VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 87

2017-09-12 - Alien Queen > Alien Attack : World War
105 views | 10 komentar | nilai: 9.9 (10 user)

Alien Attack : World War Chapter 87


Alien Attack : World War Chapter 87 - Information
Penulis : Alien Queen

Burung-burung melompat dari dahan satu ke dahan lain. Tupai berlari melompat seolah menampilkan atraksi lompatan pada kedua pria tersebut.

Gorria bersandar pada batang pohon, menekuk kaki kanan dan mengayun-ayunkan kaki kirinya.

Terlihat seekor tupai mendekatinya dan diam di paha kanannya. Seekor burung hinggap di pundak kirinya.

"Energi alam membawa kedamaian dan kebaikan, para binatang pun merasakannya." gumam pria rambut merah tersebut.

"Oh ya, jadi sampai kapan kita harus menunggu dia mengambil keputusan?" tanya nya pada lawan bicaranya yang tak mengubah posisinya, yang sedari tadi tiduran di atas batu.

"Entah, aku juga tak tahu."

"Baiklah, kesampingkan hal itu lagi, masih ada hal yang ingin kubahas denganmu. Tentang tugasmu itu."

"Hm, lalu?"

"Lalu bagaimana bisa kau bertemu Hexari Pextragon? Padahal kau tak tahu dimana keberadaannya?"

"Apa kau lupa, aku yang menginformasikan 6 lokasi kota yang diserang oleh Alien kepada presiden dan para Jendral? Selain itu, bukankah aku sudah mengatakannya jika aku memiliki kemampuan istimewa dan peralatan yang canggih, mencari dan menyembunyikan benda atau makhluk bukan hal yang sulit bagiku. Kecuali.."

"Kecuali??"

"Kecuali sesuatu yang diluar jangkauanku, seperti halnya kapal Alien yang dapat mudah kutemukan karna dalam jangkauanku ."

"Lalu, apa yang kau katakan pada Hexari Pextragon?"

Flashback saat bersama dengan Hexari.

"Dengar..! Ada masalah besar, karna Jendral api itu dan para prajurit alien lain kalah, maka mereka akan mengirimkan bantuan, pasukan dari bangsa Draconian akan menyerang." ucap Ranking 1 pada Hexari yang masih tiduran ditanah.

"Draconian? Apalagi itu? Dan yang benar saja, peperangan telah menuju akhir, masa ada musuh baru." pikir Hexari, ia masih tak dapat bergerak maupun berbicara.

"Bukan hanya itu saja, ada Jendral lain yang akan turun ke medan perang, maka dari itu. Hexari Pextragon, informasikan kepada semua markas agar segera mengirim pasukan bantuan, keadaan sangat gawat, bisa saja misi gagal dan yang lebih buruk. Bisa saja para prajurit mati."

"Mati? Gawat, ini sangat gawat, tapi yang benar saja, orang ini mengunci gerakanku, aku bahkan susah untuk bernapas. Selain itu, aku tak punya alat komunikasi apapun untuk menghubungi markas pusat." pikir Hexari, ini adalah salah satu kemampuan Ranking 1, yang pada awal-awal sudah diceritakan dimana para alien yang mengepungnya tak dapat bergerak sama sekali, bahkan ada yang langsung tewas bahkan hanya dengan tatapannya, tapi kemampuan ini tak berguna pada para Alien yang memiliki energi dalam jumlah banyak, termasuk para Jendral alien.

"Gunakan benda ini untuk menghubungi markas pusat, semua alat komunikasi tak dapat digunakan. Ada alien yang mempunyai kemampuan mengeluarkan gelombang ultrasonik yang menyebabkan gangguan jaringan. Tapi dengan benda ini kau dapat menghubungi markas pusat Angkatan Darat. Tapi dalam waktu 1 menit setelah aktif, benda ini akan terkena gelombang itu. Jadi gunakan kata-kata yang singkat agar kau tak kehabisan waktu." ucapnya menaruh sesuatu ketangan kanan Hexari.

"Baiklah, aku pergi dahulu, sampai jumpa Kawan, semoga berhasil." ucapnya yang langsung pergi.

Beberapa detik kemudian Hexari dapat membuka matanya dan ia pun terperanjat.

Flashback end.

"Jadi seperti itu, lalu untuk apa kau menghentikan energinya? Tangkap ini." tanya Gorria melemparkan sebuah apel.

Ranking 1 menangkap apel tersebut.

"Sudah jelas bukan, aku adalah salah satu orang yang masih misteri, jadi aku harus menyembunyikan identitasku padanya."

"Hahaha, pantas saja kau selalu memakai jaket itu, tapi lumayan keren juga sih."

"Lalu bagaimana denganmu, apa Kau juga telah melaksanakan tugasmu?"

"Ya begitulah, meskipun tak 100%. Cukup sulit untuk tak terlibat dalam semua ini." jawab Gorria.

Scene beralih ke tempat Hexari.

"Aku mendapat semua informasi darinya, dan karna si Ranking 1 itu begitu melegenda, jadi aku percaya saja padanya dan segera menghubungi ketiga Markas pusat."

"Jadi Ranking 1 yang memberikan informasi itu, hmm informan itu memang bisa diandalkan." gumam Jendral Zenitya.

Flashback setelah Hexari diberikan informasi.

"Tunggu dulu, orang itu tiba-tiba saja ada di dekatku, apa orang itu melihat hal yang kulakukan dengan Ruins atau tidak yah?, bisa gawat jika dia tahu. Ehh.. Kenapa aku malah memikirkan hal itu sih, yang jelas aku harus segera menghubungi ketiga Markas pusat langsung" gumamnya, ia segera menempelkan alat ditangannya ke lubang telinga kanan dan menekan sebuah tombol.

Di Markas Angkatan Darat.

"Nyonya, ada panggilan masuk dari sumber tak dikenal."

"Tak dikenal? Sambungkan saja." ucap Jendral Zenitya. Saat terhubung.

"Apakah ini Angkatan Darat?" tanya Hexari.

"Hexari Pextragon, kau? apa yang terjadi dirana? Kenapa semua u.."

"Dengar.! Biarkan aku berbicara, ini darurat." ucap Hexari menyela, bagaimanapun ia tak punya banyak waktu.

"Hubungkan dengan markas Angkatan Udara dan Angkatan Laut."

"Lakukan.!" ucap Jendral Zenitya memerintahkan pada petugas.

"Baik," beberapa detik kemudian.

"Ada apa ini Zenitya?" tanya Jendral Guimor.

"Aku sedang sibuk memperbaiki sistem jaringan." tambah Jendral Erthogrul.

"Dengarkan aku semuanya, keadaan sangat gawat. Para alien menurunkan pasukan bantuan, semua prajurit sedang dalam keadaan sangat berbahaya." ucap Hexari langsung to the point menjelaskan apa yang terjadi.

"Tunggu dulu, apa maksudmu bahaya, lagipula darimana kau mengetahui bah.."

"Diam lah Jendral bodoh, pokoknya segera kirimkan bantuan, apalagi ada Jendral alien kuat yang juga akan turun, segera kirimkan bantuan sekarang juga." ucap Hexari memotong ucapan Jendral Guimor.

"Siapa yang kau panggil bodoh hah?" kesal Jendral Guimor, komunikasi Hexari pun terputus, waktu 1 menit telah berakhir.

"Sudahlah Guimor, apa yang dikatakan prajurit itu mungkin ada benarnya. Mengingat tak ada satupun prajurit yang dapat menghubungi markas pusat, kurasa memang mereka dalam keadaan bahaya." ucap Jendral Erthogrul.

"Baiklah. Kurasa kau benar, sebaiknya kita segera menurunkan pasukan bantuan."

Ditempat Ranking 1.

"Baiklah tinggal aktifkan koordinatnya." gumamnya setelah merasakan alat yang ia berikan pada Hexari rusak.

Di Angkatan Darat, Kazuya dan Calista dipanggil serta puluhan prajurit Army dan Soldier, mereka semua langsung diterjunkan ke medan perang.

Saat mereka membuka radar, terlihat jelas tempat Yubel dan Altra
berada.

"Disana.."

"Ayo Kita segera berangkat.!" teriak Kazuya dengan semangat.

Di Angkatan Laut, Fredriks, Viera, dan beberapa Guardian telah siap. Mereka langsung diberangkatkan.

Angkatan Udara, sebuah pesawat perang langsung meluncur.

Flashback End.

"Hm, jadi seperti itu, tapi kenapa Ranking 1 malah datang kepadamu yah." gumam Jendral Zenitya.

"Entahlah, aku kurang tahu tentang hal itu."

Hexari terlihat memikirkan sesuatu, sesuatu yang menurutnya janggal. Pada saat Ranking 1 mendatanginya.

Waktu itu, pada saat Hexari memejamkan matanya, terlihat tangan kirinya memegang lengan kanannya yang tertutup kain hitam dengan dilapisi sabuk lengan. 2 menit berlalu, saat Hexari hendak membuka matanya, tiba-tiba saja.

"Yo, Hexari Pextragon." ucap suara pria muda yang jaraknya dekat dengan Hexari. Hexari hendak membuka mata namun.

"A-aku tak bisa bergerak.. Si-siapa disana?" pikir Hexari berusaha bergerak, namun sia-sia. Terlihat seorang pria memakai jaket hoodie berdiri tak jauh dihadapan kepala Hexari.

"Aku mengunci aliran energimu, kau tak dapat melakukan apapun, jadi diam dan dengar saja apa yang akan kukatakan padamu. Ekhemm.. Dengar, aku adalah Ranking 1." ucap suara itu yang mengaku sebagai Ranking 1.

"Sebenarnya aku malas mengatakannya, jadi Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, ini masalah besar. Ya tadinya aku ingin mengatakannya langsung pada para Jendral, tetapi aku sedang sangat sibuk dan malas melakukannya." ucapnya dengan suara keren.

"Dengar.."

..

"Ada apa Hexari?" tanya Jendral Zenitya. Hal itu membuyarkan lamunan Hexari.

"Ti-tidak ada, hanya saja aku masih bingung tentang si Ranking 1. Terlalu banyak misteri yang ada padanya, selain itu kemampuannya sangat hebat, seperti bukan manusia." Hexari mengatakan apa yang membuatnya bingung.

"Kau tahu, selain para Jendral, manusia yang tidak normal lainnya adalah 4 orang Warrior yang terkuat, kau akan menganggap mereka alien karna kemampuan yang mereka miliki. Kemampuan diluar batas manusia."

"Apa? Ke-kenapa mereka bisa seperti itu?"

"Semua ini gara-gara para alien menyerang umat manusia." Jendral Zenitya bangkit dari duduknya, ia berjalan kearah jendela ruangan tersebut, terlihat pemandangan luar adalah lautan biru.

"Gara-gara alien? Lalu apa hubungannya dengan kalian yang tidak normal?"

"Kau tahu, aku sebenarnya tak ingin menjalani semua hal ini, aku ingin kehidupan normal. Tapi gara-gara para alien menghancurkan semuanya, maka tak ada hal yang berarti lagi dalam hidupku."

"Hmm, aku mengerti, hampir semua orang merasakan hal seperti itu, begitu juga denganku, maka dari itu, aku harus menepati janjiku pada Tuan Hailey."

"Dengar, yang akan kukatakan ini adalah rahasia yang sangat besar. Rahasia kami semua menjadi tak normal." Jendral Zenitya memutar tubuhnya dan bersandar di dinding dekat jendela tersebut. Hexari mengangguk, bagaimanapun ini juga hal yang membuatnya penasaran. Apalagi setelah ia mendengar dan bahkan melihat dengan matanya bahwa para Jendral memiliki kekuatan luar biasa.

"Seperti yang telah kita ketahui, para alien tak dapat dibunuh oleh senjata biasa, bahkan senjata nuklir yang sangat dasyat dalam ledakannya pun hanya mampu membunuh alien prajurit yang lemah saja, lalu bagaimana mengatasi alien kuat atau yang kita ketahui para Jendral alien?"

"Bukankah ada senjata pembunuh alien?" Hexari bertanya.

"Kau benar, namun saat sebelum aku menjadi Jendral, senjata itu belum diciptakan. Kami memikirkan cara bagaimana dapat membunuh para alien, hingga Tuan Hailey yang memang beliau memiliki energi yang mengagumkan tanpa sengaja menghancurkan kepala seekor alien."

"Saat itu kami sadar, bahwa alien dapat dikalahkan oleh benda hidup, benda yang memiliki nyawa. Pada akhirnya para petinggi pun menciptakan senjata hidup, senjata tersebut adalah.."

"Ka-kalian, para Jendral? " Hexari terbelalak karna kaget.

"Tepat sekali,"

"Sedikit kasar memang jika dikatakan sebagai senjata. Tapi itu adalah kenyataan dan takdir yang harus kita hadapi. Hidup sebagai senjata bernyawa untuk menghadapi para alien." gumam wanita tersebut.

"Yaah tapi aku sudah tak peduli lagi dengan hal itu, asal tujuanku tercapai, jadi senjata hidup pun tak jadi masalah." tambahnya.

"Sepertinya Jendral wanita menghadapi banyak kesulitan dan penderitaan, aku dapat melihat semua kepedihannya saat ini. Dia benar-benar terlihat seperti layaknya gadis normal." pikir Hexari yang memandang lawan bicaranya tersebut.

Bersambung..


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 88

Kleiss Effortles
2017-11-21 15:31:49
Selalu diceritakan lewat flashback
BeeZero
2017-09-14 17:40:30
apa mmang cm para jendral yg mnjdi snjata hdup ?! msh bnyak misteri trnyata
Bocah Redoks
2017-09-13 22:41:28
Masih belum ada kesimpulan pasti. Tapi semua fakta mengarah pada hexagon sebagai pusat perlawanan manusia.
Zen Kureno
2017-09-13 16:22:44
Tiga pemain sudah menampakan diri sekarang tinggal menunggu penampilan Hexagon saja satu yang masih belum pasti apakah Hexagon telah tewas oleh para jendral atau dia sedang menyiapkan sesuatu
Sqouts Shadows
2017-09-13 11:01:23
Hailey itu orang seperti apa sh,, ditunggu chapter berikutnya
wahyu
2017-09-13 09:38:01
Satu persatu rahasia trus terbongkar.. Apakah haxari sama seperti para jendral?????? Atau lbh baik dari para jendral karena di tanam sesuatu oleh bangsa aria.... Yg tau cuman si gadis cantik aer
Hiatus
2017-09-12 23:39:08
Oh yeah baby jadi apa yg d maksud senjata hidup oh baby apa kek garra d naruto?????? Trus apa hexari juga termasuk sentaja bernyawa kek para jendral?????
Grim Rieper
2017-09-12 22:07:12
bertanya apa ya
Alien Queen
2017-09-09 09:44:39
Aku berharap ada yang bertanya. Mmmh, mana nih yang katanya nunggu kelanjutannya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook