VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 74

2017-07-03 - Alien Queen > Alien Attack : World War
114 views | 7 komentar | nilai: 10 (8 user)

Alien Attack : World War Chapter 74

Angkatan Darat

Scene beralih ke tempat Altra

Para alien terus menghadangnya, ya meskipun lemah. Tapi jumlahnya sangat banyak.

"Baiklah, aku akan mengakhirnya dalam waktu emm sesingkatnya." ucap Altra mengangkat pedang besarnya, ya pedang sepanjang hampir 2,5 meter itu ia keluarkan juga setelah sebelumnya hanya menggunakan senjata api.

"Inilah senjata andalanku." ucapnya yang langsung mengayunkannya secara horizontal kekanan dengan sangat kuat, seketika tercipta sayatan dari tekanan energi yang dihasilkan hingga membelah puluhan tubuh para alien itu.

"Baiklah.. Aku tak punya waktu untuk diam terus disini." ucapnya, setelah para alien yang terpotong tumbang. Altra melanjutkan langkahnya, ia terus berlari maju kedepan dan menebas kumpulan alien yang menghalanginya.

Puluhan peluru cahaya melesat kearahnya, seolah tau arah peluru dan kecepatannya Altra dengan mudah menghindarinya.

Ting.. Ting.. Ting...

Altra juga sesekali menggunakan pedangnya untuk menangkis peluru cahaya itu.

"Selama musuhku semuanya lemah, maka aku dapat bertahan. Walaupun harus melawan 1000 alien yah. Ini adalah 1 vs 1000." Ucap Altra yang kembali mengayunkan pedangnya secara horizontal.

Seketika sekitar 70 ekor alien langsung terpotong tubuhnya karna sayatan energi yang dihasilkan dari tebasan kuat itu.

"Cih, ini sedikit merepotkan karna beban nya terlalu besar. Tapi karna energiku kembali pulih. Aku dapat bertahan lebih lama." ucapnya, ia kembali melangkahkan kaki. Ia melompat keatas dan menerjang kumpulan alien yang ada di depannya.

Siuw.. Siuw.. Siuw..

Banyak alien yang menembakinya, namun dengan gesit Altra menghindarinya sambil sesekali menebas alien yang ada dalam jangkauan pedang besar dan panjangnya itu. Karna Altra menghindar, peluru-peluru itu mengenai alien lain.

"Majulah semuanya.!" teriak Altra terlihat semangat. Ia melompat keatas dan melemparkan sebuah geranat.

Duar...

"Geranat yang telah dikembangkan memang sangat hebat. Damage nya 10 kali lipat dari geranat biasa." ucap Altra yang mendarat dengan sepurna. Ia berlari maju kedepan dan menerobos para alien yang menghadang, ya kulit tubuhnya telah termandikan warna hijau darah alien. Mengingat ia tak memakai baju, cipratan darah alien langsung mengenai kulitnya.

"sekitar 900 meter didepan adalah tempatnya. Tapi sepertinya aku harus menghabisi mereka semua sebelum membebaskan semua orang." ucapnya sambil terus berlari kedepan dan menebas alien-alien yang menghalangi jalannya.

Srat.. Srat..

Hingga seekor alien setinggi 3 meter menghadangnya dan memenyerangnya.

Altra memutar tubuhnya dan melompat keatas untuk menghindari serangan, ia pun menebas vertikal makhluk itu menjadi 2 bagian.

"Aku tak suka bermain-main."

Kini yang menghadangnya adalah kumpulan alien berbentuk monster setinggi 2-3 meter(bayangin aja monster-monster yang ada di anime owari no seraph.)

Altra kembali melompat dan menebaskan pedangnya dan..

Tink..

Salah satu alien yang memiliki tubuh yang keras layaknya baja langsung menangkis serangan Altra.

"Apa?"

Altra melompat mundur memberi jarak.

Dengan cepat Altra berlari maju dan menebaskan pedangnya.

Siut..

Sayatan pedang memotong kaki-kaki para alien itu.

Altra melompat keatas dan menebas Vertikal kebawah seekor Alien dan melompat maju menusuk Alien lain, gerakannya lumayan cepat, wajar bagi seorang Warrior dapat melakukan hal itu.

Ia dikepung 10 ekor alien sekaligus, Altra memutar tubuhnya dan membuat tubuh para alien itu terpotong, gerakannya bagaikan menari.

Seekor alien setinggi 3 meter menghantam Altra, menyadari serangan itu, reflek Altra melompat mundur kebelakang.

"Hah.hah.hah.. Mereka lumayan juga." gumam Altra



Alien Attack : World War Chapter 74 - Altra Vs Aliens
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Beralih ke tempat Lora, terlihat ia dan yang lainnya telah berkumpul.

"Jadi apa yang harus kita lakukan?"

"Menurut Altra, kita harus menyambut mereka." tunjuk Lora kearah 6 ekor alien besar dengan jarak sekitar 200 meter dari mereka.

"Sejak kapan mereka ada disana?" kaget Hans.

"Barusan." jawab Vardex singkat dan datar.

"Ayo mulai." teriak Gaila denan semangat, ia malah maju pertama. Diikuti Vardex, Lora dan Hans.

"Kenapa Lora memanggil kak, Altra dengan namanya yah?" pikir Hans, ya meskipun Hans hanya Knight, tapi ia dekat dengan Altra, Kazuya dan yang lainnya, ia malah memanggil kakak pada para Warrior itu.

"Lora, kenapa kau memanggil ketua dengan nama saja?" tanya Hans.

Ting...

Vardex mengadu senjatanya dengan salah satu alien yang memiliki kulit keras.

"Woy aku disini, karna aku belum bicara bukan berarti kalian melupakan keberadaanku." teriak Saiken.

"Sepertinya kau memang dilupakan yah, authornya juga sampai lupa mencantumkanmu." ucap Gaila, ia melemparkan senjatanya dan melompat keatas.

"A-aku ngga sengaja menyebut namanya." jawab Lora yang berbohong, ia pun mengambil sebuah senjata api yang ah sejak kapan senjata besar itu ia pegang.

"Hyaaat.."

Gaila menghantamkan tinjunya.

"Gunakan obat kalian.!" ucap Hans.

Buag..

Vardex terhempas karna sebuah pukulan.

"Aku sudah menggunakan 2 buah." jawabnya datar.

"Hyaa"

Srat..

Tebasan saiken berhasil melempar mundur musuhnya.

"Hilang." jawab Saiken.

Lora melompat mundur kebelakang memberi jarak.

"Habis." balas Lora singkat.

"Tidak punya." balas Gaila.

"Ke-ke-kenapa semuanya? Jadi cuma aku yang masih punya." Hans tertunduk murung.

"Awas..!!" teriak Gaila, terlihat seekor alien hendak menyerangnya, namun.

Duag..

Vardex menahan dengan menyilangkan kedua lengannya.

"Vincent.."

"Sebaiknya kita hajar mereka sebelum energi kita habis," ujar Vardex yang berdiri kokoh, meskipun tinju seekor alien menghantamnya.

"Benar, kita dapat mengalahkan mereka meskipun tanpa obat."

"Yang kita perlukan adalah."

"Kerja sama." ucap Hans melesat dan menghantam kepala alien yang tadi hendak menyerangnya.

"Tekad." ucap Lora yang menembakkan peluru-peluru.

"Kekompakan." Gaila dan Saiken maju bersamaan dan dengan gerakan yang sama menghajar alien yang menjadi musuh mereka.

"Kekuatan.!" gumam Vardex yang mengambil ancang-ancang dan meninju tubuh alien didepannya dengan sangat kuat.

Hans langsung melayangkan serangan demi serangan kearah alien lain.

Begitu juga dengan Lora yang menembaki musuh tanpa mengenai rekan-rekannya.

Kembali ke tempat Altra.

Altra melompat dan mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat, alien yang kulitnya sangat keras tersebut langsung terbelah menjadi 2, bahkan beberapa ekor alien yang berada dibelakang alien itu ikut terpotong.

Beberapa menit berlalu.

Terlihat banyak bekas sayatan ditanah dan pada reruntuhan gedung akibat tekanan pedang Altra.

"Hah.hah.hah.. Sekitar 100 ekor lagi." gumamnya, terlihat Altra mengeluarkan banyak keringat. Ratusan mayat alien terlihat berserakan dimana-mana dari alien berbentuk manusia maupun bentuk binatang.

Seekor alien maju, hendak menyerangnya dari belakang, dengan mudah Altra menghindar dan menebas makhluk itu.

Ya, karna ia kelelahan, gerakannya sangat lambat bagaikan orang kelaparan.

"Baiklah, aku akan menggunakan teknik itu untuk menghabisi kalian semua." gumam Altra.

Duar.. Duar.. Duar.. Duar..

Terjadi ledakan beruntun hingga menghancurkan para alien yang tersisa.

Bruk.

"Hah...hah.,hah... Entah apa ada energiku yang masih tersisa atau tidak." gumam Altra yang terkapar, ia melemparkan pedangnya, karna jika ia memegang pedangnya. Kemungkinan besar ia akan mati.

"Cih, pertarungan yang singkat, andaikan aku pemeran utamanya. Pasti pertarunganku tadi akan sangat panjang tanpa ada disingkat." Altra tergeletak dengan seluruh tubuh bermandikan darah alien bercampur keringatnya yah kulit putih dan tubuh kerennya tak terlihat jelas.

Terlihat Lora, Saiken yang memapah Gaila, Vardex dan Hans menyusul ke tempat Altra setelah pertarungan mereka usai.

Bersambung.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 75

Bocah Redoks
2017-07-25 08:40:51
Tokoh utama memang berat bebannya. Rupanya altra menyadarinya.
Dwi Fitri
2017-07-06 03:43:54
saat disuruh membayangkan monster di owari no seraph.. yang terbayang malah mikaela
T S A
2017-07-03 21:24:38
Wow padangnya Altra panjang juga ya
BeeZero
2017-07-03 15:42:58
berasa power ranger,,
Zen Kureno
2017-07-03 08:27:05
Hem sekarang Hexari kaya mana ya apa dia mati soalnya sudah lama dia tidak muncul.
Phoenix D
2017-07-03 07:01:04
Chp selanjutnya scene siapa ya?
Alien Queen
2017-05-06 14:27:15
Dan chapter kali ini fokusnya di tempat altra, sengaja dibuat panjang biar cepet kelar. Mana komentarnya nih.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook