VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 79

2017-07-28 - Alien Queen > Alien Attack : World War
115 views | 9 komentar | nilai: 10 (10 user)

Alien Attack : World War

Chapter 79 Haserrea Vilia

Alien Attack : World War Chapter 79 - Haserrea Vilia
Penulis : Alien Queen

Angkatan Laut

Ditempat Vilia. Sekitar 2 ekor alien hitam dengan mata merah tiba-tiba muncul dihadapan mereka berdua.

"K-ketua?" gumam Navira.

"Situasi berubah drastis, Navira aku punya 1 perintah untukmu." ucap Vilia pada Navira dengan nada yang tegas, ia terlihat tertunduk.

"Berusahalah untuk bertahan hidup, jangan sampai mati." tegasnya, ia pun memakan pilnya. Terlihat otot-ototnya mengeras, urat-urat ditubuhnya menegang.

"Akan kuselesaikan semua ini sebagai Warrior, tidak tapi sebagah seorang Prajurit."

"Nona.." lirih Navira, ia menggelengkan kepalannya lalu kemudian mulai fokus terhadap musuh-musuh yang datang.

Dalam sekejap mata Vilia telah menghilang dari tempatnya berdiri. Terlihat puluhan alien langsumg tumbang entah apa yang terjadi.

"Cepatnya." gumam Navira, seekor alien hitam dengan sekejap mata berada dibelakang Navira langsung mengayunkan kaki kanannya.

"Ap.."

Duag...

Tiba-tiba makhluk itu terlempar sangat jauh, sebelum makhluk tersebut menyerang Navira, Vilia lebih dahulu menghantam kan serangannya kearah Alien tersebut.

"Fokuslah.!" bentak Vilia, terlihat garis- gari urat berwarna merah memenuhi tubuhnya, dari hidungnya mengeluarkan darah, bahkan kelopak matanya mulai mengeluarkan darah.

"B-baik."

Dengan gerakan yang cepat, Vilia menghantam alien hitam lainnya, makhluk itu langsung hancur berkeping-keping.

"Hah.. Ke-ketua, mode itu. Aku mohon, hentikan semuanya sebelum terlambat." panik Navira yang sepertinya mengetahui perubahan pada tubuh Vilia.

"Tidak.!" teriak Vilia. Sekian banyak alien yang menghadang, satu persatu mereka hancur.

"Aku sudah membuat pilihan."

"Nona," lirih Navira, ia tak tinggal diam, ia berusaha menyerang alien yang berada dalam jangkauannya, air matanya terus mengalir.

"Jika ia menggunakan mode terakhir dari itu maka, ketua..."

Vilia langsung membawa senjatanya berlari pergi, namun

Bag..

Sebuah hantaman membuat Vilia terhempas kembali mundur dengan posisi tetap berdiri. Muncullah sosok makhluk berarmor hitam merah dengan tinggi 2,5 meter. Terlihat ia menyeret tubuh Lizi dan Arana.

Seketika itu pula Navira dan Vilia terbelalak dengan apa yang dilihatnya.

"Li-lizi, dan ar.arana." ucap Navira, terlihat Tubuh kedua wanita itu bersimbah darah tergeletak tak berdaya.

"K-kau?" Vilia yang melihat hal itu langsung sangat marah, tekanan energinya mulai meluap.

"Apa mereka berdua adalah teman kalian? Maaf, aku mematahkan tulang-tulang mereka." ucap Alien tersebut berbahasa manusia

Terlihat memang Lizi dan Arana tak bergerak, mereka telah tewas dalam keadaan yang mengenaskan, apalagi tubuh Arana yang terlihat jelas kepalanya berputar kebelakang dan kedua tangan dan kakinya bengkok.

Sementara tubuh Lizi paling banyak mengeluarkan darah, kaki kanannya bengkok.

"Kau.! Jadi kau yang membunuh mereka.?!" teriak Vilia yang sekarang sangat marah.

"Ya, dan yang satu ini juga sepertinya harus ku bunuh." dengan sekejap mata, makhluk itu telah berada dibelakang Navira dan mengayunkan kakinya.

Menyadari hal itu, Navira reflek berbalik badan dan menangkisnya dengan
senjatanya hingga senjata miliknya hancur.

"Akh.."

Navira terhempas jauh membentur reruntuhan lalu tak sadarkan diri.

"Ku-kuatnya." gumam Navira sebelum memejamkan mata.

"Refleknya lumayan juga,
kalau begitu aku akan melubangi perutnya." ucapnya yang seketika tiba-tiba berada di hadapan Navira yang tak sadarkan diri itu siap menusukkan kelima jarinya .

"HENTIKANNNN..!!!"

Bwhuk..

Vilia tiba-tiba saja berada dihadapan makhluk itu dan langsung memukulnya dengan kuat

Tak menyangka mendapat serangan tiba-tiba, makhluk itu terkena serangan dan terhempas jauh.

"AKAN KUHANCURKAN SELURUH TUBUHMU.!!! Kau, kau tak akan kuampuni." teriak Vilia yang tiba- tiba saja berada di hadapan makhluk itu dan

Jduar..!!!

Sebuah ledakan besar terjadi hingga menghempaskan reruntuhan bangunan dalam radius 200 meter hingga menciptakan cekungan tanah di tempat itu.

"Ledakan energimu sangat kuat juga." ucap makhluk itu, yang terlihat dengan santai menangkis serangan itu dengan tangan kanannya.

"Aku adalah Jendral ketiga, namaku a.."

Jdummm.!!!

Tak memberi kesempatan makhluk itu berbicara, Vilia langsung menghantamkan pukulan kearah perut makhluk itu dengan sangat kuat, ia menggunakan energinya dalam jumlah besar.

Makhluk yang mengaku Jendral ketiga itu terhempas keatas dan Vilia mengangkat senjata apinya lalu menembaki Jendral ketiga dengan senjatanya.

"Haaaaa" Terlihat peluru yang dimuntahkan berbentuk bulan sabit berwarna biru.

Duar... Duar.. Duar...

"Aku tidak akan pernah mengampunimu sialan" terjadi ledakan berturut-turut diudara dimana Jendral ketiga berada.

Tembakan pun berhenti, dan ledakan juga ikut berhenti. Vilia melompat keatas.

"Lu-lumayan juga, senjatamu mampu menggores armor mi.."

Duak...!!!

Sekali lagi, ia tak memberi kesempatan untuk makhluk itu berbicara, Vilia langsung menghantam wajah armor itu hingga membuat makhluk itu terhempas kebawah, Vilia jatuh kearah makhluk itu dan melancarkan serangan, dengan mudah Jendral ketiga melompat mundur menghindari serangan.

Dum..

Vilia bangkit dan
kembali menembakkan peluru dari senjatanya.

"Luevren akan ku kerahkan semua kemampuan senjata ku."

Duar.. Duar.. Duar.. Duar..

Jendral ketiga melompat keluar dari ledakan menuju kearah Vilia dan meninju Vilia, sigap wanita itu menghentikan tembakan dan menangkis serangan

Wush...,,

Vilia terhempas jauh, lumayan jauh dari posisinya tadi berada. Vilia perlahan bangkit, urat-uratnya masih tegang.

"Kau lumayan juga." ucap Jendral ketiga yang tiba-tiba berada dibelakang Vilia, reflek Vilia berbalik dan

Duag...

Sebuah hantamam keras mengenai perutnya, menghantamkan tubuhnya ketanah, terlihat janah pun hingga retak.

"Kahh.." Vilia kesakitan, pukulan itu sangat kuat.

"Wah, kau masih hidup ternyata, kau lebih kuat dari temanmu ternyata." ucap Jendral ketiga santai, ia mulai melayang.

Vilia hanya melotot merasakan kesakitan. Ia perlahan teringat pada masa lalunya, dan hal itu membuatnya kembali tersadar.

"Itu sangat
sakit, tapi lebih menyakitkan lagi saat melihat teman-teman mu mati." ucap Vilia bangkit.

"Hoo.. Kau cukup kuat juga ternyata, aku terkesan padamu." ucap Jendral ketiga, ia pun melayang mundur membuat jarak dan tangannya membuat sebuah bola energi.

"Coba terima ini." bola energi pun dilepaskan dan

DUARR..

Terjadi sebuah ledakan yang meratakan reruntuhan bangunan itu. Efek ledakan hilang,
terlihat tak ada Vilia di tempat ia tadi berdiri.

"Sudah berakhir kah.?"

"Tentu saja belum.!" teriak Vilia yang terlihat berada diatas kepala makhluk itu dengan jarak 3 meter.

"Apa? Bagaimana bisa kau ada di.."

Jduar..!!!

Vilia menembakkan sebuah peluru yang berbeda dari sebelumnya, hingga terjadi ledakan besar di udara hingga menciptakan tekanan angin yang kuat.

Saat efek ledakan hilang, Vilia terkapar tak berdaya, hanya pakaian dalam tersisa pada tubuhnya karna ledakan tadi mengenainya. Terlihat juga terdapat banyak luka pada tubuhnya.

"Ukhukh.." Vilia memuntahkan darah, pandangannya mulai kabur, ini bukan menunjukan ia akan pingsan, tapi ia akan mati.

"Khukhukhu.. Kau lumayan kuat juga, lihatlah, Armorku retak-retak atas perbuatanmu, perisaiku hancur gara-gara perbuatanmu," ucap alien bergelar Jendral tersebut yang bangkit keluar dari cekungan tanah. Karna ledakan tadi ia terhempas dan menghantam permukaan hingga menciptakan cekungan.

"A-apa? Di-dia masih bertahan? Seranganku tak menghasilkan luka yang berarti." pikir Vilia yang terbelalak, betapa kuatnya makhluk yang ia hadapi.

"Sebagai hadiah karna kau dapat membuat kerusakan pada armorku, aku akan membunuhmu dengan cepat." tambahnya sambil mengangkat kedua lengannya.

"Maaf semuanya, aku gagal jadi pemimpin, aku gagal jadi Warrior, aku gagal.." Vilia berusaha berdiri.

sebelum ia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja reruntuhan bebatuan menghantam tubuhnya.

Vilia terhempas menabrak reruntuhan yang lumayan besar, ia tergeletak tak berdaya. Bukan hanya karna lukanya, tapi ia telah mencapai batas dan efek samping dari perubahannya tadi mulai bekerja pada tubuhnya saat ini, rasa sakit tak tertahankan menjalar pada seluruh tubuhnya.

Detak jantungnya perlahan mulai melambat, paru-parunya mulai kehilangan kinerjanya.

"Masih hidup ternyata, kau memang gadis kuat" ucap Jendral ketiga, terlihat pada ujung jari telunjuknya ia membuat bola energi dan mengarahkannya pada Vilia.

JDUARR..

Ledakan lumayan besar pun terjadi ditempat Vilia tergeletak.

"Harusnya itu cukup untuk menghabisinya."

Asap mengepul, cekungan tanah terbentuk dan beberapa detik kemudian saat asap menghilang.. Disana tak tersisa apapun.

"Bahkan tak seperti teman- temanmu, kau tak memiliki tubuh tersisa untuk dikuburkan. Hahahahaha," ucap Jendral ketiga puas.

"Pertarungan yang sedikit me.."

"Itu hampir saja," ucap suara pria dibelakang Jendral ketiga yang seketika hal itu membuat Jendral ketiga terdiam, ia berbalik melihat ke sumber suara, terlihat ia memegang senjata Vilia dan wanita itu berada di pangkuannya.

"Aku tak tahu kenapa ada alien berbicara bahasa manusia, yang jelas aku harus membuat mu membayar apa yang kau perbuat," ucapnya lagi.

"Keadaan Vilia saat ini sedang sekarat, sekuat apakah sebenarnya makhluk ini? Itu tidak penting, yang pertama harus kulakukan adalah memberikan Vilia pertolongan pertama." pikir pria tersebut melihat keadaan Vilia yang mengenaskan.

Bersambung....

#Tifa Lockhart


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 80

Blackpearl Kwon Yuri
2017-12-01 13:34:56
ow apakah muncul pria tampan dan seksi?
Kleiss Effortles
2017-08-18 16:00:57
Numpang mampir plus ngasih nilai, udah lama nggak mampir ke tempat alien kawai
BeeZero
2017-07-30 06:17:52
wow wow jndral dilawan,,keok vilia,hmm laki2 itu apa dia dbwah rank 1 diatas rank2 ?? yg itu ??
Hiatus
2017-07-29 22:40:25
Oh yeah baby siapa itu y oh baby
Bocah Redoks
2017-07-29 20:37:09
Tumben ada monster typo d mari
Phoenix D
2017-07-29 06:31:27
Siapa tuh yg datang
Alien Queen
2017-06-01 22:04:04
Pertarungan terakhir yubel, chapter ini berakhir dengan pertarungannya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook