VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 76

2017-07-09 - Alien Queen > Alien Attack : World War
111 views | 8 komentar | nilai: 10 (8 user)

Alien Attack : World War Chapter 76 : Ilusion as Dream.

Alien Attack : World War Chapter 76 - Ilusion as Dream.
Penulis : Alien Queen

Angkatan Udara.

Disisi Laura.

"Manusia ini lumayan kuat" gumam Loios, ia perlahan bangkit.

"Baiklah aku mengakui kemampuanmu manusia." Loios melompat keatas dan salah satu tentakelnya langsung mengarah menuju Laura.

"H..h.." Laura melompat mundur dan bukan hanya satu, tapi tentakel-tentakel itu beruntun menyerang Laura.

Laura mundur kebelakang, menangkisnya dan tetap saja masih ada tentakel yang menyerang, hingga.

"Aku terpojok." gumamnya yang terlihat punggungnya menyentuh dinding.

"Gawat."

Loios mendarat dengan perlahan dan siap menyerang, terlihat tentakel-tentakelnya bergerak-gerak siap menyerang.

"Ini akan lebih mudah." ia kembali menyerang Laura dengan tentakel-tentakelnya dengan gerakan cepat, Laura pun menangkis tentakel-tentakel tersebut dengan gerakan cepat pula menggunakan tangan yang memegang pisau dan kakinya terlihat kulit kaki dan kanannya mulai mengalami goresan hingga...

Terlihat sebuah tentakel yang ujungnya runcing bersiap-siap melesat kearah Laura, benda itu mengambil ancang-ancang dan...

Wushhh...

Slebb...

Terlihat benda itu menancap tepat mengenai dinding logam tempat Laura terpojok. Tentakel itu bahkan terlihat menebus dinding logam tersebut. Dengan timing yang tepat, Laura berhasil melompat keatas menghindari serangan.

"Apa?" kaget Loios yang tak menyangka seranannya dapat dihindari, terlihat Laura ada diatas, ia pun mendarat tepat diatas tentakel yang masih menancap pada dinding logam tersebut.

"Seranganmu terlalu mudah dibaca, aku dapat melihatnya dengan jelas." gumam Laura.

"Apa kau dapat menghindari ini," tambahnya, ia mengambil ancang- ancang, memusatkan energi pada tangan kanannya. Ia kemudian melompat dengan cepat kearah Loios.

"Gawat.." Loios menggunakan semua tentakel untuk menangkis pukulan yang akan dilancarkan Laura dan

Jbuakk...

Saat hantaman terjadi, terlihat hal itu menimbulkan tekanan udara yang kecil didepan dan belakang tubuh Loios.

"Aghhh..."

Loios terlempar mundur beberapa meter karna tentakel-tentakelnya meredam tekanan daya pukul yang dilancarkan Laura.

"Hanya itu? Mudah se.."

"Masih belum.!" ujar Laura menyela ucapan Loios dengan nada tinggi, terlihat ia memusatkan seluruh energinya pada tangan kanan. Seketika ia kembali menyerang alien bertentakel tersebut dengan kuat.

Brushhh.. Duarrr...

Dalam sekejap mata, tangan kanannya menembus tentakel-tentakel keras yang melindungi tubuh makhluk itu, ledakan energi terjadi pada ujung pisau hingga menghancurkan tubuh bagian depan Loios, tulang rusuknya hancur berantakan akibat ledakan energi secara langsung dilancarkan.

Makhluk itupun terlempar sejauh 2 meter dan tertancap di dinding logam pesawat tersebut.

Ia terlihat tak bergerak lagi, ia tewas seketika, sepertinya pukulan itu menghancurkan tulang tulang lainya.

Bruk..

Laura langsung jatuh dengan posisi setengah bersujud, terlihat ia terengah-engah kelelahan, keringatnya bercucuran.

"Sudah kuduga, teknik itu hanya nona senior saja yang dapat melakukannya, hah..hah..hah.. Aku sangat kelelahan walau melakukannya sekali saja, akhh kepalaku pusing."

"Luar biasa, menghadapi makhluk itu menguras energiku, lagipula kenapa ada alien yang berbicara bahasa manusia sih." gumam Laura.

"Ah itu tidak penting, yang utama harus kulakukan adalah menurunkan UFO ini." Laura beranjak dan berjalan kearah meja kontrol dengan pelan, ia terlihat sangat lemas bahkan berjalan pun terlihat sempoyongan.

"Rumit sekali. Apa yang harus kuperbuat?" gumamnya memperhatikan teknologi alien tersebut.

Dengan ini Peperangan Angkatan Udara pun berakhir, meskipun masih akan dibahas lagi.

***

Angkatan Laut.

Scene beralih ke tempat Gravrik dan yang lainnya.

"Entah apa yang terjadi, tapi tadi aku bermimpi indah." gumam Gravrik menyiapkan kuda-kudanya siap melawan para alien yang mengepung.

"Mimpi indah apanya, kau seperti orang gila." gumam Aerilyn datar, ia masih berjongkok membelakangi Gravrik sambil memeluk dirinya.

"Dan mungkin cuma halusinasiku, tapi ukuran dadamu sangat besar yah." ucap Gravrik sekenanya.

Wushhh...

Brakkk...

Sebuah Bongkahan bangunan yang cukup besar menghantam Gravrik hingga hancur, namun pria itu tak terlihat merasakan sakit.

"Akan kubunuh kau jika masih membahas tentang hal itu." ucap Aerilyn datar namun dengan aura membunuh yang kuat. Aerilyn satu-satunya prajurit yang memakai jaket tebal seperti jaket musim dingin sehingga bentuk tubuhnya tak terlihat, ia juga mengenakan celana panjang yang longgar.

"A-aku hanya bercanda ko, lagipula dengan jaket kebesaran itu, siapa pun tidak ada yang bisa melihat bentuk tubuhmu." ucap Gravrik ngeri andaikan orang lain yang dihantam mungkin akan mati, ia pun mengangkat senjatanya.

"Aku tidak yakin ia cuma bercanda, tadi dia melihat tubuhku dengan jelas." pikir Aerilyn. Para alien tadi pun mulai maju menyerang.

"Baiklah sisanya serahkan saja padaku, sepertinya kau terlihat kelelahan. Kerja bagus Knight." ucap Gravrik yang kemudian berlari maju, ia melompat keatas dan menghantam kepala salah satu alien dan memelintirnya.

"Terserah." gumam Aerilyn yang berjongkok. Senjata Gravrik berubah bentuk jadi pedang besar dan panjang, ia mendarat dan melompat kearah alien lain dan menebas alien itu.

Srat...

Namun serangan itu hanya sedikit menggores kulit alien tersebut karna makhluk itu menghindar mundur.

"Bagus juga, tapi kau takkan bisa menghindari ini." ucap Gravrik semangat dan dalam sekejap mata, Gravrik telah berada dibelakang alien itu dan makhluk itupun terpotong- potong jadi beberapa bagian.

Seekor alien hendak menyerang Ruka yang masih tak sadarkan diri, Sigap Aerilyn yang tak jauh darisana melompat kearah Ruka dan menangkisnya.

"Payah.." ucap Aerilyn datar yang kemudian wanita cantik itu meninju makhluk tersebut dengan santai namun sangat kuat.

Jbuakkk...

Aerilyn memukul dada makhluk itu hingga membuat alien tersebut terhempas jauh, bahkan terlihat cangkang yang seperti armornya retak dan terkelupas.

"Padahal ini waktuku istirahat, payah." gumam Aerilyn datar.

Seekor alien hendak menyerang Karui, Gravrik sigap melompat kearah alien itu dan mengayunkan senjata pedangnya, sigap Alien itu berbalik dan menangkap pedang itu, tepatnya mengapit pedang Gravrik dengan menggunakan kedua lengannya.

"Cukup pintar, tapi.." Gravrik melepaskan pegangan pedang itu dan mengayunkan kakinya lurus ke depan dan

Bugg...

Tendangan keras menghantam perut alien itu dan tangannya pun melepaskan pedang Gravrik, sigap Gravrik menangkap pedangnya dan langsung menusukkan pedangnya ke tubuh alien itu.

Sleb.. Slash...

Belum cukup disitu, Gravrik mengayunkan pedang tertancap itu keatas hingga membelah kepalanya.

"Potongan yang jelek." Alien lain hendak menyerang Karina, Gravrik mengubah senjatanya menjadi senjata api dan langsung menembakkan banyak peluru kearah Alien tersebut..

Dor... Dor.. Dor.. Dor..

"Matilah." ucap Aerilyn datar, setelah tembakan berhenti ia melompat keatas dan melayangkan pukulan terkuatnya hingga menghancurkan kepala makhluk itu.

"Kerja bagus. Aerilyn." teriak Gravrik dari kejauhan. Aerilyn meliriknya dengan tatapan tajam hingga membuat Gravrik mengalihkan pandangannya.

"Di-Dia masih marah." pikir Gravrik yang ngeri ditatap seperti itu oleh wanita cantik.

"Padahal aku ingin memperlihatkan tubuhku pada pria yang kucintai, cih." pikir Aerilyn yang duduk disamping Karina, sepertinya ia terlalu berlebihan menanggapi kejadian tadi, padahal ia masih mengenakan kaos yang memang ketat dan bagian perut terbuka.

Kaos putihnya hanya menutupi area dada saja, dengan kata lain mungkin tadi hanya bentuknya saja yang terlihat.

Ah, se-senior aku mau ah.. I-itu geli tahu, he-hentikan em..." desah Karina yang celananya basah bahkan rembes ke celana luarnya.

"Dasar menjijikan,! Jangan bermimpi hal yang aneh-aneh bodoh,..!" teriak Aerilyn yang menendang Karina hingga membuat wanita itu terlempar sejauh 2 meter.

"Kyaaa.!" karina langsung membuka matanya dan bangun.

"Ows, pinggangku sakit." keluh Karina yang mengelus pinggangnya yang sakit.

"A-aku bermimpi ternyata." tambahnya celingukan.

"Ada apa ini? Apa kau bermimpi indah sampai ej****asi?" tanya Gravrik yang berjalan kearah Karina dan Aerilyn berada.
Sepertinya ia telah selesai menghabisi para Alien.

"Cih dasar menjijikan, mati saja dengan pria yang ada dimimpimu." Aerilyn bangkit dan mengambil senjatanya lalu berjalan pergi.

"Ehh... Kyaa.." Karina menutup selangkangannya yang sangat basah.

"Dia sangat sensitif, ngomong- ngomong basah banget."

"K-ke-ketua jangan lihat." Karina begitu malu sampai memerah,

"Cepat ganti celanamu dan bangunkan tiga orang itu, aku akan membebaskan orang-orang yang ada didalam sana." ucap Gravrik yang berbalik dan memanggul senjatanya.

"Ba-baiklah." ucapnya malu. Gravrik pergi menuju tempat yang tadi menurutnya ada banyak manusia. Karina berjalan kearah Karui, terlihat Karui masih memeluk senjatanya.

"Aku memang mengidolakanmu, tapi ah jangan gitu dong... Aku mau makan dulu oke." desah Karui.

"Hei bangun, apa sih yang kau impikan, bangunlah." Karina menggoyangkan tubuh Karui.

"Hei Rui, bangunlah.!perangnya udah selesai.!" teriak Karina, perlahan Karui pun membuka matanya.

"Eh apa yang terjadi? Dimana senior? Em kurasa aku cuma bermimpi." ucap Karui yang membuka matanya, ia pun duduk.

"Bangunlah, kita harus segera membantu Ketua." ucap Karina yang masih memegangi selangkangannya.

"Ka-kamu kenapa? Eh kamu pipis dicelana?" tanya Karui yang melihat kearah celana Karina.

"Bukan, i-ini... Ah sudahlah jangan dibahas, kita harus segera membantu ketua." ucapnya mengganti topik,

Disisi Ruka, ia pun membuka matanya dan terlihat dari kelopak matanya keluar bulir-bulir bening, air matanya mengalir.

"Jadi itu cuma mimpi yah." gumamnya, ia terlihat sangat sedih tampak jelas dari ekspresi wajahnya yang sendu.

Kesisi Aerilyn,

"Pada akhirnya, semua kembali menyebalkan dan membosankan. Semua itu hanya ilusi, ilusi yang seperti mimpi. Mimpi yang sangat ingin diwujudkan." ia duduk merenung diatas sebuah reruntuhan. Yah bisa dibilang itu adalah hobinya, menyendiri dengan memeluk lututnya, sisi lemah dan rapuhnya selalu terlihat saat ia sedang sendirian, terlihat ia memakan sebuah permen.

Tentu saja tak ada yang mengetahui tentang hal ini, tentang Aerilyn yang ternyata penggila permen, ia selalu memasang ekspresi datar atau galak, padahal sedang mengulum permen.

Flashback.

Disebuah kota yang tak berpenghuni, terlihat kota tersebut masih bersih dan rapi, namun tak ada penghuninya. Seorang anak perempuan dan laki-laki sedang berjalan memasuki sebuah minimarket.

"Apa kamu yakin mau masuk, kota ini sangat menyeramkan." ucap anak laki-laki yang berjalan mengekor dibelakang anak perempuan berambut pirang tersebut, kira-kira mereka berusia 8 tahun.

"Tenang saja, tidak ada alien, monster atau orang lain, aku dengar semua warga dikota ini menghilang." balas anak perempuan itu tersenyum.

"Pantas saja kota ini masih bersih dan rapi."

Anak perempuan itu memasuki minimarket dan berjalan kearah rak penuh permen.

"Bukankah ini mencuri yah, kamu bilang mencuri itu tidak baik kan?" ucap anak laki-laki itu menyusul anak perempuan tersebut.

"Lihat, rasa mint, 2 rasa berbeda dalam 1 permen, ah aku tidak sabar ingin memakannya."

"Kamu mengabaikanku yah? Yasudah aku pulang saja." ucap anak itu.

"Ahaha jangan gitu dong, aku mendengarkan kamu ko. Mau bayar pun pada siapa? Lagipula kita tidak mencuri. Sudahlah lupakan hal itu,
Vley bisa tolong ambilkan keranjang itu !." terlihat ia memegang banyak kantung kemasan permen dengan kewalahan.

"Banyak amat." ucapnya sweatdrop, anak itu kemudian mengambil sebuah keranjang belanja.

"Nah, apa maksudmu tidak mencuri, bukankah jika tidak bayar berarti itu adalah pencurian kan?" ucap anak itu memberikan keranjang belanjaan.

"Yup, tapi itu berlaku apabila masih ada pemiliknya, jika sudah tak dimiliki siapapun. Barang apapun itu, siapapun berhak memilikinya kan, maka kata 'mencuri' itu tidak berlaku lagi."

"Terserah kamu deh, lagipula buat apa kamu bawa permen sebanyak itu,? Aku tak terlalu suka permen."

"Lagipula siapa yang bilang ini buat kamu, semua ini buat aku." ucapnya, terlihat keranjang itu telah penuh.

"Sebanyak itu?!" kaget anak laki-laki itu.

"Hmm," jawabnya dengan senyuman manisnya.

"Dasar serakah."

"Bisa tolong ambilkan keranjangnya lagi?" pintanya lagi cuek dengan ucapan anak laki-laki tersebut.

"Hah kau ini memang penggila permen yah. Aku tak yakin gigimu masih sehat setelah menghabiskan semuanya."

Flashback end.

Kesisi Vils, Ruka, Karina(udah ganti celana) dan Karui berada dihadapan Vils.

"Ah kalian memang luar biasa, baiklah 1 ronde lagi." ucap Vils dengan gila. Anunya berdiri tegak.

"Dasar Mesum.!!!" teriak kedua wanita itu, ya Ruka tak mengatakan apapun.

Bragg...

Sebuah reruntuhan tembok atau tepatnya bongkahan tembok langsung menghantam tubuh Vils dengan keras, Karui dan Karina yang melakukannya.

"Akh... Sakit." ucap Vils pelan, ia terlihat tak bergerak seolah langsung mati.

"Rasakan itu, mesum."

"Mimpimu sangat jorok, super jorok."

Kesisi Gravrik.

Ia telah berada dalam ruangan itu, terlihat sekitar 10 alien berjaga, terlihat juga banyak orang- orang berada disana.

"Kukira sudah semuanya dihabisi, tapi ternyata masih ada." gumamnya yang terlihat malas.

Bersambung...


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 77

Bocah Redoks
2017-07-25 10:07:06
Wah. Parah ni chap.
T S A
2017-07-09 21:38:41
Akhirnya Laura bisa ngalahin si Loios
Hiatus
2017-07-09 20:17:32
Oh yeah baby akhirx ada yg berdiri tegak oh yeah vley????? Nama asli hexarikah????? Oh baby
Phoenix D
2017-07-09 10:42:04
Aeri penggila permen
Zen Kureno
2017-07-09 09:03:59
Ternyata Aerilyn penggila permen hum apa si Author juga gitu.
Kenny
2017-07-09 08:33:34
mau nanya,anak laki-laki itu Vley atau Kley?
BeeZero
2017-07-09 06:38:01
ah kemesuman selesai,, .. alien tentakel jdi ingt film spiderman !!
Alien Queen
2017-05-25 17:11:32
perang angkatan udara usai, gilaran angkatan darat dan laut.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook