VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 73

2017-07-02 - Alien Queen > Alien Attack : World War
127 views | 12 komentar | nilai: 10 (9 user)

Alien Attack : World War Chapter 73

Angkatan Darat

Scene kembali ke tempat Yubel. Mungkin 1 chapter ini khusus pertarungan Yubel.

Ledakan pun berhenti, keadaan kembali seperti semula, terlihat dinding-dinding tempat itu mulai banyak yang retak

"Aku tau." ucap Vestaka.

"Kalian berdua, bantu yang terluka dan lindungi semua orang. Cih, aku rasa dalam waktu kurang dari 5 menit tempat ini akan runtuh." ucap Yubel yang mengangkat senjatanya, karna ledakan besar tadi. Kini ia terlihat hanya mengenakan bra hitam dan celana coklat selutut,

"Whoaaa di-dia Seksi banget." pikir Vestaka dan Neves yang takjub melihat tubuh Yubel yang memang ideal, dilengkapi bra yang terlihat sangat mengagumkan yang, ia kenakan.

"Kalian dengar tidak.!" teriak Yubel yang memang posisi kedua pria itu ada dibelakangnya dan ia tak mendengar jawaban.

"Ba..baik." jawab mereka berdua serempak.

"Benar apa yang mereka katakan tentang para Warrior, selain kuat. Mereka juga memiliki paras yang sangat cantik, dan tubuh yang bagus ideal, sangat sempurna. Benar-benar prajurit pilihan." pikir Vestaka masih kagum.

Tak..

Neves memukul kepala Vestaka.

"Aku tau, memang langka melihat tubuh seksi para Warrior, tapi kita punya tugas." ucap Neves.

"Ta..tapi.."

"Kau mau mati olehnyakan.?" ucap Neves lagi.

"Ti..tidak, tapi jika aku mati sekarang pun aku akan mati dengan tenang karna telah melihat tubuhnya."

"Cih, padahal wanita itu masih memakai pakaian dalamnya, dia sudah berlebihan, apalagi kalau dia bugil." pikir Neves.

"SEMUANYA, PERCEPAT LANGKAH KALIAN.!" teriak Vestaka pada orang-orang yang berlari keluar.

Groarrrr....

Movreiak kembali bangkit setelah ledakan itu, ya terlihat sebagian besar cangkang kerasnya telah terkelupas. Rahangnya yang terbuka lebar memperlihatkan kobaran api yang ada didalam mulutnya.

Bukan hanya dimulutnya saja, tapi pada beberapa tubuhnya keluar lava yang menyala seperti cairan besi yang merah yang sangat panas.

"Majulah monster kucing api.!" tantang Yubel. Makhluk itu melompat dan melayangkan serangan. Sigap Yubel menghindar, Movreiak langsung menyemburkan api dari mulutnya menuju arah Neves dan Vestak.

"Gawat.." panik Neves, ya karna disekitar mereka banyak orang berlarian.

"Semuanya menghindar.!" teriak Vestaka, ia dan Neves langsung menghindar dan..

Bwurssh...

Puluhan orang yang tak sempat menghindar langsung terbakar dan tewas ditempat terkena semburan lava.

"Cih.. Akulah lawanmu sialan.!" teriak Yubel yang melompat dan menebakkan peluru-peluru merah kearah Movreiak, namun terlihat makhluk itu menghidari peluru demi peluru seolah ia mampu melihat arah peluru itu.

Hingga peluru-peluru cahaya merah itu hanya menghancurkan tanah- tanah saja. Yubel mendarat dengan sempurna.

"Cih,Refleknya sangat hebat, tapi rasakan ini." gumam Yubel.

Duar.. Duar.. Duar..

Peluru cahaya merah yang dimuntahkan kini ukurannya lebih besar dan lebih cepat hingga peluru peluru itu menghancurkan dinding- dinding tanah itu dan terjadilah sebuah ledakan.

Jduar....

Salah satu peluru tepat mengenai Movreiak yang terus-menerus menghindar. Makhluk itu terpental lagi.

"Hah..hah..hah.. Sialan, bebannya terlalu besar.!" ucap Yubel yang menurunkan senjatanya. Ia berlari kearah Movreiak yang hendak jatuh. Yubel melompat keatas, saat tubuhnya lebih tinggi dari posisi Movreiak ia mengarahkan ujung senjatanya kearah Makhluk itu dan

Jduam...!!!

Ledakan cahaya merah dan api pun terjadi.

"Da-dasyat nya." gumam Vestaka.

"Luar biasa." gumam Neves terkejut.

Tap..

Yubel mendarat dan menurunkan senjatanya, ia terlihat terengah-engah.

Terlihat juga makhluk itu tak bergerak, seluruh tubuhnya mengurai mejadi bara api.

"Huh.. Berakhir sudah." ucap Vestaka lega.

"Makhluk itu lumayan kuat, tapi bukan tandingan seorang Warrior di peringkat 10 besar." ucap Neves.

"Ini belum berakhir." ucap Yubel yang terlihat serius dan kembali bersiaga

Duar...

Sebuah dinding tiba-tiba hancur dan muncullah seekor makhluk yang sama, ya itulah Movreiak kedua.

Alien Attack : World War Chapter 73 - Movreiak 2nd
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

"A..ada monster yang lain." kaget Vestaka.

"I..ini gawat." panik Neves.

Groarrr...

Movreiak itu menggeram sangat kencang.

"Vestaka, sebaiknya kita bantu ketua Yubel, ia sudah kelelahan."

"Ta..tapi bagaimana dengan orang-orang.?"

"Tersisa sekitar 50 orang. Kurasa mereka akan baik-baik saja."

Ke sisi Yubel.

"Cih, aku sudah lelah, malah muncul yang satunya." ucapnya perlahan berdiri. Ia pun menyuntikan serum ke pahanya.

"Seorang Warrior kalah oleh makhluk sepertimu, jelas sangat tidak lucu." gumam Yubel yang siap bertarung. Yubel berlari maju dan menembak makhluk itu.

Movreiak langsung menghindari serangan peluru Yubel, makhluk itu melompat tinggi dan.

Dor.. Dor.. Dor..

Vestaka langsung menembaki makhluk api itu.

"Haaa.!!" teriak Neves yang ada di atas dan menebaskan pedangnya, namun.

Grk..

Pedangnya di gigit oleh Movreiak.

"A..apa?"

Bam...

Yubel yang melompat keatas langsung menghantamkan tendangan kepunggung Movreiak.

Duor..

Yubel langsung menembak punggung Movreiak dengan senjatanya. Namun ekor Movreiak sempat menghantam Yubel sebelum tubuhnya jatuh.

Duar....

Terjadi ledakan setelah Movreiak menghantam tanah.

Yubel dan Neves mendarat dengan sempurna dan melompat mundur memberi jarak dengan ledakan.

"Whaaa da..da.dadamu.."

"Kyaa..."Yubel menjatuhkan senjatanya dan memeluk dirinya, terlihat tali bra kanannya putus.

"Pakai ini, kau tidak akan mampu me.." ucap Neves memberikan jaketnya.

Buak..

"Jangan lihat berengsek." potong Yubel sambil meninju wajah Neves.

"Aku tak sengaja." ucap Neves yang terkapar tengkurap. Yubel melirik kearah Vestaka, seketika Vestaka langsung membalikan badan.

Setelah Yubel memakai jaket Neves..

Makhluk itu langsung menyerang setelah ia bangkit.

"Jiah padahal kita punya kesempatan banyak tadi, tapi.." ucap Neves.

"Berisik, meskipun aku prajurit, aku tetap saja seorang wanita." teriak Yubel dan

Cting....

Cakaran Movreiak langsung melesat kearah mereka berdua, sigap Neves menahan serangan,

"Pa-panas banget, pantas aja bra milikmu langsung putus." ucap Neves.

"Cih, akan kubalas kau karna merusak pakaian mahalku." Yubel langsung memasang tatapan serius.

"Perlu kau ketahui, harganya 500.000 Renk," teriak Yubel yang mengambil ancang-ancang dan meninju wajah Movreiak dengan sangat kuat.

"Semahal itu?!!" kaget Neves dan Vestaka bersamaan.

Movreiak terhempas jauh dengan kulit hitam keras di wajahnya sedikit retak.

Tanpa memberi kesempatan, Yubel langsung mengambil kembali senjatanya dan menembakan pelurunya tanpa henti.

"Nyawamu tak cukup untuk mengganti harga pakaian dalamku.!" teriak Yubel tanpa henti menembak.

"Harga jaket Warrior saja sekitar 100.000 Renk, tapi satu pasang pakaian dalamnya hingga 500.00 Renk, apa ngga salah.?"

"Hmm, Para Warrior itu memang istimewa, pakaian mereka saja sangat berkualitas."

"Kau benar, kalau pakaian pria berapa ya harganya."

Neves dan Vestaka malah berdiskusi tentang harga pakaian para warrior.

"Woy, apa yang sedang kalian berdua lakukan hah.!?" teriak Yubel yang belum menghentikan tembakkan.

"Ti-tidak ada, baiklah ayo kita juga." ucap Neves mengakhiri diskusi mereka yang tak penting,

Vestaka langsung menembak kearah ledakan beruntun akibat peluru-peluru Yubel.

"Groarrr..." Movreiak melompat keatas keluar dari ledakan beruntun.

"Ini menarik, Neves bantu aku dan kau Vesta lindungi kami." teriak Yubel yang menghentikan tembakannya.

"Baik," Neves melompat kearah Movreiak dan mengayunkan pedangnya.

Trank..

Kulit keras yang tadinya retak kini pecah.

"Arrrrrr...!!!"

Movreiak dan Neves mendarat ketanah, makhluk itu mengerang kesakitan.

"Bagaimana? Apakah sakit?" tanya Neves.

"Ukhuk.." Yubel memuntahkan darah.

"Cih, benar-benar terlalu besar bebannya, aku harus segera mengakhiri makhluk itu." pikir Yubel.

"Tentu saja, semakin kuat senjata, semakin besar pula beban yang diterima pengguna." gumam Vestaka yang melihat Yubel muntah.

"Menyingkir dari situ." ucap Yubel pada Neves,

Neves melompat mundur dan Yubel langsung menembakkan peluru merah itu. Namun terlihat makhluk itu kembali bergerak dan langsung menghindar.

Vestaka ikut menembak, namun hasilnya nihil, tak ada satupun pelurunya yang kena. Movreiak terus menghindar, hingga makhluk itu tertancap di dinding. Mulutnya terbuka dan menyemburkan lava .

"Awas..!"

ketiganya langsung mundur.

"Tak ada orang lain yang tersisa, semuanya telah melarikan diri." ucap Vestaka yang melihat kesekitar dan tak ada orang disana.

"Bagus, sekarang hanya tinggal menghabisi makhluk ini saja." balas Yubel.

"Hm." angguk Neves.

"Inilah yang kutunggu daritadi" tambahnya.

Movreiak terus menyemburkan lava bagaikan gunung merapi meletus.

"Semuanya, cari tempat tinggi." Yubel melompat keatas, ia menancapkan tangan kiri dan kaki kirinya ke dinding.

Neves dan Vestaka berada di bekas dinding yang rusak yang disana terbentuk cekungan.

"Permainan lebih menarik, jika diantara kita ada yan jatuh maka akan habis tenggelam dalam lava." ucap Yubel menyeringai.

"Dia datang." ucap Neves, terlihat movreiak melompat kearah Yubel, sigap Yubel melepaskan kaki dan tangannya, ia menghindar dengan melompat keatas.

Crak..

Dinding tempat Yubel menempel langsung hancur,

Ciuw.. Ciuw.. Ciuw..

Yubel langsung menembakkan pelurunya, seketika Movreiak menghindar kekanan. Terjadi ledakan lava karna peluru Yubel.

Diarah sana Neves menerjang dari atas dengan pedang yang siap di tebaskan.

Menyadari hal itu Movreiak kembali menghindar dan Neves pun jatuh kebawah, sigap Vestaka yang ada dibawah menjulurkan senjata apinya, Neves mendarat diatas senjata Vestaka.

Entah darimana kemunculan Yubel, namun tiba-tiba ia sudah ada di langit-langit tempat itu dan kedua kakinya menancap kuat.

"Rasakan ini."

Ciuw.. Ciuw.. Ciuw..

Movreiak tak menghindar, makhluk itu menyemburkan lava dan jatuh kedalam danau lava dibawah.

Duar.. Duar.. Duar..

Terjadi ledakan yang lumayan akibat lava dan peluru Yubel.

"Khi.."

Yubel melepaskan kakinya yang tertancap, ia terjun bebas kebawah..

Dalam keaadaan yang sama, Movrehak muncul dan melompat keatas menyambut Yubel.

Cting..

Ciuw.. Ciuw..

Bwush..

Kedua makhluk berbeda jenis itu langsung melancarkan seranan satu sama lain.

Syat..

Cakar Movreiak mengenai Yubel hingga membuat Yubel terpental kearah dinding.

Movreiak mendarat diatas bebatuan runtuhan pilar.

"Sepertinya ini bukan pertarungan kita, sama sekali tak ada celah untuk ikut serta." Neves dan Vestaka duduk di cekungan dinding.

Ciuw.. Ciuw.. Ciuw..

Yubel menembaki Movreiak setelah ia bangkitdari cekungan dinding.

Movreiak menghindar dan melompat ke batuan lainnya, Yubel melompat dan melancarkan pukulan kearah Movreiak.

Dum...!

Bersambung..

Lelah ngetik terlalu panjang, 1200 kata lebih dari cukup.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 74

Bocah Redoks
2017-07-23 23:03:32
Warrior bukan sekedar gelar. Tapi kedudukan. Sehingga hanya orang pilihan yg bisa menyandang nya.
T S A
2017-07-03 21:18:47
Movreiak kuat juga ya
Dwi Fitri
2017-07-03 03:39:41
1 Renk = berapa rupiah? kliatannya mahal bgt
Hiatus
2017-07-03 00:29:05
Oh yeah baby bahanx apaan tuh mahal bener
Don Quixote
2017-07-02 11:22:24
Wew. Tipe wanita yg ngotot dan perhitungan, jangan2 stelah kalah Movreiak dipaksa ganti rugi.
Zen Kureno
2017-07-02 09:00:16
Sangking panasnya atasan Yubel sampe hilang.
BeeZero
2017-07-02 08:04:15
jagoan saya itu,,yubellia !! ah mrka brdua jdi lhat oppai,,
Andre Rohmatul Sidik
2017-07-02 07:49:35
Hm hm... pakaian oh pakaian btw beli di mana tuh
Phoenix D
2017-07-02 07:09:03
Pertarungan yg sengit..
Alien Queen
2017-05-06 13:45:16
Yubellia berjuanglah, pertarungan selanjutnya mungkin ditempat altra. Atau tempat agosti.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook