VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 96

2017-10-29 - Alien Queen > Alien Attack : World War
105 views | 8 komentar | nilai: 10 (10 user)

Alien Attack : World War Chapter 96-All Aliens Intruders Have Been Wiped Out

Alien Attack : World War Chapter 96 - All Aliens Intruders Have Been Wiped Out
Penulis : Alien Queen

Angkatan Udara.

Belum sampai 1 hari, Hexari berada di Angkatan
Udara, permasalahan baru muncul. Ada alien yang tiba-tiba saja menyusup.

Hexari dan prajurit lainnya segera menghadapi para Alien yang menyusup tersebut. Namun, terjadi sesuatu hingga membuat Hexari melakukan kekacauan lagi di hari pertamanya.

Disisi Eria.

Saat Alien itu akan menyerang Eria, tiba-tiba Hexari lebih dulu menendang makhluk itu.

"Huh untung saja aku datang tepat waktu." ucap Hexari dibelakang Eria mengangkat pedangnya.

"Aku sudah tahu alien itu akan menyerangku dari belakang. Jadi jangan ganggu kesenanganku."

"Ehh.."

Buak..

Tiba-tiba Eria berbalik dan menendang Hexari dengan keras.

"Gyaah apa yang kau lakukan? Bukannya berterimakasih padaku, kau malah me..."

"Diam.. Berani-beraninya kau menggangguku."

"Aku hanya coba membantumu, ja.."

"Ssssttt.. Kau dengar suara itu" potong Eria yang merasa mendengar sesuatu. Hexari pun bangkit dan mempersiapkan dirinya. Asap dari gas Beracun pun telah tersebar

"Tentu saja, suara ini
seperti suara alien yang menggeram." terdengar memang ada suara makhluk yang menggeram ditempat tersebut.

"Ini akan menarik."

"Mau berlomba?" tawar Hexari, terlihat mereka saling membelakangi dengan pedang yang sudah dipegang oleh kedua tangan.

"Kau tak tahu posisimu bodoh, kau tahu siapa yang kau tantang ha?." Dengan cepat 3 ekor alien menyerang entah darimana asalnya dan

Ting...

Srat...

Eria menahan serangan cakar makhluk yang menyerangnya, namun Hexari, karna pedangnya sangat tajam, ia langsung menebas tangan kanan alien yang menyerangnya.

"Tentu saja, makanya aku menantangmu."

"Ho.. Baiklah, kalau begitu kita lihat sejauh mana kemampuanmu bodoh." Ia pun menendang makhluk di depannya hingga perutnya bolong dan ia melompat keatas kemudian menebaskan pedangnya secara vertikal kebawah membelah dua alien lain. Namun alien didepannya mampu menghindar.

"Tak ada pedang soldier yang dapat membelah dua alien." gumam Eria

"Selain itu, kenapa bisa si bodoh ini tak terpengaruh dengan gas ini. Bukankah udara udara tipis pun dapat mempengaruhinya, tapi sekarang. Gas seperti ini tak membuatnya terpengaruh. Apa yang sebenarnya terjadi pada si bodoh itu." tambahnya yang tak mengerti tentang apa yang terjadi, padahal gas beracun ini cukup menumbangkan seseorang dalam hitungan detik. Eria pengecualian. Tubuhnya telah dirancang khusus. Ia juga salah satu prajurit yang mempunyai paru-paru yang bagus. Tak seperti prajurit lain, paru-parunya tak punya kelemahan.

Ditempat Hexari, ia mundur karna alien lain menyerangnya dan ia menangkis dengan pedangnya.

"Aku melawan dua alien sekaligus, jadi aku yang akan menang." dengan semangat Hexari pun berlari maju dan melompat diantara pipa-pipa raksasa itu dengan cepat dan

Srat...

Seekor alien yang tadi tangannya terpntong langsung terbelah dibagian pinggangnya.

"Cepat sekali, apakah dia tidak serius saat melawanku.?" gumam Eria yang sejenak memperhatikan pertarungan Hexari.

"Gawat.." Karna lengah, ia alien di depannya langsung mencakar Eria, namun karna sigap, ia pun menangkis dengan pedangnya dan salto kebelakang dan melompat lalu menghantamkan lututnya kewajah alien dihadapannya hingga kepalanya hancur.

"Tcih, kau pikir siapa yang kau hadapi,"

"Kuat sekali wanita itu" pikir Hexari yang sekilas melirik kearah Eria.

"Aku lupa, aku juga punya musuh. Sebaiknya aku harus selesaikan ini dengan cepat." pikir Eria, terlihat aura membunuh nya muncul, rambut pirangnya bergerak bagaikan tertiup angin, mata merahnya bagaikan menyala, entah apa yang membuat matanya seperti itu. Namun beberapa alien muncul entah darimana.

Ditempat Hexari, tanpa ia duga, alien lain dengan cepat melayangkan tendangan lurus kedepan dan

Buak..

Tendangan tepat mengenai perut Hexari dan membuatnya terpental jauh. Hexari pun perlahan bangkit dan sedikit tersenyum Dengan cepat Alien itu berlari kearah Hexari, namun saat jarak alien itu dengan Hexari 1 meter, makhluk itu hendak mencakar Hexari dengan tangan kirinya, namun.

Srat...

Hexari tiba-tiba berada dibelakang alien itu dengan memegangi kepala alien yang hendak menyerangnya, terlihat alien yang hendak menyerangnya sudah kehilangan kepala.

"Potongan yang sempurna." gumam Hexari yang melemparkan kepala itu kearah tubuhnya.

"Mereka tak terlalu kuat, yosh. Aku pasti menang."

Di tempat Eria, alien di depannya berlari dengan cepat kearahnya dan

Srat...

Eria hanya mengangkat pedangnya keatas dengan santai, namun tiba- tiba, Alien yang sudah berada dibelakangnya terbelah menjadi dua secara vertikal. Terlihat kini beberapa ekor mayat alien yang keadaannya terpotong-potong tergeletak disana.

"Membosankan." Eria bergumam sambil memanggul pedang besarnya dan melangkahkan kakinya dan pergi, 2 ekor alien menerjang dari belakang dan dengan sekejap mata Eria memutar tubuhnya sambil mengayunkan pedangnya secara Horizontal dan

Srat..

Kedua alien itu terbelah menjadi dua bagian dengan satu tebasan saja, karna serangan yang sangat cepat itu membuat siapapun takkan sempat menghindar.

"Terlalu mudah, fyuhh sepertinya aku berlebihan menggunakan bentuk ini untuk menghadapi mereka." gumam Eria yang melangkahkan kakinya. Di depan terlihat Hexari berjalan kearahnya.

"Khihi aku yang menang jad.." ucapan Hexari terhenti ketika tiba-tiba saja Eria menyerangnya.

Ting..

"Oey apa-apaan kau ini? Itu sangat berbahaya.!" dengan cepat Hexari menahan serangan dengan pedangnya.

"Aku melihat kemampuanmu tadi, kau lumayan juga untuk pria bodoh,"

"Lalu kenapa ka.."

"Maka dari itu lawanlah aku dengan serius.!" bentak Eria menyela kata-kata Hexari. Eria memutar tubuhnya dan melancarkan tendangan dengan lurus kedepan.

Buak..

Sekali lagi, Hexari terpental karna tendangan Eria. Wanita itu selalu mengayunkan kakinya dengan pelan, namun efeknya bertolak belakang

"Uhuk.. Sudah kubilangkan.." tanpa memberi ke sepatan Hexari berbicara, Eria sudah ada di depannya bersiap menebas Hexari. Sigap Hexari merunduk,

"Apa-apaan itu, kau mau membunuhku hah?" bentak Hexari karna jika ia tidak merunduk tadi, maka kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.

"Tentu saja, jika kau tidak serius melawanku, maka kau akan kubunuh." ancam Eria dengan tatapan menakutkan ditambah dengan mata merahnya yang menyala entah apa penyebabnya. Eria melompat dan mengayunkan pedangnya secara Vertikal.

Wush..

Sayatan pedang Eria menyayat dinding baja disana, Hexari terbelalak melihat hal itu.

"Wanita ini sudah tidak waras." pikir Hexari.

"Nah, majulah lawan aku, jangan anggap aku sebagai wanita. Tapi sebagai Warrior." Eria kembali melayangkan serangan
kearah pria itu, namun.

"Tidaaaaak aku tidak ingin mati.. Uwaa..." bukannya balik menyerang atau menangkis, Hexari malah lari ketakutan sambil berteriak konyol.

"Apa? Dasar aneh." Eria mendarat dan pedangnya menebas lantai tempat Hexari tadi berdiri. Ia memasang tatapan sweatdrop karna tingkah Hexari.

"Oey tunggu, jangan coba melarikan diri. Awas kau bodoh, aku akan mencincangmu." Eria berteriak mengejar Hexari sambil menyeret pedangnya.

"Wanita itu sudah gila, apa-apaan itu? Dia benar-benar ingin membunuhku, dia tak ragu mengayunkan pedangnya padaku, apa dosaku padanya?" Hexari begitu panik, ia merasa jika Eria semakin dekat ia terus berlari secepatnya, aura membunuhnya begitu jelas terasa.

Tak jauh di depannya ada sebuah pintu. Saat Hexari mendekat ia langsung membuka pintunya dan...

"A..apa???" Hexari kaget karna terlihat di ruangan itu terdapat 2 ekor alien yang memiliki sayap dengan ukuran tubuhnya setinggi Hexari.

"Disana kau rupanya." teriak Eria dari belakang, ia melompat dan siap mengayunkan pedangnya.

"Gawat, " Hexari langsung masuk dan menutup pintu lalu menguncinya agar Eria tidak dapat masuk, atau ia sengaja agar Eria menambrak pintunya. Namun

Bruak...

Pintu yang terbuat dari logam itu langsung terlepas dan terlempar kedepan karna dihantam Eria.

"Ku..kuat banget ni cewek." pikir Hexari yang terbelalak kaget.

"Beraninya, berani-beraninya kau kabur dariku, kau pikir siapa yang kau hadapi hah. Jangan main-main, aku a.."

"Nanti saja bertarungnya, lihat di depan.." Hexari menyela dan menunjuk kearah dua ekor alien tadi.

"Cih, masih ada yang tersisa rupanya." Kedua alien itu pun melarikan diri melalui lorong disana.

"Kejar." Hexari yang berlari duluan mengejar alien itu. Terjadilah adegan kejar-kejaran Hingga terdapat sebuah jendela disebuah Lorong tersebut.

Tak jauh di hadapan kedua alien itu ada seorang wanita berjaket Knight menghadang.

"Alien?"

"Bagus, mereka terpojok." Hexari bersiap, namun kedua alien itu melompat menuju jendela
yang terbuka dan kabur dengan terbang. Ketiga orang itupun berlari menuju jendela yang telah hancur tersebut.

"Mereka kabur." ucap wanita yang berjaket knight itu. Hexari melihat di punggung wanita itu terdapat papan yang disebut skyboard.

"Alat itu, kendaraan bagi para prajurit yang tak dapat menggunakan sayap." pikir Hexari,

"Nona Cantik, boleh kupinjam benda ini." Hexari tanpa mendengar kalimat izin dari wanita itu ia langsung mengambil Skyboard tersebut dan melompat keluar jendela.

"Ekh,tu..tunggu dulu."

"Bodoh, soldier takkan mampu memakai alat milik 3 prajurit khusus." Eria melihat keluar.

"Ja..jadi ia akan mati?" tanya wanita itu.

"Tidak, dia pasti akan jatuh ke kota, tepatnya ke kubah kota. Mungkin jika dia beruntung, hanya 1 atau 2 tulang yang patah. Tapi itu kalau dia beruntung, ayo kita kembali."

"No..nona apa anda yakin, lalu bagaimana Skyboardku?"

"Haah, kau bisa minta ganti pada pria bodoh itu nanti." Eria pergi dari sana.

Ditempat Hexari, benar saja apa yang dikatakan Eria, ia langsung jatuh.

"Gawat, aku harus segera menghidupkan alat ini, tapi bagaimana caranya?" Hexari panik, ia terus jatuh kebawah menuju kota. Sepertinya markas Angkatan Udara bergerak dari posisinya terakhir kali. Kini posisinya tepat berada diatas kota langit.

"Benar juga, kalau tidak salah aku dapat memindai alat apapun." pikirnya yang teringat dengan kemampuan yang ia miliki. Hexari menenangkan diri, ia memejamkan matanya dan menyentuh papan Skyboard tersebut.

Perlahan tergambar dipikirannya bagian-bagian mesin tersebut dan ia pun mulai mengerti cara menggunakannya.

"Jadi seperti itu cara kerjanya."
Hexari masih jatuh, beberapa ratus meter lagi ia akan menghantam kubah kota.

"Aku tinggal menyeimbangkan tubuhku dan ukhuk.. Ukhuk.." Skyboar tersebut telah dipijak Hexari dan ia menyalakan mesinnya, kemudian hal tak terdugaterjadi, Hexari mampu mengendarai Skyboard dengan baik. Skyboard yang dipakai Hexari melaju, naik keatas. Menuju para Alien tadi yang melarikan diri.

"Baiklah, tinggal 1 masalahnya. Aku tidak bisa bernapas." gumam Hexari yang meluncur terbang.

"Dan mataku perih karna kecepatan ini, sepertinya aku harus membiasakan diri dahulu dengan tekanan udara. Tekanan udara menjadi sangat kuat saat terbang." Hexari berusaha menyesuaikan dirinya.

"Terlepas dari semua ini, ini sangat menakjubkan, aku terbang menembus awan. Hahaha. Keren sekali benda ini huuuu. Ukhuk, sesaknya."

Tak jauh di depannya, terlihat ada 2 alien tadi yang sedang terbang.

"Itu mereka." Hexari yang menyiapkan pedangnya. dan Hexari pun melesat dengan skyboard dibawah kakinya itu.

"Mataku benar-benar perih karna udara ini." Hexari yang mengangkat senjatanya, ia pun berkedip dengan cepat agar matanya tidak kering, Ia terus melaju dan jaraknya dan kedua alien itu sudah lumayan dekat.

"Baiklah, rasakan ini.." menyadari ada Hexari dibelakang, kedua alien itu menengok kebelakang dan

Srat..

Salah satu alien langsung terpotong oleh Hexari. Makhluk itu tak sempat untuk menghindar dan terkena telak.

"Satu lagi." Hexari memutar arah skyboard dan mengarahkannya menuju kearah alien terakhir..

"Ini dia.."

Wush...

Terlihat Hexari mulai mampu
mengendarai Skyboard tersebut dengan baik, tanpa ia sadari jika Skyboard tersebut menyerap energinya. Saat ia akan menebas makhluk didepannya, alien itu merunduk dan berhasil menghindar.

"Apa?" Hexari langsung menggerakkan kaki kanannya dan Skyboard berbalik arah dan ia pun kembali mengayunkan pedangnya secara Horizontal kekanan namun makhluk itu mundur menghindari tebasan Hexari.

"Lumayan juga, refleknya sangat bagus." Hexari melajukan skyboard dan melompat keatas, dengan cepat ia memutar badannya dan

Syat....

Tubuh makhluk itu pun berhasil dibelah dua oleh Hexari dengan mudah, ia langsung mendarat diatas skyboard nya.

"Hah..hah..hah.. Menahan napas itu memang tidak enak, tapi mau bagaimana lagi, aku tidak bisa bernapas dengan baik." gumamnya yang ternyata sejak tadi, ia menahan napasnya karna paru-parunya tak mampu menghirup udara bertekanan tinggi.

Hexari kemudian memasukkan pedang tersebut kedalam sabuk pedang yang berada dipunggungnya.

"Eh? Kenapa ini? Ada hal yang aneh." gumamnya.

Bersambung

Tifa Lockhart.

Coba bikin sendiri, tapi nggak bisa gambar pake pc, bisa juga gambar di kertas. Cari gambar kesana kemari, tapi nggak nemu. Yang ada cuma ini. Penggambaran Ranking 1. Kurang lebih seperti ini. Saat mengeluarkan energi dalam jumlah besar, maka akan muncul energi putih membentuk sayap di punggungnya.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 97

Bocah Redoks
2017-10-30 22:38:06
Pria penuh kejutan
Shadexz fahrhezi
2017-10-30 08:28:45
Mntapz.. Penasaran apa yg trjadi ma hexari
Hiatus
2017-10-29 14:30:45
Oh yeah baby hexari bakal d cincang habis oh baby
Zen Kureno
2017-10-29 06:53:59
Ditunggu chapter selanjutnya. 'Saat Hexari dihukum beneran'
Sqouts Shadows
2017-10-29 04:45:53
Ditunggu chapter berikutnya
Rikuto Kagami
2017-10-29 04:45:19
Eria dan lainnya bkal kget ktika liat hexari bsa memakai skyboardnya.... Dan pnasaran dgn hukuman yg dinanti hexari ?????
Grim Rieper
2017-10-29 01:19:58
setelah ini hexari bakal kena hukum
Alien Queen
2017-10-28 10:45:17
Padahal ide cerita ini pada bulan januari dan Aku ngetik nya pada bulan maret, eh terbitnya baru sekarang. Sepertinya harus sering- sering rilis cerita deh.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook