VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 77

2017-07-19 - Alien Queen > Alien Attack : World War
125 views | 11 komentar | nilai: 10 (9 user)

Alien Attack : World War Chapter 77 : Who's Gorria? Man or Alien?

Alien Attack : World War Chapter 77 - Who is Gorria? Man or Alien?
Penulis : Alien Queen

Angkatan Udara.

Scene beralih ke tempat Sheila dan yang lainnya.

"Hmm." Sheila duduk dan menerima apel itu lalu memakannya.

"Maaf, aku tak dapat menyelamatkan yang lainnya." ucap pria itu.

"Tidak apa-apa, kami sangat berterimakasih karna telah menyelamatkan nyawa kami bertiga." ucap Iliya.

"Lalu bagaimana nasib mereka?" tanya Chester.

"Semuanya salahku, aku tak bisa berbuat apapun ketika teman-teman ku jatuh satu persatu, bahkan aku malah diselamatkan oleh mereka dari makhluk bertentakel itu." Sheila tertunduk dan terisak menyalahkan dirinya sendiri.

"Jangan salahkan dirimu, aku dan Chester yang pantas disalahkan, kami berdua malah melarikan diri disaat kalian berjuang."

"Lepharta, sudah kuduga mereka turut ambil serta dalam hal ini." gumam pria rambut merah itu.

"Tenang saja, aku yakin teman-teman kalian pasti masih hidup."

"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" tanya Chester.

"Karna aku tahu tujuan sebenarnya para alien mengumpulkan manusia." jawab pria tersebut, ia pun mengambil sebuah apel dan memakannya, ia kemudian duduk diatas sebuah batu besar.

"Ah rasanya memang luar biasa," ucap pria itu.

"Kau tahu alasannya?"

"Ya, mereka mengumpulkan manusia untuk... Eh sebaiknya aku tak memberitahukannya pada kalian, yang jelas mereka tak akan menjadikan manusia sebagai budak dan menguasai planet bumi."

"Kenapa?"

"Karna hal itu tujuan yang sangat bodoh dan terlalu kekanak-kanakan, mana mungkin ada makhluk yang dapat menguasai dunia, menguasai diri sendiri saja tidak mampu, apalagi menguasai dunia." ucap
pria itu.

"Benar juga."

"Apa boleh tahu siapa namamu?" tanya Iliya yang memeluk Sheila.

"Mmm tidak boleh, emm tapi panggil saja aku Gorria, Gorria artinya merah." ucap
pria rambut merah itu. Beltza artinya hitam dan Gorria artinya merah.

"Gorria, hmm kalau dipikir-pikir kau jatuh dalam jarak sangat tinggi dan tak mengalami luka apapun, apakah kau manusia?" tanya Chester yang mengingat bagaimana Gorria menangkap mereka bertiga dan jatuh ke permukaan dengan sempurna tanpa cidera.

"Itu emm, aku adalah manusia, apa kau menganggapku alien?"

"Ya, aku sempat berpikir kau alien karna memiliki kemapuan hebat."

"Ya, anggapanmu tak sepenuhnya salah, yang pasti aku berteman dengan alien."

"Mustahil." kaget Chester.

"Bagaimana bisa." kaget Iliya

"Ada manusia berteman dengan alien, aku baru pertama kali mendengarnya." pikir Sheila.

"Hahaha, mungkin ini sedikit aneh bagi kalian, tapi alien temanku itu baik. Dan soal kemampuanku, bisa dibilang aku seperti Jendral Angkatan Udara, ya meskipun tak sekuatdirinya." ucap Gorria.

"A-ada manusia lain selain ranking 1 yang memiliki kekuatan seperti 3 jendral?" ucap Chester.

"Aku tak sekuat 3 jendral atau ranking 1, tapi aku lebih kuat darh ranking 2." jelas Gorria.

"Ap-apa? La.."

"Aku pergi dulu, jika aku terlalu banyak bercerita maka tak ada misteri lagi." Gorria pun melompat tinggi dan terbang.

"Dia terbang?" gumam Chester.

"Setelah melihat hal itu apa aku akan percaya kalau dia itu manusia?" gumam Iliya.

"Gorria, seorang pria yang berada dibawah Ranking 1 dan diatas Ranking 2. Bagaimana bisa?" pikir Sheila tak percaya dengan hal itu.

"Kalian tahu, apel yang ia berikan pada kita," ucap Sheila sambil memegang sisa apel yang ia makan.

"Warna kulit dan warna dagingnya tak seperti apel normalnya, lagipula apel ini ukurannya sangat besar, ditengahnya tak ada rongga tak seperti apel normalnya, rasanya lebih manis dari apel biasanya. Apa kalian yakin dia adalah manusia. Maksudku, apakah benar pria bernama Gorria itu adalah manusia?" ucap Sheila, Chester dan Iliya melihat apel yang ada ditangannya dan benar saja seperti yang Sheila katakan.

"Benar juga, kami tak menyadari hal itu." ucap Chester.

"Bahkan ia tak memberitahukan nama aslinya." tambah Iliya.

"Aku merasa apel ini bukan berasal dari planet bumi, tapi dari planet lain." gumam Sheila.

"Aku juga setuju, buah ini memang sedikit berbeda." balas Chester.

"Gorria, siapa dia? Terlalu banyak hal yang masih misterius di cerita ini. Alasan para alien menyerang manusia. Alasan para alien menangkap manusia. Manusia yang berteman dengan Alien.

Manusia dengan kekuatan diluar batas normalnya. Dan masih banyak misteri lagi."

"Sebaiknya kita segera kembali ke markas Angkatan Udara." ujar Chester menyarankan.

"Hmm, dalam kondisi kita yang sekarang, kita tak dapat berbuat apapun." tambah Iliya yang setuju dengan apa yang dikatakan Chester.

"Hmm.." Sheila pun bangkit dari duduknya.

Matahari mulai bergeser dari letaknya, dari posisinya yang tepat diatas kepala, kini mulai mencondong.

****

Angkatan Darat.

Scene beralih ke tempat Hexari.

"Proyeksi pikiran? Apa itu?" tanya Hexari bingung, entah kenapa ia malah terlihat seperti melupakan rasa sakit yang ia derita.

"Hmm bagaimana aku menjelaskannya yah." gumam Ruinsvlora.

"Hmm, Proyeksi pikiran adalah sebuah bayangan nyata yang kita ciptakan dari imajinasi kita, dengan cara memusatkan energi di otak dan membayakang objek yang akan kau buat menjadi nyata. Lalu rapalkan sebuah kata-kata lalu muncullah proyeksi pikiran sesuai dengan apa yang kau bayangkan." ucap Ruinsvlora.

"Wah? Aku baru mengetahui ada hal semacam itu, aku juga jadi ingin."

"Tidak Hexari, manusia tak dapat melakukannya karna kemampuan ini hanya dimiliki oleh para Arya, itu pun tak semua Arya dapat melakukannya, hanya Arya yang bisa dibilang sangat kuat yang dapat melakukan hal tersebut."

"Jadi Hexagon adalah Arya yang sangat kuat?" tanya Hexari lagi.

"Seperti itulah, bisa dibilang ia Arya terkuat saat ini, tapi aku juga tak tahu apakah ia masih hidup atau tidak, setiap aku menanyakan dimana posisi tubuh aslinya, ia hanya menjawab 'semua akan terjawab seiring berjalannya waktu, aku harap kalian dapat mengerti, saat ini aku tak dapat muncul dengan tubuh asliku'" jelas Ruinsvlora yang tertunduk.

"Kalau seperti itu, Hexagon masih hidup kan.?"

"Aku tak yakin, proyeksi pikiran dapat dikendalikan si pengguna sesukanya, meskipun si pengguna telah mati, asalkan ia menggunakan sisa energinya agar otaknya terus bekerja, otaknya bekerja dan mampu mengendalikan proyeksi pikiran dalam jangka waktu tertentu hingga energi yang tersisa itu habis." jelas Ruinsvlora yang tertunduk sendu.

"Jika ia adalah Arya terkuat, maka aku yakin dia masih hidup ko, percayalah. Hanya itu yang dapat kita lakukan, lagipula orang itu selalu datang dalam mimpiku." ucap Hexari mencoba menghibur Ruinsvlora.

"Hmm, semoga saja apa yang kamu katakan itu benar,"

"Oh iya, lalu apa wujud proyeksi pikiran bisa menyentuh sesuatu?" tanya Hexari mengalihkan topik pembicaraan.

"Seperti yang telah kukatakan, karna proyeksi pikiran itu nyata. Maka dapat menyentuh sesuatu, hanya saja tak lama, tak lebih dari 5 detik. Dan hal itu juga menghabiskan banyak energi."

"Begitu kah, lalu apa kelebihan proyeksi pikiran?"

"Melalui proyeksi pikiran kita bisa melihat apa yang proyeksi pikiran lihat, oh iya, saat seseorang yang mengaktifkan proyeksi pikiran, maka orang itu akan tak sadarkan diri. Dengan kata lain cara kerja proyeksi pikiran adalah memasukan jiwa pengguna dalam bentuk hologram yang di wujudkan oleh kemampuan memanipulasi energi."

"Jadi, dengan kata lain kau hanya mampu membuat proyeksi pikiran berwujud diri sendiri?"

"Seperti itulah."

"Ekhem, lupakan hal itu, ada hal yang ingin aku katakan padamu. Hexari" Ruinsvlora duduk melipat kaki kebelakang lalu menyentuh dada Hexari dengan telunjuknya dan mengelusnya, ia tersenyum manis.

"Me-mengatakan apa?" tanya Hexari mulai salah tingkah, ya pria manapun akan seperti Hexari ketika wanita cantik melakukan itu, apalagi dalam keadaan tak mengenakan baju.

"Dari luka yang terdapat pada tubuhmu, kulihat kamu akan segera mati. Tulang-tulang rusuk ada yang patah, tulang punggungmu bengkok dan mengapit urat jalur peredaran darah. Tulang bahu mu juga ada yang patah. Yang paling parah adalah ini." ucap Ruinsvlora menyentuhkan telunjuknya pada dada tengah Hexari dengan sangat lembut.

"Tulangnya ada yang patah dan menusuk paru-parumu, makanya tadi kamu muntah darah. Selain itu, usus besar, limpa dan lambung terkena luka bakar serius, aku tahu kamu punya kemapuan meregenerasi, tapi kemampuan itu sangat lambat terjadi. Setidaknya butuh waktu 5 hari agar lukamu sembuh, namun kulihat kondisi tubuhmu hanya bertahan sekitar 20 menit lagi." tambah Ruinsvlora.

"Pa-pantas saja aku merasa sangat kesakitan. Padahal masih banyak janji yang harus kutepati, Ruins, aku mohon lakukan sesuatu padaku, aku tak ingin mati sekarang, setidaknya aku harus hidup 1 tahun lagi, aku yakin selama itu aku dapat menepati semua janjiku." ucap Hexari yang ke mode serius, jujur kini ia jadi terlihat tampan, terlihat ia mulai menangis.

"Eh.. Aneh sekali, manusia biasanya ingin hidup lebih lama karna ingin melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan, misalnya menikah, menebus dosa atau apapun. Tapi kamu malah ingin menepati janji, memangnya tak ada hal yang berharga bagimu?"

"Aku tak tahu apa yang berharga dalam hidupku, tapi yang terpenting adalah aku harus menepati janjiku, seorang pria sejati adalah pria yang dapat dipercayai dan dibuktikan ucapannya."

"Hexari.." gumam Ruinsvlora pelan.

"Aku jadi makin menyukaimu tau" ucap Ruinsvlora mengecup bibir Hexari singkat, wajar saja ia melakukan hal itu, saat ini Hexari terlihat tampan dan seksi

"Apa yang kau lakukan?" kaget Hexari yang mendapat serangan tiba-tiba.

"Aku menyukai pria sepertimu, bagaimana kalau kamu jadi kekasih kedua ku?"

"Tidak mau, lagipula aku belum ingin punya kekasih, ayolah lakukan sesuatu sebelum aku mati."

"Kamu terlihat tak kesakitan."

"Perlu kamu tahu, ini sangat sakit, luar biasa sakit, tapi aku tidak ingin meringis atau berteriak. Hal itu tak akan mengurangi rasa sakit yang kuderita."

"Aku bisa melakukan sesuatu agar nyawamu terselamatkan, tapi aku yakin kamu tidak akan mau me.."

"Lakukan.! Aku bersedia,aku mohon.!" potong Hexari.

Bersambung..

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 78

Blackpearl Kwon Yuri
2017-12-01 13:28:57
Hexari tampan danseksi, membuatku jadi bergairah juga
Dwi Fitri
2017-07-27 18:39:16
teliti banget soal lukanya
Bocah Redoks
2017-07-25 11:14:20
Main potong aja hexari
Hiatus
2017-07-20 18:58:38
Oh yeah baby muncul jg hexari oh baby
T S A
2017-07-20 10:56:40
Banyak yang suka hexari ya
Bocah Redoks
2017-07-19 23:59:44
Sejujurnya ini kesalahan.
BeeZero
2017-07-19 17:44:45
nah kan ada satu lg yg brtman dng alien,,gorria ?!! tp kekuatanya bkan spti manusia,,
Phoenix D
2017-07-19 16:34:56
Tampan dan seksi.. hmm
Zen Kureno
2017-07-19 15:25:05
Haha Hexari dimannfaatkan ni
Sqouts Shadows
2017-07-19 13:49:32
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook