VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 94

2017-10-13 - Alien Queen > Alien Attack : World War
108 views | 12 komentar | nilai: 10 (9 user)

Alien Attack : World War Chapter 94


Alien Attack : World War Chapter 94 - Arkaixsta Vs Vralaust
Penulis : Alien Queen



Arkaixsta Sualvaroen Eorinxilst.

Angkatan Laut.

Setelah mengurus beberapa hal yang sepertinya sangat merepotkan dan

melelahkan, Jendral Guimor meminta pada Vilent untuk bercerita dan ingin mengetahui lebih jelas makhluk seperti apa yang telah membunuh empat prajuritnya.

Ruangan Jendral Guimor

"Jadi seperti itu." Jendral Guimor terlihat berpikir setelah Vilent menjelaskan apa yang terjadi pada waktu ia menyelamatkan Vilia.

"Ya, bahkan senjataku Digrvill tak dapat menyerangnya, seolah ada dinding transparan, selain itu alien itu dapat memanipulasi logam dengan baik seolah tubuhnya adalah logam itu sendiri." jelas Vilent.

"Baiklah, aku akan membahas hal ini dengan Tuan Presiden dan yang lainnya, kau boleh pergi. Terimakasih atas waktu luangnya." Jendral Guimor terlihat serius.

"Kalau begitu saya mohon diri." Vilent pun pergi meninggalkan ruangan setelah ia membungkuk dan memberi hormat.

Ia berjalan menuju sebuah tempat dimana disana banyak perlatan khusus untuk membuat senjata. Ia memandang sebuah senjata yang sangat aneh, bentuknya lain dari yang lain. Itulah Digrvill, senjata yang entah terbuat dari apa, yang jelas berwarna putih.

"Bahkan Digrvill pun mengalami kerusakan, cih sekuat apa sih makhluk itu." Vilent terlihat kesal karna tak dapat membalas perbuatan alien tersebut yang telah menewaskan rekannya.

"Bagaimana caranya aku memperbaiki benda ini yah. Digrvill bukan terbuat dari logam, aku tak tahu apa bahan dasar dari benda ini." Vilent bergumam dan memperhatikan setiap bagian Digrvill.

"Vralaust Rxiliovreinhart D. Gastrea. Kau sangat ceroboh membuat senjata buatanku rusak." suara pria dibelakangnya membuat dirinya kaget,
bukan hanya kaget saja tiba-tiba Vilent tersentak dan tak dapat menggerakkan tubuhnya, ia hanya dapat bernapas dan berkedip saja.

"A-apa yang terjadi pada tubuhku." pikir Vilent yang berusaha menggerakkan tubuhnya.

"Percuma saja, aku membatasi pergerakan energimu dan menghentikan fungsi otot-ototmu, kau tak dapat bergerak." pria itu berjalan kearah Vilent, tepatnya kearah meja panjang yang diatasnya terdapat senjata aneh milik Vilent bernama Digrvill tersebut.

"Wah wah-wah, luka yang didapat sangat parah. Mata nya rusak dan banyak sendi yang terkilir, Digrvill sepertinya sangat menderita. Kau tahu, sebenarnya aku sangat marah karna kau tak menjaga salah satu benda kesayanganku dengan baik." pria itu berbicara dengan nada datar, ia memakai jaket hoodie.

"Senjata buatanku? Apa jangan- jangan dia adalah Ranking 1." Vilent menatap kearah punggung pria tersebut.

"Tapi tenang saja, Digrvill akan segera sembuh. Aku tak ingin marah-marah." pria yang ternyata Ranking 1 itu pun menyentuh Digrvill.

Hembusan angin pun tercipta hingga menyingkap hoodie penutup kepala Ranking 1.

Cahaya biru masuk kesetiap sendi- sendi benda itu, di ujung bena tersebut terdapat kristal bulat berwarna hitam yang retak. (matanya) Terlihat kristal itu berubah warna menjadi biru yang kemudian bersinar terang dan retakannya pun hilang.

"Tekanan energi ini sangat mengagumkan." untuk sesaat Vilent melihat pada punggung ranking 1 seperti terdapat cahaya putih. Rambut pirang pria tersebut menari-nari tertiup angin.

Tekanan energi pun berhenti, keadaan kembali seperti semula.

Senjata itu pun terlihat seperti sedia kala dan Ranking 1 memegang pegangan senjata itu dengan sedikit senyuman. Senjata tersebut langsung bergerak menghancurkan dinding-dinding ruangan itu.

"Be-berhasil, Digrvill seperti sedia kala." pikir Vilent yang melihat hal itu, ia begitu senang saat senjatanya pulih kembali. Ranking 1 kemudian menaruh Digrvill kembali.

"Kau akan lebih kuat lagi Digrvill, dan jagalah tuanmu dengan baik." Ranking 1 seolah berbicara pada hewan peliharaan, apalagi ia mengusap-usap mata Digrvill.

"Dan kau, Vralaust, jangan sampai Digrvill terluka lagi, ingat sekuat apapun senjata. Tetap memiliki batasan."

"Jendral alien terlalu merepotkan, kau harus jauh lebih kuat lagi atau kau harus berkelompok untuk menghadapi Jendral."pria itu pun menghilang dihadapan Vilent atau lebih tepatnya Ranking 1 bergerak sangat cepat seolah ia menghilang., Vilent kemudian ambruk dan terengah-engah, seluruh tubuhnya dapat bergerak lagi dengan normal.

"Sekuat itukah Ranking 1? Bagaimana bisa dia menghentikan aliran energiku.? Tapi yang terpenting Digrvill telah diperbaiki." Vilent pun bangkit dan memandang senjata miliknya itu.

"Makhluk itu sangat kuat sehingga Digrvill pun rusak. Jendral Ketiga Arkaixsta. Aku harus lebih kuat lagi atau harus bertarung bersama Warrior lainnya untuk menghadapi alien itu, aku tak mengerti. Jika dia sekuat itu, bukan hal mustahil benua lain hancur dengan mudah."

Flashback.

"Semuanya menyingkir dari sini, bawa Vilia pergi.!" perintah Vilent tim bantuan.

"Sepertinya aku harus membiarkan mereka semua pergi agar kau dapat bertarung dengan kekuatan penuh."

"Terimakasih atas perhatiannya." Vilent menurunkan tas yang ada pada punggungnya, tas yang tingginya dua kali lebih besar dari tubuhnya. Beberapa menit kemudian, disana hanya mereka berdua makhluk hidup yang tersisa.

"Baiklah, bisa kita mulai?" Vilent terlihat akan mengeluarkan senjata yang ada pada tasnya.

"Sebelum itu, perkenalkan namaku Arkaixsta Sualvaroen Eorinxilst. Jendral Ketiga dari pasukan Kaisar." Jendral ketiga yang ternyata adalah Jendral Arkaixsta memperkenalkan diri.

"Jendral ketiga?"

"Ya, itu benar."

"Baiklah, aku mulai." Vilent mengeluarkan senjatanya dari tas besar yang ia bawa, terlihat ditangan kanan nya terdapat senjata bentuk seperti tulang ekor buaya dengan ukiran-ukiran aneh berwarna biru terang dengan panjang hampir mencapai 7 meter dengan diameter hampir sebesar tubuhnya dan pada ujungnya terdapat seperti sebuah tombak bermata 5 di tengahnya terdapat kristal biru terang dengan dikelilingi ukiran berwarna biru terang.

"Perkenalkan juga, namaku Vralaust Rxiliovreinhart D. Gastrea. Seorang pejuang manusia."

"Nama yang sangat bagus dan berkelas, aku suka namamu. Akan kuingat baik-baik."

"Sepertinya dia lawan yang kuat, aku harus tetap waspada terhadap alien itu." Vilent melompat dan mengarahkan senjatanya tersebut kedepan kearah Jendral Arkaixsta dan ujung benda itu melesat cepat bagaikan ular yang meliuk-liuk mengejar mangsanya, benda itu meliuk-liuk menuju kearah jendral Arkaixsta dengan cepat dan makhluk itu pun menjulurkan tangannya kedepan.

Dum..

Terjadi sebuah ledakan dimana lokasi jendral alien itu berada.

"Masih belum" Vilent melompat keatas memulai serangan kedua, ia menarik Digrvill dan memutar tubuhnya, dan dengan cepat menuju arah Jendral tersebut berada, perputaran tersebut menimbulkan terjadinya lapisan energi biru melapisi senjatanya dan

Sring..

Terlihat tiba-tiba saja terdapat sebuah logam berbentuk tameng besar didepan Jendral Arkaixsta menangkis serangan Vilent, namun tak lama.

Crash..

Benda itu retak dan hancur karna serangan Vilent.

"Tak ada benda yang dapat menahan serangan ini selain senjata kuat." Vilent pun mengayunkan kakinya lurus kedepan. Makhluk itu mundur untuk menghindari serangan.

"Baiklah, kalau begitu coba hadapi salah satu senjata milikku." perlahan di telapak tangan armor tersebut muncul bola besi, lebih tepatnya muncul logam dan membentuk bola besi, tak hanya 1 buah, namun sekitar 6 buah bola besi tercipta. Vilent pun jatuh ketanah.

"Hmm menarik." Vilent pun mempersiapkan senjatanya.

Siuw.. Siuw.. Siuw...

Bola-bola logam tersebut langsung melesat kearah Vilent, perlahan Digrvill bergerak memutar seolah seperti ular yang akan melilit mangsanya.

Dink.. Dnk.. Dink.. Bola-bola logam tersebut mengenai Digrvill yang melindungi tubuh Vilent. Namun terlihat bola-bola besi tersebut terus menyerang.

"Cih, kalau begini, aku akan mencobanya." Vilent melompat keatas dan bola-bola logam tersebut menghantam tempat dimana Vilent berada sebelumnya,

Ia dengan sekejap mata tiba-tiba saja berada dihadapan alien tersebut dengan Digrvill berada dibelakangnya, telah mengambil ancang-ancang.

Wush..

Digrvill melesat lurus menuju kearah Jendral alien tersebut, namun.

Tink..

Seolah muncul perisai tak terlihat, serangan tersebut tertahan oleh sesuatu dan memantul.

"Apa?"

"Ini juga merupakan salah satu senjataku, logam tak terlihat. Hanya saja aku cuma bisa membuatnya sebagai tameng, andaikan dapat kujadiakan senjata."

Vilent pun mendarat dan mundur beberapa langkah, sementara Jendral alien tersebut terlihat masih melayang diatas 5 meter.

Bola-bola logam tadi pun berurutan menyerang Vilent.

"Gawat.." dengan cepat Vilent terus mundur menghindari serangan, namun segesit apapun ia menghindar. Dua buah bola logam berhasil menghantamnya.

"Keras sekali logam itu, aku harus melakukan sesuatu."

Vilent memasang kuda-kuda, ia memusatkan energinya pada Digrvill.

"Apa yang akan dia perbuat?" alien tersebut tak melakukan penyerangan. terlihat Digrvill memendek menjadi sepanjang 2 meter saja dan mengeras lurus layaknya tombak yang dipenuhi duri mencuat. Bentuknya berubah drastis, Tak ada rongga ataupun engsel juga sendi, dalam keadaan pendek Digrvill jadi sangat padat.

"Dalam bentuk ini, Digrvill harusnya dapat menghancurkan logam apapun." pikir Vilent. Bola-bola logam kembali menyerang Vilent yang sedang bersiap-siap, namun dalam sekejap, Vilent terlihat hanya memutar-mutar dan memainkan Digrvill, namun hal itu membuat bola-bola besi tersebut hancur. Kemudian ia melompat menuju Jendral Arkaixsta dan menusukkan tombaknya.

"Terima ini." Dengan mudahnya mata tombak bercabang 5 itu ditahan dengan tangan kanannya, namun.

Bum...

Ternyata tombak tersebut menembakkan energi biru pada mata (kristal biru menyala) nya. Jendral Arkaixsta yang tak menyangka serangan itu langsung terkena telak hingga membuatnya terhempas jauh.

"Cukup menarik, baiklah aku tak akan meremehkanmu. Aku akan serius." Jendral Arkaixsta pun bangkit.

Vilent mendarat dan memutar-mutar Tombak Digrvill lalu memasang posisi siap menyerang.

"Fase pertama." gumam Jendral Alien tersebut, terlihat tangan kanan armornya memanjang dan membentuk tangan monster hitam mengkilap karna dari logam. Cakar-cakarnya bagaikan belati yang telah diasah, terlihat sangat tajam.

"Apa-apaan itu, sebelumnya ia membuat bola dari tangannya, sekarang ia mengubah bentuk lengannya." pikir Vilent.

"Aku harus berhati-hati, ini bahaya." Vilent menyuntikkan serum pada pahanya, Dengan sekejap mata. Jendral Arkaixsta telah berada di hadapan Vilent mengayunkan cakarnya secara vertikal,

"Cepatnya." sigap Vilent menangkisnya, bersamaan dengan hal itu tombak yang ada ditangan kanannya menusuk armor bagian perut Jendral Arkaixsta.

Jduam..

Dentuman dua buah ledakan energi pun terjadi hingga menghempaskan keduanya sangat jauh, benda apapun yang ada disana
yang berjarak radius 100 meter langsung tersapu bersih. Keduanya pun bangkit dan kembali saling menyerang, entah berapa lama mereka bertarung.

"Fase ketiga." ucap Jendral Arkaixsta yang kini bentuk tubuhnya sudah banyak berubah. Pertarungan kembali terjadi, ya tanpa di duga ternyata Vilent mampu mengimbangi kekuatan alien yang menyandang Jendral ketiga tersebut hingga.

Mata Digrvillpun retak dan menghitam, seketika itu juga Digrvill dan Vilent kehabisan energinya...

Dum..

"akh.." Vilent terhempas jauh. Terlihat ia mendapat beberapa luka tak terlalu parah, tapi itu cukup untuk menandakan bahwa ia kalah. Apalagi energi yang tersisa ditubuhnya tak memungkinkan bagi dirinya.

"Makhluk ini sangat kuat. Aku bahkan sudah bertarung habis-habisan namun sepertinya ini hanya pemanasan baginya." Vilent terkapar. Digrvill kembali ke bentuk semula.

"Kau cukup menghiburku manusia, sebagai hadiah. Aku tak akan membunuhmu, dipertemuan selanjutnya aku ingin pertarungan yang lebih menyenangkan dari ini." ucap Jendral Arkaixsta yang melayang di hadapan Vilent, tubuhnya perlahan berubah kembali ke bentuk semula.

"Terima kasih banyak, dan kau harus mengingat bahwa aku juga belum selesai memberikan perhitungan padamu."

"Apa itu belum cukup? Kau telah menghancurkan salah satu senjata ku yang bahkan lebih berharga dari 1000 manusia."

"Berharga apa maksudmu? Apa senjata itu bisa bicara, apa senjata mu bisa bergerak, apa senjatamu punya perasaan?. Semua senjatamu tak akan mampu menggantikan rekan-rekanku. Yang dapat membayar kematian mereka adalah kematianmu."

"Khu khu khu, kau tak menyadarinya? Semua senjataku itu seperti senjata milikmu, yaitu hidup."

"Apa?"

"Baiklah, aku pergi dahulu, jika kau ingin balas dendam, aku akan dengan senang hati melayanimu manusia. Carilah aku jika kau sudah siap." makhluk itu pun melayang dan menjauh.

"Tunggu dulu, apa maksudmu hidup hah?"

Namun alien tersebut telah hilang dari pandangan Vilent, ia pun bangkit dan mensetabilkan tubuhnya, ia berusaha mengontrol aliran energi dan darahnya mencoba mengurangi dampak efek samping penggunaan serum, setelah beberapa menit ia pun perlahan bangkit.

Bersamaan dengan hal itu, beberapa pasukan bantuan pun datang padanya.

End.

Itulah informasi-informasi yang disampaikan Vilent pada Jendral Guimor.

"Makhluk itu bahkan belum menampakkan perubahan tahap akhirnya, tapi aku sudah kalah. Bahkan dalam tahap perubahan itu, aku tak dapat menggoresnya sedikitpun." gumam Vilent.

"Digrvill, aku akan menjadi lebih kuat lagi, aku tak ingin ada prajurit yang menjadi korban lagi." Vilent berbicara pada senjatanya.

"Makhluk itu, bukankah salah satu alien yang meluluh lantakan sebuah benua beberapa tahun silam, tak kusangka aku merasakan kekuatannya secara langsung."

"Aku tak dapat membayangkan seberapa mengerikannya jendral pertama yang merupakan Jendral alien terkuat. Atau alien yang disebut kaisar itu, membayangkannya saja telah membuatku takut."

Bersambungpertarungannya diperpendek karna durasi, what?

Sebenernya pertarungan ini diperpendek karna untuk menyembunyikan kekuatan pihak alien dan pihak manusia. Sebenarnya cerita ini masih sangat panjang, aku aja nggak yakin pembaca bakal terus berkunjung, buktinya dari 50+ member yang mengikuti cerita ini. Yang mampir nggak lebih dari 30. Malah sekarang bisa dibilang keadaan terbawah dalam hal pengunjung, aku jadi iri dengan cerita sebelah yang seangkatan dengan cerita ini. Cerita sebelah paling banyak yang menantikannya. Entah di grup atau di komentar, banyak yang menantikan.

Oh iya, aku baru ingat. Ternyata cerita ini adalah salah satu dari 5 cerita yang udah banyak chapternya. Kosuke arashi tetap yang nomor 1. Tak terkalahkan. Puji author misterius yang entah cowok atau cewek.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 95

BeeZero
2017-11-16 15:48:55
oke oke..pda dsarnya snjata2 itu rank 1 yg mmbwtnya..
BeeZero
2017-11-16 14:02:08
apa mungkn snjata2 para warrior saling brkaitan(hubungan) satu sama lain,,dan memungkinkan mnjdi lebih kuat !!?
Shadexz fahrhezi
2017-10-14 16:17:18
Aku sih ttep setia menanti cerita ini jangan pesimis kak
Alien Queen
2017-10-13 21:42:45
Kapan ramein komen lagi Ade Aja chichay ThE LaSt EnD
Bocah Redoks
2017-10-13 16:59:26
Yg jadi daya tarik Kosuke Arashi mungkin karena komedinya jdi unsur utama cerita nya Sedangkan aa lebih sebagai pelengkap saja.
Hiatus
2017-10-13 16:28:29
Oh yeah baby viewer komen dong apa ke gitu kirain bakal lanjutin ulah hexari oh baby
Grim Rieper
2017-10-13 15:49:50
smakin lama cerita nie koq sepi ya
Sqouts Shadows
2017-10-13 13:38:29
Ditunggu chapter berikutnya
Zen Kureno
2017-10-13 12:55:42
Jadi Rank 1 sudah mulai sering muncul, berarti perang yang sebenarnya akan dimulai tinggal menunggu latihan Hexari saja. And tinggal 6 chap lagi supaya cerita ini lengkap jadi 100 chap.
Alien Queen
2017-09-16 19:37:23
Bentuknya mirip seperti daggertail prince of persia, namun bagian ujung mata senjatanya ada 5 buah dengan yang tengah paling besar ukurannya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook