VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 78

2017-07-24 - Alien Queen > Alien Attack : World War
117 views | 13 komentar | nilai: 10 (10 user)

Alien Attack : World War

Chapter 78 : Kiss Energia Transferentzia

Alien Attack : World War Chapter 78 - Kiss Energia Transferentzia
Penulis : Alien Queen

Angkatan Darat.

Scene beralih ke tempat Altra.

"Mustahil, alien sebanyak ini dihabisi oleh satu orang." kaget Hans.

"Itu tak aneh jika yang menghadapi mereka adalah seorang Warrior 10 besar." balas Saiken.

"Ken benar, ketua memang hebat." tambah Lora.

"Aku lelah sekali" keluh Gaila.

"Ukhuk.." Vardex memuntahkan darah dan ambruk.

"Vincent, kau tidak apa-apa?" kaget yang lainnya.

"Kau, kau kenapa?"

"Aku sudah menggunakan dua." kata-kata Vardex teringat kembali oleh Hans.

"Jangan-jangan kau menggunakan serum dan pil tanpa jeda." ucap Hans panik.

"Apa? "

"Kenapa kau melakukan itu, mengambil resiko yang besar?" tanya Lora.

"Hah..hah.. Lebih baik aku mati dengan obat itu daripada terbunuh oleh alien. Ukhk.." ucap Vardex yang memegangi dadanya yang sepertinya sangat sakit, ia kembali memuntahkan darah.

"Gawat, jika tak segera di lakukan pertolongan, maka dia akan mati." ucap Gaila.

"Jangan berbicara sembarangan. Tidak mungkin ini tidak mungkin." bentak Gaila.

"I-itu memang kenyataannya, ukh.. Bukankah kalian sudah tahu efek samping penggunaan obat itu?" ucap Vardex kepayahan.

"Ta-tapi aku yakin pasti ada cara agar kau terselamatkan." balas Lora.

"Satu-satunya cara agar Vincent tertolong yaitu dia harus segera mendapat pertolongan dan di operasi." gumam Gaila.

"Tapi, jarak markas pusat dari sini sangat jauh." balas Hans.

"Apa tak ada yang dapat kita lakukan?" gumam Lora.

"Kenapa wajah kalian seperti? Andaikan aku mati, aku bangga karna telah menghabisi banyak alien bersama." ucap Vardek datar. Dalam situasi seperti itu, keadaan makin parah ketika sekitar 20 ekor alien muncul entah darimana mengepung mereka, bukan hanya mereka, tapi para alien juga mengepung Altra

"Yang benar saja, energi yang tersisa dariku hanya untuk bernapas saja, tenagaku sudah habis." gumam Altra, ia pun pasrah dengan keadaan. Saat para alien hendak menyerang Altra, tiba-tiba.

Duar.. Duar .. Duar.. Duar..

"Hahahaha. . Terbakarlah... Meledaklah..." teriak seorang pria dengan gila, ia menembak ke sembarang arah, entah berapa banyak peluru yang dimuntahkan senjata besarnya, namun dalam waktu 10 detik, semua alien sudah hancur berkeping-keping dengan ledakan demi ledakan yang menghancurkan tempat tersebut.

"Suara itu, Kazuya." gumam Altra yang memejamkan matanya.

"Tidak menyenangkan sama sekali, mereka terlalu lemah." ucap pria berambut merah itu sambil memanggul senjatanya, ya dialah Kazuya, dia yang beberapa waktu lalu dikota pertama dengan seenaknya menembak para alien yang tersisa tanpa memperhatikan prajurit lain yang berada dalam jangkauan serangnya.

"Kau baik-baik saja Brother?"

Ditempat Lora dan yang lainnya. Saat para alien hendak menyerang mereka.

"Cih, kenapa ada alien lain muncul?" kesal Gaila.

"Disaat seperti ini.."

"Alien reptil sialan, aku tak punya energi tersisa." gumam Hans.

"Gawat, matilah kita.." keluh Saiken yang sepertinya pasrah.

"Haaaaa" tiba-tiba seorang wanita jatuh dari langit, hingga menghancurkan tempat ia mendarat. Asap mengepul dari tempat tersebut, kedatangan wanita tersebut sontak membuat Lora dan yang lainnya terkejut.

Angkatan Darat.

Beralih ke tempat Hexari.

"Aku bisa melakukan sesuatu agar nyawamu terselamatkan, tapi aku yakin kamu tidak akan mau me.."

"Lakukan.! Aku bersedia,aku mohon.!" potong Hexari tegas.

"Selain untuk menepati janjiku, aku juga harus bertemu Hexagon secara langsung, ada banyak hal yang ingin kukatakan padanya, ada sesuatu yang harus kupastikan dan kuketahui." tambah Hexari.

"Hmm Baiklah, tapi kamu jangan menolak atau berkomentar apapun, diam dan lakukan saja apa yang aku perintahkan." ucap Ruinsvlora lembut.

"Ba-baiklah."

"Oke, kalau begitu kita mulai pengobatannya." Ruinsvlora mendekatkan wajahnya kearah wajah Hexari.

"Eh? Apa yang akan kau la.." ucapan Hexari terhenti karna wanita cantik itu langsung menempelkan bibirnya ke bibir Hexari, terlihat Ruinsvlora memejamkan matanya seolah menghayati apa yang ia lakukan. Kedua tangannya memegangi pipi Hexari.

Hexari hanya diam tak dapat melakukan apapun, apa daya tenaganya telah habis lagipula tulang-tulangnya patah, sedikit gerakan saja akan sangat menyakitkan.

Tak disangka, bukannya melakukan penanganan secepatnya, gadis cantik itu malah mencium Hexari.

"Tak kusangka wanita ini benar- benar melakukan apa yang ia katakan, 'menjamah bibirku'. Apa sih yang sebenarnya ada dikepalanya. Maksudku dia kan kekasih Hexagon. Maafkan aku kawan, ini bukan keinginanku." pikir Hexari yang terlihat pasrah, Ruinsvlora mulai menggerakan mulutnya, memainkan bibir lembutnya itu, ia bahkan memasukkan lidahnya kemulut Hexari.

----

Time skip.

Entah berapa lama aktivitas itu terjadi, namun Hexari merasa ia di 'jamah' sangat lama, napas Ruinsvlora sudah tak beraturan, keringatnya mengalir keluar, ia terlihat kelelahan.

Melihat kejanggalan itu, reflek Hexari menggerakkan tangannya, ia berusaha melepaskan bibirnya. Hexari langsung bangkit duduk setelah ciuman terlepas, wanita itu ambruk dipangkuan Hexari.

"Ba-bagaimana bisa? Aku dapat menggerakkan tubuhku, tak ada rasa sakit lagi.. Lu-lukaku sembuh." pikir Hexari yang keheranan.

"Hah...hah..hah... Apa kamu sudah baikan?" tanya Ruinsvlora lemas, ia terlihat telah berlari puluhan kilometer, bukan hanya terlihat lelah, tapi memang keringatnya juga keluar banyak. Ia terkulai lemas. Bibirnya masih lebap basah, bibir merah itu dengan susah mengeluarkan kata-kata.

"Apa yang kamu lakukan?" bentak Hexari, tentu saja diserang tiba-tiba seperti itu bukan lah hal yang ia sukai.

"Ke- kenapa bisa aku.." Hexari terlihat kebingungan.

"A-aku menyalurkan energiku padamu, melalui kontak bibir dan lidah. Energiku mengalir dalam tubuhmu dan dengan cepat meregenerasi lukamu." sela Ruinsvlora dengan nada lemah.

"Eh? Memangnya hal seperti itu ada yah?"

"Hmm, sebenarnya bersentuhan tangan pun bisa, tapi hal itu akan sangat lama."

"Tapi lebih baik bersentuhan tangan saja kan, kenapa juga harus berciuman dan main lidah segala, aku tak ingin menjadi orang
ketiga diantara kalian."
balas Hexari dengan nada agak naik.

"Sudah kubilangkan, hal itu lebih cepat, kalau tidak kulakukan maka kau akan lebih dahulu mati sebelum luka-lukamu meregenerasi, dan bukannya berciuman itu kamu menyukainya?"

"Eh? I-itu.." Hexari tertunduk, apa yang dikatakan Ruinsvlora benar, lagipula pria manapun akan menyukai dicium wanita secantik Ruinsvlora.

"Mau lagi?"tawar Ruinsvlora.

"Ti-tidak mau, untuk apa aku berciuman dengan wanita yang baru saja kukenali,"

"Ta-tapi barusaja hal itu terjadi kan"

"Hah sudahlah lupakan, aku harap tak ada orang lain yang melihat kejadian tadi."

"Emm, kamu pria pemalu ternyata, menggemaskan deh."

"Selain itu, aku merasa ada hal yang aneh. Aku terasa tak asing dengan sentuhanmu."gumam Hexari.

"Jadi? Mau ciuman lagi?"

"Bukan itu, ha-hanya saja aku merasa sudah pernah merasakan sentuhan itu sebelumnya, tapi siapa yah. Seingatku aku baru mencium mereka saja ta.. Eh untuk apa aku membahas hal seperti ini.!!!"

"Hahaha.. Hexari kamu memang lucu dan tampan aku jadi makin menyukaimu saja."

"Eh? K-Kau kan su.."

"Hexari, aku lelah. Aku tidur sebentar di pangkuanmu yah." ucapnya menyela kata-kata Hexari dengan lembut lalu memejamkan matanya.

Seketika itu juga Ruinsvlora langsung tertidur dengan nyenyak dipangkuan Hexari. Sepertinya ia terlalu banyak menyalurkan energinya pada Hexari sehingga ia kelelahan dan kehabisan tenaga.

"Cepet banget tidurnya, aku bahkan belum menyetujuinya. Seenaknya saja tidur dipangkuan orang." Hexari sweatdrop dengan apa yang terjadi.

"Tapi terimakasih banyak Ruins, berkat pertolonganmu aku bisa hidup lebih lama. Aku berhuang nyawa padamu." gumam Hexari yang tengah memandang gadis cantik yang memejamkan mata dipangkuannya.

"Dan Hexagon aku benar-benar minta maaf. Sungguh aku tak bermaksud melakukan hal aneh pada kekasihmu yang cantik ini. Kuharap kau tak melihat kejadian barusan. Semoga saja." pikir Hexari memandang langit, ia duduk bersila sambil memegangi tubuh wanita cantik itu agar tak lepas dari pangkuannya.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 79

Blackpearl Kwon Yuri
2017-12-01 13:31:14
adegan yang sangat nikmat. Aku juga butuh ciuman seseorang agar lukaku sembuh nih
Dwi Fitri
2017-07-27 18:48:47
Sudah kuduga kalau caranya nggak biasa tapi untung nggak melebihi itu
Bocah Redoks
2017-07-25 11:22:02
Hexari bodoh. Nikmati saja selagi bisa. Jangan terlalu naif.
T S A
2017-07-24 21:37:19
Keenakan tuh sih Hexari
Don Quixote
2017-07-24 18:03:34
Baru kali ini ada ciuman yg dpat menyelamatkan nyawa seseorang.
Zen Kureno
2017-07-24 17:33:08
Jadi.... Apa lah gitu pas bacanya
Blackpearl Kwon Yuri
2017-07-24 11:49:03
romantisnya..aku jadi mau
Night Eve
2017-07-24 10:00:10

Hiatus
2017-07-24 09:23:51
Oh yeah baby ternyata tk lebih dari kiss oh baby
BeeZero
2017-07-24 09:00:01
cara transfer energi yg tdk biasa !! ruins mngkn sdah trbiasa spti itu,,,
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook