VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 84

2017-09-01 - Alien Queen > Alien Attack : World War
100 views | 10 komentar | nilai: 9.91 (11 user)

Alien Attack : World War Chapter 84


Alien Attack : World War Chapter 84 - Crisis
Penulis : Alien Queen

Angkatan Laut.

Tim Gravrik telah sampai di Markas Pusat Angkatan Laut, mereka memasuki markas.

"Pada akhirnya kita tak mendapat peran penting." gumam Karina.

"Ya, dan aku mendapat tendangan keras dari senior." balas Karui

"Itu karna kau menjijikan." ketus Aerilyn datar.

Tak lama dua sebuah Brankar di dorong beberapa orang dengan cepat melewati mereka menuju keluar.

"Cepat-cepat, keadaannya sangat gawat."

"Apa yang terjadi?" gumam Gravrik.

"Sepertinya ada yang terluka."

Tak lama masuklah dua Brankar tersebut dengan terdapat orang diatasnya, Brankar pertama terlihat seorang wanita dengan penuh luka dan hanya mengenakan jaket saja sehingga pahanya terlihat jelas.

"Vi-Vilia?" kaget Gravrik, Brankar yang terbaring Vilia diatasnya segera didorong dengan cepat menuju ruangan UGD.

Lalu yang kedua, terlihat luka wanita ini tidak parah, hanya saja keadaannya lumayan buruk.

"Navira juga?" kaget Vils.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Ruka.

"Tim nona Vilia kembali, tapi kenapa mereka berdua kembali dengan keadaan terluka, lalu bagaimana dengan..." ucap Karui terhenti.

"Nia.!!" ucap Karui dan Karina serempak, mereka berdua pun segera berlari menuju ruang perawatan.

"Sepertinya tim Vilia menghadapi musuh yang kuat." gumam Gravrik.

"Kita juga harus kesana, untuk mengetahui apa yang terjadi." tambahnya. Gravrik, Ruka, Vils dan Aerilyn pun ikut menuju ruang perawatan.

Di depan pintu ruang UGD.

"Cepatlah kalian.! Dasar payah, jika kalian terlambat seperti ini aku tak akan mengampuni kalian.! Jika diantara mereka ada yang mati maka aku akan mencincang kalian.!" teriak Jendral Guimor pada para petugas staf dan dokter yang segera masuk.

"Cih, kalian tak berguna.!" ucapnya dengan nada tinggi. Karui dan Karina pun datang.

"Ma-maaf tuan Jendral, se-sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Karina. Bersamaan dengan hal itu Gravrik dan yang lainnya datang.

"Owh kalian telah kembali, maaf tak ada penyambutan atas kembali nya kalian dengan sukses, disini sedang terjadi krisis." ucap Jendral Guimor.

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi tuan,? disana sini banyak orang yang terlihat sedih dan panik," tanya Gravrik.

"Ya, selain itu, para Dokter dan petugas lainnya terlihat sangat sibuk." tambah Vils.

"Selain itu, kenapa nona Vilia dan Senior Navira terluka?" tanya Karui.

"Lalu bagaimana keadaan Nia?" tambah Karina.

"Cih, kalian langsung melontarkan banyak pertanyaan padaku. Hah, selama kalian melakukan misi, Angkatan Laut diserang dan yah ada beberapa korban, meskipun tak ada yang mati." jelas Jendral Guimor.

"Pantas saja para dokter sangat sibuk." gumam Vils.

"Jadi peperangan terjadi tiga arah ya di Angkatan Laut." gumam Gravrik.

"Lalu soal tim Vilia, mereka gagal total." tambah Jendral Guimor.

"Apa?" kaget semuanya, Ruka meskipun kaget ia tak berucap apapun.

"Bagaimana bisa prajurit sekuat Vilia bisa gagal." gumam Aerilyn.

"Kenapa bisa?" Gravrik tak percaya.

"Mu-mustahil, Nona Vilia kan tak pernah gagal dalam melakukan misinya." Vils juga tak percaya bahwa Vilia dan timnya gagal dalam misi ini.

"Ah aku juga tahu dia memang kuat, tapi tak kusangka ada Alien sangat kuat muncul,Bahkan levelnya saja sampai level Gigan," gerutu Jendral Guimor dengan nada tinggi, ia terlihat sangat kesal.

"Kami hanya menghadapi alien kelas lemah saja, sungguh ini keberuntungan bagi tim kami." gumam Vils.

"Ba-bagaimana bisa?" kaget Aerilyn, ia yang tahu pasti level-level para alien.

"A-apa alien yang muncul seperti manusia?" tanya Aerilyn.

"Seperti itulah, dari data yang didapat, makhluk itu menyandang gelar Jendral, cih. Jika aku tahu sejak awal maka aku akan mengirimkan Fred saja." geram Jendral Guimor.

"Para Jendral yah, pantas saja Vilia kalah, para jendral kemungkinan dapat dihadapi hanya para warrior di peringkat 15 besar dan kemungkinan dikalahkan oleh warrior dengan peringkat 3 besar." pikir Aerilyn.

"La-lalu bagaimana dengan Nia?" tanya Karui.

"Ya, kemana dia? Apa dia juga terluka? Apakah lukanya parah?" tambah Karina, sepertinya kedua gadis itu terlihat sangat kuatir pada sahabatnya itu.

Jendral Guimor pun memalingkan pandangannya, ia menghela napas berat.

"Aronia Natsumi, Gilga Albataros, Arana Luminor, Lizi Elforna. Keempat prajurit tersebut gugur dimedan perang." ujar Jendral Guimor dengan lemah.

"Ti-tidak mungkin." Karui terbelalak, ia kaget. Kedua tangannya menutup mulutnya, air matanya tak dapat terbendung lagi. Begitu juga dengan Karina. Karui langsung lemas dan jatuh, Reflek Aerilyn
yang ada di dekatnya langsung menangkapnya.

"A-anda bercanda kan, katakan padaku bahwa itu tidak benar, pasti itu salah. Nia tidak akan semudah itu meninggal. Aku mohon tuan, katakan padaku jika itu tidak benar.!" teriak Karina dengan berlinangan air mata, semuanya hanya dapat menunduk. Karina pun mulai kehilangan keseimbangan dan tak sadarkan diri, untung saja Vils langsung menangkapnya.

"Maaf." ucap Jendral Guimor.

"Maafkan aku, semua itu karna aku terlambat." ucap seorang pria yang entah sejak kapan berada disana, ia menjatuhkan tas besarnya, ya dia adalah Vilent.

"Senior.?" ucap Gravrik, Ruka pun berjalan pergi sambil tertunduk.

"Sebaiknya bawa mereka berdua kekamarnya." ucap Jendral Guimor yang melangkahkan kakinya pergi. Saat akan melewati Vilent, Jendral Guimor pun menepuk pundak Vilent.

"Ini bukan salahmu prajurit, kau bekerja dengan baik." Jendral Guimor pun melangkahkan kakinya pergi.

Scene beralih ke sebuah tempat.

"Dari ketujuh kota, hanya 3 kota yang sukses." ucap seekor alien.

"Ya, tapi jumlahnya kurasa sudah cukup untuk mengaktifkannya." timpal alien lain bersuara wanita.

"Oh ya, kita juga mendapat beberapa manusia yang memiliki energi diatas manusia lain (maksudnya Aley dan yang lainnya)" tambah alien lain.

"Dengan ini, kita hanya mendapat 96%, tinggal 4 % lagi, kurasa manusia itu mempunyai energi sebanyak itu."

"Manusia mana maksud anda?"

"2 orang manusia yang lulus eksperimen 15 tahun yang lalu."

"Maksud anda manusia percobaan yang melarikan diri itu?"

"Ya, saya rasa 1 manusia yang sekarang mencakup sampai 100%"

Terlihat Aley dan yang lainnya dimasukkan kedalam sebuah tabung yang berisi air.

Scene beralih ke Angkatan Laut.

Di ruang otopsi.

"Bagaimana?" tanya seseorang pada dokter wanita.

"Tulang-tulang mereka patah, tidak tapi remuk. Tulang-tulang yang ada pada tubuh mereka Seperti serpihan kaca."

"Apa kondisi keempat nya sama?"

"Jika sama-sama parah dan mengerikan jawaban nya Ya. Gilga, dia mendapat luka di pelipisnya dan tengkorak kepala bagian atas pecah ditambah tulang leher pada bagian engselnya berputar beberapa derajat, tulang punggungnya juga patah. Kondisi Aronia pun tak jauh berbeda.

Kondisi Arana, tulang rusuk, tulang dada remuk dan bahu bergeser, ditambah pahanya remuk. Kondisi Lizi, seluruh tulang belakangnya remuk, dan tulang rusuknya mencuat keluar."

"Benar-benar mengerikan, kira-kira alien seperti apa yang dapat melukai manusia hingga seperti itu? Kejamnya."

"Entahlah, yang jelas makhluk itu merupakan ancaman bagi manusia."

Waku mundur beberapa jam dan kembali ke tempat Aerilyn dan yang lainnya.

"Ni-Nia, bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia meninggal, a-aku tak percaya semua ini." Karui menangis dipelukan Aerilyn, entah kenapa kini wanita cantik itu membiarkannya saja.

"Air mata tak akan membuatnya kembali, jangan terlarut dalam kesedihan terlalu lama." ucap Aerilyn datar, ia pun mengantar Karui pelan.

"A-aku tak dapat menerima semua ini. Dia .."

"Semua orang bisa mati kapan saja, kau sudah tahu semua itu bukan?"

"Y-ya ta-tapi tetap saja a..."

"Kuatkan dirimu, aku sudah mengatakannya sejak dahulu kan." ucap Aerilyn datar pada Karui.

Bersambung..

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 85

Blackpearl Kwon Yuri
2017-12-01 14:01:55
Waktu waktu kesedihan mulai
Kleiss Effortles
2017-11-21 10:34:12
Pembunuhan yang dilakukan si alien kejam juga, sama seperti authornya
Dwi Fitri
2017-09-24 04:31:44
lukanya parah juga..
BeeZero
2017-09-02 08:45:48
lawan jendral alien,,jlas kkuatanya beda jauh !! 2 orng 15 thn yg lalu ?! wkil jndral yg cntik seksi itu mngkn,,
Bocah Redoks
2017-09-01 21:37:26
Nggak bisa mikir dulu.
Hiatus
2017-09-01 16:17:21
Next
Shadexz fahrhezi
2017-09-01 12:52:29
Di tunggu lanjutan'a . Kali aja misteri si hexari lum lupa saya .xd
Sqouts Shadows
2017-09-01 09:27:33
Ditunggu chapter berikutnya
Zen Kureno
2017-09-01 09:19:09
Proyek apa ya yang akan mereka lakukan hingga harus menggunakan manusia jangan" mereka ingin membuat senjata terkuat
Alien Queen
2017-08-30 21:42:20
ada yang bisa jawab siapa "2 orang manusia yang lulus eksperimen 15 tahun yang lalu." ? Yang jelas bukan hexari, karna itu gampang ditebak. Keduanya udah pernah muncul, tapi nggak diperlihatkan keku
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook