VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 86

2017-09-09 - Alien Queen > Alien Attack : World War
95 views | 10 komentar | nilai: 10 (11 user)

Alien Attack : World War Chapter 86

Alien Attack : World War Chapter 86 - Ranking 1 Vs Fourth General
Penulis : Alien Queen

Scene beralih ke sebuah tempat dimana disana hamparan hijau padang rumput menjadi pemandangan utama, terlihat terdapat sebuah danau lumayan besar dan disekelilingnya ditumbuhi banyak pepohonan yang rindang.

Binatang-binatang terlihat hidup damai disana, hewan herbivora sangat dominan berada di tempat tersebut.

Disebuah pohon besar dimana tak jauh dibawahnya terdapat sebuah batu yang teduh karna cahaya matahari terhalangi dedauanan pohon.

Dua orang pria sedang berada disana, seorang pria berambut merah panjang berada diatas pohon dan seorang pria berambut pirang dengan tudung jaket hoodie sedang tiduran diatas batu ereka adalah Gorria dan si ranking 1.

"Jadi bagaimana kau bisa mengetahui kalau para Draconian akan datang dan si Jendral menyeramkan itu akan turun ke medan perang?" pria rambut merah panjang yang menggunakan nama samaran Gorria membuka percakapan dengan melontarkan pertanyaan kepada lawan bicaranya, seperti biasa ia memakan apel merah untuk mengisi perutnya hingga kenyang.

"Aku menyusup kedalam kapal mereka dan tak sengaja mendengar perbincangan antar para Jendral waktu itu."

"Pesawat maksudmu?"

"Tidak, benda itu memang melayang dilangit, tapi bentuknya seperti kapal Alien raksasa"

"Begitu ya."

Flashback. Didalam sebuah kapal raksasa tempat para Alien berada.

"Baiklah, hari ini aku terlalu banyak tugas dan terlalu banyak ikut campur dalam peperangan ini, cih padahal untuk apa aku melakukan ini.? Andaikan saja aku lemah, mungkin aku tiduran saja sepanjang hari, tak perlu membantu Hexari Pextragon. Tapi yasudahlah, lagipula ini juga bagian dari peranku." pria tersebut menggerutu sambil berjalan dengan santai menyusuri lorong.

Terlihat banyak alien penjaga yang terkapar entah mati atau hanya pingsan. Pria yang dikenal sebagai Ranking 1 itu berjalan dengan santainya menyusup, kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celananya. Hingga saat ia melewati sebuah lorong, tiba-tiba terdengar sebuah percakapan dalam suatu ruangan.

"Jendral keenam terluka?" suara seorang wanita melontarkan pertanyaan dengan nada agak naik.

"Ya, seorang manusia dan arya yang melakukannya." suara pria menjawab pertanyaannya dengan dingin.

"Untung saja Jendral kedua datang tepat waktu, jika tidak. Hal tak diinginkan mungkin terjadi." Balas suara lain.

"Apa saat nya aku harus menurunkan para prajuritku?" suara pria yang terdengar tak asing lagi, suara Jendral ras Reptilian, ialah Jendral Jelleian. Satu- satunya Jendral alien yang tak memakai full armor.

"Sebaiknya begitu, jangan sampai misi ini gagal, proyek telah berjalan 78%, jika kita telah mendapat semua manusia tersebut maka setidaknya 81% akan bertambah." tegas suara wanita yang tadi.

"Apa yang sedang mereka bicarakan?" pikir Ranking 1, ia membuka sedikit pintu ruangan tersebut, ternyata percakapan tersebut mendapatkan perhatiannya.

"Baiklah kalau begitu, aku akan menurunkan beberapa pasukanku." ucap Jendral Jelleian.

"Bagaimana menurut anda? " tanya Jendral Jelleian pada Jendral kedua.

"Terserah kalian,saya tidak ingin ikut campur dalam hal ini. Aku hanya fokus pada proyek ini agar tujuan kita segera tercapai." jawab Jendral kedua yang sepertinya benar-benar tak tertarik sama sekali untuk berpartisipasi dalam perang, pada saat menjemput Jendral Jainneua dan bertemu Hexari dan Ruinsvlora pun ia tak punya keinginan bertarung bahkan hanya untuk sekedar pemanasan.

"Untuk saat ini saya hanya fokus pada pencarian Jendral pertama dan proyek saja." tambahnya.

"Benar juga, kita hampir melupakannya. Ini semua gara-gara Arya itu." gumam satu-satunya jendral alien wanita yang ada disana.

"Gara-gara Arya itu keberadaan Jendral pertama tak diketahui, kekuatan kita tak cukup kuat untuk mempercepat proyek ini." ucap Jendral ketiga Arkaixsta.

"Hmm, kembali ke pembahasan pertama, aku akan segera menurunkan para prajuritku ke medan perang." Jendral Jelleian pun angkat bicara.

"Baiklah, saya juga sepertinya akan ikut, ini akan menyenangkan. Saya harap ada manusia kuat." ucap Jendral Ketiga. Mata reptil Jendral Jelleian tiba-tiba menatap kearah pintu yang sedikit terbuka, dan disana tak ada siapapun, Ranking 1 telah pergi.

"Ada apa?" tanya Jendral keempat.

"Ada yang mengawasi kita," jawab Jendral Jelleian.

"Akan kuurus dia." ucap suara wanita yang seketika menghilang dari tempat tersebut.

Beralih ke tempat Ranking 1, ia terlihat menjatuhkan diri, karna kapal tersebut berada sangat tinggi di langit. Ia terlihat terjun bebas menembus udara dengan kepala berada dibawah. Ia melakukan Sky diving tanpa memakai parasut,

"Informasi yang bagus, aku harus sege..."

"Tapi sayangnya aku tak dapat membiarkan penyusup tampan sepertimu lolos." ucap suara wanita dibelakang Ranking 1.

"Apa? Sejak ka..." Ranking 1 hendak berbalik namun.

Jduam...

Sebuah ledakan dengan energi merah gelap terjadi di tempat pria tersebut berada. Ranking 1 jatuh keluar dari asap ledakan energi itu dengan masih memasang ekspresi malas, efek ledakan tersebut terlihat tak menghasilkan dampak apapun pada tubuh Warrior terkuat tersebut.

"Cih, ternyata ini makhluknya, tak kusangka makhluk mengerikan itu adalah wanita." gumam Ranking 1 tak terlihat kesakitan, ia masih memasang ekspresi santainya.

Terlihat Jendral wanita tersebut mengenakan armor full body namun tak memakai helmetnya.

"Manisnya, bagaimana dengan ini.." Alien wanita tersebut terlihat sangat antusias melawan pria tampan yang menjadi lawannya.

Serangan bola energi berwarna merah gelap itu dilepaskan secara bertubi-tubi kearah Ranking 1. Hingga terjadi ledakan bertubi-tubi pula diudara.

"Gawat.."

Duar.. Duar.. Duar.. Ranking 1 keluar dari ledakan, terlihat ia menyilangkan kedua tangannya.

"Kenapa tak melawan? Apa kau sudah lelah?" kecepatan jatuh Alien wanita itu bertambah dan ia pun melancarkan tendangan kuat kearah Ranking 1 hingga membuatnya langsung menghantam permukaan bumi karna memang mereka sudah tak terlalu jauh dari permukaan.

Dum...

Mereka berdua sampailah di permukaan tanah planet bumi, bisa dibilang tempat jatuhnya mereka berduah adalah gurun pasir yang gersang, terlihat debu pasir mengepul di tempat Ranking 1 jatuh.

"Kemana perginya pria tampan itu?" tanya wanita tersebut

"Mencariku?" terlihat Ranking 1 siap melancarkan sebuah pukulan diarah belakang makhluk itu. Pertarungan hebat pun terjadi disana hingga.

"Ternyata kau sekuat ini dan juga tampan."

"Aku tersanjung dengan hal itu, tapi maaf karna aku akan tetap memukulmu." Hantaman demi hantaman terjadi hingga gurun pasir tersebut seolah telah terkena jatuhan meteor-meteor. Yah, bahkan disana terbentuk beberapa kawah akibat pertempuran mereka berdua.

Hingga beberapa waktu berlalu, Keduanya terlihat terengah-engah.

"Sebenarnya benda apa yang ada di punggungmu, kuat sekali." gumam Ranking 1.

"Inilah senjataku, mau mencoba lagi?"

"Baiklah, tapi pertarungan ini tak adil. Kau memiliki senjata, sedangkan aku tak memiliki apapun untuk dijadikan senjata."

"Kalau begitu gunakan senjatamu."

"Maaf, aku tak memilikinya. Hmm tapi untuk membuat pertarungan ini menjadi adil, maka anggap saja ini senjataku." Rangking satu mengarahkan telunjuknya kedepan seolah-olah telunjuknya adalah pedang.

"Itu hanya telunjuk." ucap Alien itu datar.

"Bayangkan saja kalau ini adalah pedang." bentak Ranking 1.

"Tapi itu cuma telunjukmu," alien wanita itu kembali berkata dengan nada Datar.

"Ekh, sudah kubilangkan, bayangkan jika ini adalah pedang, kemudian aku menebaskan pedangku seperti ini." Rangking 1 mengangkat tangannya keatas dan mengayunkannya kebawah seolah ia mengayunkan pedang, namun tercipta sayatan udara dari ayunan tangannya.

Sayatan udara tersebut melesat kearah Jendral wanita tersebut.

"Apa?" kagetnya yang seketika menahan tekanan tersebut menggunakan sulur-sulur logam di punggungnya.

Namun karna tekanan yang kuat, makhluk itu pun terhempas kebelakang.

"Yang benar saja.."

"Baiklah, terima ini lagi." Ranking 1 kembali mengayunkan tangannya, namun kali ini Alien wanita itu menghindari serangan lalu melesat maju.

Pertarungan sengit pun kembali terjadi,Keduanya saling melontarkan serangan, tak terduga Ranking 1 mampu menyaingi kekuatan Alien bergelar Jendral keempat tersebut.

Sulur-sulur logam hitam tersebut memanjang dan menyerang Ranking 1 bertubi-tubi.

Seolah-olah menggunakan pedang tak terlihat, pria itu menangkis dan menebas serangan musuhnya.

Kemudian ia menghindar dan melompat tinggi keatas.

"Terima ini." Ranking 1 menggunakan kedua tangannya seperti memegang pedang, ia mengayunkannya dan

Slash...

Dataran gersang tersebut dalam sekejap mata terbelah. Namun Alien tersebut dapat menghindar dengam mudah.

"Tak mempan ternyata."

Pada ujung sulur-sulur hitam itu tercipta bola energi berwarna merah.

Semuanya dilepaskan kearah Ranking 1 berada.

Jduar...!!!

Ledakan cukup besar terjadi untuk kesekian kalinya.

"Tepat mengenai sasaran,"

Saat asap ledakan menghilang, tak terdapat apapun disana.

"Hah..hah..hah...kemana perginya si tampan itu?" kaget nya karna ia tak melihat pria tersebut yang seharusnya ada disana ataupun jatuh ketanah.

"Kau lengah." ucap Ranking 1 yang ada dibelakang Jendral wanita tersebut, ia bersiap-siap melancarkan serangan dengan menyatukan kedua lengannya dan

"Apa? Kau..."

"Terbanglah." ia Mendorongkan kedua tangannya kearah makhluk itu.

"Ga.."

Wush...

Jendral wanita tersebut terhempas sangat jauh kelangit karna tekanan serangan yang dilancarkan ranking 1.

"Huh selesai juga. Untungnya jaketku tak rusak."

Flashback end.
"Oh jadi kejadiannya seperti itu, memangnya untuk apa kau pergi kekapal mereka dan bagaimana cara kau melakukannya, maksudku kau dapat mengetahui posisi mereka dan menuju kesana dengan mudah? Padahal tempat itu sangat tinggi, kau bilang kapal itu melayang di atmosfir bumi kan?" Gorria terlihat masih belum mengerti.

"Itu sangat sederhana, aku mempunyai kemampuan istimewa dan alat canggih. Maka dari itu menuju tempat-tempat jauh bukanlah hal yang sulit untukku."

"Baiklah, Jadi kau sempat bertarung dengan salah satu jendral?"

"Seperti itulah, hari itu total aku bertarung melawan 3 jendral." jawab Ranking 1. sebelumnya Ranking 1 memang telah melawan 2 Jendral lainnya saat membunuh alien binatang peliharaan yang dapat menyerap energi manusia.

"Itu luar biasa, lalu kau memberitahukan semuanya padanya dan kau diperintahkan menginformasikan pada para Jendral manusia?"

"Ya, begitulah. Sungguh tugas yang sangat merepotkan, tapi ini kewajibanku meskipun aku malas melakukannya." "Malas? Lalu bagaimana? Apa kau menginformasikannya atau tidak? "

"Tidak, tapi aku meminta bantuan Hexari Pextragon saat itu untuk menyampaikan informasi tersebut."

"Eh? Pada Hexari Pextragon? Pemilik Hiltzailea itu?"

"Ya. Kenapa kau mengenalnya?"

"Aku diberitahu oleh Hexagon tentangnya, sepertinya bukan Hanya Aerilyn yang harus ku awasi, anak itu juga."

"Begitulah, aku harap manusia sepertimu dapat diandalkan,"

"Tentu saja. Tapii kapan kita akan bergerak terang-terangan? Selama ini kita hanya bergerak secara sembunyi-sembunyi dan tak memberikan banyak bantuan." gumam Gorria.

"Entahlah, kita hanya bisa menunggu keputusannya." suara pria yang terdengar tak asing lagi, suara Jendral ras Reptilian, ialah Jendral Jelleian. Satu- satunya Jendral alien yang tak memakai full armor.

Ternyata kau sekuat ini dan juga tampan.

Bersambung...


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 87

Kleiss Effortles
2017-11-21 15:27:30
Wah hebat juga, number one itu kenapa bisa sekuat itu yah?
Dwi Fitri
2017-10-29 13:33:29
ternyata rank 1 punya sifat pemalas juga sepertiku
BeeZero
2017-09-09 21:15:42
apa apaan itu jendral jellelian .. knpa jd dia yg nongol ?!
Hiatus
2017-09-09 19:58:00
Bagian akhir yg membingungkan oh baby
Bocah Redoks
2017-09-09 19:50:00
Kok paragraf terakhir g nyambung ?
Sqouts Shadows
2017-09-09 18:02:15
Ditunggu chapter berikutnya
wahyu
2017-09-09 08:35:18
Apakah hexari bisa kayak rangking 1
Zen Kureno
2017-09-09 06:39:19
Apa mungkin orang kuat-kuat disini memiliki prilaku yang aneh sama seperti rangking 1
Alien Queen
2017-09-07 18:44:08
Oh ya, yang benar saja. Kenapa ada kata-kata tambahan di endingnya. Padahal aku nggak ngetik itu, hp eror nih sepertinya.
Alien Queen
2017-09-05 21:52:52
Ready to release.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook