VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 95

2017-10-15 - Alien Queen > Alien Attack : World War
111 views | 12 komentar | nilai: 10 (11 user)

Alien Attack : World War Chapter 95


Alien Attack : World War Chapter 95 - Gas Toxikoa
Penulis : Alien Queen

Angkatan Udara.

Keadaan para prajurit yang berada dalam ruang tempat pusat gas bahan bakar berada, hal itu disebabkan oleh perbuatan Hexari yang tiba-tiba saja memotong pipa raksasa yang menyalurkan gas tersebut menuju ruang bakar.

"Gawat gasnya menyebar sangat cepat." ucap Zova menutup hidungnya, usaha tersebut mengurangi gas yang terhirup.

"Wajar saja, pipa yang bocor bukan hanya satu." balas Nixs

"Apa yang kau lakukan berengsek?" teriak Agosti pada Hexari.

Seekor alien mencakar Vavian, namun ia menangkisnya dengan pedang dan menendang alien itu dilanjutkan dengan tebasan yang dilakukan Reiya.

"Fokuslah, ukhukh."Reiya mulai batuk-batuk.

"Hexari, kenapa kau menebas pipa gas
nya uhuk.. Uhuk.." teriak Arora yang
mulai menghirup gas nya, terlihat Arora berhasil membunuh seekor alien.

"Nixs, ayo kita selesaikan." Vaster bersiaga, mereka berdua memegang pedang besar.

Nixs maju dan seekor alien
bersiap mencakar Vaster, namun ia
merunduk dan terlihat dibelakang Vaster sudah melompat dan menebaskan pedangnya secara Vertikal kebawah.

Srat...

Kepala makhluk itu terbelah, Nixs yang berada dibawah menebas 2 kali makhluk itu secara horizontal.

Srat.. Srat..

Kaki dan tubuhnya terpotong.

"Kerja bagus."

"Baiklah yang selanjutnya."

"Mereka sangat lemah ternyata." seru Valter.

"Sebenarnya kita yang menjadi lebih kuat karena pengaruh obat loh." sanggah Nixs.

Disisi Agosti, Seekor alien hendak menyerang Agosti namun, Dale lebih dulu menyerang makhluk tersebut sehingga makhluk itu tewas terkena serangannya.

"Aku berhutang padamu."

"Jangan lupakan itu."

"Ya ya ya, dan sepertinya aku memang harus beristirahat. Aku lelah dan ingin istirahat panjang."

"Ini tak ada hubungannya dengan kondisi tubuhmu, gas ini mempengaruhi jalan pertarungan. Dan ambil cuti saja sana."

"Kau benar. Itu ide yang bagus,"

"Apa?"

"Aku akan ambil cuti saja."

"Geh, untuk apa kau membahasnya sekarang? Bukan waktu yang tepat woy."

"kau sendiri yang memulainya."

"Akh sudahlah lupakan, masih banyak musuh didepan."

Terlihat gas pun menyebar memenuhi ruangan tersebut, bersamaan dengan hal itu, ke 7 alien berhasil dihabisi.

"Semuanya Segera keluar dari sana, jika kalian terlalu banyak menghirup gas akan berbahaya." perintah Jendral Erthogrul.

"Tidak bisa, semua pintu tidak bisa dibuka, tak ada ventilasi disini." terlihat semuanya mulai pusing-pusing karna menghirup gas.

"Apa? Bertahanlah, bantuan akan segera kesana."

"Pria kurang ajar itu, kenapa dia menebas pipanya." geram Dale yang duduk lemah. Terlihat semua prajurit mulai ambruk. Semua Alien telah kalah. Mengingat udara bersih disana sangat tipis, gas bahan bakar sangat bermasalah bagi mereka.

"Serum pun tidak bekerja untuk hal seperti ini." gumam Arora lemah.

"Maafkan aku semuanya. Sepertinya aku mengacau lagi dihari pertamaku." pikir Hexari yang masih berada diatas, sepertinya hal yang dilakukannya benar-benaq berhasil.

"Disana.." gumam Hexari yang melihat sesuatu, ia pun langsung melompat turun dan masuk ke lubang yang dibuat alien.

"Hexari." lirih Arora yang tergeletak melihat kepergian Hexari. Reiya, Vavian, Nixs,dan Zova tergeletak tak sadarkan diri. Agosti yang melihat hal itu segera berlari mengejar.

"Kau mau menyelamatkan diri sendiri? jangan harap Dasar berengsek." namun saat di depan lubang, asap lain memenuhi lubang itu.

"Ini gas beracun." kaget Agosti. Ia pun mundur dan mengurungkan niatnya untuk mengejar Hexari.

Tentu saja, saat menghirup gas beracun pun aku tidak akan pingsan apalagi mati, entah kenapa aku pun tak mengerti. Disisi lain benda ini sangat membantuku, tapi juga sangat menyiksaku karna aku dapat merasakan rasa sakit yang tak tertahankan, yang membuat orang lain tak sadarkan diri.

Tapi aku? Aku tetap tersadar dan merasakan betapa sakitnya hal itu. Bahkan kepalaku ini pusing karna menghirup gas beracun ini, tapi aku tetap terjaga, seolah kepalaku tak mengizinkanku kehilangan kesadaran.

Aku harus bersyujur atau marah mendapat kelebihan ini, namun yang pasti sekarang aku harus memanfaatkannya sebaik mungkin

Berbeda dengan Agosti, Hexari terus berlari masuk lebih dalam tanpa menghiraukan gas beracun yang bisa saja menghancurkan paru-parunya tersebut.

Ia bahkan tak berpikir sejauh itu, selama ia masih terjaga, maka ia harus menghabisi semua musuh yang ada dihadapannya.

Beralih sisi Eria. Ia terlihat sedang mencari sesuatu. Ia sedang berada diruangan luas yang dipenuhi pipa baja berukuran raksasa yang diameternya sekitar 2-5 meter.

"Kemana kalian dasar makhluk menjijikan." gumam Eria ia memegang pedangnya bersiap siaga untuk penyerangan yang tiba-tiba. Terlihat disana pun gas beracun menyebar dimana-mana, namun wanita itu tak terlihat terpengaruh dengan gas beracun tersebut.

Eria terlihat berjalan perlahan dan melihat kesana kemari, berjalan melompati puluhan pipa besar tersebut.

"Ternyata benar, melawan musuh yang bersembunyi itu sangat merepotkan, lebih sulit dari musuh yang menyerang secara terang terangan. Tapi hal ini lebih menarik dan menantang." gumamnya lagi sambil terus berjalan perlahan.

Dibelakang Eria tiba-tiba ada sesuatu yang melintas dengan cepat, reflek Eria melirik kebelakang dan, tak ditemukan apapun.

"Aku mulai bosan." pikirnya dengan wajah kesal. Tiba-tiba saja ada seekor alien yang melompat dari atas hendak menyerang Eria. Serangan tiba-tiba dilancarkan oleh makhluk tersebut.

Beralih ke tempat para prajurit yang kini terkapar, pintu baja tersebut dibuka paksa

Brak..

Pintu hancur seketika menjadi pecahan logam. Jendral Erthogrul lah yang melakukannya hanya dengan sekali hantaman tinjunya.

"Me..menyeramkan, pintu bajanya jadi serpihan."

"Padahal pintunya lebih keras dari tanx."

"Cepat evakuasi semuanya dan segera perbaiki pipanya." tegas Jendral Erthogrul. pulahan orang yang berpakaian khusus dan memakai masker anti gas masuk kedalam dan segera menyelamatkan mereka semua.

"Kau pingsan? Masa dengan gas ini saja kau malah pingsan?" tanya Dale pada Agosti.

"A-aku hanya pura-pura saja ko." balas Agosti. Terlihat dari kedelapan prajurit hanya mereka berdua yang masih sadarkan diri, sementara Arora telah pingsan.

"Kalian baik-baik saja? Gunakan ini." seorang pria memberikan masker anti gas pada mereka berdua.

"Ya terimakasih." mereka berdua pun memakai masker dan berjalan keluar, terlihat Arora di bawa menggunakan tandu.

"Eh? Kenapa ada Arora juga disini?" tanya Agosti.

"Wanita yang merepotkan," ternyata mereka berdua tak menyadari keberadaan Arora sejak tadi. Karna pertarungan, mereka terlalu fokus pada para alien sehingga mereka tak menyadari keberadaan Arora yang memang telah menjadi sahabat dekat mereka.

"Matikan tekanan gasnya, gunakan alat menghisap udara untuk membersihkan gas disini dan para mekanik segera perbaiki pipa." instruksi Jendral Erthogrul langsung dikerjakan oleh para personel.

"Tuan, sebaiknya anda tak perlu turun langsung kemari, gas ini juga dapat membahayakan anda."

"Jangan kuatirkan aku, ini bukan apa-apa bagiku."

"Hexari Pextragon, kukira kau tak sebodoh itu. Sengaja membuat kekacauan, sebenarnya apa yang kau pikirkan." gumam Jendral Erthogrul. Ia berjalan kearah lubang yang dimasuki Hexari.

"Ini... Bocah itu berpikir dan bertindak dengan cepat." gumamnya lagi.

Disisi para prajurit yang menghirup gas, secepat mungkin mereka semua dibawa ke ruang UGD.

Kondisinya memang sangat darurat, mereka harus segera ditangani sebelum paru-paru mereka mengalami kerusakan.

Semua prajurit Angkatan Udara memiliki paru-paru yang unik, mereka seperti burung yang dapat bernapas pada udara bertekanan tinggi. Yang bahkan hal itu akan membuat manusia biasa mengalami sesak napas lalu kehilangan kesadaran.

Mereka juga dapat bernapas di udara tipis, bahkan mereka dapat menahan napas 2-3 kali lebih lama dari manusia biasa.

Dibalik kelebihan itu, paru-paru mereka rentan terhadap bebauan, hingga para prajurit Angkatan Udara tak boleh menghirup bau yang menyengat karna hal itu dapat mengganggu paru-paru mereka.

Bersambung.

Oke, disini kita akan mengukur tinggi badan beberapa karakter.

-Hexari Pextragon 179 cm

-Jendral Guimor 192 cm

-Jendral Zenitya 179 Cm

-Jendral Erthogrul 205 cm (dia adalah pria atau manusia tertinggi di cerita ini.)

- Ranking 1 179 cm (tingginya sama seperti Hexari, salah satu misteri pada drinya terungkap)

- Ranking 2 190 cm (wanita tertinggi di cerita ini.)

- Ranking 3 177 cm

- Hexagon 207 cm (dia alien, wajar kalau tembus 200 cm)

- Ruinsvlora 190 cm

- Violin 166 cm

- Arora
170 cm

- Aerilyn 171 cm

Bonus dan bocoran.

Tinggi badan Jendral alien

- Jendral pertama. Tinggi awal 215 cm, tinggi terakhir 60 cm.

- Jendral kedua. 3 meter (belum berubah)

190 meter (telah berubah.) bocoran, dia adalah Titan.

-Jendral ketiga 2,3 meter

-Jendral keempat
170 cm

-Jendral kelima 185 cm

- Jendral keenam-tak diketahui karna dia tak pernah melepas armornya, jika diukur dari tinggi armornya, tingginya 172 cm.

dan aku salah mencantumkan gambar, armornya berbentuk baju zirah full set. Digambar sebelumnya cuma ya gitu deh salah total. Oke ini bocoran lain.

Jendral pertama, tak diketahui dari ras apa.

Jendral kedua, dari ras Titan, penguasa planet VY Canis Majoris.(bener nggak yah ngetiknya.)

Jendral ketiga, ras yang dapat memanipulasi logam, ras mereka dapat menyatu dengan unsur logam, tembaga, perunggu, emas, perak, dan marmer.

Jendral keempat penguasa
tertinggi dari ras Lepharta. Dapat menumbuhkan tentakel logam padat dipunggungnya dan mengandung gas beracun, itu adalah senjata utamanya.

Jendral kelima, ras Draconian atau reptil, sisiknya sangat tebal bagaikan berlian dan memiliki ketajaman mata dan kecepatan luar biasa.

Jendral keenam, ras Vanne, ras yang dapat menyerap energi panas sebagai pasokan energi mereka atau lebih tepatnya makanan mereka. Jendral keenam memiliki suara wanita, namun tak diketahui seperti apa wajahnya karna ia tak pernah melepas armornya, ia menyerap energi panas melalui lubang-lubang kecil pada armornya.

Selain para jendral alien, terdapat juga wakil jendral.

Bentuk wakil jendral tak jauh dari para Jendral alien.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 96

Blackpearl Kwon Yuri
2018-01-19 07:19:02
111 views | 11 komentar | nilai: 10 (11 user)
Kleiss Effortles
2017-11-21 15:42:07
190 itu kurang tinggi menurutku, ada pemain voli yang tingginya diatas 2 meter. Itu cewek
Rikuto Kagami
2017-10-28 06:04:50
Dilanjut dong ...... Jdi tmbh pnsran dg yg trjdi selanjutnya . . . . . ? ? ? ?
Rudy Wowor
2017-10-18 00:50:47
tak sabar menunggu aksi hexari lagi.
Shadexz fahrhezi
2017-10-16 17:05:33
Tpi sang jendral sprtinya mnyadari apa yg di pikirkan hexari
Bocah Redoks
2017-10-15 23:42:15
Selalu ada kekacauan d hari pertama
Hiatus
2017-10-15 12:52:54
Oh yeah baby jd d potong cz ada gas beracun oh baby
Sqouts Shadows
2017-10-15 10:37:28
Ditunggu chapter berikutnya
Zen Kureno
2017-10-15 06:27:37
Ternyata dibalik kehebatan pasukan angkatan udara didalam udara tipis ternyata mereka juga memiliki kelemahan terhadap bau.
Alien Queen
2017-10-11 17:21:34
Kalau ada yang nanya kenapa jendral pertama tingginya jadi 60 cm, nggak bisa dijawab, itu masih rahasia. Sebenarnya cerita ini masih sangat panjang dan aku udah buat sekenarionya, tinggal nunggu tangg
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook