VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 83

2017-08-25 - Alien Queen > Alien Attack : World War
97 views | 13 komentar | nilai: 9.91 (11 user)

Alien Attack : World War Chapter 83

Alien Attack : World War Chapter 83 - End Of War II
Penulis : Alien Queen

Angkatan Laut,

Ditempat Vilia, terlihat tubuhnya dibalut jaket Vilent, ia langsung mendapat pertolongan pertama dan segera dibawa menggunakan helikopter

"Siapa kau?" tanya Jendral ketiga.

"Vralaust Rxiliovreinhart D. Gastrea Warrior ranking 7." jawab pria itu yang kita kenal sebagai Vilent D. Gastrea, ternyata itu nama lengkapnya.

"Aku akan senang melayani lawan yang kuat." ucap Jendral ketiga.

Terlihat beberapa prajurit datang, itu adalah pasukan bantuan.

Pertarungan di cut, setelah semuanya selesai.

"Hah..hah..hah... Sial, makhluk itu sangat kuat. Ketiga saja sudah sekuat itu, apalagi jendral pertama." gumam Vilent yang setenah bersujud. Panggilan dari markas pusat Angkatan Laut pun masuk.

"Bagaimana? Apa semuanya telah kau atasi?" ucap Jendral Guimor.

"Ya tuan Jendral. Semuanya telah ku selesaikan, Vilia masih hidup, tapi 4 prajurit lain tak terselamatkan, mereka sudah meninggal." ucap Vilent.

"Ya, semuanya telah bebas, maaf karna saya datang terlambat. Andaikan saja.. " Vilent pun menutup panggilan dan duduk lemas, ia menyesal karna merasa datang terlambat.

"Apa anda baik-baik saja.?" tanya seorang prajurit.

"Ya aku baik-baik saja hanya sedikit kelelahan, kalian cepat segera urus para prajurit yang meninggal dan segera rawat orang-orang yang terluka!." ucapnya memerintahkan pada semua pasukan bantuan.

"Baik."

"Bagaiman dengan Vilia?"

"Nona Vilia sedang dalam perjalanan menuju markas pusat menggunakan heli."

"Begitu juga dengan nona Navira, keduanya telah diberangkatkan."

"Kerja bagus,"

Angkatan Udara.

Tempat Agosti dan Laura Pesawat UFO segera turun darurat, entah apa yang dilakukan Laura, tapi pesawat itu turun dengan mulus, para warga kota keluar dari tempat itu, terlihat mereka disambut beberapa orang.

"Kerja bagus." ucap seorang pria pada kedua Warrior itu.

"Terimakasih."

"Hanya saja prajurit lainnya gagal, bahkan menurut prajurit yang selamat, 5 orang prajurit rekan mereka dibawa oleh alien."

"APA?!!!" kaget Laura dan Agosti, bagaimanapun selama peperangan tak ada komunikasi diantara mereka sehingga mereka berdua tak mengetahui keadaan anggota tim nya masing-masing.

"Sial." geram Agosti.

"Lalu bagaimana dengan orang-orang yang mereka selamatkan?" tanya Laura.

"Sepertinya semuanya telah berhasil dibawa para alien pergi, bisa dibilang tim kedua mendapat kegagalan total, prajurit yang selamat telah berada di markas pusat Angkatan Udara, tadi siang mereka telah dijemput dan lansung dirawat secara intensif."

"Bukan hanya gagal, tapi ada juga korban."

"Lalu apa tuan Jendral sudah memberikan perintah atau semacamnya?" tanya Laura.

"Untuk saat ini belum, sebaiknya kalian berdua kembali terlebih dahulu ke markas pusat."

"Baik"

Markas Angkatan Udara.

Di ruangan Jendral Erthogrul.

"Beberapa prajuritku tertangkap alien" ucap Jendral Erthogrul yang sedang melakukan percakapan dilayar hologram dengan Jendral Zenitya dan Jendral Guimor.

"Yah, tapi setidaknya mereka masih hidup, berbeda dengan keadaan para prajuritku, 4 orang prajuritku tewas mengenaskan, menurut Vilent, pelakunya adalah alien kelas atas, kelas Gigan berpangkat jendral ke 3." ucap Jendral Guimor.

"Jadi hanya para prajuritku saja yang berhasil melaksanakan misi dengan baik." ucap Jendral Zenitya.

"Ya tapi hal itu semuanya berkat Hexari Pextragon," ucap Jendral Erthogrul.

"Karna informasi darinya jumlah korban tak banyak, meskipun Vilia dan Navira berada di UGD dan mendapat perawatan intensif." ucap Jendral Guimor.

"Ya, untung saja dia segera mengirim permintaan agar dikerahkan pasukan bantuan." balas Jendral Zenitya.

"Soal hal itu, bagaimana caranya anak itu bisa mengetahui semua keadaan?" tanya Jendral Erthogrul.

"Itu sudah jelas bukan, karna dia istimewa." balas Jendral Zenitya.

"Tapi itu bukan jawaban yang kuat," balas Jendral Erthogrul

"Sepertinya aku harus menanyakan beberapa hal padanya." balas Jendral Zenitya.

"Benar,"

****

Semua prajurit telah kembali ke markas masing-masing. Para warga kota diurus oleh pasukan bantuan.

Di perjalanan pulang.

Kedua tim disatukan dalam mobil yang besar. Violin duduk disamping Hexari, ia terlihat sangat kelelahan. Kepalanya bersandar ke pundak Hexari.

"Hari ini sudah berapa banyak wanita yang berinteraksi denganku? Yah aku malas memikirkannya." pikir Hexari sekilas memandang Violin.

"Tak kusangka wanita itu terlalu memaksakan dirinya." gumam Vestaka merujuk pada Yubellia, sebelumnya wanita itu langsung mendapat pertolongan pertama dan langsung dibawa menggunakan helikopter.

"Senjata milik Yubel memang terlalu besar bebannya, aku malas untuk menggunakan senjata seperti itu." ucap Altra.

"Kau terlihat payah. Al, apa kau dihajar habis-habisan?" tanya Calista.

Neves dan Aulyn terlihat hanya diam saja dan memejamkan matanya. Vardex, Saiken dan Lora naik helikopter yang sama, para prajurit yang mendapat luka serius segera dilarikan kemarkas pusat dengan helikopter.

"Dia menghadapi ribuan Alien sendirian dengan gagahnya." ucap Kazuya menjawab.

"Aku tak bertanya padamu bodoh."

"Hahaha.. Sudah..sudah, aku lelah. Vio apa kau.. Eh dia sudah tidur?"
ujar Altra melirik kearah Violin.

"Seperti itulah, dia terlihat sangat kelelahan." ujar Hexari.

"Perang panjang ini akhirnya selesai juga."

"Aku kuatir dengan keadaan Yubel, apa dia akan baik-baik saja yah." gumam Hexari.

"Entahlah, sejauh ini aku kita belum pernah mendapat luka seserius karna menggunakan senjata."

Waktu berlalu, kini langit telah gelap gulita,dikamar Hexari tampak hening.

Peperangan telah selesai, kami segera kembali setelah pasukan bantuan datang. Misi kami berjalan dengan sukses, kami berhasil menyelamatkan warga kota tanpa ada yang mati.

Hanya saja, Yubellia ketua kami, dia sekarang dirawat di UGD. Menurut berita, dia mendapat luka parah pada organ dalam nya, semua itu dikarenakan ia memakai senjatanya berlebihan.

Aku mendapat pengetahuan baru, katanya Senjata Warrior, Knight dan Guardian memiliki cara kerja yang unik.

Dimana kekuatan yang dihasilkan dari senjata berasal dari pengguna, dengan kata lain senjata-senjata tersebut menyerap energi si pengguna agar dapat bekerja.

Pengguna senjata bisa saja mati jika terus-menerus memegang senjatanya. Ini berbeda jauh dengan Hiltzailea dimana pedangku ini memiliki energinya sendiri tak menyerap energiku agar bekerja.

Keadaan kami saat ini sedang terpuruk, ya tepatnya Angkatan Laut dan Angkatan Udara, dari berita yang kudengar di Angkatan Laut ada beberapa prajurit yang mati dan di Angkatan Udara ada beberapa prajurit yang ditangkap Alien.

Dengan kata lain Angkatan Darat yang paling beruntung, mungkin termasuk tim ku. Dimana Yubel dan yang lainnya melawan makhluk api raksasa bernama Movreiak, karna peperangan ini.

Kami berhasil mendapat data beberapa Alien termasuk Movreiak dan prajurit ras Draconian, dan yang paling utama, ternyata para Alien membentuk divisi yang dikepalai oleh kumpulan alien kuat bergelar Jendral.

Movreiak dikategorikan kedalam kelas Mega. Kelas untuk Knight-Warrior. Sementara prajurit alien biasa dikategorikan kedalam kelas . Centa dan Deca, kelas terlemah untuk Army dan Soldier.

Dan yang paling mengerikan adalah Alien yang kuhadapi dan katanya ada Alien yang dihadapi Warrior Angkatan Laut. Kedua Alien itu bergelar Jendral dengan dikategorikan kelas Gigan, kelas untuk level Warrior-Jendral.

Alien armor api itu ternyata memang bukan tandinganku, Makhluk itu sangat kuat, andaikan saja waktu itu Ruins tidak datang mungkin namaku akan terpampang di batu nisan. Dan katanya alien armor hitam dengan kekuatan luar biasa adalah pelaku pembunuhan 4 orang prajurit itu.

Saat ini aku berada dikamarku, yah aku berpikir apa mereka alien yang beberapa tahun silam menyerang bumi, pasalnya mereka sangat kuat dan hal itu sangat wajar jika bumi porak poranda akibat perbuatan mereka, mengingat kekuatan mereka yang mengerikan, hal itu bukanlah hal yang mustahil.

Aku bahkan
tak mampu melukai makhluk itu. Dan yah berkat Ruins, diantara kami semua hanya aku yang berada di kamar karna Vio, Vestaka, Neves dan Aulyn sedang dirawat, aku tak tahu kenapa mereka dirawat.

Kulihat Hanya Violin dan Yubellia saja yang kondisinya lumayan parah, bahkan Yubel katanya hampir tak terselamatkan.

Mungkin tanpa pertolongan Ruins, aku akan berada diposisi Yubel.

Tok..tok..tok..

Pintu kamar Hexari tiba-tiba ada yang mengetuk hingga membuyarkan keheningan.

Saat pintu kamar dibuka, seorang pria sedang berdiri tegak.

"Hexari Pextragon, kau diperintahkan Nona Jendral agar menghadap keruangannya." ucap pria itu.

"Baiklah aku akan segera kesana." ucap Hexari malas, pria itu pun pergi. Hexari kembali masuk kedalam kamar dan mengambil pedangnya, kemudian keluar berjalan menuju ruangan Jendral. Sesampainya disana.

Tok..tok..

Hexari langsung masuk kedalam ruangan Jendral Zenitya seperti biasa.

"Ada apa?" tanya Hexari to the point.

"Duduklah, ada hal yang ingin kutanyakan padamu." ucap Jendral Zenitya. Hexari pun duduk dan menurunkan pedangnya.

"Sebelumnya, aku minta maaf karna mengganggu istirahatmu."

"Dan kuharap ada hal yang penting." gumam Hexari.

"Hexari Pextragon, kenapa kau bisa tahu jika semua prajurit dalam keadaan bahaya. Selain itu, kenapa kau dapat menghubungi kami? Padahal sejak kepergian kalian jaringan sangat buruk hingga tak ada satupun prajurit yang dapat menghubungi markas pusat." ucap Jendral Zenitya yang sepertinya mulai membahas topik.

"Soal itu, ada pria yang mengaku sebagai Ranking 1 memberitahukan semua hal padaku, lalu ia memberiku benda ini." Hexari memperlihatkan benda seperti headphone kecil.

"Ranking 1? Lalu?"

Bersambung..

Di chapter berikutnya akan di ceritakan selengkapnya, seperti biasa aku menggunakan flashback seperti pada perang-perang yang sebelumnya.Nyoba pict alien,


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 84

Kleiss Effortles
2017-11-21 10:30:28
Komen dulu baru kasih nilai, terakhir baca
Dwi Fitri
2017-09-24 04:18:12
Yess, rank 1 akan muncul!
BeeZero
2017-08-30 04:51:54
hexari udh ktmu rank 1 ?!! wow pict alien gigi,,!!
Kakek
2017-08-25 21:46:41
Wah apa kebetulan ya, cara kerja pedang para Warior sama dengan pedang Nero, Chpt nya belum di rilis tp udah di tulis dan nantinya juga akan ada pedang seperti milik Hexari, yah kurang lebih sama.
Bocah Redoks
2017-08-25 19:42:28
Kapan ketemunya ama rank 1 ?
Shadexz fahrhezi
2017-08-25 14:35:59
Cepet aja updatenya di tunggu .xd
Zen Kureno
2017-08-25 12:55:31
Sepertinya rahasia mulai terbuka sedikit demi sedikit dan akan muncul pertannyaan baru bagi Hexari.
wahyu
2017-08-25 11:58:43
Lanjut... Kan dgn semangat rilis setiap hari
Hiatus
2017-08-25 11:37:16
Oh yeah baby selesai sudah perangx oh baby
Alien Queen
2017-08-23 17:03:18
Entah mengapa cerita ini terasa semakin gaje and amburadul, ecchi dimana-mana. Ah yasudahlah.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook