VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 92

2017-10-03 - Alien Queen > Alien Attack : World War
102 views | 11 komentar | nilai: 10 (10 user)

Alien Attack : World War Chapter 92

Alien Attack : World War Chapter 92 - Ongietorri
Penulis : Alien Queen

"Reflekmu bagus juga tapi..." tiba-tiba seorang wanita melompat keatas dan menghunuskan pedang cahaya ditangannya.

Pedang tersebut dibuat khusus dengan mendesain ulang pedang milik salah satu Warrior, pedang tersebut menyerap energi penggunanya, energi yang diserap membuat pedang dapat bersinar dan dapat melukai alien.

Ting..

"No-nona?"

Ternyata seorang wanita yang menyerang Hexari, sigap Hexari mengambil pedang dipunggungnya dan menangkis serangan, Dua buah pedang beradu dengan keras.

"Kalian pergilah, sisanya serahkan padaku." wanita itu berteriak pada dua orang pria yang menjemput Hexari, namun sepertinya mereka tertarik untuk menyaksikan pertarungan atau lebih tepatnya acara penyambutan yang dilakukan oleh wanita tersebut.

"Apakah kau benar Hexari Pextragon?" tanya Wanita itu, ia pun menendang lurus kedepan.

"Ap-"

Tendangan keras mengenai perut Hexari hingga membuatnya terpental beberapa meter kebelakang, dengan posisinya masih berdiri. Terlihat jelas ia terlempar dengan jarak yang lumayan jauh.

"Ya, lalu kenapa kau menyerangku hah." jawab Hexari datar sambil bersiaga.

"Yang benar saja, ayunan kakinya sangat ringan, tapi kenapa efeknya bertolak belakang, siapa sebenarnya wanita kuat ini." pikir Hexari yang terus bersiaga. Meskipun terlihat ia santai,

Terlihat semua orang pandangannya terfokus pada mereka berdua.

"Jadi kau benar Hexari Pextragon, kalau begitu selamat datang di Angkatan Udara." wanita tersebut melesat dan dalam sekejap mata telah berada di hadapan Hexari, ia telah mengayunkan pedangnya.

"Cepatnya.."

Hexari reflek menangkis tebasan, namun karna kuatnya ayunan tangan wanita tersebut, Hexari kembali terlempar.

Dalam sejap mata, wanita tersebut telah berada dibelakang Hexari bersiap menyerangnya lagi. Sigap Hexari menyerang meneahului wanita tersebut.

Adu pedang pun terjadi, hal tersebut membuat semua orang tercengang, terlihat meski ia tak mampu mengimbangi kecepatan dan kekuatan wanita itu, tapi ia mampu menangkis dan menghindari setiap serangan.

Wanita itu pun melompat mundur menjaga jarak, terlihat Hexari terengah-engah, sulit mengatur napas saat dalam pertarungan dengan arena yang memiliki udara tipis.

Berbeda dengan Hexari, wanita yang menjadi lawannya terlihat biasa saja, ia bahkan belum berkeringat, bisa disimpulkan bahwa wanita itu memiliki stamina yang luar biasa.

"Pedang ini tidak sesuai denganku, damage yang dihasilkannya terlalu kecil, tidak akan menarik" wanita itu membuang pedangnya, seketika cahaya dari pedang pun menghilang.

"Oey kau, pinjamkan pedang besarmu." pinta wanita itu pada seorang pria yang sedang duduk sambil mengelap pedang besarnya. Pedang sepanjang 1,5 meter dengan diameter 70 cm.

"Ambilah, tapi jangan berlebihan pada anak baru itu." pria itu melemparkan pedangnya kearah wanita itu. Wanita itu melepaskan pedangnya dan mengangkat tangannya dan

Gagang besar itu berhasil ditangkap oleh wanita itu, bahkan ia tidak melihat
arah dimana pedang tersebut dilemparkan.

"Dasar wanita aneh." gumam Hexari.

"Apa yang sebenarnya kau lakukan? Inikah acara penyambutan untukku?" tanya Hexari,

Namun wanita itu tak menjawab, ia malah melompat kearah Hexari sambil mengayunkan pedang besar tersebut, dengan cepat Hexari menangkis serangan dan terjadilah adu pedang disana.

"Seperti itulah.." wanita itu menjawab dengan singkat.

"Apa-apaan ini? Sambutan macam apa ini." bentak Hexari yang terus menangkis berbagai serangan wanita itu. Dan tanpa mereka sadari, orang-orang yang ada disana telah berkumpul menyaksikan acara penyambutan.

"Ya, ini caraku menyambutmu. Hyaat.."

Wanita tersebut mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat.

"Tebasan wanita ini lebih kuat dari sebelumnya!" gumam Hexari, ia pun terpental kearah kolam yang ditengahnya terdapat sebuah air mancur. Hexari jatuh kedalam kolam.

"Apa karna pedang itu atau ia mulai serius." pikir Hexari.

"Wah dia akan babak belur." gumam seorang pria.

"Nona, anda jangan serius menghadapinya, aku kuatir pria itu jadi kain pel." seorang wanita yang duduk diatas sebuah papan yang bentuknya seperti papan seluncur memberi saran, terlihat benda itu mengambang.

"Kasihanilah pria tersebut, jangan sampai ketampanannya hilang." ucap seorang wanita.

"Ya, serahkan saja padaku. Aku akan memberikan pelayanan khusus padanya, kalian nikmati saja pertunjukkannya."

"Sepertinya menarik.."

"Ada pertarungan.."

Para penonton pun mulai bersorak, ada beberapa yang memberi semangat pada Hexari.

Hexari pun bangkit dan tiba- tiba wanita itu sudah ada diatas dan melayangka tendangan ringan kearah Hexari. Pedangnya terlepas dan ia pun terlempar keluar dari kolam.

"Cepat sekali." pikir Hexari yang terkapar di lantai baja itu.

"Pertarungan tangan kosong, hmm menarik juga. Hei, terimakasih pedangnya." wanita itu pun melemparkan pedang besar itu dengan santai dan terlihat seolah sangat ringan kearah si pemilik pedang.

"Sama-sama." pria pemilik pedang menangkapnya dengan mudah seolah itu hanya sebuah ranting yang ia tangkap."Pedang sebesar itu, ia mampu mengangkatnya dan mengayunkannya dengan sangat mudah, apa yang terjadi sebenarnya, untuk ukuran tubuhnya. Hal itu sangat tidak mungkin.

Aku tak melihat ia memakai serum atau pil, siapa sebenarnya wanita ini? Aku tak percaya jika seorang wanita memiliki tenaga yang mirip seperti Jendral wanita, yah tidak salah lagi, kekuatannya mirip Jendral wanita." pikir Hexari yang bangkit dengan perlahan. Wanita itu pun berjalan perlahan keluar dari kolam.

"Ayolah lawan aku, tunjukkan kemampuan yang membuatmu terkenal itu." tantang wanita itu. Ia pun berlari kearah Hexari dan melancarkan pukulan tangan kanannya.

Tak menghindar, Hexari pun terkena pukulan dengan keras.

"Lemah, aku tidak yakin kau adalah seorang Hexari Pextragon yang itu." ejek wanita itu.

"Aku tidak punya alasan untuk menghajarmu." Hexari terkesan mengejek, ia terlihat berdiri sedikit condong kedepan.

"Hey ayolah bertarung dengan serius." teriak seorang pria.

"Yo, kami mendukungmu, lawanlah nona Warrior itu." teriak seorang wanita.

"Kau pasti bisa, semangat..!"

"Lihat, kita punya penonton, jangan kecewakan mereka." ujar wanita mata merah itu.

"K.kau Warrior?" kaget Hexari.

"Ya, maka dari itu jangan sungkan melawanku, kerahkan semua yang kau miliki."

"Pantas saja dia sangat kuat, Ternyata gadis ini adalah Warrior, bukan hal aneh jika dia memiliki kekuatan fisik yang tak normal. Disisi lain, sepertinya aku akan berakhir di ruang perawatan." pikir Hexari.

"Yaah tapi perlu kau ketahui, memukul wanita tanpa alasan adalah kesalahan." balas Hexari.

"Heh, dasar sombong. Kau pikir aku akan tersanjung?" wanita itu pun berlari dan menendang lurus kedepan, Hexari menghindar dan wanita itu melancarkan pukulan namun Hexari kembali menghindar, ia terus menghindari serangan wanita itu.

"Berhenti mengucapkan kata-kata tak penting dan lawanlah aku.!" teriak wanita itu yang terus melancarkan serangan.

"Pria itu, dia dapat membaca serangan Nona Eria." gumam seorang pria.

"Dia lumayan, untuk seorang prajurit refleks nya sangat bagus." puji salah satu penonton. Terlihat Hexari terus menghindar dan menangkis serangan.

"Oey ayolah lawan aku! Hexari Pextragon.!!" bentak wanita itu yang diketahui seorang Warrior.

"Kau sendiri kenapa tidak serius melawanku? Sejauh ini tak ada satupun seranganmu yang dapat menjatuhkanku." ejek Hexari. Mereka berdua pun mundur menjaga jarak.

"Cih, kau.. Kalau begitu rasakan ini." terlihat pada mata merahnya, wanita itu mulai serius. Wanita itu menendang lurus kedepan menuju Hexari.

"Gawat, tendangan yang sangat kuat, aku tak bermaksud memprovokasinya.."panik Hexari namun...

Tiba-tiba kakinya ditangkap oleh seseorang, terlihat ada seorang pria tinggi berada diantara Hexari dan wanita itu, terjadi ledakan energi pada tangan yang menangkap kaki wanita itu.

"Meledak?"pikir Hexari.

"Tendangan yang bagus, tapi itu tidak baik dilancarkan untuk tamu kita, Eria." seorang pria dengan tinggi 2,5 meter menghentikan tendangan kuat tersebut.

"I..itukan Tuan Jendral." Seketika semua orang yang ada disana langsung memberi hormat.

"Hormat untuk Tuan Jendral"

"Tu..tuan, maafkan saya, saya hanya mengajaknya bermain-main." Eria pun menurunkan kakinya dan menunduk meminta maaf pada sang Jendral.

"Ta-tangannya tidak terluka, apa-apaan pria tinggi ini. Ledakkan itu bahkan mampu memecahkan kaca anti peluru."pikir Hexari yang terkejut.

"Hexari Pextragon,kau terlihat berantakan." Jendral Angkatan Udara tersebut menyapa dengan nada datar.

"Terima kasih banyak atas sambutannya." Hexari terlihat kesal.

"Hahaha, seperti itulah Eria, kau akan terbiasa nanti, sepertinya dia menyuaimu." pria itu berubah drastis, aura menakutkan disekitarnya menghilang.

"Apa-apaan orang ini."

"Terbiasa? Apa maksudnya? Terbiasa dihajar maksudmu? Mengerikan." Hexari melirik kearah Eria dan terlihat Eria tersenyum menakutkan.

"Menyukai disini maksudnya wanita itu menyukai menghajar diriku." pikir Hexari.

"Perasaanku tidak enak, entah mengapa aku merasakan aura membunuh yang sangat kuat pada wanita ini, dan semua itu tertuju padaku."

Tanpa semua orang sadari, seorang wanita berambut putih panjang sedang berdiri di atas bangunan tertinggi tempat itu. Rambut putihnya menari-nari tertiup angin.

"Jadi, namamu yang sekarang adalah Hexari Pextragnn yah."

"Hm baiklah perkenalkan, Namaku Erthogrul Vrandrichviel Amourgrist. Jendral Angkatan Udara." Jendral Erthogrul memperkenalkan diri.

"Susah di ingat, bisa kau ulangi? Nama Jendral wanita dan Jendral bodoh itu tak sepanjang dan sesulit nama anda." Hexari bejabat tangan.

"Sepertinya mereka berdua tak menyebutkan nama mereka dengan lengkap, Guimor Swaczth, nama lengkapnya adalah Guimor Swaczth Froizvairen Luinstravries, dan Zenitya, Zenitya Lilvrienka Valientina."

"Su..susah amat. Aku sampai lupa, kenapa kalian memiliki nama serumit itu." gumam Hexari.

"Hah, lupakan itu, Hexari Pextragon."

"Siap." Hexari berdiri tegak.

"Mulai sekarang kau akan menjadi Soldier Angkatan Udara, jadi laksanakan lah tugasmu dengan baik."

"Siap." Hexari memberi hormat.

"Tunggu dulu, apa yang kulakukan? Entah kenapa tubuhku melakukan ini." pikirnya.

"Dan kau juga akan menerima pelatihan lagi, sekarang kau ikut keruanganku dan kau Eria, sepertinya kau punya tugas."

"Baik, saya mohon diri. Dan kau, kita akan bertarung lagi, untuk kedepannya aku akan mematahkan tulang-tulangmu." Eria pun pergi.

"Kalian silahkan lakukan kegiatan kalian masing-masing." Semua orang menurunkan tangannya dari posisi hormat dan membubarkan diri.

"Ke..kejam sekali, memangnya sekuat apa sih dia." ketus Hexari.

"Apa kau tidak tahu bahwa Eria adalah Warrior ranking 3."
Jendral Erthogrul, ia berjalan pergi.

"Hee.. Ja..jadi i..itu wanita yang enyeramkan? Ya-yang itu?." kaget Hexari, bagaimana pun wanita itu sangat kuat dan menyeramkan, bahkan dari cerita Violin saja, Hexari sudah ngeri.

Hexari pun berjalan menuju kolam untuk mengambil pedangnya namun.

"Apa-apaan ini? Kolamnya mendidih." kaget seorang pria yang melihat kolam tempat pedang Hexari berada.

"Ikan-ikannya mati." timpal seorang wanita.

"Hati-hati, air nya sangat panas"

Jendral Erthogrul pun sedikit tersentak dan tak menghentikan langkahnya.

"Kau tunjukan jalan keruanganku pada Hexari Pextragon." ucap Jendral Erthogrul pada pria yang tadi bersama Hexari.

"Ba..baik." pria tersebut membungkuk.

"Hm, apa yang sebenarnya terjadi." bingung orang-orang, terlihat memang muncul asap dari kolam seolah kolam ikan tersebut merupakan sebuah wajan yang didalamnya terdapat air mendidih.

"Ada apa ini? Panas dari Hiltzailea mempengaruhi air kolam? Selain itu, kenapa sepanas ini?"

"Jangan..." Ucapan seorang wanita yang terlambat karna Hexari sudah masuk kedalam kolam ikan untuk mengambil pedangnya.

"Eh apa dia tidak merasakan panas?"

Disinilah aku, Angkatan Udara. Kisah baru ku akan segera dimulai, kisah dengan pembukaan yang cukup bagus dimana aku dihajar habis-habisan oleh wanita untuk kedua kalinya.

Perjalananku masih panjang, masih sangat banyak alien yang harus ku hadapi. Aku harus berkembangdan menjadi lebih kuat, semua itu untuk Janjiku.

Disebuah koridor.

"Bagaimana menurutmu pria itu, Eria?" suara lembut dan merdu seorang wanita berasal dari sosok gadis yang sedang bersandar pada dinding.

"Kakak?" Eria melirik kearah sumber suara.

"Pria itu, dia tak sekuat seperti apa yang kakak ceritakan, aku pikir kau pasti salah orang."

"Tidak, aku yakin dia orangnya, aku tak pernah melupakan matanya itu."

"Haaah, kau tahu, hanya dirimulah yang memiliki mata yang paling indah dan mengagumkan."

"Bukan itu yang ku maksud, selain itu, dia tak mengeluarkan kemampuannya yang sesungguhnya."

"Maksudmu dia tak serius menghadapiku?"

"Tidak, maksudku, Hexari Pextragon tak menyadari sesuatu yang ada pada dirinya, aku merasakan energi kehidupan sebanyak planet bumi ada pada dirinya."

"A-aa.apa?" Eria tak sanggup mengeluarkan kata-kata.

Bersambung

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 93

BeeZero
2017-11-16 13:14:42
wow mengesankan !
ZENA LEO MONSTA X
2017-10-07 11:38:22
Yang jelas eria cantik dan kuat
Bocah Redoks
2017-10-06 10:59:00
wanita di atas atap. ada penjelasan??
Rikuto Kagami
2017-10-04 17:03:38
Next
Zen Kureno
2017-10-04 16:49:32
Jadi itu sumber masalah Hexari dan siapa ya kakaknya Eri
Jack El Jacqueline
2017-10-04 10:16:13
oh iya Vir kapan ch selanjutnya?, bukaknkah kamu hanya tinggal rilis aja?
Shadexz fahrhezi
2017-10-04 09:31:46
Wkwkwk jadi orang tamvan memang banyak ujian makin seru nih.
wahyu
2017-10-03 23:43:43
Kayakx bakal seru nih... N banyak org2 kuat d au
Hiatus
2017-10-03 22:45:38
Oh yeah baby kirain bakal mampir k ruang perwatan tuh hexari oh baby
Sqouts Shadows
2017-10-03 22:10:19
Tumben banyak typo, ditunggu chapter berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook