VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 72

2017-07-02 - Alien Queen > Alien Attack : World War
119 views | 10 komentar | nilai: 9.6 (10 user)

Alien Attack : World War Chapter 72 Gorria

Scene kembali ke tempat Prajurit angkatan udara(males pake huruf kapital) tepatnya di tempat Sheila dan yang lainnya.

Dalam sekejap mata, makhluk itu menghantam Aruki dengan keras hingga membuatnya terlempar dan tak sadarkan diri.

"Ku..kuatnya." gumam Aruki sebelum menutup mata.

"Sial.!" Keil langsung bangkit dan menembak Erquolis, namun ternyata makhluk itu dengan mudah menghindar.

"Kalian semua, lari lah.!" teriak Keil, ia langsung melemparkan senjatanya dan melompat melayangkan tinjunya pada Erquolis,

Namun serangan itu mudah dihindari.

"Payah." ejek Erquolis sambil menghantamkan lututnya keperut Keil.

Buag,..

Keil langsung ambruk, bersamaan dengan hal itu, Aley melesat dan menghantamkan tinjunya tepat kewajah Erquolis

"Mana mungkin aku meninggalkan temanku." ucap Aley, Erquolis yang terdorong beberapa meter langsung disambut oleh Sheila dan Lemy.

"Serangan tiba-tiba, aku lengah." ucapnya tersenyum.

"Hentikan senyuman palsumu itu.!" teriak Sheila, kedua wanita itu langsung menyerang Erquolis tanpa henti, namun Erquolis dengan mudah menangkis pukulan dan tendangan yang dilancarkan kedua wanita itu. Hingga

Buag..

Tendangan keras dilancarkan Aley langsung menghantam wajah Erquolis.

"Berisik.!" ucap Aley, makhluk bertentakel itu terlihat terkapar.

Sebuah tentakel langsung menghantam Aley dengan keras dan dua buah tentakel melilit Lemy dan Sheila.

"A..aku lupa dengan makhluk besar itu." lirih Aley yang tertahan di dinding.

"Cih, energi kita sudah hampir habis, jika menggunakan senjata lagi maka kita akan mati, tapi menghadapi makhluk itu dengan tangan kosong juga akn mati." pikir Keil yang perlahan bangkit, bersamaan dengan hal itu Erquolis juga bangkit.

"Tak kusangka kalian masih lumayan kuat." puji Erquolis dengan tersenyum. Sheila dan Lemy berusaha melepaskan diri dari cengkraman tentakel yang melilit tubuh mereka.

"Diam dan bertarunglah." Keil berjalan perlahan, langkahnya gontai seolah tak punya energi yang tersisa, bahkan terlihat ia memaksakan diri untuk berjalan kearah Erquolis.

"Keil, jangan lakukan itu, kau bisa mati. Akh.." teriak Sheila, terlihat pakaian perangnya telah remuk.

"Dia akan melakukannya . Akkh.." begitu juga dengan Lemy, karna lilitan tentakel itu sangat kuat hingga membuat pakaian perangnya hancur.

"Kau masih sanggup berdiri setelah aku menyerang perutmu, padahal aku sudah menyerang titik vital." ucap Erquolis dengan nada ramah, ekspresi wajahnya tak memperlihatkan ia kejam dan jahat, bahkan terlihat baik dan ramah.

"Ya, itu sangat sakit, benar-benar sakit. Aku bahkan hampir pingsan." ucap Keil telah sampai di hadapan Erquolis.

"Kalau begitu pingsan saja." ucap Erquolis hendak menghantamkan tinjunya pada Keil, namun dengan cepat Keil mendahuluinya, ia langsung meninju Erquolis dengan kuat hingga membuatnya terhempas jauh.

"Sekarang saatnya." Aley melompat dan mengambil pedangnya, ia langsung memotong tentakel yang melilit Sheila dan Lemy.

Srat.. Srat..

Setelah memotong tentakel itu, ia langsung ambruk, begitu juga dengan Keil.

"La.larilah." lirih Aley yang kemudian memejamkan matanya, begitu juga dengan Keil, keduanya pingsan. Keil memusatkan seluruh energi yang tersisa pada lengan kanan dan ia gunakan untuk memukul Erquolis. Sementara Energi yang tersisa pada Aley terserap pedangnya.

Aria langsung menangkap kedua wanita itu.

"Cih, sebaiknya aku la.."

Buak...

Sebuah tentakel dari gurita raksasa itu menghantam tubuh Aria.

"Si..sial." geram Aria.

"Hebat, kerja sama yang hebat, tapi itu tidak cukup untuk mengalahkanku." ucap Erquolis yang bangkit lagi, terlihat tentakel-tentakel dipunggungnya bergerak-gerak. Ia berlari kearah ketiga orang itu.

"Rasakan ini." teriak Lemy yang berdiri dan langsung menghantamkan tinjunya, namun pukulannya ditangkis oleh tentakel dipunggung Erquolis.

"Haa" Aria langsung berdiri dan menendang tubuh Erquolis.

Belum berhenti disitu, Aria langsung menghajar Erquolis, namun karna ia telah kelelahan.

Buak..

Sebuah pukulan keras menghantam perutnya hingga membuatnya tak sadarkan diri.

"Selanjutnya giliran kalian berdua." ucap Erquolis menatap Lemy dan Sheila yang berdiri siap bertarung.

"Kita tidak akan menang, Sheila, beritaukan ini pada tuan jendral. Bahwa ada alien kuat yang dapat berbicara bahasa manusia, laporkan juga alasan kita gagal." gumam Lemy disamping Sheila.

"Apa maksu.." belum selesai Shelia berbicara, Lemy melayangkan pukulan keras kearah Sheila, sigap Sheila menangkisnya. Namun karna kuatnya pukulan, Sheila terhepas jauh keluar..

"Sial.." ucap Erquolis yang berlari keluar mengejar Sheila yang jatuh keluar pesawat.

Bruk. ..

Lemy langsung ambruk tak sadarkan diri.

Terlihat Sheila terjun bebas menembus awan.

"Cih, apa-apaan dia, kenapa menyelamatkanku dengan energi terakhirnya." ucap Sheila.

"Kau tidak akan lolos Nona." ucap Erquolis yang juga melesat jatuh menyusul Sheila.

"Gawat.." Saat Erquolis menuju kearahnya, Sheila tak bisa berbuat apapun, ia pun memejamkan matanya pasrah.

Apalagi ketinggian nya diatas permukaan tanah hanya beberapa ratus meter lagi.

Blar... Jduar..

Terdengar suara hantaman yang sangat keras dan

Grap..

Ada tangan yang menangkap dirinya dan beberapa detik kemudian.

"A..apa yang terjadi." pikir Sheila yang hendak membuka matanya, namun sesaat ia akan membuka matanya tiba-tiba..

Duar..

Dirinya dan seseorang yang menangkapnya menghantam permukaan tanah. Seketika semuanya langsung gelap, Sheila langsung tak sadarkan diri. Ia pingsan.

"Pendaratan yang mulus." ucap seorang pria yang membopong Sheila.

Alien Attack : World War Chapter 72 - Gorria
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Angkatan Udara

beberapa menit berlalu, Sheila berbaring diatas tanah kosong.

"Sheila, bangun.. Hey." ucap Chester sambil menepuk-nepuk pipi Sheila.

"Biarkan saja dia, kurasa dia kelelahan." ucap Iliya sambil memakan sebuah apel.

"Gadis itu benar, tangkap ini." seorang pria berambut merah panjang melemparkan apel kearah Chester.

"Terimakasih." Chester menangkap buah apel warna merah itu.

"Segar bukan, makan apel merah di cuaca terik seperti ini." ucap pria itu sambil mengunyah apel.

"Hm, terimakasih banyak telah menyelamatkan kami." ucap Chester sambil memakan apel, ia duduk disamping Sheila.

Flashback.

Ilia dan Chester dibawa oleh alien terbang hendak kembali menuju pesawat UFO, seorang atau seekor yah? Pokoknya ada alien berbentuk manusia yang duduk diatas kepala alien terbang itu.

"Ayo kembali ke.."

"Yo, boleh aku meminta dua manusia itu." ucap suara pria dibelakang alien tersebut, saat alien berbentuk manusia itu menoleh kearah belakang ke arag sumber pemilik suara tersebut, terlihat seorang pria tampan berambut merah panjang sedang berdiri sambil memakan apel.



Pria itulah yang beberapa waktu lalu berbincang bersama Hexagon dan beberapa bangsa Arya lainnya.

"Yo, kau mau." tawar pria itu menjulurkan tangan kanannya yang memegang sebuah apel yang telah ia gigit.

"Si..siapa kau?" alien itu bangkit hendak menyerang pria itu, namun entah apa yang terjadi, tubuhnya langsung meledak berkeping-keping.

"Cepat datang,cepat pergi." gumam pria rambut merah sambil melanjutkan memakan apelnya.

"Makhluk besar, kuperintahkan kau turun ke permukaan atau aku akan membunuhmu." ancam pria itu dengan nada santai.

Entah tak mengerti atau memang makhluk bersayap itu tak mau menurut, alien itu tetap terbang naik keatas.

"Hewan kurang terlatih, sepertinya kau tak suka mematuhi perintah orang lain selain tuanmu." gumam pria itu.

Bang...

Dengan cepat pria berambut merah itu menghantamkan pukulan hingga membuat alien itu mengerang kesakitan, perlahan makhluk itu turun dan melepaskan cengkraman Iliya dan Chester.

"Gawat, dasar hewan bodoh, aku tak memerintahkanmu untuk melepaskan kedua orang itu." pria itu melempar apel yang tersisa setengahnya, ia melompat turun menuju arah Chester dan Iliya yang terjun bebas.

"Gawat, kalau begini kita bisa mati." pikir Chester, ia sekilas memandang Iliya yang tak sadarkan diri.

"Sial..!" saat beberap ratus meter diatas udara Chester memejamkan matanya dan

Bum..

Tanah tempat mereka mendarat terjadi ledakan kecil karna hantaman.

"Huh.. Tepat waktu." saat asap tanah menghilang, terlihat Iliya dan Chester berada di pundak pria itu.

"Teri.." sebelum mengucapkan terimakasih, Chester telah pingsan.

Saat pria itu akan melangkahkan kaki, tiba-tiba tas punggungnya rusak(sejak kapan ia memakai tas?) dan banyak apel jatuh berhamburan.

"Wha.. Apel-apelku.." pria itu langsung menurunkan Iliya dan Chester kemudian memunguti apel-apel yang berserakan.

Flashback end.

Sheila pun sadarkan diri.

"O.. Ko sudah bangun." ucap Chester yang melihat Sheila membuka matanya.

Silau, ya itulah yang dilihat Sheila karna matahari telah berada di puncak, atau di tengah-tengah. Ya, tak terasa, misi yang dijalankan oleh semua prajurit sudah beberapa jam berlalu. Mengingat mereka memulai misi pada saat mentari terbit dan sekarang sang mentari telah berada di atas kepala.

"Kau lapar? Makan apel ini." ucap Iliya.

"Iliya, Chester. Kalian selamat.?" tanya Sheila lemah.

"Hmm, makanlah." Iliya memberikan apel merah pada Sheila.

"Makan dulu baru bicara, kau terlihat lemah." ucap pria berambut merah panjang itu sambil duduk membelakangi mereka bertiga.

"Hmm." Sheila duduk dan menerima apel itu lalu memakannya.

"Maaf, aku tak dapat menyelamatkan yang lainnya." ucap
pria itu.

Bersambung..

Dengan ini pertarungan prajurit angkatan udara selesai, lalu apa yang terjadi pada Aria, Aruki, Aley, Keil dan Lemy? Nanti dibahas. Selanjutnya menyelesaikan pertarungan Agosti dan Laura, jadi pertarungan prajurit angkatan udara akan selesai.

Nantikan juga scene Hexari dan si cantik Ruinsvlora. Ada beberapa hal yang akan dibahas dalam percakapan mereka berdua.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 73

Bocah Redoks
2017-07-22 23:34:25
Bangsa arya mulai bergerak
T S A
2017-07-03 10:28:31
Wah keren potonya
Dwi Fitri
2017-07-03 03:23:52
akhirnya peperangan akan berakhir..
Hiatus
2017-07-03 00:09:49
Whoa hampir tamat oh yeah baby
Zen Kureno
2017-07-02 08:32:45
Datang orang baru dalam pertarungan
BeeZero
2017-07-02 07:47:49
bngsa aria mulai brmnculan dtengah para prajurit...
Phoenix D
2017-07-02 06:28:25
Hmm siapa ya pria rambut merah itu..
wahyu
2017-07-02 01:57:25
Sepuluh buat dirimu yg cantik
Don Quixote
2017-07-02 00:20:10
Kenapa y tokoh kuat memiliki kebiasaan makan yg aneh.
Alien Queen
2017-05-01 15:06:57
Peperangan menuju akhir, kuharap beberapa chapter lagi akan tamat.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook