VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 90

2017-09-23 - Alien Queen > Alien Attack : World War
92 views | 9 komentar | nilai: 9.92 (12 user)

Alien Attack : World War Chapter 90

Alien Attack : World War Chapter 90 - Pil and Serum
Penulis : Alien Queen

Altra dan Violin pun kembali pada posisinya, sepertinya disini terjadi kesalahpahaman, mengingat hubungan mereka berdua hanya sebatas teman dekat.

Namun Hexari beranggapan berbeda, apalagi terakhir kali mereka berdua terlihat pegangan tangan.

"Huh dasar Hexari, mengagetkan saja." Violin tersenyum menyambut pria yang telah menjadi rekannya tersebut.

"Tcih, lagipula kenapa kau tiba-tiba saja muncul, bukan. Maksudku, sejak kapan kau datang kemari? Aku tak mendengar langkah kakimu?" tanya Altra menggaruk-garuk belakang kepalanya.

"Sejak kalian berdekatan dan berpegangan tangan, kukira kalian akan berciuman.

"TIDAK AKAANNN.!!!"
sanggah keduanya serempak.

"Benar kan, kalian memang kompak, akui saja hal itu. Menurutku kalian berdua cocok."

"Hei hei hei, jangan salah paham, Vio memang cantik dan manis, tapi aku tak punya perasaan cinta padanya, hubungan kami hanya sebatas sahabat, dan aku menyayanginya bagaikan adikku sendiri." jelas Altra.

"Lagipula Altra sudah ada calon kekasihnya." sambung Violin.

"Sulit dipercaya, orang sepertimu bisa punya pacar." Hexari menatap Altra dengan kecurigaan.

"Apa maksudmu?" bentak Altra.

"Apa ada yang salah dengannya? Altra bukannya salah satu dari 10 Warrior terpopuler, dia kan tampan, banyak prajurit wanita yang mengidolakannya." Violin menatap kearah Hexari.

"Benarkah? Sepertinya itu cuma rumor."

"K-kau, mau mati sekarang juga hah?" Altra mulai tersulut kemarahan.

"Hah lupakan itu, ribut-ribut disini hanya mengganggu ketenangan dan istirahat Vio. Kau, kau mau apa kemari?" Altra pun mereda, ia meredam kekesalannya.

"Sudah jelas bukan, aku kemari untuk menjenguk Vio."

"Terima kasih atas kedatangannya, kukira kamu akan lupa padaku."

"Itu tidak mungkin karna kau itu kan temanku," Hexari bangkit dan berjalan kesisi berlawanan dengan Altra.

"Bagaimana keadaanmu Vio?" tanya Hexari yang beranjak dari posisinya dan duduk di kursi.

"Hmm aku baik-baik saja, seperti biasa aku kehabisan energi. Jangan kuatir. Yang ku kuatirkan adalah Senior Yubellia, ia terlihat sangat parah." Violin masih dalam posisinya.

"Kudengar dia dirawat di UGD, keadaannya memang parah. Luka dalamnya hampir merenggut nyawa nya, entah bagaimana keadaannya sekarang." sambung Altra.

"Semoga saja dia selamat." gumam Violin.

"Kenapa bisa dia separah itu? Kulihat dia tak mendapat luka yang berarti, tapi dia muntah banyak darah seolah seluruh organ dalamnya hancur.?" tanya Hexari.

"Senjata miliknya, emm apa yah namanya, pokoknya senjata itu memiliki damage yang luar biasa, namun beban yang didapat pengguna juga sangat besar. Dengan kata lain, bukan musuh yang membuatnya seperti itu. Tapi senjatanya, dia sangat ceroboh, padahal kondisinya tidak baik. Dia memiliki penyakit." Altra menjelaskan.

"Hmm jadi begitu yah, oh iya. Sampai sekarang aku belum tahu apa itu pil dan serum, aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali aku menanyakannya hal ini." balas Hexari yang kembali membahas tentang pil dan serum.

"Payah, apa kau tak membaca peraturan dan ketentuan sebelum kau masuk menjadi prajurit?" tanya Altra.

"Aku tahu, tapi aku malas membaca hal-hal yang tak penting, lagipula jika karna bukan janji, aku tak mau masuk ke tempat seperti ini dan melakukan tugas yang sangat berbahaya yang membuat nyawa terancam."

"Cih, ada orang seperti dirimu, memangnya sampai segitunya kau menepati janji.?"

"Ya, aku adalah orang yang tak akan pernah mengingkari janjiku, seseorang pernah mengatakan ini padaku 'pria sejati adalah pria yang kata-katanya dapat dipegang dan dibuktikan.'"

"Pria sejati katamu?"

"Sudahlah jangan bertengkar, akan kujelaskan tentang pil dan serum." Violin yang duduk, ia terlihat hanya mengenakan tanktop ungu.

"Pil dan serum, sebenarnya kedua benda itu sama saja, semacam obat. Hanya bentuknya yang berbeda, selain pil dan serum ada juga obat yang berbentuk obat semprot. Semua obat memiliki fungsi yang sama. Obat ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja otot dan melipat gandakan energi yang ada. Dengan demikian kita punya pasokan energi yang cukup untuk bertarung meskipun energi kita terus diserap senjata yang kita gunakan."

"Baiklah, aku mengerti, energi sangat dibutuhkan untuk pasokan makanan bagi senjata kalian kan." gumam Hexari, Violin mengangguk.

"Lalu apa aku juga boleh menggunakan benda itu?" tanya Hexari lagi.

"Tidak boleh, obat ini digunakan untuk 3 prajurit khusus, Knight, Warrior dan Guardian. Dan mungkin ketiga Jendral. Tidak sembarang orang boleh memakainya."

"Me-mereka juga?" tanya Hexari kaget.

"Tapi saat aku bertarung bersama Jendral wanita waktu itu, aku tak melihat dia menggunakan obat apapun, lagipula ia hanya memakai pedang biasa, bukan pedang besar seperti yang kalian gunakan."

"Para Jendral belum pernah menggunakan senjata mereka, hanya memakai senjata biasa pun kekuatan mereka sudah mengerikan" balas Altra, Violin mengangguk setuju.

"Senjata Nona Jendral yang kamu patahkan waktu itu juga hanya senjata biasa, kami belum mengetahui seperti apa bentuk senjata yang dimiliki nona Jendral." balas Violin.

"Jadi sekuat apa mereka sebenarnya? Senjata hidup yang mengerikan."pikir Hexari.

"Kembali ke pembahasan, lalu Vio bagaimana kamu bisa kelelahan dan kehabisan energi, bukankah jika menggunakan obat maka energimu akan bertambah.?"

"Kau salah, obat ini tak menambah energi, tapi melipat gandakan energi yang tersisa." bantah Altra.

"Begitu yah."

"Aku kelelahan karna kontraksi otot dan energi berlipat ganda dengan drastis dan tiba-tiba sehingga tubuhku terkena dampak tekanan tiba-tiba itu." balas Violin.

"Dua kali Vio merasakan hal itu. Maka dari itu, semua prajurit hanya disarankan memakai obat 1 buah dalam sehari, karna jika kau menerima tekanan otot dan energi yang tiba-tiba sebanyak dua kali maka tubuhmu akan langsung down dan rapuh, jika keadaan tubuhmu mu tak sehat maka hal itu bisa merenggut nyawamu, Vio kemarin menggunakan dua obat, untung saja ia tak banyak bergerak dan kondisi tubuhnya fit. Jadi dampaknya tak terlalu parah."

"Jadi dengan kata lain hal itu dampak atau efek samping penggunaan obat nya yah." gumam Hexari menarik kesimpulan.

"Kau benar, jadi dengan menggunakan serum atau pil bukan berarti tubuh kita menjadi kuat." Violin membenarkan.

"Dalam keadaan tubuhmu yang rapuh di medan perang, kemungkinan besar kau mati konyol oleh alien. Makanya para Warrior, Guardian dan Knight adalah orang-orang yang berbeda dari prajurit lainnya, tubuh kami harus sehat, tak pernah mengidap penyakit apapun, tubuh kami harus ideal dan atletis.

Soal wajah mungkin itu tambahan saja meskipun tak dapat dipungkiri 18 Warrior memiliki wajah yang cantik dan tampan, yang utamanya yang barusan kukatakan.

Dan soal merokok, sepertinya hal itu tak berhubungan, ya meskipun merokok juga menyebabkan gangguan." ujar Altra yang mengeluarkan rokok.

"Pantas saja." gumam Hexari.

"Ekhem" Violin menunjuk kearah dinding dimana disana terdapat tanda dilarang merokok.

"Maaf, maaf." Altra menyimpan rokoknya kembali.

"18 yah? Bukannya 20 Warrior?" tanya Violin.

"Hmm, tapi Warrior Angkatan Udara tuan Adder tak dapat dikategorikan sebagai pria tampan, dia sudah kehabisan masa mudanya."

"Kata-katamu terlalu kejam loh." gumam Violin.

"Itu kenyataannya, kurasa dia memang tampan, pada zamannya. Lalu si Ranking 1, dia terlalu misterius. Tak ada yang tahu pasti seperti apa wajahnya itu."

"Ranking 1 yah?" pikir Hexari, ia kembali teringat beberapa waktu yang lalu ditemui pria yang mengaku sebagai Ranking 1. Dan ia tak tahu wajahnya seperti apa.

"Mungkin ketiga Jendral atau Tuan dan Nyonya presiden pernah melihat wajahnya. Tapi entahlah."

"Yasudahlah, lupakan. Kembali ke pembahasan, Jadi apa kau sudah mengerti tentang pil dan serum Hexari?" tanya Violin, namun Hexari tak menanggapi, ia sepertinya melamun.

"Hexari??"

"Eh, i-iya aku sudah paham. Satu lagi, apa obat yang digunakan Warrior, Guardian dan Knight itu sama?" Hexari tersadar dari lamunannya dan memberikan pertanyaan.

"Jelas berbeda, tingkat kinerja nya pun berbeda, semua disesuaikan dengan kekuatan tubuh. Untuk Guardian, obatnya tak terlalu besar melipat gandakan energi dan Kinerja otot. Efek sampingnya pun tak terlalu merepotkan.

Untuk Knight berada di level sedang, ya meskipun penggunaan 2 obat sekaligus berdampak dengan efek samping yang cukup merepotkan. Untuk Warrior sudah jelas, dampak nya besar dan efeksampingnya besar pula.

Dan mungkin yang paling berbahaya adalah obat untuk para Jendral." Altra kembali menjelaskan.

"Satu tetes saja dapat membunuh 10 orang Army." sambung Violin.

"Se-sebenarnya itu obat atau racun sih, masa satu tetes saja dapat membunuh orang.?" gumam Hexari yang ngeri.

"Tentu saja dapat membunuh, karna satu tetes saja dapat melipat gandakan energi menjadi puluhan kali lipat, entah 10 kali lipat atau lebih aku tak tahu pasti.

Yang jelas jika dilakukan pada manusia normal maka, ledakan energi dan naiknya kinerja tubuh secara drastis akan membuat tubuh orang itu akan kehilangan fungsinya, urat-uratnya akan putus, seldarah merah dan sel darah putih akan bercampur dan beredar keseluruh tubuh dengan kecepatan yang tak normal,

Jantung pun akan memompa darah dengan cepat sehingga jantung akan rusak dan berhenti berdetak, otot-ototmu akan melunak setelah ledakan lipatan ganda energi yang sangat cepat itu.

Ada kemungkinan tulang- tulangmu akan keropos dan rapuh. Maka dipastikan jika manusia normal seperti Army dan Soldier atau rakyat biasa mencoba obat itu akan mati dengan keadaan tubuh hancur dari dalam." Altra menjelaskan panjang lebar.

"Jadi dengan kata lain, hanya Para Jendral saja yang dapat memakai obat tersebut, karna tubuh mereka dapat menyesuaikan dan menerima kontraksi tersebut dengan baik."

"Ngeri amat, kenapa ada hal semacam itu sih, lagipula sekuat apa para Jendral itu, aku tak mengerti." Hexari ketakutan, padahal ia telah mendengar dan melihat sendiri kemampuan Jendral yang sebenarnya.

"Kamu percaya ada manusia tak mempan ditembak? Tak mempan dibom. Pukulannya mampu menghancurkan tank. Itulah ketiga jendral kita, konon katanya mereka bertiga pernah menghabisi seluruh tentara negara lain dalam waktu 1 hari saja." Violin menjawab.

"Apa kau mengarang cerita? Mana ada manusia seperti itu.?"

"Bisa saja ada, andaikan mereka manusia hasil percobaan yang 100% berhasil, maka cerita itu bukanlah cerita karangan atau hayalan kan?" balas Altra.

"Benar juga." Hexari kembali teringat dengan cerita Jendral Zenitya.

****

Ruangan Jendral Zenitya.

"Dia akan kesana sekarang? Padahal aku baru menginformasikan padanya. Ternyata sangat mendadak." Jendral Zenitya berkomunikasi dengan Jendral Erthogrul melalui laptop.

"Ya, Kurasa lebih baik ia segera kemari, kita tak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Mengingat Alien kuat yang dahulu meluluh lantakan benua telah bermunculan, aku tak ingin masa tersebut kembali terulang untuk kedua kalinya."

"Kau benar, secepat mungkin kita harus menambah kekuatan kita untuk melawan mereka. Kita tak tahu kapan perang besar akan terjadi bukan?"

"Ya, dan soal Hexari Pextragon, , aku ingin tahu semenarik apa anak itu."

"Kau akan mengetahuinya setelah berjumpa langsung dengannya. Dan satu hal yang harus kau ketahui, kau harus mengerti dengan sifatnya, aku yakin dia akan mengacau ketika datang kesana."

"Hmm mungkin ini juga harus ku luruskan, sifat dan karakternya harus diperbaiki."

"Ya, kuharap kau dapat membuat anak itu jadi lebih baik. Aku percaya padamu."

"Hm, semoga saja, aku akan segera menjemputnya."

"Ya, silahkan saja." Komunikasi pun terputus.

Kembali ke tempat Hexari dan yang lainnya.

Entah berapa lama mereka bertiga berbincang. Yang jelas lebih dari 2 jam telah berlalu. Violin terlihat sering tersenyum, ya bisa dibilang Violin cukup manis. Tak lama datanglah seorang pria.

Tok..tok.. Tok...

Pintu memang terlihat tak tertutup

"Hexari Pextragon, kau diperintahkan agar segera datang ke Angkatan Udara." tegas pria itu.

"Apa? Aku? Secepat ini? Kukira besok atau lusa." ucap Hexari yang memang sudah diberitahu bahwa ia akan segera berangkat menuju Angkatan Udara.

"Entahlah. Saya hanya diperintahkan tuan Jendral saja."

"Apa Violin tidak ikut?" tanya Hexari lagi.

"Hanya kau yang di minta agar pergi."

"Lagipula Violin sedang sakit, ia tidak bisa kemana-mana," ujar Altra.

"Hah, kukira Vio juga akan ikut"

"Kenapa? Apa kamu sudah nyaman bersamaku?" tanya Violin menggoda.

"Ti-tidak, hanya saja tanpa ada kamu mungkin akan sedikit berbeda. Ada hal yang terasa kurang."

"Hmm aku jadi malu,"

"Bu-bukan itu maksudku, Ahaha lupakanlah ucapanku barusan, Vio jaga dirimu baik- baik dan semoga cepat sembuh. Kita pasti akan bertemu lagi, aku berangkat." Hexari pun bangkit dan segera pergi mengikuti pria tadi.

"Hati-hati." ucap Violin sambil melambaikan tangan.

"Hmm" Hexari membalas lambaian tangan sambil berjalan pergi tanpa berbalik. Altra beranjak dari duduknya.

"Sepertinya aku juga harus pergi untuk menjenguk Lora. Sampai nanti Vio." ucap Altra berpamitan pergi.

"Dah." Violin melambaikan tangan lagi.

"Aku mungkin akan merindukanmu Hexari, aku tak sabar menanti pertemuan kita yang selanjutnya, kurasa saat pertemuan kita selanjutnya kamu akan lebih kuat dan lebih tampan. Dan sepertinya akan ada banyak wanita yang memperebutkanmu. Aku yakin hal itu. Berjuanglah Hexari Pextragon." pikir Violin sambil tersenyum.

Bersambung


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 91

Kleiss Effortles
2017-11-21 15:37:41
Mh hah panjang juga
Bocah Redoks
2017-09-23 23:36:53
Jadi yang d maksud altra itu kita ??
wahyu
2017-09-23 18:58:13
Ini yg aq tunggu2 sering2 rilis ya biar vt ramai lagi
Hiatus
2017-09-23 17:38:09
Oh yeah baby setelah laut dan darat kini giliran udara yg akan d bikin onar hexari oh baby
Sqouts Shadows
2017-09-23 12:23:20
Ditunggu chapter berikutnya
Shadexz fahrhezi
2017-09-23 10:49:34
Hahaha mulai suka tuh si vio keknya
Zen Kureno
2017-09-23 10:41:48
Musibah apa yang akan menimpa angkatan udara nanti ya
Grim Rieper
2017-09-23 09:46:02
bingung mau coment apa
Alien Queen
2017-09-20 22:59:01
Alien Attack : World War Chapter 90 ready
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook