VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 91

2017-09-24 - Alien Queen > Alien Attack : World War
96 views | 9 komentar | nilai: 9.89 (9 user)

Bagian awal...

Alien Attack : World War Chapter 91 - Sky Titan
Penulis : Alien Queen



Sky Titan

Setelah membawa barang-barang miliknya, Hexari keluar dari kamarnya, sepanjang jalan terlihat orang-orang acuh saja dengan kepergian Hexari.

"Mereka benar-benar membenciku, padahal aku tak berbuat banyak salah pada merek."

Diluar markas, terlihat sebuah Helikopter dengan dua baling-baling sudah menunggu.

"Waw, ini luar biasa, baru pertama kali aku melihat capung besi ini." gumam Hexari.

"Silahkan, kita harus segera berangkat.

"Maaf membuat mu menunggu." Hexari pun masuk dan heli pun mulai dinyalakan, baling-baling mulai berputar.

Scene beralih ke sebuah taman yang pemandangan luarnya adalah awan, itu adalah taman yang ada di markas pusat Angkatan Udara. 3 orang sedang berada di depan air mancur.

"Dasar bodoh, berlama-lama di Angkatan Darat dan kembali dalam keadaan terluka." ejek seorang pria disamping Arora, dialah Dale.

"Bukankah Arora seperti itu, ia selalu seenaknya. Kau tahu sendirikan Dale." ucap wanita yang datang menghampiri mereka berdua.

"Hm, Seorang Warrior mengidolakan army, sangat menggelikan, kau tahu hal itu sangat konyol." ejeknya lagi.

"Hexari itu pria yang luar biasa, aku mengaguminya bukan karna kedudukannya, tapi karna kemampuannya yang luar biasa." bantah Arora dengan nada naik.

"Cih, army adalah prajurit paling rendah, mereka itu sangat payah dan dengan tubuh yang sangat lemah. Hebat apanya, pasti pria pengacau itu sama seperti prajurit payah lainnya. Apa sih yang kau lihat darinya?"

"Tidak, Hexari itu sangat kuat, kau akan tau kehebatannya jika dia kemari, apalagi dia itu sangat tampan."

"Kuat? Jangan bercanda, pria yang bisanya hanya mengacau kau bilang kuat. Sangat lucu."

"Berhentilah mengejek Hexari dihadapanku, kau tak tahu apapun tentangnya, aku..aku tak terima dengan ucapanmu." bentak Arora yang tidak terima karna Hexari diejek.

"Hmm terserahlah," Dale hendak beranjak.

"Ngomong- ngomong Agosti telah kembali, ucapkan sesuatua atau apalah, sambut dia, kau terlalu lama dirawat." Dale pun bangkit dan pergi.

"Aku tahu, aku sudah bertemu dengannya tadi." gumam Arora pelan.

"Jangan murung begitu, kau tahu. Kecamtikanmu jadi tak terlihat kalau kau sedang murung."

"Kapten bisa saja," Arora tersipu.

"Menurutmu, apa aku salah menyukai pria itu? Aku, aku sangat mencintainya."

"Sebagai sesama wanita, aku sangat memgerti apa yang kau rasakan itu, tidak ada salahnya jika kau mengagumi seseorang, bahkan mencintai seseorang. Mencintai lawan jenismu adalah hal yang wajar."

"Lalu bagaimana menurut anda? Salah kah aku menyukai Hexari?"

"Salah atau tidaknya, aku tak tahu. Yang jelas, lakukan apa yang menurut hatimu benar."

"Begitu ya."

"Apa kau tahu, Sebentar lagi pria yang kau sukai itu akan datang kemari loh." ucap wanita yang menjadi kapten
wanita di Angkatan Udara satu-satunya.

"Apa?" kaget Arora, ia senyum-senyum sendiri dan mulai salah tingkah.

"Sepertinya kau sangat bahagia, aku jadi penasaran dengannya, jika ia tampan dan kuat seperti yang kau bicarakan, maka aku akan merebutnya darimu.." ucap wanita itu menggoda.

"Ah Ka..kapten... Jangan lakukan itu.. Di ia itu milikku." ucap Arora, ya dialah kapten pemimpin perang satu-satunya wanita.

"Ahahaha, kau tahu. Kau jadi terlihat sangat manis, pria manapun akan jatuh hati padamu loh."

Beralih ke tempat Hexari.

Aku dalam perjalanan menuju Angkatan Udara,meskipun ini merepmtkan tapi menurut Jendral bodoh itu, hal ini juga salah satu bagian dari pelatihanku, jadi yah tidak apa-apa lah.

Yang terpenting bagiku adalah bertarung dan membinasakan alien sebanyak mungkin, itulah janjiku pada tuan Jendral Hailey Swaczth. Tapi yang benar saja, aku pasti akan bertemu dengan
Arora, semoga saja dia menjadi gadis yang baik dan manis, aku juga ingat, kami pernah elakukam perjanjian dan semoga saja dia melupakan perjanjian yang kita buat waktu itu.

Dan semoga saja aku memiliki teman disana, tak ada prajurit yang membenciku lagi, kuharap aku tak melakukan kekacauan lagi.

****

Dalam perjalanan, Hexari memandang pemandangan langit melalui jendela.

Hal aneh terasa. Awan-awan bergerak seperti tertiup angin.

"Ada apa ini?" tanya Hexari.

"Entahlah, keadaan tak normal seperti ini biasanya menandakan adanya penyerangan." jawab sang pilot.

"Tenang saja, kami akan memastikanmu sampai dengan selamat." tambah pria disamping pilotnya.

"Tapi tetap saja, ada hal yang aneh." tiba-tiba saja Hiltzailea memancarkan cahayanya.

"I-ini, tidak salah lagi. Ada alien kuat yang menuju kemari." pikir Hexari, sudah pasti apa bila pedang tersebut memancarkan cahaya, selalu saja muncul alien kuat.

Cahaya pun meredup dan pedang kembali seperti semula.

"Ada apa Hexari Pextragon?"

"Kita harus berhati-hati, ada kemungkinan alien kuat akan datang." jawab Hexari.

"Tenang saja, disini ada radar untuk mendeteksi adanya a..." ucapan sang pilot terhenti ketika ia melihat radarnya dan terdapat sesosok makhluk besar mendekat. Pria tersebut terlihat panik.

"Ada apa?" tanya Hexari dengan nada naik.

"A-ada alien mendekat." jawabnya dengan keringat dingin bercucuran.

"Apa?"

"Sudah kuduga. Buka pintunya, aku akan memeriksa." Hexari memegang Hiltzailea dan berjalan menuju pintu.

"Ya, berhati-hatilah." pintu pun terbuka, angin pun berhembus kencang.

"Tekanan udaranya lumayan tinggi, tapi aku masih bisa bernapas." pikir Hexari, ia berdiri di ambang pintu.

"Jarak alien itu hanya sekitar 200 meter lagi." sang pilot menginformasikan pada Hexari.

"Apa? Sedekat itu?" Hexari langsung melirik kesana kemari, namun makhluk yang ia cari tak terlihat dimanapun. Hanya langit biru bertabur awan putih lah yang terlihat, meskipun awan-awan tersebut terlihat seolah bergerak menjauh dari daerah tersebut.

"50 meter lagi, makhluk ini sangat cepat. 20 meter, 10 meter."

"A-apa? Dimana alien itu, aku tak dapat menemukannya. Apa ukurannya sangat kecil." pikir Hexari yang mulai siaga, ia terus melihat kesana kemari.

"Kanan-kiri-depan-belakang. Tapi tak ada, tanda-tanda keberadaan makhluk itu." pikir Hexari terus bersiaga.

"2 meter lagi. Ah tidak, makhluk itu sudah tepat ada disini."

"Cih, atas-ba..." Hexari benar-benar terkejut setelah melihat kebawah. Malah ia hampir jatuh karna kagetnya. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"A-ada apa Hexari?"

"Mustahil, ada makhluk raksasa lain selain Armageddon." panik Hexari, ia terbelalak. Terlihat makhluk raksasa keluar dari awan, atau menembus awan.

Makhluk itu memang tak sebesar Armageddon, namun tetap saja, ukurannya membuat siapapun ketakutan.

"Uwaaaa apa-apaan itu." panik pilot dan wakilnya.

"Tenang semuanya, sepertinya makhluk itu hanya lewat. Dia tak ingin bertarung. Usahakan saja agar heli segera menjauh dari makhluk ini." Hexari terlihat mulai tenang.

Makhluk itu terlihat seperti berenang di udara, seolah-olah tubuh raksasanya tersebut sangat ringan karna mampu terbang.

Makhluk itu seperti ikan paus, dengan bagian ekornya terdapat sirip yang seperti ikan untuk menggerakkan tubuhnya.

Makhluk tersebut bergerak dengan lambat karna ukurannya. Terlihat seolah cepat karna ukurannya yang sangat besar tersebut.

Didalam Heli.

"Makhluk apa barusan, besar sekali, sepertinya helikopter ini lebih kecil dari matanya." tanya sang pilot.

"Aku juga tak tahu, aku tak percaya ada alien lain yang dapat melayang di udara seperti Armageddon." pikir Hexari, meskipun sebenarnya saat pertama kali kemunculan Armageddon itu, makhluk tersebut tengah berenang di dasar laut. Namun Hexari sepertinya melihat Armageddon melayang di udara.

"Sky Titan, dari file markas pusat Angkatan Udara. Terdapat data yang menerangkan tentang alien raksasa yang melayang di udara, mereka dinamakan Sky Titan." wakil pilot pun angkat bicara.

"Sky Titan, lalu apa Armageddon termasuk jenis Sky Titan?" pikir Hexari.

"Sky Titan yah, yang jelas kita harus menginformasikannya segera pada Markas pusat."

"Kau benar Hexari, aku akan menghubungi markas pusat."

Beberapa menit kemudian.

"Laporan telah disampaikan, kita sudah hampir sampai di markas pusat Angkatan Udara"

Tak terasa, perjalanan menuju Angkatan Udara sudah hampir menuju akhir. Helikopter yang ditunggangi Hexari hampir sampai.

Pemandangan diluar sana terlihat indah, hmm pemandangan langit sangat bagus bagi Hexari yang memang belum pernah mengudara, entah berapa lama mereka terbang Terlihat ada sebuah benda berkubah yang menarik perhatian Hexari, benda raksasa yang melayang.

"Maaf, benda berkubah itu apa yah?" tanya Hexari yang melihat benda aneh melayang di angkasa.

"Itu adalah kota, kota diatas langit. Satu-satunya kota yang berada di atas langit." jawab seorang pria.

"Keren, kota yang melayang, sangat luar biasa.." kagum Hexari.beberapa menit berlalu, terlihat heli menuju sebuah tempat yang juga berukuran raksasa.

"Di depan adalah markasnya. Itulah markas pusat Angkatan Udara." ucap seorang pria, terlihat benda seperti kapal maha raksasa mengambang diudara, itu adalah markas pusat Angkatan Udara.

"Whoaa besar sekali, disana bahkan ada taman dan lapangan." kagum Hexari, terlihat memang di sana terdapat hamparan seperti daratan yang sangat luas, taman dan lapangan terlihat jelas disana, heli pun semakin mendekat dan tak lama heli mendarat ditempat itu dengan mulus. Baling-baling pun berhenti berputar, Saat Hexari turun dari heli, tiba-tib

"Ukhuk.. Ukhukh.. Apa-apaan ini, padahal aku tidak punya penyakit, tapi kenapa napasku terasa sesak." gumam Hexari yang kemudian jatuh seperti menunduk bersujud, ia merasa napasnya sesak.

"Owh aku lupa memberitahu mu, disini udaranya tipis, jadi itulah yang akan terjadi padamu, kuharap kau tak menderita sesak napas." ucap pria yang ada di hadapan Hexari.

"Kau juga akan mulai terbiasa dengan udara tipis, kuharap kau dapat menyesuaikan diri."

Ya aku baru ingat, semakin tinggi suatu tempat maka semakin tipis juga udara nya, hah kukiraku punya penyakit sesak napas.

"Ikuti aku."

"Baik." Hexari pun bangkit dan mengikuti pria itu, terlihat ia berusaha mengatur napasnya. Mereka berjalan ke sebuah lapangan, terlihat banyak orang sedang bermain bercanda layaknya di permukaan. Terlihat udara tipis tak berpengaruh pada mereka yang memang tempat ini merupakan lingkungan mereka.

"Mereka tampak biasa saja, hm mereka sudah terbiasa dengan udara tipis ya." pikir Hexari memperhatikan orang- orang yang ada disana. Terlihat pula banyak orang yang menaiki sebuah papan skate yang melayang, tak napak dipermukaan tempat itu.

"Papan melayang? Aku baru bertama kali melihat benda semacam itu." pikir Hexari yang terus berjalan mengikuti pria pemandu.

Tibalah mereka di depan sebuah pintu, saat Hexari akan masuk, sebuah tendangan keras menyambut dirinya.

Buak...

Reflek Hexari menyilangkan kedua tangan dan tendangan mengenai tangannya, dan karna kuatnya tendangan, hal itu membuat dirinya mundur beberapa meter.

"Cih yang benar saja, aku bahkan masih susah bernapas, lalu sekarang apalagi? Diserang tiba-tiba oleh seseorang.." gumam Hexari.

"Reflekmu bagus juga tapi..." tiba- tiba seorang wanita melompat keatas dan menghunuskan pedang cahaya ditangannya..

Bersambung


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 92

BeeZero
2017-11-16 12:30:53
hah sekedar ucapan selamat datang buat hexari !
Zen Kureno
2017-09-25 20:12:57
Chap kali ini typo sangat bertebaran dan sepertinya angkatan udara adalah tempat yang paling canggih, moderen, dan membunuh.
Grim Rieper
2017-09-25 11:20:50
selalu di tnggu klanjutanya
Sqouts Shadows
2017-09-25 05:56:11
Ditunggu chapter berikutnya
Bocah Redoks
2017-09-25 02:34:15
Tumben ada kata yg salah
Hiatus
2017-09-25 01:56:29
Oh yeah baby sambutan yg pas buat hexari tukang onar oh baby
Shadexz fahrhezi
2017-09-25 00:58:43
Makin penasaran aja . Sambutan yang hangat buat hexari
Alien Queen
2017-09-22 21:49:27
Hastag Snow Blue . Ini request 1 tahun lalu dari komentar os Alien Attack Sinopsis . Meskipun aku nggak yakin sih kamu baca cerita, tapi janji harus ditepati. Seperti halnya Hexari yang selalu menepati ja
Alien Queen
2017-09-16 19:33:52
Ahaha aku males mikirin jenis aliennya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook