuat dari sesuatu yang begitu mengagumkan.

"Ya, aku ingin kau mengurus mayat para alien dan meneliti mereka, ada hal aneh terjadi, para alien ini tak terlacak oleh radar. Maka dari itu aku ingin kau mengatasi hal itu. Apa kau sanggup?" Jendral Erthogrul Duduk dikursinya sambil mengetik keyboard hologram

"Baik, akan saya urus hal tersebut dengan baik. Anda dapat mempercayakan semuanya pada saya." Freyal tersenyum manis, aroma tubuhnya begitu wangi membuat pria dan wanita akan terpesona padanya.

"Ya, terimakasih."

"Kalau begitu saya mohon diri." Freyal memberi hormat dan berbalik melangkahkan kakinya.

"Tunggu sebentar." Jendral Erthogrul menahan.

"Ya."Freyal kembali berbalik.

"Boleh aku bertanya sesuatu?"

"Ya, tentu saja Tuan. "

"Kau terlihat berbeda hari ini, gelagat dan senyuman itu tak seperti biasanya, bahkan kau memakai parfum berbeda, sepertinya kau sedang bahagia. Apa terjadi sesuatu?" mendapati pertanyaan seperti itu membuat gadis itu tersentak dan gugup.

"I..itu.."

"Hahaha, sudahlah lupakan hal itu. Aku tak perlu tahu urusan pribadimu, yah, kau boleh pergi."

"Sa-saya tidak keberatan jika anda ingin tahu urusan pribadi saya,"

"Hmm, tak begitukah? Lalu apa yang merubahmu hm?"

"Saya berjumpa pria kenalan saya tadi siang, setelah sekian tahun kita berpisah. Dan tadi aku melihatnya, aku sangat senang bahwa dia baik-baik saja."

"Owh, baiklah. Aku mengerti"

Beralih ke tempat Hexari.

"Pada akhirnya aku malah dipenjara, sangat menyebalkan. Tapi ini hal yang benar, mengingat aku membuat banyak prajurit masuk UGD. Ini kesalahanku." Hexari bergumam sambil tiduran diatas ranjang sambil menatap langit-langit tempat tersebut, sebuah sel penjara yang hanya terdapat ranjang saja, kedua tangannya dilipat kebelakang dan digunakan sebagai bantal.

"Bagaimana keadaan mereka yah, apa mereka baik-baik saja ataukah terluka parah.?"

"Mereka baik-baik saja," ucap suara Jendral Erthogrul, terlihat ia telah berada di depan sel Hexari entah sejak kapan ia disana.

"Syukurlah, lalu kapan aku akan keluar dari sini?" Hexari masih tiduran.

"Paling telat besok pagi."

"Hmm singkatnya, apakah ini benar- benar hukuman untukku?"

"Kami punya kebijakan, jika ada prajurit yang melanggar maka harus dipenjara, tapi karna kau itu pemula, kau dapat keringanan." jelas Jendral Erthogrul.

"Hah, kalau begitu aku bisa santai."

"Jangan seenaknya anak muda, aku tak sebaik Guimor dan Zenitya." Jendral Erthogrul yang berjalan pergi.

"Orang itu sangat mengerikan." pikir Hexari.

"Dari auranya saja sudah membuatku merinding dan berkeringat." tambahnya.

"Apa yang akan terjadi padaku besok yah? Mengingat orang itu katanya lebih kejam dari Jendral wanita."

Time skip

Keesokan harinya di ruangan interogasi.

Hexari duduk disebuah kursi dan didepannya ada seorang wanita cantik yang usianya kurang lebih 21 tahun. Mereka berdua hanya dibatasi sebuah meja saja.

"Apa yang kau lakukan prajurit? Apa mau membunuh para prajurit lain dengan gas itu?!" bentak wanita tersebut pada Hexari, namun meskipun marah, tetap saja wajahnya tidak menakutkan.

"Hah, tindakanku selalu saja salah salah dimata siapapun." Hexari tak memperdulikan bentakan wanita tersebut, ia tampak malas dan bosan.

Bruak..

"Jawab aku.!" tegas wanita tersebut sambil memukul meja dihadapannya.

"Baiklah, hmm bagaimana yah, aku hanya berpikir harus menebas pipa itu saja dan ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya." jawab Hexari seenaknya, ia tak terlihat takut sama sekali.

"Jangan bercanda.!" geram wanita itu yang merasa dipermainkan.

"Hah.. Baiklah baiklah. Akan kujawab nanti setelah jendral kembali, aku pergi dulu." ucap Hexari dengan santai sambil menghela napas pendek, kemudian ia beranjak dari duduknya.

"Mau kemana kau? Aku belum mengizinkanmu pergi.!" bentak wanita itu.

"Aku tidak membutuhkan izin darimu untuk melakukan sesuatu. Memangnya siapa kau?" balas Hexari yang tatapannya tajam, ekspresinya berubah, seperti hal nya di chapter 11, mode tampan nya keluar. Tak ada tanggapan apapun dari wanita itu, wanita itu membeku.

"..." tak ada tanggapan

"Baiklah aku pergi dulu, aku sudah lapar." ucap Hexari yang ekspresinya kembali berubah pada ekspresi normalnya. Ia pun berjalan dan membuka pintu.

"Apa-apaan itu, untuk sesaat aku merasakan perasaan seolah jatuh cinta padanya, padahal kata-katanya sangat tajam, tapi aku malah ingin mendengar suara keren itu." gumam wanita tersebut yang memerah merona untuk sesaat ia salah tingkah.

"Apa yang terjadi padaku, ah padahal dia hanya prajurit biasa, wajahnya pun biasa saja. Akh tidak, tadi dia berubah 360 derajat, kurasa itu adalah sosok aslinya." lanjutnya lagi. Btw di chapter 11 perubahan Hexari sempat membuat Violin dan Aerilyn merasakan hal sama seperti yang dirasakan wanita ini.

Saat Hexari telah sampai didepan pintu dan menarik knop pintu lalu membukanya, sebuah telunjuk menekan keningnya.

"Sudah kukatakan jangan seenaknya.!" ucap pemilik telunjuk itu yang ternyata itu adalah Jendral Erthrogrul dengan nada datarnya, dibelakangnya terdapat 2 orang dan salah satunya adalah Eria.

Tanpa Hexari sangka, sebuah tinju menghantam perutnya hingga membuatnya terpental menuju dinding.

"Ukh.. Ku..kuat sekali pukulannya." pikir Hexari

Beralih ke Angkatan Laut.

Disisi Aerilyn, ia telah menjemur pakaiannya. Saat akan masuk kedalam, terlihat seorang wanita yang sama cantiknya dengannya tengah tiduran diranjangnya.

"Hmm, ranjangmu empuk dan nyaman sekali, disini juga sangat wangi. Aku jadi betah." wanita itu pun duduk.

"Hai sayang." ternyata dia adalah sang Alien cantik, Ruinsvlora.

"K-kau.." dengan gerakan cepat Aerilyn melompat kearah Ruins dan melayangkan tinjunya, Ruins dengan mudah menangkis pukulan dan ia pun menangkap kedua tangan Aerilyn kemudian menjatuhkannya keatas ranjang.

"Tcih." terlihat Aerilyn begitu kesal, Ruins melepaskan cengkramannya dan mundur dua langkah. Aerilyn dengan cepat bangkit, namun tiba-tiba saja. Bibir Ruins mengecup bibir Aerilyn.

"Apa yang kau.."

Dengan gerakan cepat, Ruins telah berada dibelakang Aerilyn yang telah terkunci gerakannya.

"Pemanasan yang bagus, emmh tubuhmu sangat wangi sayang. Membuatku sangat bergairah saja." Ruins berbisik ditelinga kiri Aerilyn dan kemudian mengigitnya pelan.

"Akh.. Apa yang kau mau dasar alien mesum. Apa kau tidak puas mempermalukanku hah?" Aerilyn sepertinya sangat geram pada Ruins.

"Mempermalukan?"

"Jangan pura-pura tak tahu, bukankah kau pelaku yang membuat aku tidur dengan pria hah?"

"Oh, yang itu, bukannya kau menikmatinya. Sama seperti yang akan segera kulakukan padamu sayang."

"Itu menjijikan, jangan coba-coba melakukan hal mesum padaku dasar kau.."

"Tapi kau itu sangat manis loh, aku sudah tak tahan i.."

Aerilyn yang daritadi berontak berhasil meloloskan diri dan menendang Ruins hingga membuat Alien cantik itu terbentur pada dinding dengan sangat keras, bahkan dinding tersebut hingga retak.

"Owh, kau sangat kasar ya. Tapi aku tetap menyukaimu."

"Diam.! Gara-gara kau, aku kehilangan harga diriku dan aku sangat kesal karena itu. Untung saja dia tak memberitahukannya pada siapapun." Aerilyn terlihat sangat marah, ternyata insiden saat ia bisa tidur bertiga waktu itu adalah ulah Ruinsvlora.

"Hah, baiklah. Sepertinya aku sudah keterlaluan, tapi pria tampan itu baik bukan? Dia bahkan tak menyentuhmu atau menyebarluaskan kejadian itu. Ja.."

"Diam.. sebaiknya kau pergi sebelum aku serius menghajarmu."

"Hah baiklah, aku akan menjamahmu lain kali. Tapi ada satu hal yang ingin kukatakan padamu. Perang dasyat akan segera terjadi, kau tak akan lama lagi bertemu dengan keluargamu."

"Keluarga? Maksudmu kakak dan..."

Kecupan di bibir Aerilyn menghentikan ucapannya.

"Sudah kuduga, bibirmu memang luar biasa, aku akan iri pada pria yang dapat menjamahnya." Ruins pun menjauh dan melayang.

"Sampai jumpa lagi sayang." ia pun terbang keluar jendela.

"Tunggu dulu, apa maksud dari ucapanmu. Hei alien mesum.." Aerilyn berteriak dari balkon.

"Aku benar-benar membencinya, dia punya kepribadian dan kemampuan yang menjijikan." Aerilyn mengeratkan tangannya.

"Peperangan terbesar akan segera terjadi, aku juga akan bertemu mereka." Aerilyn bergumam berusaha mencerna apa yang dikatakan Ruins.

"Terlepas dari hal itu, wanita menjijikan itu mencuri ciumanku dua kali, meskipun bukan yang pertama, tapi tetap saja aku tak terima hal itu. Ciuman dengan sesama wanita sangat menjijikan."

Kembali ke tempat Hexari berada.

Hexari pun terkapar setelah menghantam tembok. Namun, ia perlahan kembali bangkit.

"Mu..mustahil, di..dia tidak pingsan setelah mendapat pukulan dari tuan Jendral." kaget salah seorang wanita.

"Aku tidak memukulnya dengan keras, wajar saja jika ia tidak pingsan." ucap Jendral Erthogrul yang berjalan masuk diikuti kedua orang tersebut.

"Ukhukh.. Dia benar- benar kejam. Aku harus hati-hati padanya." gumam Hexari sangat pelan sambil memegangi perutnya.

"Selamat pagi tuan, kau sangat kuat yah." ucap Hexari santai, ia pura-pura tidak sakit.

"Duduklah.!" ucap Jendral Erthogrul.

"Hah, Baiklah." ucap Hexari, Setelah semua nya duduk.

"Bisa kau jelaskan apa yang kau perbuat kemarin?" ucap Jendral Erthogrul membuka percakapan.

"Entah, sepertinya aku melakukan kesalahan besar yah. Baiklah aku akan terima hukumannya." ucap Hexari tanpa mau memberitaukan apa yang sebenarnya ia lakukan.

"Aku akan senang membuatmu jadi kain pel." Eria terlihat telah mengepalkan tangan dan memukulkan ke cengkraman tangan kirinya.

"He,.hei..kau menyeramkan banget, dan apaan ekspresi itu? Kau terlihat seperti orang jahat tahu." Hexari terlihat ngeri melihat gelagat Eria.

"Katakan dengan sejujurnya Hexari Pextragon,! Orang bodoh pun tidak akan melakukan hal seperti itu. Kau pasti punya alasan bukan?" tekan Jendral Erthogrul.

"Hah aku tidak tau apa yang kalian bicarakan, ayolah itu hanya gas. Tak membunuh mereka kan. Anda sendiri yang mengatakannya padaku kemarin, mereka baik-baik saja."

"Hei, sopanlah pada tuan Jendral." ucap wanita tadi.

"Hah. Lagipula apa yang harus kukatakan, faktanya aku melakukan kecerobohan dan membuat para prajurit dirawat di UGD, jadi aku harus berkata apa? Setiap kali aku melakukan sesuatu aku pasti kena hukuman."

"Mungkin karna kau belum pernah dihajar." Eria tersenyum penuh maksud dan tujuan.

"Aku sudah pernah dihajar habis- habisan oleh Jendral wanita. Dan apa-apaan itu? Senyuman mu itu nyeremin banget, gak keliatan manis-manisnya sedikitpun."

Tok.. Tok..

Seseorang pun masuk kedalam setelah Jendral Erthogrul mempersilahkan, seorang prajurit pria membawa sebuah Tab, ia pun memberi hormat pada Jendral Erthogrul.

"Tuan, ini adalah data yang anda minta." pria itu memberikan tab yang ia pegang.

"Terimakasih." Jendral Erthogrul menerima tab tersebut, pria itu memberi hormat dan kemudian pergi.

"Hmm jadi seperti itu kejadiannya."

"Hey bodoh, bagaimana jika kita lanjutkan pertarungan kita kemarin?"

"Ogah banget.. Aku yakin kau akan benar-benar membunuhku." Hexari merinding dengan tatapan Eria dan seringainya. Eria tak memperdulikan komentar Hexari terhadap dirinya.

Bersambung.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 98

Zen Kureno
2017-11-04 09:24:19
Ternyata yang menyeramkan bukan sijendral tapi WANITA ANGKATAN UDARA yang seram, mungkin itu masalah yang akan membuat Hexari sial dan babak belur and aku kurang puas dengan hukuman Hexari
wahyu
2017-11-04 08:53:33
Lanjut lanjut lanjut cepat lanjut....ini salah satu cerita yg paling aq suka..
Rikuto Kagami
2017-11-04 05:49:53
Makin seru ... Lanjutlah ... Ditunggu chapter berikut'a ......
Sqouts Shadows
2017-11-03 21:55:26
Ditunggu chapter berikutnya
Hiatus
2017-11-03 21:49:44
Oh yeah baby gimana y reaksi orang yg d situ (-jend.) ketika tau alasan yg sbnarx knp tuh pipa d tebas oh baby
Bocah Redoks
2017-11-03 21:15:52
Menjelaskan nya hanya akan membawa masalah baru buat hexary. Jadi untuk apa
Shadexz fahrhezi
2017-11-03 21:00:47
Jujur dah lupa kejadian yg aerlyn tdur br3 hehe.
Grim Rieper
2017-11-03 20:36:45
apa tu jendral tau apa y dilakukan hexari
Alien Queen
2017-11-01 23:44:17
Yang dibicarakan Aerilyn adalah saat insiden kejadian mereka tidur bertiga pada waktu itu, ternyata ruinsvlora yang iseng ngerjain vio dan aeri.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook