VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 81

2017-08-16 - Alien Queen > Alien Attack : World War
110 views | 8 komentar | nilai: 10 (9 user)

Alien Attack : World War Chapter 81


Alien Attack : World War Chapter 81 - End Of War I
Penulis : Alien Queen

Angkatan Laut.

Disisi Gravrik, ia terlihat memperhatikan situasi.

"Kurasa ini cukup mudah, semoga saja." gumamnya, ia mengeluarkan sebuah benda seperti geranat, ia menarik pemicunya dan melemparkannya ketengah ruangan.

Bhows.. Cring..

Benda itu adalah bom cahaya, ketika meledak akan memancarkan cahaya selama beberapa detik.

"Kyaa.."

"Waa,"panik orang-orang, dalam keadaan silau Gravrik melompat kearah salah satu alien dan langsung memenggal kepalanya, ia kemudian berlari kearah alien yang tak jauh dari situ lalu menebas tubuhnya, ia benar-benar memanfaatkan situasi yang silau dan panik.

Cahaya memudar, Gravrik mengubah senjatanya dan menembak alien lain. Beberapa menit kemudian.

"Semuanya, kalian bebas.!" ucap Gravrik memanggul senjatanya dan berjalan pergi.

Kesisi Vils dan yang lainnya

"Kepalaku sakit, tubuhku linu-linu, kejam sekali kalian menghantamku dengan benda sebesar itu." gerutu Vils yang meringis kesakitan, bagaimanapun ia prajurit biasa, pasti sakit tertimpa benda besar itu.

"Salah dirimu sendiri karna mesum." bentak Karui.

"Lagipula apa yang kau mimpikan sih?" tambah Karina.

"Eng... I-Itu tidak penting."

Saat mereka berjalan menuju bangunan tempat para manusia terkurung, tiba-tiba sebuah UFO melintas dan jatuhlah banyak alien, sekitar 50 ekor alien turun.

Bentuknya seperti manusia, namun mereka bersisik, yah mereka adalah Ras Reptilian bangsa Draconian. Ukuran mereka dimulai dari setinggi 160 cm hingga3 m. Kepala mereka ada yang seperti kadal, tokek, biawak dan bahkan mirip buaya.

"Hati-hati semua.!" Vils langsung bersiaga.

"Reptil.?" gumam Ruka. Para alien itu langsung menyerbu keempat manusia tersebut.

"Gawat, disaat seperti ini." panik Karui.

Tiba-tiba seseorang melompat keatas melewati mereka berempat lalu saat ia masih berada diudara, ia menembakkan peluru-peluru cahaya kearah para Draconian.

Peluru-peluru itu mengenai beberapa alien, wanita itu mendarat dan rambut pirangnya terurai indah, yah dialah Aerilyn.

"Menyebalkan."

"Senior.." kagum Karui dan Karina, Vils pun merasa begitu tapi ia tak mengatakan apapun. Para Draconian mulai melakukan serangan balasan.

"Cih. Bersiaplah kalian semua." Aerilyn meludahkan sisa permen dimulutnya, ia berlari maju dan menyiapkan senjatanya, para Draconian mulai melakukan tembakan, ya meskipun terlihat kebanyakan dari mereka membawa senjata tajam terutama tombak.

"Bantu Senior." Karui sigap mengangkat senjatanya, Karina mengangguk, mereka berdua pun maju.

Ruka dan Vils saling bertatap dan mengangguk, mereka berdua pun menyusul. Aerilyn menghajar Alien didepannya dan menembaki yang lainnya, Karui dan Karina melakukan gerakan yang sama saat menghajar para alien itu dan pada saat menghindari tembakkan.

Blas.. Dor.. Dor.. Dor..

"Rasakan.!" teriak Karui dan Karina dengan gerakan sama menghajar musuh mereka, dalam waktu singkat semuanya telah tumbang.

Namun mereka dikejutkan saat terlihat para Draconian yang telah tumbang malah bangkit lagi, ternyata energi yang tersisa pada tubuh mereka tak cukup untuk melukai alien Draconian, apalagi para alien tersebut berkulit tebal sehingga meredam hantaman.

"Apa? Apa-apaan itu?" kaget Vils. Mereka berlima berkumpul saling membelakangi.

"Me-mereka bangkit lagi." balas Karina.

"Bagaimana ini? Energi kita tak cukup kuat untuk mengalahkan mereka." tambah karui, terlihat bahkan Vils dan Ruka menjatuhkan senjata mereka,

"Sebaiknya kalian berdua juga jatuhkan senjata milik kalian.!" perintah Aerilyn pada Karui dan Karina.

"Baik."

Kesisi Gravrik, saat ia akan menuju pintu keluar, tiba-tiba sebuah tombak melesat kearahnya dengan sangat cepat, tepatnya makhluk yang menjulurkan tombak itu yang bergerak sangat cepat.

Reflek, Gravrik mengelak dan menendang makhluk itu, terlihat alien itu terhempas keatas menghancurkan atap.

"Para Warrior tak akan mempan dengan serangan tiba-tiba." ucap Gravrik datar. 2 ekor alien maju kearah Gravrik, Gravrik menodongkan senjata apinya itu dan

Bziuw..

Satu letupan itu menghempaskan kedua ekor alien itu, yah seperti halnya shotgun.

"Jika para alien masih tersisa maka para warga kota akan dalam bahaya. Para alien itu akan menangkap orang-orang." Gravrik berlari keluar. Setibanya diluar, ia langsung disambut beberapa Ekor alien yang menyerangnya.

"Terlalu mudah." Gravrik mengelak dan menendang seekor Alien reptil itu. Alien lain menusukkan tombaknya kearah wajah Gravrik dari kanan, sigap pria itu mundur kebelakang lalu meninju alien tersebut. Alien lain melompat kearahnya dan Gravrik menodongkan senjatanya dan

Dor..

Tubuh makhluk itu hancur dalam sekali tembakan.

"Padahal aku ingin segera menakhiri peperangan ini." ucapnya yang kemudian maju dan menghajar para alien reptil itu, hingga beberapa menit berlalu

"Hah..hah.hah.. Aku mencapai batasku, a-aku tak sanggup lagi." gumam Gravrik, ia berusaha berdiri dengan senjatanya. Terlihat ia dikepung banyak alien.

"Padahal aku belum banyak bertarung, sial apa ini efek dari ilusi tadi, tubuhku sangat lelah."

"Jujur saja, wajah kalian sangat jelek." gumam Gravrik menutup matanya dan terkekeh pelan. Saat para alien itu hendak menyerang Gravrik, tiba-tiba

"Haaaaa" seorang wanita turun dari langit, tepatnya jatuh dari sebuah pesawat.

"Serahkan sisanya pada kami senior." ucapnya. Beberapa orang juga datang diikuti sebuah pesawat yang mendarat, mereka langsung menghajar para alien.

"Cih, aku terselamatkan. Terimakasih banyak Vi." Gravrik pun tiduran dengan santai.

"Tapi bukan berarti anda bisa tidur seenaknya juga kan, para alien belum kalah."

Kesisi Aerilyn dan yang lainnya. Terlihat semuanya telah mencapai batasnya termasuk Aerilyn, namun para reptil itu terlihat tak berkurang sama sekali.

"Matilah kita." gumam Vils

"Kau saja yang mati.!" bentak Karui dan Karina serempak. Saat ini mereka benar-benar terpojok, namun.

"Kerja bagus prajurit. Serahkan sisanya padaku." ucap seorang pria dari belakang. Keempat orang itu melirik kebelakang, Aerilyn terlihat acuh, ia mengalihkan pandangannya kearah lain.

"Se-senior Fred."

"Senior tampan." teriak histeris Karui dan Karina.

"Fuh.. Ini giliranku. Kalian beristirahatlah." Fredriks membuang sisa rokoknya dan menyiapkan dirinya, meskipun tak bersenjata, tapi auranya begitu kuat dan membuat para alien ketakutan.

"Yaaa.." teriak mereka berdua kegirangan dengan mata berbinar.

"H-hei kalian berdua terlalu lebay, aku juga tahu senior itu tampan, tapi nggak gitu juga kali, lihatlah kedua ice princess ini saja terlihat biasa-biasa saja." Vils menggerutu yang bahkan tak ada satupun diantara semuanya yang mendengarkan ucapannya.

Fredrik melompat dengan cepat dan langsung berlari kedepan, seekor alien hendak menyerang Aerilyn,

"Ap.."

Namun pria itu langsung meninju wajah alien reptil itu hingga kepalanya hancur. Aerilyn sedikit terkejut, namun ia berusaha tenang.

"Kau tidak apa-apa muridku yang cantik?" tanya nya dengan keren, andaikan saja ada penonton. Pasti para penonton wanita akan berteriak histeris, wanita manapun akan terhanyut dengan senyumnya itu, namun Aerilyn.

"Jangan sok pamer dihadapanku, itu tak keren sama sekali." ucap Aerilyn datar.

"Hahaha, kau selalu saja seperti itu."

"Aku benci pria yang merokok." ketus Aerilyn.

"Hmm itu salah satu tantangan terbesar bagi pria." Fredriks langsung menghajar alien lain dengan tangan kosong, hingga dalam waktu singkat semuanya telah tak bernyawa.

Brast...

Fredriks meninju seekor Alien terakhir hingga tubuh makhluk itu hancur.

"I-itu yang terakhir.?" gumam Karui takjub.

"Ma-mataku tak dapat melihat pergerakannya, i-itu terlalu cepat.." gumam Karina.

"Disini aku tak melakukan banyak hal." pikir Ruka.

"Itulah seorang Warrior, bahkan tak menggunakan senjata pun dapat menghabisi kumpulan alien dengan sangat mudah." Vils memuji.

"Selesai sudah, disana ditempat Gravrik berada. Para pasukan bantuan telah datang, sebaiknya kalian cepat kesana." ucap Fredriks, ia pun melepaskan sarung tangannya yang kotor itu dan berjalan kearah Aerilyn.

"Kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?" tanya pria tampan itu dengan keren sambil mengulurkan tangannya, wanita manapun pasti akan terpesona kecuali Aerilyn.

Aerilyn langsung bangkit dan berjalan pergi.

"Tunggu dulu." tahan Fredriks memegang tangan kanan Aerilyn. Dengan cepat wanita itu mengibaskan tangannya dan menatap Fredriks dengan tatapan tajam.

"Ba-baiklah kau tidak mau dipegang, tapi apa kau tak ingin berterima kasih padaku?"

"Tidak," jawab Aerilyn mengalihkan pandangan dan melanjutkan langkahnya.

"Hei ayolah, setidaknya tersenyumlah, itu lebih dari cukup untuk berterimakasih." ucap Fredriks mengekor dari belakang.

"Untuk apa? Kau bukan seseorang yang berharga bagiku, aku tak perlu tersenyum untukmu. Tak ada hubungan spesial antar murid dan guru." ucap Aerilyn datar tanpa menghentikan langkahnya.

"Kalau begitu jadikan aku berharga bagi dirimu, aku ingin lebih dari seorang pembimbing.!" Aerilyn menghentikan langkahnya mendengar kata-kata itu.

"Aku tak tahu apa yang terjadi pada masa lalumu, tapi tak bisakah kau membuka hatimu pada seorang pria? Maksudku selama 2 tahun ini, kau tak pernah sekalipun terbuka pada seseorang, tak pernah membuka hatimu pada seorang pria. Aku tak akan bertanya apa yang terjadi, ta-tapi.."

"Cukup, jangan terlalu memikirkan saya yang tak penting ini. Urusan anda sebagai Warrior lebih sibuk dan lebih banyak, jangan membuang-buang waktu untuk mengurusi kehidupanku. Karna itu akan membuang waktumu yang berharga." sela Aerilyn tanpa mengubah nada bicaranya.

"Bukan itu maksudku, tapi kita adalah prajurit, kita semua teman, jadi setidaknya berceritalah padaku, aku akan senang hati ji.."

"Aku menghormatimu sebagai senior di Angkatan Laut, aku menghargaimu sebagai guruku, tapi jangan berharap lebih, lagipula aku lebih suka sendirian. Maka dari itu, aku mohon perlakukan aku sebagai Knight Ranking 1. Bukan sebagai Aerilyn Shilaexs." ucap Aerilyn melepaskan genggaman tangan pria tampan itu dan pergi. Fredriks tak mengikutinya.

"Jadi pria seperti apa yang disukai Aerilyn?" tanya Vils pada Karui dan Karina.

"Entahlah." jawab Karina.

"Yang jelas bukan pria mesum sepertimu." tambah Karui.

"Jadi perang berakhir seperti ini yah." gumam Ruka.

"Seorang Warrior saja diabaikan, jadi pria seperti apa yah yang mampu mencuri hatinya." gumam Vils.

"Kenapa kau tanya hal itu hah? Bagaimanapun caranya kau tak akan bisa mendapatkan senior tercantik kita." bentak karina.

"Hal itu mustahil bagimu." tambah Karui.

Disisi Gravrik, ia duduk diatas reruntuhan. Terlihat para Draconian telah mati, dan orang-orang sudah keluar dari bangunan tersebut. Para pasukan bantuan langsung menangani semua orang.

"Kalian datang tepat waktu, untung saja aku belum terbunuh." ucap Gravrik.

"Syukurlah kami tepat waktu."

"Informasinya benar-benar tepat."

"Ya, koordinatnya pun tepat, hingga kita datang dengan tepat waktu."

"Hah, sisanya tinggal mengirimkan laporan." ucap Gravrik lega, ia merasakan sangat kelelahan.

"Yo, kalian semua. Apa mau ku teraktir untuk ucapan terimakasihku?" tanya Gravrik pada para Knight dan Guardian yang membantunya.

"Teraktir?"

"Ya, sesampainya di markas pusat, kita pesta makan"

"Wah itu hebat.."

Bersambung.

#Tifa Lockhart


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 82

Blackpearl Kwon Yuri
2017-12-01 13:49:57
Aeyin imutnya
Dwi Fitri
2017-08-19 21:06:27
emang gak ada orang jelek di cerita ini.. semua diceritakan tampan/cantik :'3
Kleiss Effortles
2017-08-18 15:59:37
Numpang mampir plus ngasih nilai, udah lama nggak mampir ke tempat alien kawai
Phoenix D
2017-08-17 01:26:48
Kapan ada perang lagi?
Bocah Redoks
2017-08-16 23:10:22
Mungkin karena hexari sehingga para warrior terasa kurang keren d mataq
BeeZero
2017-08-16 22:36:28
lama2 char utama hexari tergeser oleh ae dan para warrior , , mngkn saja lho ?!
Zen Kureno
2017-08-16 19:52:37
Hem jadi berakhir dengan begitu saja tidak ada yang mati
Alien Queen
2017-06-04 17:31:30
Yah akhirnya peperangan berakhir juga, aku udah capek mikirin alurnya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook